keep winning in private. Social media doesn’t need to know your business.
Today's Document
AnasAbdin
Claire Keane
trying on a metaphor
Peter Solarz
hello vonnie

No title available

❣ Chile in a Photography ❣
No title available

祝日 / Permanent Vacation
almost home
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

No title available
Alisa U Zemlji Chuda
No title available

izzy's playlists!

shark vs the universe
will byers stan first human second
Sweet Seals For You, Always
styofa doing anything
seen from Netherlands

seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Singapore

seen from Australia

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Australia

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
@zirlyah
keep winning in private. Social media doesn’t need to know your business.
“Di antara kehilangan-kehilangan. Bagian merindukanmu adalah bagian yang paling menyakitkan.”
— (via mbeeer)
Sudah kubilang berapa kali?
Kalau sudah tahu tak sejalan, buat apa dipertahankan? Kalau sudah tahu tak sepemikiran, buat apa menjadi bahan pertimbangan? Kalau sudah tahu tak ada restu, buat apa dijalani kalau keberkahan itu hilang?
Buat apa berasumsi kalau kita bisa membuat pilihan saat itu juga? Kenapa mau berlama-lama dalam kekhawatiran padahal jalan keluarnya ada di depan mata. Buat apa mengikat langkah kaki kita sendiri, saat orang lain bergegas berlari. Kalau cinta membuatmu jadi bodoh, itu bukan cinta. Sudah tahu jawaban yang benar, malah pilih yang salah. Sudah ada jalan keluar, malah memilih jalan yang buntu. Hidup berlarut, waktu bergulir, kemudian menyalahkan keadaan. Sudah kubilang berapa kali?
“Entahlah, aku sendiri masih bingung apakah aku masih mencintaimu atau tidak. Namun yang jelas, ada sesuatu dalam dirimu yang tak bisa kulepaskan begitu saja. Sesuatu yang sudah seperti separuh diriku sendiri.”
— (via mbeeer)
“Masih banyak yang belum selesai. Masih banyak rencana-rencana yang belum tercapai. Masih begitu banyak tempat-tempat yang belum kita datangi. Masih terlalu sedikit makanan-makanan yang kita cicipi. Masih terlalu sedikit malam yang kita singgahi.Alih-alih menuntaskan; Kau, adalah hati yang belum usai namun dipaksa selesai”
— (via mbeeer)
“Setelah kau mengenalnya, perlahan aku mulai tidak mengenalimu lagi. Jarak antara kita semakin terasa. Juga masalah-masalah kecil anehnya selalu kita perdebatkan layaknya masalah yang besar.”
— (via mbeeer)
Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karna Allah; Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya, sebagaimana bencinya jika dicampakkan kedalam api. (Muttafaq'alaih)
you must read the Qur’an, so that you may know what happiness means again.
Udah kayak anak laskar pelangi belom, ikal cs?😁 btw kangenn weyyy!❤😂 . . . . . . . . . . . #travelers #visitindonesia #exploreindonesia #letstravelindonesia #explore #travelphotography #belitong #laskarpelangi #travelercantik
When memories hit you, it hurts.
(via wasted-in-thba3iya)
ciwi-ciwiku❤ kangen terus sama kalian ih😔 jenguk aku dong di kosannnn😁 with Masyitoh, Amelia, Hana, Rumaisa, marwa, Leily, and Rumaisah – View on Path.
Happy new year!👻 at Pantai Lengkuas – View on Path.
If you've never been in pre-marital relationship, you're not alone. Allah has saved the perfect person for you. Don't fantasise about falling into the traps of Shaytaan. You are better than being in a haram relationship.
Sinis sama orang beriman itu sia-sia.
Cuaca panas, dia bersyukur karena gak turun ujan. Cuaca mendung, dia bersyukur karena teduh & adem. Hujan deres, dia bersyukur karena do'anya super makbul.
Kondisi miskin, dia bersyukur karena bisa banyak doa. Kondisi kaya, dia bersyukur karena bisa banyak berderma.
Kondisi damai, dia bersyukur tak banyak yg menderita. Kondisi perang, dia bersyukur karena banyak jalan utk jadi syuhada.
Dia capek, elu capek. Capeknya dia berpahala. Capeknya lu dapet apa?
—
Tulisan mas Oza Sudewo, aslinya bisa dilihat disini
See you soon mine 💕🙏🏻
Lagi - lagi saya teringat kisah seekor semut yang mengusung air untuk mematikan api yang membakar Nabi Ibrahim a.s. Ketika binatang lain menertawakannya dan berkata, “hai Semut, percuma, airmu yang sedikit itu tidak akan bisa mematikan api.” Jawaban semut adalah, “biarlah. Namun dengan begini, aku menunjukkan sikap (pada Allah), kepada siapa aku berpihak.”
Nabi Ibrahim as tidak perlu ditolong oleh mahkluk lain, sebab Allah pasti menolongnya. Tapi itulah cara semut beragama.
Mungkin ini analogi yang tidak relevan, tapi saya secara pribadi menghubungkan kisah ini dengan event besok. Katakanlah benar bahwa Islam tidak perlu dibela, tapi melakukan protes pada penistaannya mungkin adalah salah satu menunjukkan sikap (pada ALlah), kepada siapa kita berpihak. Jika pun tidak mampu mengikuti event nya, setidaknya mendoakan dari rumah.
Bagi yang tidak mendukung aksi demo besok, tidak usah rame. Yang mendukung juga tidak perlu rame, malah bikin resah. Jangan kemakan media yang membesar-besarkan, lihat saja besok seperti apa.
Satu lagi pesan Ustadz ini yang membuat saya merasa ditembak mati : “kalau Umar bin Khattab masih hidup, apakah dia akan diam atau tidak diam?”
Berdasarkan sejarah, sudah bisakah menebak jawabannya? Silahkan memilih mau mengikuti sahabat Rasulullah SAW atau tidak. Kalaupun tidak bisa berbuat apa - apa, setidaknya mendukunglah dengan berdoa. Kalaupun tidak setuju, tidak usah berisik dengan menyebarkan isu - isu yang tidak jelas sumbernya hanya untuk membuat orang lain sama - sama tidak menyetujui demo ini.
Lugas.