R
Pertama tama mungkin tulisan ini aku sembahkan kepada seseorang yang buat hidupkuu.. lebiihhh berwarnaaa diaa bernama Anzaalietaaa, yang ini orangnya ya
Cantikk Sekaliii bukann.. aku tak berharap kalian semua membaca tulisan iniii, atau mungkin kamu Anzaa.. siapkan teh hangat yaa jika ingin membaca tulisan ku ini..
Halo namaku Rezano Ifzikar Hanif..
Aku hanyalah seorang anak yang suka tertawa dan melakukan hal hal aneh yang menurutku seru.. tetapi kata sebagian orang itu aneh, dan aku adalah seorang ultraman yang sering mengantuk dan suka tidur, aku juga kaya gembel gatau arah pulang atau kadang wku gatau rumah aku itu siapa dan dimana hahahahahha
Jadiii teman teman di saat aku menginjakan kaki di bumi pasundan ini aku tak berharap apa apa selain mengikuti kuliahh.. tetapii semuanyaa berubah ketika aku disanaa..
Aku punya temen banyaak sekalii bahkan teman teman itu pun sama aneh nya dengankuu WKWKWKWK.. sedih yaa aku harus berpulang lebih awal
serius dulu yaa.. ini mungkin yang terakhir.
Gausah formal formal ah kalian juga jangan sedih kalo baca ini ketawa ajaa soalnya aku gasuka liat sedih sedih
Ada satu malam di Bandung, di Cibiru tepatnya. Entah kenapa, malam itu nggak mau pergi dari kepalaku. Kayak lagu Perunggu yang diputar terus, tapi nggak pernah selesai. Waktu itu cuma malam biasa anginnya lembut, lampu jalannya malu-malu, dan aku jalan di motor Di depan Anza, yang entah kenapa⊠rasanya kayak pulang ke rumah. Kami nggak ngomong apa-apa yang penting, tapi aku tahu, malam itu diam-diam lagi ngubah banyak hal di hidupku.
Entah mengapa dia tiba tiba mengeluarkan suara suara aneh kaya SEGRRR.. gsudheiei.. dll.. sama hal aneh nya denganku kita tertawaa ceriaa disanaa..
Waktu itu aku naik motor berdua sama kamu. Jalanan Cibiru masih basah habis hujan, dan udara Bandung menampar pelan wajah kita. Kamu di belakang, peluk pelan dari punggungku, sambil nyanyi kecil lagu âIni Abadi.â Lagu itu entah kenapa pas banget malam itu tentang kenangan yang nggak mau mati, tentang sesuatu yang tetap hidup walau waktu terus jalan. Aku ingat, kamu aku sempet bilang, âAndai semua bisa beneran abadi, ya, Za.â Aku cuma senyum, karena malam itu, aku juga pengen semuanya berhenti di situ aja.
Anzalietaa sayangg kamu ga usah khawatir
Karena aku juga mau sayang sama kamu lagi di kehidupan yang ke-berapa pun dan aku percaya aku bisa bikin kamu sayang sama aku lagi, di kehidupan mana pun.
Kamu nggak perlu jadi apa-apa, Za. Serius. Kamu nggak perlu maksa buat jadi lebih cantik, lebih hebat, atau lebih baik dari siapa pun. Kamu cukup jadi kamu aja, yang suka nyanyi pelan di motor, yang ketawa duluan sebelum ceritanya selesai, yang sering ngelihat langit lama-lama kayak lagi ngobrol sama semesta. Aku udah sayang banget sama yang kayak gitu. Nggak ada versi lain dari kamu yang aku mau, karena yang sekarang aja udah cukup buat aku jatuh cinta berkali-kali.
Love you
-Rezano














