Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Semoga Mas Gun dan Mbak Apik senantiasa dalam kebaikan-Nya. Maaf Mas Gun, saya mau sedikit cerita dan tanya. Saya perempuan 30an, saat ini merasa dipaksa untuk berkenalan dengan seseorang karena merasa gak enak selalu menolak tawaran dari kerabat. Kata mereka coba dulu aja, anaknya baik, sayang sama ibunya, bertanggung jawab. Tapi sejak awal lihat medsosnya saja saya sudah tidak sreg (apa yang beliau bagikan bertentangan dengan value yang saya punya). Oke, saya coba dulu untuk kenal. Entah karena sejak awal saya sudah set boundaries, saya merasa gak bisa, laki-laki ini tidak tahu akan kemana pernikahannya dibawa. Sedang saya tidak bisa menyerahkan taat saya untuk laki-laki seperti itu. Beliau mungkin baik, tapi bagi saya rumah tangga yang akan menjadi ibadah seumur hidup tidak cukup dengan baik saja.
Saya sampaikan perasaan tidak cocok itu, tapi kata mereka nanti juga ketemu tujuannya kalau udah dijalani, kata mereka prinsip itu omong kosong kalau udah nikah gak berguna juga, yang penting gak kdrt, setia, tanggung jawab, ekonomi stabil, tanyakan dengan mereka yang sudah menikah lama pasti setuju. Benarkah? Menikah-punya anak-jalani hidup-mati. Begitukah?
Katanya "Gak usah muluk-muluk jadi perempuan keburu tua, perempuan itu ada batas produktifnya. Perempuan itu dipilih."
Saya sedih, apa mungkin mereka benar saya terlalu pemilih?
Hi Anon, Sebelumnya, saya turut berempati dengan kebingungan yang lagi kamu hadapi. Meski, ketika saya baca ulang beberapa kali, kamu sudah tahu jawabannya tapi butuh penguatan. Sementara, penguatan tersebut tidak muncul dari dalam diri sendiri pun dari lingkungan. Dan itu adalah hal yang amat dibutuhkan. Untuk itu, berkaca dari masalah ini. Hal yang menurutku pendapatku butuh ditempa adalah keyakinanmu sama prinsip yang kamu miliki, seberapa kuat kamu mau ngadepin konsekuensi atas prinsip yang kamu pilih. Karena pada akhirnya, apapun keputusanmu. Segala konsekuensinya, kamu yang akan menjalani. Bukan mereka. Pernikahan itu ibarat "memilih masalah" yang akan kamu jalani seumur hidup, pastikan kamu memilih masalah yang dengan sadar bersedia kamu jalani. Semoga Allah kuatkan ya! Semangat!














