https://instagram.com/thefemalewarhol?igshid=4qwu50zvnh22

izzy's playlists!
h

Product Placement
ojovivo
I'd rather be in outer space 🛸
Mike Driver

祝日 / Permanent Vacation
he wasn't even looking at me and he found me
tumblr dot com

Janaina Medeiros
will byers stan first human second
KIROKAZE
Claire Keane

#extradirty
Peter Solarz
No title available
cherry valley forever

No title available
dirt enthusiast

@theartofmadeline

seen from Germany

seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States
seen from Senegal

seen from United States

seen from Mexico
seen from France
seen from Türkiye
seen from Mexico
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@moccamachiato
https://instagram.com/thefemalewarhol?igshid=4qwu50zvnh22
Unsent Letter #1
Hai! Ini aku, secangkir rasa yang kau biarkan tumpah Kau beranjak pergi dan memesan secangkir lagi Entah apa yang ada di dalam pikiranmu Lalu kau kembali dan duduk di meja yang sama tanpa menghiraukanku Membiarkan rasa itu tumpah Setidaknya bisakah kau tampung aku dalam cawan dan menyimpanku Atau pecahkan saja cangkir ini agar tak menimbulkan harap Aku menerka nerka sebenernya apa yang kau rasakan Jika cinta katakan! Jika suka katakan! Kadang memang aku terlalu sering bercanda mengenai perasaan Tapi bisakah kali ini kita serius?
Andai aku bisa
Setiap kali pesan darimu masuk di ponselku, aku ingin bisa menahan diri untuk tak segera membaca dan membalasnya; melatih diriku untuk menganggap bahwa kau bukan bagian penting yang aku tunggu.
Setiap kali tak ada kabar darimu berminggu-minggu aku ingin bisa menahan diri untuk tak menyapa lebih dulu; melatih diriku untuk menganggap bahwa ketiadaanmu bukanlah masalah besar bagiku.
Bagimu, tentu aku hanya penghangat bayang kosong di sisimu. Yang tak akan pernah kamu minta tinggal jika aku ingin pergi. Aku adalah pesan-pesan yang tak punya kesempatan untuk dibalas dengan euforia yang sama besarnya.
Bagimu, tentu aku hanya pengisi sepi dalam ruang hatimu yang begitu luas. Yang tak akan pernah mendapat tempat istimewa sebagai penghuni satu-satunya. Aku adalah perasaan-perasaan yang tak cukup indah untuk dijadikan sebagai kenangan.
Aku pernah berharap menjadi satu-satunya yang kau ingini, ternyata aku hanyalah satu-satunya yang bermimpi.
Aku pernah berharap menjadi satu-satunya orang yang kau anggap penting, tetapi ternyata hanya aku satu-satunya yang menganggap “kita"penting.
Aku ingin lari–sambil berharap semakin jauh aku mengayuh kaki, maka semakin tertinggal pula rasa keingintahuan akanmu. Bukankah semuanya akan lebih mudah jika aku pergi ke tempat di mana mata kita tak pernah bisa bertemu lagi?
Aku ingin menikmati hari–yang tanpa kamu. Aku sudah tidak lagi berharap akan ada sebait pesan singkat yang mampir di ponselku seterlambat apa pun itu. Bukankah kamu telah menganggap ‘kita’ sebagai kecelakaan tersedih yang pernah kamu alami?
Tapi, tidak apa, dalam hidup tidak semua cinta adalah kepunyaan. Jika dengan berjalan sendiri-sendiri membuatmu bahagia, maka pergilah. Kelak, aku pasti mampu mengenangmu dengan biasa-biasa saja.
Tapi, tidak apa, dalam hidup tidak semua akan terbalaskan. Seperti perasaan-perasaan yang telah kujaga lama nyala hangatnya ini. Karena, siapalah aku yang sederhana ini untuk kamu yang sempurna di mataku?
Aku ingin punya kesempatan mengabaikanmu, hingga kau menyimpan tanya dalam dirimu yang tak berani kau sampaikan padaku "kamu kenapa?”
Aku ingin punya kesempatan menghilang dari hidupmu, hingga kau menyimpan rindu yang tak berani kau katakan. Hingga kau diam-diam mencari tahu kabarku, hingga kau diam-diam memperhatikan seluruh gerak gerikku, hingga tak sengaja kau menulis namaku setiap kali kau kesepian.
Tetapi selalu saja, “hai, apa kabar?” darimu menghapus segala usaha.
Seperti air mata yang diam-diam melunturkan tulisan-tulisan ini…
Seperti langkah kaki yang diam-diam selalu memilih kembali;
Seperti kebodohan yang kulakukan sekali lagi—dan lagi.
Menunggu balasan pesan
Pukul sebelas lebih sedikit di suatu malam yang senyap, benakku sedang terbelah menjadi dua kehendak antara; ingin menyapamu atau tidak. Satu yang tak kamu tahu, tidak mudah bagiku untuk memilih karena ketakutan selalu berada selangkah lebih depan dariku. Ketakutan akan bagaimana jika pesan itu sengaja kamu abaikan dan tak terbalas? Namun, di sisi lain, aku masih ingin yakin; bagaimana jika kamu membalasnya dengan hangat dan kita mengakhiri malam dengan obrolan yang menyenangkan?
Maka, dimulailah perjudianku. Aku berusaha keras memikirkan sebaris pesan yang dibaca dari segala penjuru mana pun akan terbaca biasa-biasa saja. Kalau saja kita seakrab itu, aku mungkin tak akan ragu menanyakan “lagi apa kamu?” sebagai pengantar obrolan. Tapi, kita tidak. Dan akhirnya, aku memilih untuk mengetik tiga huruf itu, sebuah kata “Hae…”, lalu menunggu.
Beberapa waktu berlalu, aku tak ingin menghitung. Karena setiap detiknya menggerus hatiku pelan-pelan. Tidak terdengar sesamar apa pun bunyi nada notif itu. Namun, aku masih mau menanti. Mungkin, sebentar lagi–satu menit lagi, lima menit lagi, atau sepuluh menit lagi. Mungkin, kamu sedang tidak berada dekat dengan ponselmu hingga membuatmu tidak bisa membalas pesanku secepat kilat. Tak apa, aku punya banyak waktu kok.
Selagi menunggumu, aku bosan. Lantas, mulai berselancarlah aku di media sosialmu. Barangkali, ada kabar penting darimu yang terlewatkan olehku. Barangkali, kamu sudah menayangkan kesibukanmu seakan memperingatkan kepada dunia, jika kamu tidak bisa diganggu dalam kurun waktu itu. Jika iya, aku pasti akan memakluminya. Tapi ternyata, kamu sama sekali tidak.
Bisa terlihat jelas aktivitas di media sosialmu yang begitu aktif dan…baru. Sementara, pesanku sudah sekitar setengah jam yang lalu terkirim. Bukan, aku bukan ingin mengekang kebebasanmu untuk melakukan hal apa. Tapi, kamu pasti memperhatikan setiap notif yang masuk kan? Maksudku, sangat kecil kemungkinannya jika pesan itu tak benar-benar sampai padamu. Iya kan? Jadi, aku tidak salah kan jika aku berprasangka; kamu memang sengaja mengabaikanku?
Jari-jariku patah hati. Ada sungai yang hendak mengalir di pipi jika tak sekuat tenaga kutahan. Malam itu, aku baru tahu–menunggu bisa semengerikan itu. Lantas, aku mengatakan pada diriku sendiri untuk berhenti, sebelum aku ditertawakan oleh keyakinanku sendiri. Namun, tetap saja, selagi mataku belum terpejam seluruhnya, aku masih berharap sebuah pesan sesingkat apa pun; dari kamu.
Tapi, tidak ada. Tidak ada satu notif pun. Tidak ada bunyi apa pun. Selebihnya, sunyi.
Besoknya, di saat aku tidak mengharapkanmu, pesanmu justru tiba. Namun, sayang, euforia pada kemarin malam dan hari ini nyatanya telah berbeda. Walau tak bisa kusangkal ada banyak debaran lugu yang menggedor jantung. Walau aku membaca pesan itu berulang-ulang kali sambil tersenyum. Sayangku, meskipun balasan pesan itu tidak kuanggap terlambat, tapi semuanya tidak tepat lagi.
Lalu, aku menutup halaman obrolan itu, mengunci ponselku, dan menggesernya jauh-jauh dari pandangan, sembari mengulur waktu dan berpura-pura sedang tidak sempat untuk membalas pesanmu. Karena lagian, aku pun tidak penting kan?
Dimulai dari rasa nyaman, lalu muncullah rasa takut kehilangan :)
Well, at least i know that you don’t have time for my stories anymore.
Have fun! (via lookitasari)
Kau tau??
👌👌👌👌
Menjalin hubungan berarti kita harus bekerja sama. Jika aku aja yang usaha, itu kerja sama atau solo carier?
Tinggal ngomong kangen aja sulit. Pantesan waktu memecah egomu aku malah kewalahan.
-fermendkis
Care too little, you’ll lose them. Care too much, you’ll get hurt.
pIeasurement
(via kushandwizdom)
You didn’t care, and I pretended that I didn’t notice.
A.M.// (via tullipsink)
Yang kau cintai itu aku, bukan prasangka buruk. Jangan khawatir, kau sedang beruntung dicintai olehku :)
Nama : Nasya
Umur : 19 hampir 20 tahun
Cita-cita : Body sexy, langsing kayak jenny blackpink
Hobi : Ngemil malam malam👌👌
Sa ae lu saa mati aja sono!
Peluk aku!
Hati acak acakan banget. Kesel. Sedih. Bercampur menjadi satu. Lyk mau cerita ke siapa juga bingung takut malah nambah beban orang.
Kalo lagi sesedih ini pengen banget dapet pelukan hangat huhu yakalee. Aah sudahlah. Cukup tumblr ini aja yang jadi pelampiasan kesedihan dan kekesalanku. Setidaknya dengan mengungkapkan perasaanku saat ini hatiku menjadi lega.
Yaudala. Yaudala. Yaudala. Yaudala.
Menikahlah dengan orang yang sifat manjanya, sifat menyebalkannya, mengeluhnya, sombongnya, egoisnya, ucapannya, nasihatnya, marah-marahnya, perlakuannya, dan wajah baru bangun tidurnya itu sama sekali tidak membuatmu mengeluh sedikitpun. Karena menikah berarti kau akan hidup dengan segala sifat itu setiap harinya.
(via mbeeer)
Luv❤
gambar diatas adalah suasana lab teknologi reproduksi dengan topik inseminasi buatan pada kambing . hiruk - piuknya praktikan nunggu pintu kandang kebuka , sambilan nyium aroma feses yang lewat tanpa permisi dan jebakan jebakan feses yang terinjak tanpa di ketehui . diiringi dengan sinar hangatnya mentari , pulang lalu membawa ilmu yang mudah mudahan nempel setiap hari. Aamin
- kampus B FKH Unsyiah 08:30wib baru sempat upload:)