Kemalasan ini
Duduk meratapi nasib Pikiran melayang-layang berharap kesuksesan Diam sembari masih menatap kosong belaka Ingin merasa santai tanpa berbuat apa-apa Lantas selalu mengharapkan ini itu Ku sebut, dia adalah kemalasan Kemalasan yang mampu membekukan organ-organ Awalnya dia memaksa pikiran (otak) untuk tetap diam Otak menginstruksikan tangan dan kaki untuk diam Kemudian pikiran mulai menyusun rencana Rencana memikirkan hal-hal indah berupa kebahagiaan Kebahagiaan akan diam Diam terkekang oleh otak karena kemalasan Kemalasan ini ingin ku buang jauh menuju lubang hitam Tak kembali lagi dan tak menjamah kembali Bahkan menyapamu ku tak ingin dia Kemalasan ini lebih hebat dari salju atau es bahkan sebuah freezer Membekukan, kemudian mematikan perlahan-lahan Darah pun enggan mengalir Kemalasan ini..... Nb: puisi ini tercipta untuk menyindir diri sendiri, stop being procrastination and start now, 18:55











