nanti setelah kamu selesai berproses dan capai semua targetmu, semoga aku masih menjadi perempuan yang kamu inginkan. yassarallaahu..

izzy's playlists!
No title available
KIROKAZE
๐ชผ
Cosimo Galluzzi
taylor price
Claire Keane

#extradirty
tumblr dot com
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

Kiana Khansmith
๐
Sweet Seals For You, Always
Keni
Fai_Ryy

romaโ

No title available
The Bright Sessions
Mike Driver
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Colombia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from United States

seen from Bangladesh
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Canada
seen from Brazil
seen from Ecuador
seen from Brazil

seen from United States
@ainayyahnurfauzih
nanti setelah kamu selesai berproses dan capai semua targetmu, semoga aku masih menjadi perempuan yang kamu inginkan. yassarallaahu..
Tentang Januari
kembali menulis di platformi ini, aku melihat notifikasi dari tumblr bahwa sudah 7 tahun aku berada disini, hehe. Namun sayang aku tidak begitu tekun menulis disini. Semoga tahun ini bisa lebih tekun. sekarang masih 25 tahun, sembari mengetik kalimat-kalimat ini aku juga menyimak Nasihat tentang pernikahan oleh KH. Hafidz Abdurrahman. Januari dengan sejuta rasa, di dua bulan sebelumnya aku mencoba melatih diri untuk memulihkan perasaan yang campur aduk, aku sempat bertolak ke Kampung di Wotu, bersua dengan sepupuku, saudari ideologisku, kak Mega dan kak Nurmi, juga sahabatku Astrie Muthia. alhamdulillaah kala itu meski hanya 3 hari saja, saya betul-betul dilayani baik oleh mereka, sempat menginap di Rumah Astrie sehari dan kali pertama juga aku bertemu kedua orang tuanya dan beberapa adiknya, aku diperkenalkan dengan bukdenya dan sepupu yang waktu itu mempersiapkan pernikahan, saat menginap disuguhi menu makanan yg enak, Nasi hangat+ Rempeyek yang persis dibuat dulu oleh mendiang umma'ku, sayur santan labu yang dicampur dengan ikan. alhamdulillaah nikmat betul. 3 hari setelah dari Kampung, aku pulang ke rumah dan mendapatkan notifikasi pengumuman tentang kelulusan Profesi beberapa waktu kemudian terbitlah serdik kami juga. Perihal ini nanti aku akan buatkan tulisan tersendiri. Ada beberapa moment yang hendak aku simpan disini, bahwa 16 Januari kemarin sahabatku Lisa melangsungkan acara lamaran dengan Ahmad Prasetio. Aku juga sempat bertemu dengan calon suaminya itu beserta keluarganya. Luar biasa betul perjuangan mereka berdua. Moment kedua adalah Reskiawan, dia mengirimkan pesan singkat bahwa akan menelfon jika ada waktu. kubalas lah pesan itu tapi tak kunjung dapat balasan juga sampai hari ini. Ada apa gerangan? entahlah. Moment ketiga, aku menyaksikan mas Hari sebagai Ketua Panitia berbicara di depan podium seribu orang dalam Agenda Rajab Akbar. Disebutnya MC dengan gelar ustadz dan akhiran nama yang baru saja disematkan gelar akademik S.H (Sarjana Hukum). Mengenakan stelan baju kokoh yang ditutup dengan jas hitam, lengkap dengan songkok bolong. Jiwa al-faris itu hidup dalam dirinya, ah iya, bahwa di 2 tahun silam mas Hari sempat berpesan padaku, "masih banyak ummat yang mesti dicerdaskan". Alhamdulillaah maaSyaaAllaah. perihal ini pun akan kubuatkan tajuk khusus nanti. Moment keempat, kami merealisasikan Mukhayyam al-lughah al-arabiyah perdana di Wisata alam Batupapan. Walaupun diawali dengan drama Dinas Pariwisata dan malamnya ada 1 murid kesurupan. Tapi, alhamdulillaah agenda ini selesai atas kebaikan Allaah. Moment kelima, Aku mengedit tulisan ini karena ada kejadian yang menimpa diri, Aku dan nomor WAku yang dulu itu sudah hampir 9 tahun usianya, namun sore tadi, tiba-tiba log out dan keluar begitu saja, aku hendak login dengan nomor lama tapi meminta kode sedang kartuku entah dimana keberadaannya sekarang, saya sedih dan agaknya saya panik, tapi saya berusaha untuk menenangkan diri, bahwa ini adalah ujian baru bagiku karena memang pagi tadi mengharap hadiah dari Allaah, semoga dengan adanya ujian ini Hamba bisa lebih kuat lagi dalam berjalan dan bijak dalam menghadapi ujian-Nya, maafkan saya yaa Rabb kalaulah ini bentuk kemurkaan-Mu,maka Ampuni Hamba yaa Rabb, Hamba lemah. Demikianlah tentang Januari. Banyak pelajaran yang semoga dengan begitu, Aku bisa bijak dalam menyikapi hal-hal yang menimpa. Allaahu a'lam, Nantikan tulisan selanjutnya.
It's my 7 year anniversary on Tumblr ๐ฅณ moga istiqomah menulis hehe
Ternyata September
Kurang lebih 6 bulan kita dekat dan pada akhirnya kau memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan ini. untuk Reskiawan, Terima kasih atas niat di pertengahan Maret kemarin, hendak melamarku. Atau saya yang keliru dalam membaca dan memaknai isi pesan itu tempo hari? di hari-hari setelah kau mengutarakan niat tersebut, perasaan ini mulai tergugah, dengan rasa yakin saya tidak bertepuk sebelah tangan lagi, kita akan sama-sama mengarungi bahtera rumah tangga. Tanpa memandang statusmu sebagai duda. tapi di waktu yang sama, kita diliputi kebimbangan. masih ada harapan besar dalam diriku untuk tetap bisa lanjut sekolah, dengan wasilah memperjuangkan beasiswa yang waktunya tidak menentu itu. Berat rasanya, membiarkanmu menunggu tanpa kepastianku. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengurungkan niat sekolah, dan akan berusaha lebih serius untuk mempersiapkan ilmu pernikahan. Rupanya, ada momen terkuak kalau kamu sendiripun masih dalam proses membantu kedua orang tua. Sebenarnya tidak ada masalah dalam hal ini, saya pun sudi menunggumu. di 5 September kemarin, atas izin kedua orang tuamu. dan sebagai bukti keseriusanmu, kamu mendatangi Bapakku untuk menyatakan niat baikmu itu. Restu-pun diberikan oleh Bapak. Ternyata September, malam itu kita interaksi. dan menjadi titik awal obrolan-obrolan pemberhentian itu. Ternyata September, sesuatu di luar kendaliku menimpa. sekali lagi, baik dan buruknya hanya Allaah yang tahu. setahuku, inilaha Qadha-Nya. yang suka atau tidak , sudi atau tidak sudi. Tetap kita terima. Persoalan sederhana yang menjadi rumit karena diterjemahkan oleh perasaan. Lekas pulih, ridho dan mari melanjutkan kehidupan dunia yang singkat ini. Katamu, kelak kita akan punya jalan masing-masing, kan? hati-hati di jalan.
Juli-ku
Tepat pekan ke-empat, ustadzii. Aku menuliskan ini, dalam keadaan pasrah sembari berharap kelak Sang pemilik hati kita berdua, memberikan 'kesempatan bersama'. dan kita bertemu, menunaikan sejuta rindu yang terhutang. kita adalah dua manusia yang 'dikasihani' keadaan. Hati kita diliputi kebimbangan, pikiran penat. Karena akhirnya, kita memilih untuk melindungi โ bukan hanya satu sama lain, tapi juga keimanan kita.
Aku tahu kau sudah mencoba sekuat mungkin untuk menjaga jarak, walau perasaan telah tumbuh begitu dalam. Aku pun begitu. Namun keputusanmu membuatku kembali tersadar. Cinta yang sejati bukan tentang seberapa sering kita berinteraksi, tapi seberapa kuat kita saling menjaga. Kau duda yang sudah berdamai dengan masa lalu, masih bergelut pada tanggung jawab keluarga. Kau ingin menungguku, dan aku ingin terus melangkah dalam cita-citaku. Tapi kita berdua tahu โ jika hari ini belum saatnya bersama, maka biarlah waktu menjadi ujian bagi kesungguhan kita.
Aku tidak marah. Justru aku bersyukur, karena kau lebih takut kepada Allah daripada kehilangan pesan dariku. Dan meskipun rindu ini kadang menikam, aku tahu, ini cara Allah mencintai kita: Dengan memisahkan langkah agar kita tak tergelincir sebelum waktunya bersatu dalam ikatan halal.
Doaku satu, ustaadzii semoga Allah jaga hatimu, hatiku, dan pertemukan kita di waktu terbaik โ atau pisahkan bila itu lebih mendekatkan kita kepada-Nya.
-Ayya, di Senin pekan 4 Juli. Menjelang tidur.
Tentang Reski
Bapak tahu segalanya, tapi tetap menyambut dengan hati yang lapang. Semoga niat baik ini terus dijaga sampai waktunya tiba. โจ
Forgive Me, Mom!
Ada rasa penyesalan yang kerap datang seperti gelombang, mengingat saat-saat ketika aku tidak bisa sepenuhnya ada untuk Mama di masa-masa sulitnya. Terlalu banyak waktu yang kuluangkan di luar rumah, mengurusi siswa di sekolah, menyelesaikan step by step penyelesaian Studi di Kampus sementara Mama membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih di Rumah. Di saat itu, aku sering merasa kewalahan menghadapi situasi, kadang kehilangan kesabaran, hingga membentaknya tanpa sadar. Kini, kenangan itu membekas dalam hati, menyisakan rasa sesak karena tidak mampu memberikan yang terbaik untuknya ketika ia masih ada. Situasi saat itu memang berat. Kondisi ekonomi yang serba pas-pasan membuat pemenuhan kebutuhan Mama terasa seperti beban yang tak terhindarkan. Di tengah tekanan itu, aku dan ke-empat adikku saling berharap satu sama lain untuk membantu, tapi malah terjebak dalam ego masing-masing. Kami semua sayang pada Mama, tapi cara kami mengekspresikan kasih sayang itu sering kali tertutupi oleh rasa lelah dan frustrasi. Mungkin kami belum benar-benar memahami betapa berharganya kehadiran Mama hingga akhirnya kami kehilangannya. Di balik segala kekurangan, cinta kami untuk Mama tak pernah pudar. Kami mungkin tak sempurna dalam menunjukkan kasih sayang, tapi di hati kami, Mama adalah segalanya. Penyesalan ini mengajarkan kami untuk lebih menghargai waktu dan orang yang kami cintai. Meski Mama telah pergi, kami berharap ia tahu bahwa kami selalu mencintainya, meski kadang tak mampu menunjukkannya dengan cara yang benar. Mama tetap menjadi sosok yang selalu kami rindukan dan kenang dengan cinta yang mendalam.
ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููุง ููุงุฑูุญูู ููุง ููุนูุงูููุง ููุงุนููู ุนููููุง ููุฃูููุฑูู ู ููุฒููููุง ููููุณููุนู ู ูุฏูุฎููููุง ููุงุบูุณููููุง ุจูุงููู ูุงุกู ููุงูุซููููุฌู ููุงููุจูุฑูุฏู ููููููููุง ู ููู ุงููุฎูุทูุงููุง ููู ูุง ูููููููุชู ุงูุซููููุจู ุงููุฃูุจูููุถู ู ููู ุงูุฏููููุณู ููุฃูุจูุฏููููุง ุฏูุงุฑูุง ุฎูููุฑูุง ู ููู ุฏูุงุฑููุง ููุฃูููููุง ุฎูููุฑูุง ู ููู ุฃููููููุง ููุฒูููุฌูุง ุฎูููุฑูุง ู ููู ุฒูููุฌููุง ููุฃูุฏูุฎููููุง ุงููุฌููููุฉู ููุฃูุนูุฐููุง ู ููู ุนูุฐูุงุจู ุงููููุจูุฑู ุฃููู ู ููู ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู
Tulisan ini kubuat dalam kerinduan yang teramat, ma'. dengan seluruh rasa penyesalan dan maaf dari anakmu yang tidak sempurna ini dalam merawat. โAyya, 22 Desember 2024.
Oktober pekan ke-3 separuh diri ini merasakan depresi, seolah-olah terseret dalam kekosongan yang tak berujung. Maafkan saya, Tuhan.
dari semua maksud Semesta, baru karena-nya, Aku berhenti bertanya tentang apa, mengapa dan bagaimana : Dunia menjatuhkan hati-ku pada-nya. Sehat dan panjang umur selalu, diri dan perjuangan-mu!
[20 Rabi'ul awwal]
ุฅุฐุง ุฃุฎุฐูู ุงูู ูุช ููู ููุชูู ููุง ุชูุณู ุงูู ุชู ููุช ููุงุฆู ูุซูุฑุง
- ู ุญู ูุฏ ุฏุฑููุด
Juni dengan Kejutan-Nya
Memasuki awal Juni dan 3 hari kedepan saya akan melaksanakan sidang. Ujian Munaqasyah. Ujian formal terakhir untuk saya di usia Mahasiswa semester 12. Berjuta rasanya. "Finally" kata orang-orang. Setelah hampir setahun menunggu moment ini. Telah kukirim-kan beberapa pemberitahuan itu kepada mereka-mereka yang kuanggap berarti dan membutuhkan do'anya kalaupun ada yang belum kukirimkan, berarti kulupai. HAHA, maafkan. Ada yang berbeda dari Juni ini barangkali, saya terasa lebih dekat betul dengan sahabat-sahabatku di "Jamaah", di tengah kesibukan agenda dan amanah dakwah. Allaah tetap mampukan saya untuk hadir dan membersamai mereka. Walaupun luar biasa (terkadang) perselisihan batin dan raga. Beberapa pekan ini saya juga tidak mengunjungi Pusara umma', tapi saya tidak pernah luput mendo'akannya. insyaa Allaah sampai akhir hayatku, umma' akan selalu kudo'akan. Sampai sini juga, selain bersyukur atas segala nikmat dari Rabbul izzati. Saya juga hendak menyampaikan Terima kasih yang tulus untuk adik-adikku: Ica, Kia dan cadilla yang selalu sabar memaklumi dan memahami kondisi saya sebagai seorang kakak yang belum begitu mampu bertanggung jawab di rumah atas pekerjaan-pekerjaan yang saya tinggal/tidak sempat untuk tunaikan. dan juga kepada anak-anak santriku, ustadzah Nayya selalu mendo'akan kalian nak. Terima kasih do'a ta' nah.. untuk adik-adikku juga: Putri Adifiah, Anjelhy dan Jumma. Terima kasih sudah memberikan effort yang luarbiasa itu. "Semoga dilancarkan" (dua kata ini dari seseorang). Terima kasih! ^^ Walaupun belum 100% persiapanku untuk sidang, Tapi Semoga Allaah senantiasa mampukan saya menjalani penyelesaian studi ini dengan penuh sukacita tanpa harus berat hati, Biidznillaah:) Dear Ayya, kuat dan bisa! Mari temukan kejutan-Nya yang lain di Juni ini. Baarakallaah^
"Good Start will lead you to great end" (setelah itu obrolan selesai, di-pangkal Ashar) Beribu maaf atas semua hal ini. "Great End" memang akan senantiasa berpihak pada mereka yang tabah dan bijak memilih perjalanan hidup.
Tak ada, tak ada puisi yang melantun dari senyuman selain milikmu. Kata tersendat, anggun diksi enggan melekat. Ini mungkin karena senyumannya bukan milikmu; ini mungkin karena maknanya tak menemukan asli tuannya;
Maka ku katakan meski jengah kau dengar:
Kau berbeda. Yang lain merupa kata namun milikmu adalah puisi.
โ Arief Aumar | your smile is a poetry
Pengemban Dakwah itu: Siang Politisi, Malam Sufi. //13.48 WITA.
Tentang Pagi dengan Penatnya
Sudah memasuki pekan pertama di Mei, belum juga. Belum juga selesai studi Akademik strata 1 ini. Belum juga, tertunaikan amanah-amanah lain. Sekolah dengan miskomunikasinya sedang diri dipenuhi penat. Pagi dengan penatnya, Apakah saya benar-benar tidak peduli, lagi? Apakah saya adalah pengecut di tengah moment yang mesti "dirayakan"??? Ah benar juga, saya tidak layak memang diamanahi sebagai penanggung jawab atas beberapa amanah. Pagi, senantiasa hangat dengan Teh dan suasananya Namun pagi ini, penat di sekujur tubuh.
Tidak ada pembenaran atas apa-apa yang kita putuskan sekarang, Pagi dengan pesan-pesan yang saya terjemahkan dengan sentimental, demikianlah.
Tentang Malam Lebaran
Lebaran tahun ini menjadi moment lebaran pertama juga tanpa kehadiran sosok umma'. Tentu suasananya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada kompor menyala untuk memasak burasa' tidak ada hidangan masakan yang khas untuk berlebaran di hari besok,
Yang terbayang di malam lebaran tidak ada pelukan hangat dan pemaafan dari sosok umma' untuk kami kelima anaknya. Tidak ada pelukan hangat dari umma untuk bapak. Dan sebaliknya. Tidak ada lagi alarm alami yang senantiasa mengingatkan kelima anaknya untuk segera prepare sholat Id. Dear umma, malam lebaran kali ini: Saya melihat betul bait-bait do'a yang senantiasa kulangitka; itu seketika terwujud di rumah ini, malam lebaran. ke-empat adikku melakukan pekerjaan masing-masing untuk persiapan menyambut Idul Fitri. Umma' adik-adikku sudah mulai tumbuh dewasa menjalani hari-harinya. adikku Muksit, yang kita tahu selalu dalam cengkraman ego yg tinggi tapi perlahan mulai menurun. Yang penting kita mampu melihat kondisinya. Tadi sekali, saya menyisihkan uang untuk mewujudkan niat untuk membelikan Baju Lebaran dan alhamdulillaah terwujud. adikku Icha, dia betul menguasai skill dapur dan skill yang memang menjadi lazim dimiliki oleh anak perempuan. saya melihat separuh dari diri umma' ada pada separuh adikku ini. adikku Kia, dia tumbuh menjadi anak yang introvert. di malam lebaran ini, dia membersihkan beberapa tempat di rumah, merapikan pakaian, merapikan panci-panci, alat-alat masak dan segala peralatan yang ada di Etalase. adikku illa, si bungsu yang selalu sabar saat disuruh membeli ke warung dekat rumah. Malam lebaran, saya memberinya 50rb sebagai bayaran untuk cuci piring mengingat anak ini paling jarang melakukan pekerjaan cuci piring hehe. adik-adikku tumbuhlah bersamaku, mari kita lanjutkan kehidupan yang ada. Semoga tahun selanjutnya Allaah masih memberikan kita kesempatan untuk bekerja sama di malam lebaran dan di hari-hari biasa. [Ainfzh, 01 Syawwal 1445 H]
Tentang Iltizam
Tak terasa betul waktu berlalu, Ramadhaan bulan kemuliaan kembali meninggalkan kami. Yaa Rabb Ballighna Ramadhaan. Kendati kualitas amalan di Ramadhan kali ini tidak begitu optimal (menurut saya) di sisi lain banyak pengalaman baru dan pembelajaran yang saya temukan di Ramadhaan 1445 H ini. Tentang Iltizam, Jauh sebelum berada pada titik ini, biar kupahamkan sedikit makna "Iltizam" yang saya maksud. Defenisi iltizam menurut bahasa adalahย berpegang teguh, memeluk, menempel dengan sesuatu. Mewajibkan sesuatu pada dirinya. Sedang ditinjau dari segi istilah Iltizam ialah suatuย transaksi yang munculnya atau berakhirnya suatu hak katas kehendak pribadi ataupun kehendak orang lain. 29 Ramadhaan beberapa tahun silam. Saya menerima dengan niat baik, untuk melanjutkan proses perjalanan dakwah jamaah yang sekarang sedang kujalani. Jalan kemuliaan ini tentu tidak senantiasa mulus jalannya, silih berganti ujian diperhadapkan oleh-Nya. dan disisi lain agar melihat sebagaimana kuat para hamilud-da'wah ini bertahan dalam perjuangan ini. Memilih berada pada jalan perjuangan berarti harus siap terikat pada suatu 'komitmen' ketaatan dengan Rabbul izzati. Kurang lebih menapaki jalan dakwah dengan berbagai amanah. Tentu sebagai pengemban yang juga manusia biasa tak luput dari kesalahan. Termasuk dalam hal 'komitmen'/ iltizam ini. Tulisan ini hanya sebagai pelipur lara. Sebab tentang iltizam atau 'komitmen' beberapa hari terakhir ini saya merasa terhantui dosa. saya merasa telah mengambil hak ruhiyah para mad'u dengan dalih kepentingan pribadi. Astaghfirullah... Tentang Iltizam, sewaktu bimbingan pada ustadz Firman, beliau sempat menyinggung tentang iltizam pada alur penelitianku. "Iltizam ini kan bagian dari syakhsiyah Islam". Seketika saya teringat betul keterkaitan dua kata ini dalam perjalanan dakwah yang saya jalani. Tentang Iltizam, sempat terlintas dalam benak, apakah ada orang lain selain saya yang lalai dalam menjaga kualitas iltizam sedang dirinya dalam keadaan tidak stabil? oh atau ini hanya pertanyaan perasaan yang butuh dikasihani dan dibela?
Tentang iltizam, Selama dalam lingkaran pertemanan yang Allaah ridho atas itu, maka iltizam akan selalu serasi dengan sentilan-sentilan yang tidak perlu kita kemas untuk diolah sebagai rasa yang lain melainkan sebagai kayu bakar yang senantiasa mengundang api semangat untuk berbenah. one day, hard times will be over and everything will pay off. Mohon maaf lahir dan bathin, Taqabalallaahu minna wamingkum; shiyaamanaa washiyaamakum. [Ainfzh,01 Syawwal 1445 H]