Kembali lagi dengan cerita catatan perjalanan yang baru lagi yaitu mengunjungi Pulau Komodo. Kali ini aku akan menceritakan perjalanan yang mengasikkan menjelajahi Pulau Komodo bersama teman – teman baru. Pulau ini seru loh. Untuk yang ingin wisata bawah laut bisa, pemandangan juga bisa, untuk menyaksikan hewan yang berasal dari purbakala yaitu Komodo jelas bisa karena di tempat ini memang habitatnya langsung bukan kaya di kebun binatang yang hanya dikurung saja. Disini komodo berjalan bebas kesana kemari tanpa halangan.
Pulau ini pastinya sebagai idola para travelling / backpacker lokal ataupun luar negeri pastinya. Tidak percaya ? Coba deh lihat beberapa foto – foto di instagram pasti best banget foto – fotonya.
Untuk perjalanan kali ini dilaksanakan tanggal 9 Juli 2016 tepatnya setelah lebaran. Kami bersama 6 teman baru antaranya Nawa, Dendi, Alvin, Risky yang berasal dari Jakarta. Detti berasal dari Purwakarta dan Denta dari Kalimantan. Sebelumnya udah jauh – jauh bulan merencanakan dan memantapkan rencana trip ini agar berjalan dengan lancar dong pastinya. Mulai mempersiapkan tiket pesawat, hotel selama di labuan bajo hingga pemesanan kapal untuk melakukan sailing komodo. Rencana awal sih mau melakukan program sailling selama 4 hari 3 malam dikarenakan waktu yang terlalu lama jadi kami memilih program 3 hari 2 malam karena dirasa cukup untuk explore pulau – pulau di area komodo selain itu karena kami akan melanjutkan extend perjalanan untuk mengunjuni tempat lainnya yang ada di Flores. Jauh – jauh ke Flores tapi tidak mengelilingi flores kan pasti kurang ya kan ? :)
Pasukan Sailling Komodo ;)
Sebelumnya aku dari Purwokerto menuju ke Bali menggunakan kereta api terlebih dahulu dikarenakan untuk menghemat pengeluaran di tanggal sebelumnya bersama Nawa dan Detti. Ya itung – itung buat penghematan budget juga kan, ya maklum kami mungkin bakal lama juga di Pulau Komodo.
Kami bertiga sampai di Terminal Mengwi di Denpasar pada pagi hari kurang lebih pukul 5.00 WITA. Lalu setelah itu melanjutkan ke Kuta untuk menikmati pantai rencana awalnya sih. Tapi pada akhirnya ngga jadi karena pada saat itu badan serasa capai butuh istirahat untuk mengembalikan tenaga yang hilang selama di kereta. Hehehe. Kami melanjutkan mencari penginapan di daerah Popies Line II. Penginapan ini merupakan favorite aku karena dengan budget yang sedikit kita bisa menikmati penginapan yang cukup murah. Ya yang penting bisa buat selonjorin badan kan. Selanjutnya pukul 9.00 WITA kami bersiap – siap menuju ke Warung Makan ‘Pedas’ Bu Andika di depan Joger Bali Kuta. Pasti yang pernah kesini pasti tau ke khas-an masakan ini yaitu PEDAS SUPER SAMBALnya. Hahaha. Ke warung makan ini selain makan kami sudah janjian bersama Denta, Dendi, Alvin dan Risky.
Setelah selesai makan kami melanjutkan perjalanan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai menggunakan taksi online yang mudah di pesan dan sudah tahu harganya tidak perlu tawar menawar lagi. Kami memesan 1 mobil untuk 7 orang. ;) Sampailah di Bandara kurang lebih pukul 13.00 WITA. Sedangkan pesawat aku jam 14.25 ya sambil nunggu masuk pesawat digunakan untuk jalan – jalan area bandara. Ternyata bandara bali mengalami renovasi yang besar. Pasalnya pada saat 2014 lantai dua bandara bali masih belum digunakan tapi saat waktu itu di lantai 2 Bandara Bali sudah digunnakan keseluruhannya.
Rombongan kami memakai 2 pesawat berbeda. 4 orang menggunakan NAM AIR dan 3 orangnya lagi menggunakan Wings Air yang merupakan perusahaan dari Lion Air. Oh iya sekedar info jika ingin ke Labuan Bajo dari Bali dengan waktu yang singkat bisa menggunakan pesawat NAM Air, Wings Air, Garuda dan Kalstar.
Jam menunjukkan jam 14.35 kami dengan selamat mendarat di Labuan bajo, wouww ini pengalaman pertama jalan jauh ke daerah Indonesia bagian tengah. Serasa mimpi bisa sampai di labuan bajo, karena sebelumnya belum pernah terpikirkan bisa sampai di Pulau Flores – Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya menuju ke tempat pengambilan barang cukup lumayan lama menunggu sampai tas aku muncul. Lalu 3 teman tadi yang menggunakan pesawat berbeda landing juga dengan selamat. Alhamdulilah.
Selanjutnya melanjutkan foto – foto terlebih dahulu dengan mengabadikan moment terbaik saat di bandara karena saat pulang kami tidak melalui bandara ini lagi, untuk kamu yang untuk mendarat di bandara labuan bajo wajib foto di depan bandara labuan bajo bersama patung komodo yang lumayan besar. Kalau serem foto sama komodo yang asli bisa kok foto sama patungnya aja. Tapi ingat ga boleh vandalisme lohh yah.
Selesainya mengambil beberapa foto di bandara labuan bajo, kami langsung menuju ke penginapan kami yaitu di Bajo View. Lokasi penginapan kami lebih kurang 1 km saja dari bandara tapi medan jalannya naik turun. Hahaha. Bikin cape kalau di bawa jalan apalagi barang bawaan masih berat ditambah panas pasti bikin cepat gerah dan mager. Akhirnya memutuskan untuk mencari taksi plat hitam gitu. Karena di labuan bajo dan Flores itu taksi berupa mobil plat hitam biasa begitu. Tapi ada juga sih yang berplat kuning untuk itu aku kurang tau bisa begtu. Nah jarak 1 km itu dari bandara ke bajo view kena bayaran Rp 50.000 untuk 7 orang ya lumayan lah ga terlalu mahal kan. Daripada kalau naik ojek satu orangnya kena 25ribu mending naik mobil aja kan. Tips kembali setiap menggunakan kendaraan umum pakailah perhitungan juga jika ramai pasukannya dan sesuai kapasitas mobil dan murah atau berbeda sedikit dengan transportasi umum lebih baik menggunakan mobil atau sewa mobil saja. Tapi jika selisihnya jauh sekali tinggal ambil keputusan saja secara bersama apalagi kalau perjalanan tersebut share cost.
View Siang Hari Menuju Pelabuhan Labuan Bajo
Setelah menimati sunset kami bertujuh merencanakan makan malam di area Kampung Ujung Labuan Bajo. Disini pusatnya tempat kuliner makanan serba seafood dan beberapa menu lainnya seperti nasi goreng, ayam goreng, hingga bakso loh. Kami ke Kuliner Kampung Ujung setelah check-in di Bajo View. Untuk makan Labuan Bajo terhitung mahal itu jika kamu mau makan Ayam Goreng ataupun Bakar bisa mencapai 25 – 30 ribu. Jika untuk sekedar makan dengan biaya yang hemat atau low budget bisa memesan nasi goreng seafood untuk dengan harga 15 ribu. Sedangkan terdapat menu variasi lainnya seperti sayur pecel atau kalau di lombok sering disebut plecing atau di tempat aku disebut kluban. Untuk jarak dari penginapan ke Kampung Ujung lebih kurang 20 menit bejalan kaki, waktu itu tidak terasa lama jika saat berjalan sembari menikmati malam Kota Labuan Bajo waktu itu. Kami ke Kuliner Kampung Ujung juga di sarankan oleh mas Zulfikar asal Jogja yang merupakan operator trip juga. Kebetulan dia mau sailling besok di hari yang sama tapi mas Zul membawa rombongan dengan kapal yang berbeda.
Sunset View di Penginapan
Selesai makan malam kami melanjutkan belanja untuk cemilan selama perjalanan sailling. Untuk belanja bisa di toko minimarket lokal lokasinya tidak jauh kok dari kampung ujung justru berhadap – hadapan lokasinya di kanan jalan. Sedangkan kampung ujung di sebelah kiri. Disarankan belanja cemilan aja untuk ngemil – ngemil setelah snorkling atau pada malam harinya. Karena biasanya kapal yang kalian naiki hanya memberikan makan selama sailling dan tidak memberikan makanan ringan atau cemilan jadi harus membawa masing – masing. Untuk harga – harga makanan ringan di area Labuan Bajo cukup murah – murah kok hampir sama harganya kaya di Minimarket yang ada di Pulau Jawa juga.
Pukul 6.00 WITA mulai persiapan cek perlengkapan lalu mandi. Sedangkan penginapan disini menggunakan share kamar mandi maka harus antri dengan rapi dengan tamu lainnya. Selesai persiapan kurang lebih Jam 8.00 kami bergegas melanjutkan perjalanan ke dermaga pelabuhan labuan bajo. Untuk jarak tempuh jalan kaki dari penginapan ke dermaga lebih kurang 10 menit ya cukup lumayan dekat hanya jalan menurun saja. Untuk sarapan kami memilih diluar saja dikarenakan biaya penginapan di Bajo View tidak termasuk Breakfast. Saat itu kami memilih sarapan di sekitar pelabuhan dengan dibungkus sehingga bisa dimakan di kapal saja dan bisa menghemat waktu, toh di kapal juga bisa buat sarapan. Justru makan di atas kapal itu sangat seru pokoknya. Pemandangan yang seru, laut masih tenang, pulau yang indah dan bisa melihat burung – burung elang yang terbang. Pada saat sarapan juga melihat penyu sedang berenang melawan arah dan selisih beberapa menit datang lumba – lumba melintas di depan kapal kami. Wooww. Itu seru sedang makan ada hewan laut yang menghibur kami. Pengalaman berharga!!!
Kejernihan Pemandangan Dari Atas Kapal
Pulau Pertama yang Terlihat dari Kapal
Spot tujuan awal menuju ke Pulau Sembilan atau sering disebut dengan Pulau Ubur – Ubur. Untuk ubur – ubur disini tidak menyengat seperti ubur – ubur yang ada di derawan. Jika ingin berenang dengan ubur – ubur seharusnya waktu air laut lagi naik tapi sayangnya saat kami kesana air lagi surut dan diberitahu juga kalau tidak boleh berenang. Tapi ternyata setelah selesai sailling kami tahu kalau di pulau tersebut bisa snorkling duh jadi agak gimana gitu :( Oh iya pasti ada yang bertanya kenapa Pulau itu disebut dengan Pulau Sembilan? Menurut penjelasan ABK Kapal kalau pulau ini difoto dari atas atau dari samping dengan angel yang pas bisa terlihat benar – benar seperti angka sembilan, menakjubkan. Ya begitu makanya disebut pulau sembilan. Oh iya perlu persiapkan juga sunblock sebelum turun ke pulau – pulau ataupun memulai snorkling karena kulit bakal bersentuhan langsung dengan panas matahari.
Ubur – Ubur Pulau Sembilan
nb : Untuk kelanjutan ceritanya akan di update di PART selanjutnya.. Jika kamu butuh informasi mengenai tentang pulau komodo bisa langsung ditanyakan saja melalui kolom komentas di postingan ini atau Contact Person di sampingkanan. Ditunggu part selanjutnya.
Kumpulan foto – foto di dalam Sepenggal Cerita Sailing Komodo Juli 2016 – Part 1
Sepenggal Cerita Sailing Komodo Juli 2016 - Part 1 Kembali lagi dengan cerita catatan perjalanan yang baru lagi yaitu mengunjungi Pulau Komodo. Kali ini aku akan menceritakan perjalanan yang mengasikkan menjelajahi Pulau Komodo bersama teman - teman baru.