Yuk Belajar Sirah [Kisah masuknya Yahudi & Nasrani ke Jazirah Arab bagian 4]
Di belahan dunia yang lainnya tepatnya di negeri Syam negeri Kaisar Romawi yang saat itu menganut agama Nasrani, terdapat salah satu orang pendeta yang bernama Femion. Femion bergegas berangkat dari negeri Syam menuju Yaman karena dia mendengar di Yaman saat itu sedang dikuasai oleh orang-orang Yahudi. Dan orang-orang Yahudi adalah orang yang lebih pantas untuk menganut Nasrani karena orang Yahudi sudah mengetahui hal tersebut pada kitab Taurat. Femion berniat ke Yaman untuk mendakwahkan agama Nasrani. Namun di tengah perjalanan dari Syam (Utara Jazirah Arab) menuju Yaman (Selatannya Jazirah Arab), dia dihadang dan diserang oleh perampok sehingga membuatnya tertawan. Femion dijadikan budak, diperjualbelikan di Afrika di wilayah Najran. Najran pada saat itu adalah wilayah yang penduduknya menyembah pohon.
Femion menjadi budak pada tuannya yang merupakan penduduk Najran. Pada suatu hari tuannya kagum melihat Femion, yang disebutkan dalam beberapa buku sejarah, Femion memiliki karamah atau kelebihan. Di dalam pemahaman Sunnah Wal Jamaah memang ada beberapa orang yang Allah berikan karamah atau kelebihan karena keshalihannya, seperti misalnya Abu Darda dan Salman Al-Farisi yang pernah mendengar tasbihnya makanan yang mereka makan. Usaid ibn Hudair pernah melihat malaikat yang datang untuk mendengar bacaan Qurannya, dan banyak sekali kisah-kisah sahabat yang memiliki karamah dari Allah.
Karena kealiman dan ibadah Femion yang bagus, pada suatu malam tuannya pernah melihat cahaya yang begitu terang di dalam kamarnya. Maka bertanyalah tuannya "Hei apa agamamu Femion? Apa yang kamu lakukan sampai kamarmu yang gelap bisa bercahaya terang?" Femion-pun menjawab, "Aku beragama Nasrani" sambil mulai mengajak tuannya untuk menganut agama Nasrani. Tapi tuannya masih enggan, hingga Femion berkata "begini saja, Aku akan meminta Tuhanku Allah untuk menghancurkan pohon yang engkau keramatkan yang sudah ratusan tahun itu". "Baiklah jika pohon itu hancur, saya akan beriman kepada TuhanMu" kata sang tuan.
Dikumpulkanlah semua penduduk Najran untuk menyaksikan, lalu kemudian Femion terus berdoa kepada Allah sampai akhirnya Allah menurunkan petir yang besar dan menghancurkan pohon keramat tersebut. Pohonnya hancur hangus dan terbelah menjadi dua. Disebabkan oleh kejadian ini, wilayah Najran (sekitar wilayah Afrika) seluruhnya masuk ke agama Nasrani. Berjalannya waktu, agama Nasrani menjadi agama yang kuat di Najran hingga sampai di zaman Rasulullah SAW, agama Nasrani terkenal sekali berpusat di Najran.
Baiklah, kita agak melompat ke zaman Rasulullah SAW, dimana pada saat itu ada istilah yang disebut Mubahalah. Mubahalah dapat dijelaskan pada kasus yang pernah Nabi SAW alami. Rasulullah SAW berkirim surat kepada pimpinan-pimpinan Najran untuk mengajak mereka masuk Islam. Di dalam surat, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pemimpin-pemimpin tersebut (orang Nasrani) pasti sudah mengetahui sebenarnya akan ada nabi terakhir. Dan nabi tersebut dengan bukti serta ciri-cirinya ada pada diri Rasulullah SAW tertulis di dalam Injil. Tapi orang-orang Najran pada saat itu tidak mau begitu saja beriman. Mereka akhirnya mengirim pendeta-pendetanya datang ke Madinah. Di Madinah mereka berdialog dengan Nabi SAW. Setelah 3 hari berdialog Nabi SAW menyampaikan semua argumen, namun mereka masih ragu sehingga Nabi SAW mengajak mereka melakukan mubahalah.
Nabi SAW datang dengan membawa keluarganya. Dan pendeta-pendeta ini juga datang membawa keluarga mereka, lalu bersumpah meminta kepada Allah agar Allah menghukum siapa yang salah dan menyelamatkan siapa yang benar. Waktu itu Nabi SAW membawa Fatima, Hasan, Hussein Radiyallahuanhu di dekat gunung, dan pendeta-pendeta ini juga membawa keluarganya kesana. Pendeta-pendeta itu tiba-tiba melihat di atas gunung ada asap hitam yang sangat tebal. Maka para pendeta mengatakan, "demi Allah ini tanda-tanda, kalau kalian mau bermubahalah dengan orang ini, dan dia betul nabi maka kita akan hancur, jadi lebih baik tidak usah". Akhirnya pendeta tersebut pun menerima dan membayar Jizyah.
Dari cerita di atas dapat disampaikan bahwa wilayah Najran ini memang sangat terkenal sekali dengan agama Nasraninya. Dan yang membawa agama tersebut ke Najran adalah seorang pendeta bernama Femion sebagaimana kisahkan sudah kita jelaskan di atas.
Setelah Femion menyebarkan agama Nasrani di Najran dan agama tersebut terus berkembang pesat, maka lahirnya banyak sekali pendeta yang menjadi muridnya Femion. Diantara pendeta yang sangat terkenal pada saat itu bernama Abdullah bin Samir. Abdullah bin Samir mengetahui bahwa gurunya (Femion) memiliki misi untuk menyebarkan agama Nasrani ke Yaman. Sehingga pergilah ia menuju Yaman.
Ketika Abdullah bin Samir masuk ke Yaman, saat itu Yaman dikuasai oleh raja yang bernama Zunwas (sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya). Zunwas adalah raja Yaman yang agak unik. Dia tidak mau memegang agama kakek-kakeknya yang dulu menganut agama Yahudi dan mengenal Allah sebagai Tuhan mereka. Malahan dia menobatkan diri menjadi Tuhan. Zunwas juga memaksa masyarakatnya untuk mengikutinya, sehingga agama Yahudi pelan-pelan sudah tertepis dari Yaman.
Pada saat itu Yaman-pun mulai meninggalkan Taurat dan kembali lagi menyembah berhala serta api, seperti kebiasaan nenek moyangnya sebelum memeluk agama Yahudi. Zunwas telah mengembalikan semua tradisi nenek moyangnya dan ia juga memiliki satu orang penyihir yang sangat kuat untuk selalu mendampingi serta membantunya.
Tujuan utama dari Abdullah bin Samir adalah ingin mendakwakan agama Nasrani, dan ketika sampai di Yaman dia melihat bahwa para penduduknya tidak lagi menganut agama Yahudi, malah menyembah rajanya. Sementara jika masih ada masyarakat yang berpegang pada agama Yahudi maka akan langsung disiksa oleh Zunwas. Sehingga Abdullah bin Samir mengurungkan niatnya dan tinggal di dalam gua di atas gunung di wilayah terpencil di Yaman.
Waktu Abdullah bin Samir tinggal di gua tersebut, dia berusaha mencuri waktu untuk bisa keluar. Namun begitu sulit, karena si raja Zunwas memiliki penyihir yang sangat kuat dan selalu membantu dia untuk menguasai Yaman pada saat itu. Sang penyihir tersebut rupanya sudah mulai tua dan berumur. Lalu dia berkata kepada Zunwas, "wahai Raja umur saya sudah tua dan sepertinya tidak akan lama lagi akan mati, datangkanlah kepada saya anak-anak muda Yaman untuk dipilih menjadi penggantiku agar bisa selalu mendampingimu".
Dibuatlah sayembara di Yaman secara besar-besaran untuk mencari anak muda yang cerdas yang siap belajar sihir. Dari sayembara tersebut terpilihlah satu-satunya anak muda bernama Watdah. Watdah adalah seorang anak muda yang cerdas. Setelah terpilih, setiap hari dia datang ke rumah penyihir untuk mempelajari ilmu sihirnya. Dan ternyata di perjalanan antara rumahnya ke rumah penyihir, Watdah selalu melewati gua yang ditinggali oleh Abdullah bin Samir si pendeta Nasrani.
Ketika Watdah melewati gua tempat Abdullah bin Samir tinggal, Watdah mendengar suara-suara dari dalam gua tersebut dan mencoba untuk masuk. Kemudian Watdah berkenalan dengan Abdullah bin Samir, dan mulai belajar juga tentang agama Nasrani. Watdah belajar tentang Allah, tentang Nabi Isa, dan seterusnya. Sambil dia juga terus mempelajari ilmu sihirnya.
Watdah bolak-balik datang untuk belajar agara Nasrani dan ilmu sihir. Hingga suatu Waktu ilmu sihirnya sudah sampai pada puncaknya dan juga memahami Injil juga sudah sampai pada puncaknya. Ketika Watdah pulang dari belajar sihir menuju ke rumahnya, di tengah jalan dia bertemu dengan hewan yang menahan masyarakat pada jalan kecil setapak di antara gunung yang dilewati. Hewan tersebut pada hadist Bukhari hanya disebutkan Dabbah. Orang-orang mulai berbicara kepada Watdah, "Hai Watdah muridnya si penyihir, tolong bantu kami, kami tidak bisa jalan, hewan ini tidak bisa kami dorong dan tidak bisa dipindahkan". Dan hewan tersebut juga seperti ketakutan, jika dia salah bergerak maka akan jatuh ke jurang.
Maka pada saat itu watdah berkata, "hari ini saya akan membuktikan apakah ajarannya Abdullah bin Samir yang benar atau ajarannya si penyihir". Dia pun mengambil batu kecil, lalu mengatakan "ya Allah buktikanlah kebenaran agamaMu, kalau ini benar". Lalu dia mengatakan "Bismillahiallahuakbar", dilemparlah batu tersebut ke hewan itu. Hewan itu mati, kemudian jatuh ke dalam jurang.
Orang-orang pun akhirnya berkata, "hebat sihirnya Watdah". Watdah menjawab "ini bukan sihir". Dan mulailah ia membongkar bahwa sihir itu adalah dusta. "Sungguh sihir itu bohong, kalian ditipu dan saya sudah mempelajarinya, semua itu cuma penampakan-penampakan saja", lanjut Watdah. Karena ketika Watdah belajar dengan penyihir, penyihir selalu berkata, "hai Watdah jika kau mau jadi pengganti saya dan kau akan kaya raya, semua kebutuhanmu akan terpenuhi dan kalau saya mati kau jadi penasihatnya raja, syaratnya satu, takut-takutilah manusia".
[Bersambung..]
Baca juga cerita lengkap sebelumnya pada link di bawah ini:
1. Bagian 1a [Sebelum Nabi SAW dilahirkan 1] â>Â http://bit.ly/SebelumNabiDilahirkan1 2. Bagian 1b [Sebelum Nabi SAW dilahirkan 2] â>Â http://bit.ly/SebelumNabiDilahirkan2 3. Bagian 2a [Ketika Mekah Dikuasai Orang-Orang Zalim 1] â>Â http://bit.ly/MekahDikuasaiOrgZalim1
4. Bagian 2b [Ketika Mekah Dikuasai Orang-Orang Zalim 2] Â â> Â http://bit.ly/MekahDikuasaiOrgZalim2
5. Bagian 3a [Kisah masuknya Yahudi & Nasrani ke Jazirah Arab bagian 1]Â â>Â http://bit.ly/YahudiNasraniMasukKeArab1
6. Bagian 3b [Kisah masuknya Yahudi & Nasrani ke Jazirah Arab bagian 2]Â -> Â https://adedamanik.tumblr.com/post/175267762134/yuk-belajar-sirah-kisah-masuknya-yahudi-nasrani
7. Bagian 3c [Kisah masuknya Yahudi & Nasrani ke Jazirah Arab bagian 3]Â -> https://www.tumblr.com/adedamanik/785973941759000576/yuk-belajar-sirah-kisah-masuknya-yahudi-nasrani?source=share













