Sampai ketemu lagi ex-CJ team. Good luck di penempatan masing2 :""""") (at Coca Cola Amatil Indonesia - Cibitung "National" Plant)
DEAR READER

PR's Tumblrdome
Misplaced Lens Cap

祝日 / Permanent Vacation

izzy's playlists!
Stranger Things
trying on a metaphor
dirt enthusiast
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available

ellievsbear
One Nice Bug Per Day
sheepfilms
AnasAbdin
tumblr dot com

pixel skylines
he wasn't even looking at me and he found me
styofa doing anything
we're not kids anymore.
$LAYYYTER
seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Greece

seen from United States
seen from Ukraine

seen from Malaysia
seen from Mexico

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Argentina
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Finland
@zearidzkika
Sampai ketemu lagi ex-CJ team. Good luck di penempatan masing2 :""""") (at Coca Cola Amatil Indonesia - Cibitung "National" Plant)
Tidak. Aku tidak menginginkanmu sebagai manusia sempurna bak aktor2 film romantis hollywood. Aku hanya menginginkanmu sebagai rumahku. Tempatku pulang. Tempatku merebahkan tubuh setelah hari yang panjang. Tempatku bermanja2 di bawah ketiakmu. Teman tidur yang tak risih kujadikan target bom angin beracun tiap pagi. Teman ngobrol hingga larut malam. Kamu tak perlu repot2 ke gym hanya untuk membentuk sixpack. Lemak di perutmu tetap lebih menggemaskan. Kamu rumahku. - - *edisi nulis buat tumblr*
Percayalah, beberapa orang yg datang dalam hidup terkadang begitu membekas di hati, lalu terasa agak berat utk pamit undur diri.. - di manapun raga kita, semoga bekas2 rasanya tetap berjejak di hati masing2 yaa #eaaaa wkwk... - Selamat berpetualang, manusia bumi.. pulang2 nanti, hrs tetap gila yaa.. jangan waras.. ga mau tau!
Temen dengerin lagu2 RHCP, temen karaokean RHCP sama The Killers, temen sumber lagu2 indie keren, temen2an lah pokoknya.. bakal kangeeeeen huhu
Menggemukkan Syahwat dan Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan dan Syawwal
Oleh: Alfathri Adlin Pikiran Rakyat, Jumat, 29 Juli 2011 Adalah lazim bahwa umat Islam pada umumnya telah sering mendengar salah satu fungsi shaum itu adalah untuk latihan mengendalikan diri dari tarikan syahwat dan hawa nafsu. Syahwat adalah hasrat materi, sebagaimana diungkapkan dalam QS Ali Imran [3]: 14, yaitu hasrat dan kecintaan terhadap perempuan, anak, emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Sementara hawa nafsu adalah hasrat imateri, misalnya merasa tersinggung karena dianggap bodoh, ingin dianggap terpandang di lingkungannya, dengki, iri hati, memandang rendah orang lain dan hasrat-hasrat imateri lainnya. Terkait dengan kedua hasrat tersebut, dalam hadisnya Rasulullah saw mengatakan bahwa pada bulan Ramadhan, setan-setan itu dirantai. Menurut seorang ulama, pengertian di rantai dalam hadis tersebut bukanlah dalam pengertian harfiah bahwa setan itu dirantai seperti halnya narapidana. Akan tetapi, maksudnya bahwa pada bulan Ramadhan, sekalipun setan tetap berkeliaran, namun pengaruh mereka melemah. Karenanya, bulan Ramadhan menjadi saat yang paling baik bagi siapa pun untuk bercermin. Apabila di sepanjang Ramadhan, ternyata dia masih suka marah-marah, bahkan hingga kalap, hal itu lebih menunjukkan wataknya yang sebenarnya selama ini. Juga apabila masih suka bergunjing, mendengki, melampiaskan hasrat seksual secara visual di warnet, dan lain sebagainya, maka itulah wataknya yang sebenarnya, padahal pengaruh setan terhadap dirinya melemah. Karena itu, kualitas pengendalian diri saat Ramadhan pun bertingkat-tingkat. Imam Al-Ghazali membaginya menjadi tiga tingkatan kualitas, yaitu: puasa umum, yaitu menahan syahwat yang berupa lapar dan seksual; puasa khusus, yaitu, menahan pandangan, penglihatan, lidah, tangan; dan puasa khusus dari yang khusus, yaitu menahan pikiran-pikiran rendah dan duniawi. Namun, hal yang mungkin sering orang lupakan bahwasanya ketimbang menguruskan syahwat dan hawa nafsu di bulan Ramadhan, dan juga Syawwal, alih-alih, yang terjadi malah penggemukan syahwat dan hawa nafsu. Perkara penggemukan syahwat yang paling lazim terjadi adalah saat berbuka. Setelah seharian perut dikosongkan dari makanan dan minuman, ketika berbuka, terjadilah “pembalasan dendam” yang dilakukan dengan makan sebanyak-banyaknya. Ini tak ubahnya seperti membuat singa kelaparan untuk sekian lama, dan kemudian mengumpankan korban yang langsung di lahap habis. Singa tersebut tidak akan menjadi terbiasa makan sedikit. Malahan sebaliknya, syahwat perutnya akan semakin menjadi-jadi. Untuk manusia, pengendalian syahwat tersebut harus dibarengi dengan pengetahuan. Bukan asal menahan lapar (tentu siapa pun sudah tahu hal ini), tapi juga menahan diri ketika sedang makan. Maksudnya, bukan semata menahan diri dari dorongan untuk makan banyak, tapi juga menahan diri dari hasrat untuk langsung merasakan makanan yang enak. Seorang ulama lainnya pernah mencontohkan bahwa sebaiknya seorang muslim itu membiasakan diri bahwa ketika sedang makan, dia hanya mengambil nasi putihnya dulu, tanpa dilengkapi lauk pauk. Suaplah nasi putih itu saja kurang lebih tiga sendok. Setelah itu, barulah ambil lauk pauk dan sayuran yang menjadi teman makan nasi. Apa maksud dari ajarannya ini? Belajar bersabar. Bayangkan, setelah lapar seharian, dan di hadapan kita ada sekian lauk pauk dan sayuran enak kesukaan kita, namun kita memilih untuk mendidik diri sendiri agar bersabar. Memilih memakan nasi putih terlebih dahulu yang tidak ada rasanya, ketimbang langsung merasakan enaknya lauk pauk dan sayur kesukaan kita. Dengan cara ini, bukan cuma syahwat yang dididik, taoi juga hawa nafsu untuk terburu-buru pun ikut ditempa. Apabila kita belum sempat melakukan hal ini di bulan Ramadhan, semoga kita masih melakukanya di saat shaum sunnah di bulan Syawwal, shaum sunnah Senin Kamis dan tiga hari di pertengahan bulan. Selain itu, Ramadhan pun berpotensi untuk menggemukkan badan kita dalam pengertiannya yang harfiah, yaitu melalui cara berbuka dengan makanan dan minuman yang manis. Rasulullah Saw tidak pernah mencontohkan bahwa berbuka itu hendaknya dengan yang manis. Beliau hanya mencontohkan kurma atau minum air putih. Permasalahannya, kurma yang kita makan di Indonesia berbeda dengan kurma yang dimakan oleh Rasulullah saw. Kurma yang sampai ke Indonesia adalah “manisan” kurma yang telah ditambahi dengan gula. Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan? Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga memakan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik secara langsung. Sangat tidak sehat. Sementara karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan. Selain itu, di zaman sekarang, ada satu cara penggemukan syahwat dan hawa nafsu yang unik ketika bulan Ramadhan, yaitu paket berbuka puasa di hotel mewah bersama beberapa selebritis yang harga tiket masuknya memang mahal. Dalam acara berbuka puasa ini, menu makanan yang ditawarkan pun pastilah bukan makanan sederhana dan murahan. Di sinilah syahwat mengalami penggemukan. Sementara, citra gengsi berbuka puasa di hotel mewah dan bertemu dengan selebritis menjadi wahana untuk menggemukkan hawa nafsu. Kemudian, di penghujung Ramadhan, menjelang Syawwal, ada mekanisme penggemukan syahwat dan hawa nafsu lainnya yang sudah menjadi rutinitas tahunan, yaitu makanan enak dan belanja. Biasanya, bulan syawwal menjadi bulan yang cukup menyibukkan bagi para dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis syaraf. Pada bulan Syawwal, biasanya terjadi peningkatan pasien yang penyakit jantungnya kumat atau terserang stroke, dan penyakit dalam lainnya yang disebabkan karena kebanyakan makan makanan enak dan berkolesterol tinggi. Tentunya ini merupakan hal yang ironis, bahwa setelah “digembleng” sebulan penuh di bulan Ramadhan untuk “menahan” syahwat, yang terjadi malah penggemukan syahwat yang memperlihatkan batang hidungnya pada bulan Syawwal. Selain itu, di bulan Syawwal pun tak jarang terlihat penggemukan hawa nafsu berupa pameran individu atau keluarga ihwal segala barang baru, entah itu pakaian baru, perabotan baru, dan lain sebagainya. Sedikit banyak kita bisa merenungkan bahwa ada dorongan hawa nafsu untuk memperlihatkan citra yang memukau dari diri kita kepada orang lain dalam bentuk materi, entah itu kepada yang datang bersilaturahmi, atau ketika akan bersilaturahmi kepada orang lain. Tak jarang ada saja orang yang merasa kecil hatinya ketika tidak dapat memperlihatkan aspek material baru yang dimilikinya saat merayakan 1 Syawwal atau Idul Fitri. Benarlah Rasulullah saw ketika beliau bersabda bahwa datangnya penyakit itu dari makanan dan pikiran. Karena itu pulalah, Imam Al-Ghazali pun memaparkan bahwa shaum yang khusus dari yang khusus adalah shaum yang bahkan bisa mengendalikan bukan hanya makanan, tapi juga pikiran. Karena itu, di bulan Syawwal, tidak ada salahnya kita melihat ke belakang lagi, ke Ramadhan yang sudah kita lewati dan merenung: “Apakah Ramadhan yang kita lewati berhasil menguruskan syahwat dan hawa nafsu kita, ataukah malah menggemukkannya?”. Wallahu ‘alam bi shawwab.[]
aku memang... bukan orang yang sempurna dalam hidupmu... - tapi, aku yakin... suatu hari nanti... saat kau mendengar namaku... - kau akan tersenyum... dan kau akan bilang : ... - "kau sangat berbeda dengan mereka..." - (ibrahim elbaz)
Hai para (calon) ayah dan (calon) ibu :)
Aku pengen guling gulingan di kapuk putih ituuuuu :D (at Puncak Sikunir, Sembungan, Dieng)
"Weeeeeeeeeee.....!!!!" (at Puncak Sikunir, Sembungan, Dieng)
Hai, kali ini aku mau berbagi satu dari beribu impian, atau bayangan, atau keinginan, tentang momen di sebuah fase hidup, yaitu fase berkeluarga. Karena berkeluarga itu menurutku tentang berbahagia bersama, melakukan banyak hal bersama selagi masih bisa, salah satu hal yang mau aku lakuin kelak ketika sudah berkeluarga adalah mandi hujan bersama :D mungkin akan ada tawa girang, tarian konyol, lompatan2 bersemangat, nyanyian2 riang, menikmati setiap curahan air hujan.. Ya, bahagia simple itu sebenarnya sebahagianya bahagia :3
There is no kissing as intense but soft as goodbye-kissing, because it could be the last.
Kagangegen~
Soal berjuang untuk "never give up" itu antara deg2an sama excited sih~ iya, never give up utk selalu memelihara biar ga layu, ga perlu selalu berbunga, setidaknya terasa segar. Never give up utk selalu menciptakan gairah2 baru. Never give up utk selalu memberi apa yang sudah seharusnya diberi. Never give up utk selalu merelakan kenyamanan demi kejutan2 kecil. Karena ketika never give up nya difokuskan ke mempertahankan, semoga ga mendekat ke garis kekendoran/keputus-asaan. Ya mungkin suatu saat pasti ada momen2 yg mendekat ke sana, tp setidaknya berusaha mencegah lbh baik drpd mengobati yaa :3
So when you stare at her pretty face like you did with mine, I hope you'll hear my voice asking - does she know how lucky she is? (Pic by: Stanley Kubrick)
You see that piece of light? That is your touch to my skin.
Relationship goal~
Hai, terima kasih sudah menjadi awan anti mainstream,,,ku.