耳をすませば (1995)
wallacepolsom
Peter Solarz

No title available
Sweet Seals For You, Always
KIROKAZE
he wasn't even looking at me and he found me

❣ Chile in a Photography ❣
trying on a metaphor
Not today Justin

pixel skylines

roma★

blake kathryn
Game of Thrones Daily
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available

Product Placement
Three Goblin Art
we're not kids anymore.

@theartofmadeline

Love Begins

seen from New Zealand
seen from Chile

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Greece

seen from Spain
seen from Chile
seen from Chile

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
@afidaanr-blog
耳をすませば (1995)
Di Beranda Bersama Banda Neira (Oleh Ananda Badudu)
Sore itu seperti biasa, aku duduk di ruang tamu sembari scroll instagram dan twitter. Postingan Mas Nanda muncul paling atas! Berisi informasi bahwa dia akan perform di Malang. Tanpa pikir panjang, aku bergegas mengajak adikku untuk datang kesana. Kami cukup terlambat karena jalanan sangat ramai.
Sesampainya di venue, jantungku berdegup kencang. Rasanya seperti berjalan mundur ke masa-masa kuliah, dimana aku rajin mendengarkan lagu-lagu Banda Neira melalui SoundCloud. Aku rasa, salah satu hal yang bisa membawaku mengunjungi masalalu adalah dengan mendengarkan lagu yang pernah aku dengar saat itu.
Sepanjang Mas Nanda perform, aku diam, tertegun, dan takjub. Begitu sopan dan nelangsa terasa sangat dalam. Mataku sedikit berkaca-kaca dengan isi kepala yang berputar-putar di halaman masalalu ku waktu itu.
Diakhir perform, teman-teman meminta untuk lagu "Sampai Jadi Debu" dimainkan sebagai penutup. Mas Nanda sempat bingung karena lagu itu diiringi dengan piano, sedangkan saat itu tidak ada piano. Tapi hal itu tak lantas membuat Mas Nanda urung, menyanyilah kami bersama. Meluapkan nelangsa yang menyatu dengan lagu itu.
Sejenak aku teringat, aku pernah menginginkan untuk bisa menonton Banda Neira secara langsung. Ternyata keinginanku terwujud hari itu. Meskipun hanya setengahnya, meskipun Banda Neira (dibawakan oleh Ananda Badudu) aku bahagia, sangat bahagia.
Setelah perform, kami punya waktu untuk bercengkrama, bercerita, foto bersama, dan aku meminta kepada Mas Nanda untuk kembali datang, bernelangsaria bersama dengan Mas Pepi (Layur). Mas Nanda mengiyakan hal itu. Rasanya hatiku penuh keriaan. Sebesar itu energi Banda Neira (Mas Nanda) untukku malam itu. Ternyata bubar tidak selamanya selesai. Hanya saja tetap berjalan sesuai arah masing-masing.
Terima kasih Banda Neira, Mas Ananda Badudu, dan Mbak Rara Sekar. Karyamu akan selalu hidup dan memiliki ruang sendiri di hatiku.
#terimakasihbandaneira #bandaneira #bubarnyabandaneira #yangpatahtumbuhyanghilangberganti
▶️ Tafsir Alquran Surah At-Talaaq [65] ayat 2-3 ◀️ ㅤㅤ Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ㅤㅤ 📗 “Barang siapa yang memperbanyak bacaan istigfar, maka Allah akan mengadakan baginya dari setiap kesusahan pemecahannya dan dari setiap kesempitan jalan keluar dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” ㅤㅤ ㅤㅤ Ibnu Mas'ud dan Masruq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ㅤㅤ 📖 Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. —QS. Ath-Thalaq [65]: 2 ㅤㅤ ➡ Yakni dia mengetahui bahwa jika Allah menghendaki, niscaya memberinya; dari semua kesulitan urusannya dan kesusahan di saat menjelang kematiannya. ㅤㅤ ㅤㅤ 📖 dan jika Allah tidak menghendaki, niscaya Dia mencegahnya, dari arah yang tiada disangka-sangkanya. —QS. Ath-Thalaq [65]: 3 ㅤㅤ ➡ Maksudnya, dari arah yang tiada diketahuinya. Sesuai dengan apa yang dicita-citakannya, tetapi tidak terlintas dalam benaknya akan dapat diraih. ㅤㅤ ㅤㅤ Imam Ahmad mengatakan, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ㅤㅤ 📗 “Sesungguhnya seseorang hamba benar-benar tersumbat rezekinya disebabkan suatu dosa yang dilakukannya. Dan tiada yang dapat menolak takdir selain doa. Dan tiada yang dapat menambah usia selain dari kebaikan.” ㅤㅤ ㅤㅤ Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ㅤㅤ 📗 “Barang siapa yang menghabiskan seluruh waktunya untuk Allah, maka Allah akan memberinya kecukupan dari semua biaya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang menghabiskan seluruh waktunya untuk dunia, maka Allah menjadikan dunia menguasai dirinya.” ㅤㅤ
https://instagr.am/p/CtBLorZLSx0/
Baca Bukunya Gita Savitri Devi
@gitasav nama akun instagramnya. Dia adalah seorang mahasiswa jurusan kimia murni di salah satu universitas terbaik yang ada di Jerman. Nggak cuma menginspirasi lewat instagram saja, tapi dia juga aktif bikin video yang dia namai "beropini". Videonya juga inspiratif dan nggak terkesan pamer tentang kehidupannya di Jerman.
Dari video - video yang dibikin Gita entah itu nyanyi, opini tentang hal - hal yang sedang booming, maupun kehidupannya di Jerman yang aku rasa sangat menginspirasi kalangan remaja saat ini. Nggak salah kalau subscribers dan followersnya membludak karena meskipun dia yang awalnya biasa - biasa saja tapi sebenarnya memiliki potensi dalam dirinya untuk bisa menginspirasi orang lain lewat tulisannya di blog, videonya di youtube, maupun cara dia berhijab lewat foto - foto yang diunggahnya di instagram.
Dan baru - baru ini, dia menulis buku pertamanya yang berisi kisah kehidupan yang dialaminnya dari akhir masa SMA hingga kehidupan perkuliahannya di Jerman saat ini. Baru saja cetakan bukunya ini rampung dan terbit tahun 2017 tapi sekarang sudah sampai cetakan keempat! Aku rasa bukunya terjual sangat laris di kalangan remaja seusiaku. Bukunya berjudul "Rentang Kisah" yang diterbitkan oleh GagasMedia ini aku rasa nggak terlalu tebal, hanya 207 halaman dan sangat ringan untuk dibaca. Isinya juga tidak terlalu muluk - muluk, dengan gaya bahasa Gita yang santai seperti sedang ngomong sama teman sendiri, sehingga kita nggak perlu konsentrasi tinggi untuk memahaminya. Tapi aku rasa mungkin dia membuatnya seperti itu supaya yang baca juga merasa kalau dia sedang dengerin ceritanya langsung aja dari si Gita.
Yang paling menarik dari isi setiap babnya menurutku pada bagian Beda Agama hingga Mustahil Bersyahadat, tapi bukan berarti bab yang lain aku tidak suka. Hanya saja yang jadi point penting menurutku ya pada bab itu, karena aku sendiri sedang mengalami hal ini. Sempat seperti Gita yang berusaha untuk merubah keyakinan seseorang yang aku sayang lewat diskusi - diskusi agama, tapi tidak membuahkan hasil hmm... Dan itu membuatku putus asa kemudian aku memutuskan untuk sedikit menjauh darinya. Bukan karena aku nggak suka, tapi aku merasa kalau ini diterusin aku takut setelah kami jauh melangkah malah berujung pada satu titik beda agama yang bikin semuanya selesai begitu saja karena nggak semua orang mau kan untuk berpindah keyakinan?
Yah, setelah rampung membaca bab tersebut memang benar kata Gita bahwa kita nggak bisa membuat seseorang merubah keyakinan yang selama ini dianutnya dengan taat. Kita hanya bisa mendoakannya dan memberikan aura positif tanpa harus memaksa orang tersebut untuk mau mengerti apa yang kita inginkan yaitu membuatnya berpindah keyakinan supaya tetap bersama atau mungkin berjodoh. Karena nggak ada yang lebih baik selain mendoakan, jadi aku selalu mengulang - ulang doaku tiap aku selesai sholat.
Sebenarnya selain ini adalah postingan pertamaku setelah aku sempat lupa dengan akun lamaku, postingan yang aku tulis dengan keadaan sedang flu berat ini aku tulis untuk mengapresiasi karya Gita yang sampai sejauh ini sangat menginspirasiku secara pribadi.
Kurasa pencapaian doa Gita terhadap si Paulus yang begitu tulus telah membuktikan bahwa Allah akan menurunkan hidayah bagi mereka yang dikehendakiNya. Hal ini membuatku sadar dan lebih melapangkan keyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau Allah menghendaki. Menjalani yang ada, menikmati prosesnya, dan berdoa itulah cara terbaik yang bisa aku lakukan tanpa harus muluk - muluk mengenai apa yang akan terjadi kedepannya karena yang terbaik adalah menyerahkannya pada Yang Maha Kuasa dengan mengaharap ridhoNya.