Hari ini mendengar lagi kabar dari teman baikku, yang dulu suka ngumpul-ngumpul bareng waktu muda, sedang mengurus perceraiannya. Kadang tak percaya, tapi memang realitanya demikian. Waktu dulu saya menghadiri pernikahannya pun, tak kurang bahagia satu pun yang dirasakan. Doa-doa yang baik mengalir bak air terjun yang deras.
Beberapa tahun terakhir, seperti halnya saat teman-teman merasakan bahwa teman kita mulai sibuk satu per satu dengan keluarga, dengan pekerjaan, dan kita merasa kehilangan mereka. Ada yang tengah berjuang untuk menjaga keluarganya, tetap dalam mimpi-mimpi yang pernah mereka citakan. Saat kita sibuk, kita juga lupa untuk bertanya kabar pada teman-teman lama kita.
Sampai kemudian, kita mendapati kabar-kabar tak terduga. Bahwa selama kita tidak berkomunikasi bertahun-tahun, akhirnya kita tahu bahwa teman kita tidak sedang baik-baik saja hidupnya selama ini. Kita tak lagi hadir sebagai teman sebagaimana dulu. Menjadi dewasa, harus menentukan skala prioritas, beban dan tanggungjawab yang dipikul, serta hal lainnya membuat kita tak bisa melihat bagaimana kehidupan teman kita sesungguhnya berjalan.
Kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dulu hanya kulihat di berita TV dan surat kabar, menjadi begitu dekat. Hari ini, dengan segenap doa, mudah-mudahan ia bisa melaluinya dengan baik. Karena sungguh, mengurus pernikahan itu jauh lebih mudah daripada mengurus perceraian. Langkah hukum yang diambilnya ini akan menempuh proses yang panjang, melelahkan secara fisik dan batin. Syukurnya, keluarganya ada untuk mendukungnya. Membantu menguatkan dirinya bahwa apa yang terjadi, bukan untuk disesali, tapi untuk diperjuangkan sebaik mungkin demi kehidupan yang lebih baik.
Terjebak dan bertahan pada pernikahan yang rusak itu akan merusak semua lapis kehidupkan. Ya badanmu, ya pikiranmu, ya jiwamu, ya anak-anakmu, ya orang tuamu, ya finansialmu, dan lain-lain. Kalau kamu memerlukan bantuan, segeralah minta tolong pada orang yang kamu percaya.
Pelajaran berikutnya adalah, kalau temanmu sudah menikah lebih dulu dan ia sibuk dengan adaptasi baru keluarganya, tidak apa-apa. Tapi jangan kehilangan kontak. Karena mungkin, apa yang kita lihat darinya, berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya. Teman-temanmu yang mungkin butuh pertolonganmu, malu untuk datang minta tolong kepadamu karena telah lama tak berkabar. Padahal ia benar-benar butuh untuk ditolong. Jagalah pertemanan kalian sebaik mungkin, dalam beragam perubahan fase.
©kurniawangunadi