Ada secercah pagi yang menghalau kesedihan mentari
Yang enggan muncul sebab hujan air mata di dasar pipi
🩵 avery cochrane 🩵
wallacepolsom
todays bird
Not today Justin
TVSTRANGERTHINGS

Discoholic 🪩
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
taylor price
untitled
RMH
he wasn't even looking at me and he found me
Xuebing Du

Love Begins
Sade Olutola
h

roma★
One Nice Bug Per Day

oozey mess
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

if i look back, i am lost

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Syria

seen from United Kingdom
seen from South Africa
seen from Morocco

seen from China
seen from Argentina

seen from Russia
seen from Spain
seen from China

seen from Germany

seen from Germany
@abdullahhadani-blog
Ada secercah pagi yang menghalau kesedihan mentari
Yang enggan muncul sebab hujan air mata di dasar pipi
Sudikah kiranya kau temani aku
Duduk sejenak disebelah ku
Sambil kau bincang kan secarik masa lalu
Sebab aku tau
Mencintaimu adalah menjadi tempat singgah dari rimba-rimba masalalu mu
Menjadi lautan atas semua tumpahan air mata mu
Yang di masalalu kau biarkan tergenang di kelopak mata mu
Sudikah kiranya kau berbagi rindu
Agar sepersekian detik yang akan berlalu
Tak hanya sia-sia dengan diam yang bertemu
Sudikah kiranya engkau mendengarkan ku sambil kubacakan eyang Sapardi
Bahwa "yang fana adalah waktu, kita abadi"
Sembilu yang dulu biarlah berlalu berkarya bersama hati
Sembilu yang dulu biarlah membiru berkerja bersama hati
Kita ini insan bukan seekor sapi
@fourtwenty
Seperti langit dan bumi, seperti timur dan barat
Kita tak pernah searah
Atas nama rindu yang mengungkung mu
Diatas cangkir yang kau seduh, ada sebait rindu yang tak pernah utuh
Ada rekah yang meski redup
Tetap hidup meski telungkup
Tetap menunggu tanpa jemu
Karena aku tahu, aku menunggu orang yang tepat
Selamat malam sayang
Engkau yang hilang dan tak jua pulang
Rinduku terus menerus terasa ampang
Aku bersaksi bahwa insomnia adalah hak seluruh pecinta
Aku bersaksi bahwa kopi adalah teman insomnia yang paling mesra
Semburat pagi menelusup ke kerongkong ruangan
Menyemat nama yang pernah ditempuh juang
Hingga akhirnya aku tersadar, semua itu hanya pernah
-kamu ngelantur mas
Kelas menulis Mediaberkarya @mediaberkarya Kali ini berkesempatan berbagi ilmu bersama Jokpin dan Janpi. @hujanmimpi
Sila daftar melalui WhatsAppmu. Kirim ke 0821-7623-0709 (Livia)
Yang baru dari kelas menulis Media Berkarya, langsung cek yuk
Selamat pagi, gemericik kopi membasahi bibir ku
Para puisi sedang berlomba-lomba mengurangi pilu
Aku selalu mencemburuimu mengkhawatirkan keadaan mu
Sialnya, aku tak pernah bisa menyembunyikan semua itu
Senja bertaburan melayang membubuhi rasa meradang
Seakan cintamu luruh dalam pelukan
Hilangmu melahirkan ketidaktenteraman
Yang luruh merdu menjelma kerinduan
Jalan Puisi
Jam 3 pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi.
kopi mulai ditinggalkan kehangatannya
cangkir menggigil kedinginan karena kecipak ombaknya.
ku putuskan untuk berjalan-jalan di jalan puisi.
Malam itu, jalan puisi terlalu sunyi.
dengan bekas rintik air Tuhan yang membasahi.
lampu-lampu lalu lintas pun mati.
sajak-sajak berserakan di kanan-kiri.
ku nikmati sendu merdunya.
hingga tanpa ku sadari. Sebatang pena ternyata sedang berpatroli.
mengumpulkan sajak-sajak yang berserakan tadi.
mendaur ulangnya kembali menjadi bait-bait puisi.
agar esok hari, jalan puisi bisa dilalui dan dinikmati oleh para pencumbu puisi.
Aku lelah;
subuh mulai berpendar utuh
menidurlelapkan mata kantuk yang angkuh.
Cangkir bibir menyemburku para kopi membangunkan ku
Dari imaji yang kusebut masalalu masa dimana "kita" adalah "aku dan kamu"
Didepan perjamuan kopi
Teman mengeluh penuh elegi
Sambil kukecup bibir kopi
Aku memintanya untuk sedikit berbagi;
Tuhan tersenyum melihat tingkah kecil kami
Rindu
Sering kali. Aku ingin menjelma embun di halamanmu. Hanya untuk sekadar mengucap selamat pagi pada kakimu.