2017? 2018.
2017, terima kasih.
Mungkin saya belum menjadi yang terbaik, dan begitu pula engkau. Tetapi marilah kita mengingat selama perjalanan ini, ada hal-hal yang saya lakukan untuk pertama kali dan mungkin untuk terakhir kalinya. Berkesan segala sesuatu yang pernah ada; sedih, senang, suka, dan susah. Bohong apabila dikatakan saya sudah lupa.
2017, maaf.
Saya hanyalah seorang dari sekian manusia naif. Tentang kesan itu; cerita dan pengalaman. Segalanya, tidak dapat saya tutup dengan manis. Mungkin karena hati yang saya nikmati sendiri, sehingga tidak bersisa untuk berbahagia dalam sebuah kebersamaan. Menyedihkan bukan menjadi seorang manusia yang egois.
2018, maaf.
Saya datang dengan hati yang hampa. Bukan karena saya telah ditinggalkan seseorang. Bukan juga karena saya telah mati dalam pengharapan.
Saya ingin membangun segalanya menjadi baru; dengan memupuk syukur yang selama ini saya lalaikan; dengan menjaga dagu saya tak lebih tinggi dari 'siapa saya seharusnya'; dengan menyimpan baik-baik hati saya yang hampa itu dalam genggaman saya agar saya selalu ingat mengapa saya memulainya.
2018, marilah kita memulai segalanya, bersama.









