“Bagaimana bisa seseorang bermimpi untuk menjadi orang yang hebat, sedang orangtuanya sendiri sering ia buat kecewa”
— Choqi Isyraqi
ojovivo
Sweet Seals For You, Always
Peter Solarz
Not today Justin
Misplaced Lens Cap
YOU ARE THE REASON

★

blake kathryn

Discoholic 🪩

Product Placement

Origami Around

ellievsbear

pixel skylines

@theartofmadeline
we're not kids anymore.
AnasAbdin
occasionally subtle
sheepfilms
will byers stan first human second
Monterey Bay Aquarium
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Mexico

seen from United States

seen from China
seen from T1
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from Netherlands
seen from Japan
seen from Japan
seen from Türkiye

seen from Greece
seen from United States

seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from Ukraine

seen from United States
seen from Greece
@18secretadmirer
“Bagaimana bisa seseorang bermimpi untuk menjadi orang yang hebat, sedang orangtuanya sendiri sering ia buat kecewa”
— Choqi Isyraqi
you’ll find someone and they’ll do all the little things with you that you’ve always dreamed of
Allah ciptain kamu udah sepaket sama kemampuan buat bertahan dari segala macem cobaan. Allah udah kasih kamu hati, pikiran, badan, keluarga, teman, kesehatan, dan kesempatan. Sekarang tinggal kamu bisa makenya apa enggak. Karena biasanya, yang punya belum tentu tau cara makenya.
Taufik Aulia
Jika harus bergantung, gantungkanlah semua keinginan kepada Allah. Jika harus bertumpu, tumpukanlah semua harapan kepada Allah.
Kepada manusia, berharaplah secukupnya. Kepada Allah Yang Kuasa, berharaplah sepenuhnya.
Begitulah seninya.
Taufik Aulia
“Kita ini terlalu rumit, sampai-sampai harus banyak melibatkan manusia. Kita ini terlalu rumit, sampai-sampai ego kerap kali menghabisi masing-masing perasaan kita.”
— Luka Kita / Romy Dinasty
“Kita merasa selalu punya pilihan pada seseorang-yang-keberapa. Padahal, dalam lubuk hati terkecil, tak ada seorangpun yang bahkan ingin dijadikan alternatif kedua, ketiga, seterusnya.”
—
“Buntu”
— Diamku tak berarti aku berhenti merindu. Aku hanya sedang mencari cara, bagaimana mengungkap rindu tanpa membebankan perasaanmu. Aku hanya masih buntu untuk hal itu.
Pengen pulang, tapi udah di rumah.
“Kita merasa selalu punya pilihan pada seseorang-yang-keberapa. Padahal, dalam lubuk hati terkecil, tak ada seorangpun yang bahkan ingin dijadikan alternatif kedua, ketiga, seterusnya.”
—
“Tentang kebaikan, sekecil apapun tidak perlu lagi diberitakan. Sebab, sudah tercatat dengan baik. Pada hati yang menerimanya. Pun demikian, pada hati yang merasa lega telah melakukannya.”
— @quotezie_
“Kejujuran wanita ada pada tawanya. Kekuatan pria ada pada tangisnya.”
— (via mbeeer)
Berpisah saja.
Semakin kau menyayangiku, semakin pula aku membenci dicintai olehmu. Seperti layaknya kursi-kursi di warung kopi kesukaan kita. Yang datang dan pergi untuk duduk silih berganti, begitu juga aku kepadamu. Hatiku untukmu sudah lama pergi. Semenjak kau memesan kopi dikursi sudut ruang ini tempo lalu. Membicarakan masa depan serapi angan-angan manusia jatuh cinta. Tanpa sedikitpun menilik, bagaimana itu akan menjadi nyata. Tidak mudah. Saat itu, aku paham. Mencintaiku adalah obsesi untukmu. Memilikiku adalah bonus dalam kompetisi ambisimu. Aku menyerah. Dikursi sudut ruang ini, pernah dengan begitu antusiasnya aku mengiyakan segala ambisimu. Namun, disini juga aku juga tidak lupa. Kau ku tinggalkan. Aku bukan hadiah, aku adalah tujuan. Aku bukan piala, aku adalah rumah. Aku bukan angan-angan, aku kenyataan.
It’s hard to be just one thing and not another. Occasionally we become someone else, and that’s okay too.
— Fragments
“Berusahalah, agar tidak termasuk orang-orang yang dengan ketidak profesionalnya menjadi penghambat terpenuhinya hak-hak orang lain. Semoga dengan begitu, hak-hak kita pun akan selalu terjaga.”
— @quotezie
Jangan mudah kecewa dengan orang lain karena dasar ketidaksesuaiannya dengan harapan kita. Dan seolah melupakan kebaikan-kebaikan yang telah ia berikan sebelumnya. Sebab, tiap-tiap orang punya batas maksimalnya dalam melakukan sesuatu. Tiap-tiap orang punya ketidaksempurnaannya masing-masing di waktu-waktu tertentu. Sebab, belum tentu kebaikan-kebaikan sebelumnya pun, kita mampu membalasnya dengan setimpal. Dengan sedikit pemakluman, mungkin segalanya bisa dirasa lebih adil. Suatu saat dirimu yang sedang mengalami 'ketidaksempurnaan' itu, orang lain tidak mudah kecewa kepadamu.
@quotezie
Bila dalam memperjuangkan sesuatu, entah itu lelahmu, entah itu tentang sabarnya menunggu, entah ketidaknyamannya perasaan yang kadang datang sedikit kecewa, entah harta yang dipakai, tenaga yang tersisa, waktu yang habis digunakan atau apapun itu yang diperlukan dalam prosesnya. Pun ketidaksabarannya. Semoga hati itu akan senantiasa lapang. Ikhlas itu akan selalu dalam. Dengan harapan dan doa yang selalu ada di genggaman. Mengepal selalu menguatkan. Agar semuanya terhitung dalam kesatuan. Bernama sebaik-baiknya usaha. Agar tidak ada yang dianggap sia-sia. Sepenuh yakin, semua yang tengah dilalui ada dalam skenario terbaiknya. Hingga pada waktunya ada kabar baik yang membuat hati kita yang menanti menjadi lega.
@quotezie
“Kisah Asma Bintu Umais, Betapa Tingginya Kedudukan Seorang Suami”
“Kisah Asma Bintu Umais, Betapa Tingginya Kedudukan Seorang Suami”
#gadisturatea #BukuBersamaLagiComingSoon #TentangRasaYangPernahPatah
Seorang perempuan bernama Asma Bintu Umais. Salah satu sosok yang mengukuhkan ketangguhan dalam diriku sebagai seorang muslimah. Tak diragukan lagi keshalihan perempuan yang dinikahi oleh tiga orang sahabat yang telah dijamin masuk surga. Ja’far bin Abi Thalib, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Ali bin Abi Thalib.
Ada banyak…
View On WordPress