CUACA TIDAK SELALU MEMIHAK KITA
Manusia adalah Makhluk Sosial
Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang tuhan ciptakan sebagai makhluk sosial yang hidup secara berkelompok dan saling membutuhkan satu sama lain. Tentunya, sebagai makhluk sosial tersebut, manusia tidak luput untuk selalu senantiasa melakukan komunikasi dan interaksi satu sama lain (Inah 2013). Intensitas interaksi manusia akan diuji kualitas serta kemampuannya ketika memang tergabung dalam sebuah sekelompok orang yang memiliki nilai dan tujuan untuk dicapai bersama-sama, yaitu dalam organisasi. Banyak motivasi yang mendorong seseorang untuk membentuk atau tergabung dalam sebuah organisasi, diantaranya untuk memecahkan masalah, mencegah keregangan, memberikan bantuan, atau memberikan tujuan dan nilai hidup yang lebih baik, serta masih banyak tujuan lain yang bisa ditempuh oleh suatu organisasi (Budio 2018).
Dinamika Organisasi
Dalam sebuah organisasi, tentunya akan banyak sekali hal yang terjadi dalam prosesnya untuk mencapai tujuan bersama. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak, sekiranya itulah pepatah yang mengatakan, begitupun dalam sebuah organisasi. Dinamika organisasi timbul salah satunya adalah karena sebuah konflik yang terjadi. Apabila sistem komunikasi dan informasi tidak menemui sasaranya, timbulah salah paham atau tidak saling mengertinya antar personal. Konflik biasanya timbul sebagai hasil adanya masalah-maslaah ketidaksesuaian tujuan atua nilai-nilai pribadi dengan perilaku yang harus diperanka atau perbedaan persepsi, sumber daya terbatas, pertarungan antar divisi dan masih banyak lagi contoh kasus perkasusnya, termasuk krisis dalam menetapkan arah kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh pimpinan (Lumintang 2015).
Kepemimpinan dalam organisasi pada dasarnya adalah sebuah pengaruh. Proses dalam mempengaruhi tersebut tentu tidak terlepas dari unsur utama dalam sebuah organisasi yaitu seorang pemimpin. Organisasi dalam prosesnya tiak hanya cukup dilakukan oleh manusia seorang diri, namun membutuhkan individu lain untuk saling bekerja sama dalam mencapai tujuan yang diinginkan bersama (Sari 2019). Salah satu polemic seorang pemimpin adalah tidak mampu memprioritaskan pengendalian diri sebelum mencoba mengendalikan kehidupan dan orang lain dalam arti bahwa seorang pemimpin tersebut belum mampu mengontrol diri sendiri dan melakukan sesuatu hal yang seharusnya dia belum bisa untuk mengontrol hal lain.
Manajemen Emosi
Kekeliruan seorang pemimpin adalah ketika dihadapkan dalam sebuah permasalahan/konflik. Banyak sekali istilah “salah langkah” terjadi karena hanya pemimpin tidak bisa menentukan arah dan kebijakannya terhadap suatu permasalahan, mulai dari mudah tersulut akan masalah, menambah runyam atau bahkan sampai baku hantam. Itulah sekiranya hal yang sering terjadi, rata-rata disebabkan oleh faktor x yang lain dan tak bukan itu merupakan faktor eksternal. Padahal, pemimpin dituntut sekali untuk bersikap bijaksana dan menjadi contoh/tauladan kepada anggotanya. Manajemen emosi, itulah sekiranya salah satu softskill yang perlu dilatih dan dibentuk oleh seorang pemimpin. Stress, marah serta energy-energi negative lainnya adalah hal yang wajar untuk ada pada setiap individu, namun tentuny kita harus bisa untuk mengaturnya. Bagaimana ia mampu untuk membentuk cuacanya sendiri dan tidak terdistraksi oleh cuaca yang dibuat oleh orang lain. Sekiranya itulah yang bisa kita control, ya diri kita sendiri.
Kita bisa identifikasi masalahnya terlebih dahulu, sebelum kita bersuara, menduga atau bahkan murka. Dengan hal itu, mungkin sedikit banyak kita mampu untuk menentukan langkah apa yang bisa kita ambil. Identifikasi bisa dilakukan dengan meminta keterangan terhadap orang yang terlibat atau ke pihak yang merasa tersalahkan, agar tentu kita bisa berfikir dan bersikap secara objektif. Hal-hal seperti ini tentunya perlu dilakukan dengan kondisi yang tenang, tentu pemilihan waktu, tempat serta kondisi perlu disesuaikan. Jika kita sudah mampu untuk mengidentifikasi, baru kita bisa menentukan keputusan atau sebuah kebijakan terhadap suatu permasalahan tersebut.
Yuk agar terus berprilaku positif dengan tidak bersikap reaktif dan mampu menjadi problem solve yang bijak. Cuaca diluar sangat susah untuk dikendalikan, dan kita tidak bisa mengubah cuaca tersebut, yang kita bisa lakukan adalah dengan mengatur cuaca kita sendiri, agar tetap terus bersinar meski ditengah cuaca yang mendung bahkan gemuruh guntur yang menerjang.
Lakukan apa yang bisa dikontrol!
Sumber :
Budio S. 2018. Komunikasi organisasi : konsep dasar organisasi. Jurnal STAI Yaptip. 1(2):23-20.
Inah EN. 2013. Peranan komunikasi dalam pendidikan. Jurnal Al-Ta’dib. 6(1):176-188.
Lumintang J. 2015. Dinamika konflik dalam organisasi. E-journal “Acta Dharma”. 4(2):1-12
Sari ISJ. 2019. Hakekat, dinamika organisasi, dan fungsi pemimpin dan kepemimpinan dalam pendidikan islam. Jurnal Ilmiah Iqra’. 13(1): 26-38.















