It's okay to be not okay..
Nggak usah sok kuat, nanti bikin semakin sakit. Hmm.. tapi ya gak masalah sih, kalau memang begitu caranya. After all, kamu nggak perlu berpura-pura mengalihkan kesedihanmu. Sedih itu manusiawi, kecewa adalah niscaya.
Aku tahu rasanya. Tidak pernah ada yang baik-baik saja saat melihat seseorang yang pernah kamu perjuangkan, ternyata pergi dan bahagia bersama orang lain. Sedangkan dulu, kamu dan dia pernah saling membahagiakan.
Meski kamu mengaku sudah move on, kenangan tetaplah kenangan. Ia masih ada, menyelinap diam-diam dan menghabisi isi kepalamu. Menyesal, sedih, marah. Ya, marah saja kalau kamu ingin marah, menangislah jika perlu. Secukupnya saja.
Nanti, kalau semua sudah reda; kalau hatimu sudah mulai tenang dan lapang, renungi apa yang pernah terjadi di hari kemarin. Fokus dengan diri sendiri; kesalahan kita sendiri. Lalu, belajarlah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.
Well, luapkan semuanya di hadapan Semesta, mintalah ampun pada-Nya untuk segala khilaf yang selama ini tak disadari.
Mungkin nggak perlu semua orang tahu dengan kesedihanmu, but it's okay to be not okay. Mintalah pada Allah untuk merecovery hatimu, sebab, tanpa bantuan-Nya, kita tak memiliki daya apa-apa.
Jangan lupa, dan jangan sampai lupa. Kalau hari ini dan esok, kita punya peluang untuk melakukan kesalahan yang sama lagi. Maka, sadari dan belajarlah dari masa lalu.
Semoga hatimu lekas pulih dan membaik. Semoga Allah menjagamu dari kekecewaan terhadap dunia.