Tumblr. Hai. How r u?
we're not kids anymore.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
cherry valley forever
dirt enthusiast
AnasAbdin

Origami Around

#extradirty
🪼
noise dept.
KIROKAZE
tumblr dot com
Cosmic Funnies

oozey mess
DEAR READER

if i look back, i am lost
Keni

祝日 / Permanent Vacation
trying on a metaphor
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from Guatemala
seen from Guatemala
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Mexico
@agneselfira
Tumblr. Hai. How r u?
Orang yang benar-benar tulus kepadamu, akan terlihat saat kamu jatuh sakit. Mereka yang tulus adalah mereka yang tetap ada dan setia untuk menolongmu tanpa alasan.
Tidak ada manusia yang benar2 bisa dipercaya. Omong kosong.
TOXIC!
Anak adalah cerminan orangtua. Ternyata pepatah itu benar adanya. Semoga aku dan anakku tidak seperti itu.
Bahkan lucunya, seingatku… Orangtuaku tak pernah berkata maaf pada anaknya meskipun mereka salah. Haha! Pantas saja akupun tak terbiasa berkata maaf pada mereka saat aku salah. Kata itu terasa sulit sekali keluar dari mulutku. Yahhhh… orangtuaku sendiri yang mengajarkanku seperti itu.
Pantas, aku dan orangtuaku terasa tak begitu akrab dan tertutup. Orangtuaku pun tertutup dan tidak berusaha mendekatkan diri dengan anaknya.
Aku pikir aku akan mendapatkan sayang dan perhatian dari suamiku. Ku pikir apa yang tidak bisa kudapatkan dari ayahku, bisa kudapatkan dari suamiku. Tapi suamiku lebih sayang dengan pekerjaannya.
“Hei anda! Suami anda itu sayang dan perhatian dengan anda. Makanya dia kerja banting tulang untuk anda dan anak anda, supaya kalian tidak berkekurangan! Paham?!”
Ya gasalah sih. Tapi kan dalam hidup itu harus balance ya. Bahagia tidak melulu soal materi. Buat apa berkelimpahan materi, tapi waktu dan perhatian ke personal gak ada? Hampa!
“Ya ampun! Ko anda tidak bersyukur sekali sih? Berkorbanlah demi tujuan ke depan yang lebih baik! Suami anda memikirkan semua itu kok!”
Iya! Aku tau segala sesuatu memang harus ada pengorbanan. Tapi aku hanya manusia. Aku bisa apa? Aku ingin rasanya diperhatikan. Dari kecil aku tidak pernah diperhatikan sesosok pria. Sampai sekarang apakah aku harus merasakan hal itu lagi? Diluar itu aku juga ingin sekali melihat anakku tertawa puas bersama ayahnya. Sekarang apa? Ayahnya tidak pulang saja, anaknya tidak mencari. Kalau ayahnya pulang, digendong dicium saja tidak mau. Ih! Kesal! Kesal rasanya! Ok. Ok. Mungkin butuh sedikit kesabaran lagi. Suamiku sedang berjuang demi masa depanku dan anakku. Semuanya akan berubah lebih baik.
“Iya! Itu! Jawabannya hanya itu! Sabar. Sebentar saja bersabar. Dan terus dukung suamimu. Support dia. Yakinlah! Dan harus kamu tahu, cara perhatian dan sayang tiap orang itu berbeda.”
Aku dibesarkan dengan tidak merasakan kasih sayang seorang ayah. Apa sih rasanya disayang dan diperhatikan oleh ayah?
https://youtu.be/yCKM3R_hr3A
Hai temen2 tumblr ku! Lama bgt ga buka tumblr wey! 😂
Ada perubahan apa di tumblr btw? Haha..
Mau promoin youtube channel anakku dong, boleh dong yaaaaa. Linknya ada diatas gaes! Ditonton ya. Jangan lupa di like, di comment, sama di subscribe.
Baik deh semua. Kiss!! 😘😘
Disini ada yang full time mommy ga? Share dong suka dukanya.
Ditambah harus mengurus rumah juga. Double attack zheyenggg. 😂
Aku senang menghabiskan waktu bersama anakku. Tapi gak dipungkiri, capenya setengah mati urus anak. 😂
Nano-nano rasanya. Apalagi sekarang aku full menjadi seorang ibu di rumah.
Sudah 1 tahun lebih, bahkan mau 2 tahun aku bekeluarga. Aku, suami, dan anak kami. ☺️
Hihi.. hello! Lama ga berceloteh di tumblr.
Rasanya seperti ini.
Hi pecinta tumblr! How r u? Lama ga nulis nih.
Hemmmmm.. pengen cerita aja soal hidupku sekarang.
Well, tanggal 7 Oktober 2017 kmrn aku resmi menikah dengan pria pilihanku. Pria yang kusayang, kucinta, kukagumi. :D Dan sampai saat ini pun rasa ini masih sama tidak ada yang berkurang. Aku menyukai caranya menyayangiku, caranya saat dia sedang memanjakanku. Dia itu cuek. Makanya saat sekalinya dia perhatian aku suka! Tulus dan tidak lebay menurutku. Hihi.
Kurang lebih 7 bulan kami bersama sebagai suami istri dan puji Tuhan kami langsung dikaruniai buah hati. Puji Tuhan kami dipercaya untuk menjadi orangtua untuk anak kami nanti.
Ya si mungil yang ada di perutku ini sebentar lagi lahir ke dunia. Dan dia akan melihatku dan ayahnya. Ah! Tak sabar menunggu kehadiran si mungil ini. Kamu akan mirip siapa ya nak? Doa kami sebagai orangtuamu adalah semoga kamu selalu sehat sampai nanti lahiran. Itu yang terpenting buat kami. Dan kelak kamu harus jadi anak yang baik hati, ceria, pintar, beriman dan nurut serta bisa banggakan orangtuamu ya nak.
Diluar itu, kehidupanku sebagai istri tak semudah yang dibayangkan. Apalagi aku harus tinggal dirumah mertuaku. Mertuaku tinggal sendiri. Suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu karena sakit. Mertuaku memiliki 5 orang anak. Anak yang pertamapun sudah meninggal karena kecelakaan. Anak kedua sudah menikah dan memiliki 3 orang anak dan sekarang tinggal di Jakarta mengikuti suaminya. Anak ketiga merantau ke Jepang untuk bekerja, namun ia belum menikah. Anak keempat juga merantau ke Inggris. Ia mengikuti suaminya untuk meneruskan pendidikannya disana. Namun sayangnya setelah lebih dari 7 tahun menikah mereka belum dikaruniai seorang anak. Lalu terakhir anak kelima adalah suamiku.
Ya sampai saat ini aku dan suamiku tinggal bersama mama (mertuaku). Sebagai anak satu-satunya yang masih tinggal satu kota dengan orangtuanya maka kamilah yang harus menemani beliau. Berhubung beliau juga sudah berumur. Walau berumur beliau masih kuat kupikir. Masih rajin cekatan mengerjakan segala sesuatunya.
Dan persoalanku antara menantu dan mertua berawal dari sini. Huffff! Awal tinggal disini masih baik-baik saja. Namun lama kelamaan aku merasa ada ketidakcocokan antara aku dan mertuaku. Sering sekali kami beda pemahaman. Ya menurutku pribadi hal itu wajar. Karena aku dari kecil hingga sekarang dididik oleh ajaran orangtuaku dan mungkin sangat berbeda dengan ajaran mertuaku.
Aku mencoba untuk memahaminya, untuk mengerti dirinya. Tapi rasanya semakin dicoba mengerti aku merasa tertekan. Aku merasa aku tidak bisa menjadi diriku sendiri. Beban. Ya beban! Aku merasa terbebani. Aku tidak bebas melakukan apa yang aku mau. Pendapat kami selalu berbeda. Beliau A aku selalu B. Ah! Rasanya sulit. Karena hal itu aku merasa tidak betah dirumah ini, dan pada akhirnya aku selalu pulang malam saat pulang bekerja. Atau saat ada libur aku selalu berusaha keluar rumah entah kemanapun itu. 😅
Oh jadi begini rasanya tinggal bersama mertua. HAHA! Mertua yang tidak pernah sepaham denganku. Satu sisi beliau adalah orangtua dari suamiku dan aku tahu aku dan suamiku satu-satunya orang yang harus menjaga beliau disini. Tapi sisi lain, hatiku tertekan. Hatiku tak ingin berada di rumah ini. Ya Tuhan aku semacam terjebak! 😅
Sekarang aku bisa apa. Tak ada yang bisa kuperbuat. Aku hanya bisa berdoa dan bersabar agar suatu saat nanti akan diberikan jalan yang terbaik untuk kami semua. Baik bagiku dan suami serta mertuaku.
Hidup itu tidak akan ada yang pernah tau akan bagaimana ke depannya. Dan pada saat tertentu pasti ada hal yang tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Ya begitulah hidup! Yang terpenting bagiku sekarang adalah aku harus menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anakku kelak. :)