Sakit atau bahagia letaknya bukan di penjara atau di pelaminan. Tapi di pikiran kita.
Ajuong Cas
I'd rather be in outer space šø
hello vonnie
almost home
Mike Driver
macklin celebrini has autism

JBB: An Artblog!
RMH
wallacepolsom

ellievsbear
todays bird
Cosmic Funnies

JVL
occasionally subtle
NASA
Game of Thrones Daily
Stranger Things
sheepfilms
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Maldives
seen from Bangladesh

seen from Bangladesh

seen from South Africa

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ajuongcas
Sakit atau bahagia letaknya bukan di penjara atau di pelaminan. Tapi di pikiran kita.
Ajuong Cas
Surat Buku Dari Teman
Surat buku yang kamu tulis sangat menakutkan, teman Berliku-liku namun memberiku gairah, teman Kamu itu baik namun menyebalkan, teman Kamu bangun harapan semudah kamu meruntuhkan, teman Tak mudah bagiku; juga bagimu, teman Melupakan hangat bersama; rancang rencana, teman Melenyapkan sisa serpihan kisah agar aku sanggup memaknaimu teman
10 August 2017
Jika kemewahan adalah fiksi. Kesederhanaan adalah buku.
Ajuong Cas
KauĀ benar ingin tahu apa itu sabar? Makilah langit! Bisakah kau merubah rautnya?
Dulu aku percaya kau magnet yang selalu berhasil memasung mobilitas. Sekarang jauh berubah, kau mungkin belum kehilangan pesona. Aku yang berganti kutub.
Kepada yang menginspirasi
Sebagian dari diriku mengatakan dirimu ajaib. Sebagian lagi mendefinisikanmu jenius.
Entah kekuatan apa yang menggerakanmu, kamu sakti. Diksimu pusaka. Dan kamu terampil menjaganya selalu magis. Layaknya bumi yang terus berputar pada porosnya.
Harus kuakui kamu adalah seorang yang kuinginkan tidak pernah ada.
Namun keinginan untuk melenyapkanmu tidak sebesar keinginan untuk melampauimu.
Hal yang ingin segera kuraih
Stars: Kamu tahu hal apa yang sebenarnya sangat ingin kuraih saat ini?
Moon: Hal apa?
Stars: Ditanya malah balik nanya.
Moon: Hehe aku gak tau, hal apaan sih?
Stars: Hal-lal denganmu.
Moon: Hmm... (Sambil menatap dengan mensipitkan mata), sepertinya kamu merencanakan sesuatu.
Stars: Kenapa sih, garing ya? Padahal aku serius.
Moon: Oh...
Stars: Kok oh.
Moon: Enggak... Anu...
Stars: Bagiku tak masalah, berapa kali pun gagal aku tetap akan mencobanya lagi. Aku belum melihat peluang itu tertutup untukku. Aku belum ingin berhenti. Aku percaya cepat atau lambat kamu akan membukakan pintu itu untukku.
Moon: Kamu terlalu percaya diri.
Stars: Hahaha. Kamu terlalu memaksakan diri.
Moon: Bukankah kamu yang terlalu memaksakan diri?
Stars: Jangan khawatir, aku pasti berhasil.
Moon: Semoga saja.
Stars: Iya semoga
Dirimu tidaklah cukup hanya dengan dirindu. Tak cukup hanya dimiliki. Tapi dengan didoakan bagiku lebih dari cukup.
@ajuongcas
Jika kau mengetahui sedikit saja rahasia langit. Kau bisa memenangkan pertempuran.
Selera
Kenapa sebuah lagu yang sama bisa menjadi sangat merdu atau menjadi sangat bising pada telinga yang berbeda?
Ini soal selera?
Songuku(versi gue) pernah berpesan: āJangan congkak jika seleramu serupa dengan selera konglomerat. Jangan angkuh jika seleramu terlalu tidak biasa. Jangan senang jika seleramu juga selera sebagian besar orang. Jangan bimbang jika kau ragu apakah itu sesuai dengan seleramu.ā
Tidak ada yang bisa dibanggakan dari selera apalagi disombongkan. Tapi hal yang lebih hina dan memalukan dari itu semua adalah menghakimi selera orang lain, terlebih selera tersebut sama sekali bukan selera yang merujuk pada tindakan yang melanggar hukum dan merugikan orang lain.
Setiap orang memiliki selera. Namun tidak setiap orang mengetahui dengan pasti selera mereka. Hal ini membingungkan. Untuk mengetahui selera kita parameter utama kesesuaian selera adalah perasaan pas dan nyaman. Mencicipi/mencoba adalah metode analisis kualitatif tentang selera.
Ini hanya soal selera.
Pagi selalu saja menyegarkan.
Tak ada yang lebih menyenangkan dibanding mengetahui bahwa aku adalah orang pertama yang kau cari untuk kau bagi seluruh ceritamu. Disayangi, selalu menjadi hal paling membahagiakanāapalagi olehmu.
Aku rindu, ketika kita bingung harus bercerita tentang apa lagi, tapi tetap ingin melanjutkan percakapan. Aku rindu, ketika kita bertengkar lalu diam-diaman, tapi tetap ingin peduli satu sama lain. Aku rindu, ketika kita berhadapan dengan kondisi yang payah, tapi tetap ingin ada di sisi saling mendukung.
Hal-hal semacam itu jadi tidak sama jika bersama yang lain. Sulit rasanya; jatuh cinta pada orang lain, senyaman aku padamu.
Ketika kamu membaca ini, jangan berpikir bahwa aku belum ikhlas melepasmu. Kau tau, aku terlalu perempuanāaku hanya belum bisa sekuat kamu melupakan semuanya. Tapi, aku akan belajar, belajar untuk sanggup, sanggup untuk merelakan
Aku tau ada seseorang yang kau biarkan mengisi hatimu, semoga dia bisa mencintaimu seperti aku (atau bahkan lebih). Dan, tolong doakan aku segera menyusulmu.
Sudah terlalu lama kita saling menebak, membiarkan hati yang menerka, kemudian akhirnya kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya dirasakan.
Aku semakin penasaran tapi tidak bisa bertanya, sementara kamu tidak kunjung menjelaskan. Sebatas itu saja. Tidak ada perkembangan.
Pada awalnya aku menyerahkan semua pada waktu. Mungkin seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan yakin padaku dan kata cinta itu terucap.
Tapi ternyata sulit, ya? Cinta memang tidak semulus puisinya anak tumblr.
Lama kelamaan, ketidakjelasan hubungan ini semakin parah karena ditambah ketakutanku.
Aku takut jika selama ini, aku tidak cukup baik. Takut ternyata dunia kita tidak sama. Takut kalau aku tidak bisa mengimbangi kamu dan kehidupanmu. Takut seandainya kamu tak benar-benar menginginkan ada kita.
Dulu, aku selalu percaya ācinta itu tidak perlu saling memilikiā. Seperti kita. Kita tidak perlu menjadi kekasih, kalau hanya menginginkan status. Tapi aku sadar, ternyata doktrin itu yang menjadi penyebab hubungan ini begini-begini saja.
Pada akhirnya, cinta itu perlu pamrih. Seseorang yang mencintai sepatutnya dicintai balik sama baiknya. Aku rasa, kita juga perlu demikian.
Jadi, gimana, kita bisa mulai sekarang? ā View on Path.
Jika aku mendefinisikan sosok ibu. Maka ibuku adalahā¦.
Ibuku adalah perempuan tangguh | @manifestasirasa
Ibuku adalah tempat pulang | @cheniaik
Ibuku adalah bahu ternyaman untuk bersandar, sahabat paling setia tanpa jeda, pemilik pelukan terhangat penghapus segala lara | @hujankopisenja
Ibuku adalah jelmaan bidadari surga tak bersayap, yang selalu berikan keteduhan dan kenyamanan dalam dekap | @epicsymphony
Ibu adalah segala hal terbaik yang pernah tercipta | @diniswah
Ibuku adalah wanita pemilik cinta paling tulus | @waroengkopi
Ibu adalah separuh dari diriku, dan separuhnya lagi ialah ayah | @tandatanya
Ibuku adalah ibuku, sebagaimanapun ia sering memarahiku, sebagaimanapun aku kesal padanya, ia tetaplah ibu dan akan terus begitu, aku menyayangimu selalu | @naskahsenja
Ibuku adalah semua yang termulia sejagat raya | @lestarifebrin
Ibu ialah malaikat yang diperbolehkan Tuhan untuk kulihat | @kellanaputra
Ibu adalah kata ajaib dengan pemaknaan luar biasa yang tidak mampu didefinisikan dengan kalimat | @kuecoklat
Ibu, madrasah pertamaku | @fnibrass
Ibu adalah wanita yang tak akan mengkhianatiku | @rizkamarini
Ibuku adalah Dewi Anggraini, sebagaimana tuturnya dalam pewayangan, yang setia dan mengabdi | @irawanyusuf
Ibu adalah pengacara pembelaku yang paling hebat, malaikat pelindungku yang kasat mata, tempat aku berpulang menumpahkan segala asa dan rasa | @cintapadasenja
Pada kenyataannya ibuā¦.
Bukan lampu tapi menerangi, bukan kompas tapi mengarahkan, bukan mentari tapi menghangatkan, itulah Ibu | @sitimasruroh
She isnāt teacher or lecturer, but for me, she is a greatest teacher in my life, because through her, Allah introduced me to the world | @ulvrhm07
Di mana
Pelukanmu membangkitkan semangatku yang sempat padam | @mehmetfath
Sekali lagi, ibu bagikuā¦.
Cinta pertama dan selamanya | @semangkukasle
Pada ibu, aku belajar banyak sekali hal. Tempatku menyadari bahwa tiada anak yang hebat tanpa ada ibu luar biasa dibaliknya | @jejakmilkyway
Terimakasih Ibu untuk segalanya
@tumbloggerkita @kitajabar @kitasumatera @kitakalimantan @kitasulawesi @kitajateng @kitajatim
Allah... Jadikanlah aku embun basah mengalir di antara wajah dan pipi manisnya menghancur leburkan kekecewaan menghadirkan kebahagiaan.
Teknik menulis yang sama tidak menjamin hasil yang sama ditangan penulis yang berbeda.
Unknown
Hai tuan..
Aku tahu kau sedang sibuk belakangan ini. Mungkin kau tak akan pernah mengunjungiku lagi. Mungkin kau telah menemukan duniamu barumu. Atau kau kembali telah kembali pulang.
Aku tahu, kau tak akan pernah membaca suratku lagi. Kau sudah membuang jauh-jauh yang bersinggungan denganku. Tak mengapa. Itu hakmu.
Aku tahu, saat kau membaca ini, mungkin kau akan menangis lagi. Kau terlalu menyanyangiku. Kau selalu mengusahakan yang kupinta sekalipun itu diluar logismu kan? Kenapa kau sejahat itu terhadap perasaanmu sendiri? Oh, tidak. Mungkin itu aku tepatnya.
Saat aku menulis ini, senja baru saja usai.. Kau tahu?? Sejak kau tak mengunjungiku, senja selalu tampak seratus tahun lebih tua. Aku tak suka itu. Warnanya semburat kemerahan garang. Warna warna langit menjadi perak jingga. Seperti tembaga yang haus disepuh bara api. Lemgkingan burung murai menjerit melengking pertanda sebentar lagi gelap. Aku tak suka pemandangan senja akhir2 ini. Selalu muram sejak kau pergi. Selalu.
Tapi⦠Aku selalu suka senja seburuk apapun hariku berlalu. Tak pernah berubah.
Aku selalu menyukai senja tuan. Bagiku waktu selalu senja. Diantara potongan waktu yang dua puluh empat, aku memilih senja. Senja yang hangat; Senja yang menggelayut di ujung2 pepohonan; Senja yang selalu datang bersama angin sepoi; Hari yang menyesakkan terlewati lagi. Aroma resah, lelah, rindu, nafas yang tertahan serta mimpi berkepanjangan.
Selamat senja tuan kesayangan. Mungkin benar kata buku yang kubaca kemarin; Saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan. Tapi taukah kau tuan? Saat kau memutuskan melangkah dengan meninggalkanku, aku menangis tak berhenti setiap melihat senja. Kau mgkin menyesali bertemu denganku. Tetapi, dua puluh tahun kelak, kau pasti lebih menyesali jika tak pernah menemukanku lagi. ā View on Path.