Tiga Kata Ajaib
- Maaf
- Terima kasih
- Tolong

izzy's playlists!
Show & Tell
🪼
tumblr dot com
I'd rather be in outer space 🛸
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Love Begins
KIROKAZE
taylor price

titsay

Kiana Khansmith
Game of Thrones Daily

pixel skylines
NASA

blake kathryn
todays bird

★
Misplaced Lens Cap
Cosimo Galluzzi
trying on a metaphor

seen from Spain
seen from Italy
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from Australia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@akhusna-diary
Tiga Kata Ajaib
- Maaf
- Terima kasih
- Tolong
Bukan tentang kemana kau akan pergi, tapi dengan siapa kau akan pergi. #kesma #amarta #prei (at Gili Ketapang)
"Jangan meminta bebanmu untuk diringankan, tapi mintalah agar pundakmu untuk selalu dikuatkan."
Aku
Inilah aku, aku akan tetap menjadi aku. Karena aku adalah aku, aku bukan dia. Dan inilah hidup aku yang sebenarnya dan aku pun tidak sempurna. Kalau kamu tidak suka silahkan pergi jauh jauh dari kehidupan aku dan jangan pernah balik lagi, dan jangan pernah kenal dengan aku lagi.
Aku adalah aku. Aku bukan kamu, dia, atau mereka. Aku adalah aku dengan segala kelemahan yang ada. Aku dengan segala kelebihan yang Dia berikan. Aku yang berdiri tegak karena curahan cinta dan kasih sayang-Nya yang melimpah ruah. Maka aku, adalah aku yang akan bersinar terang dengan jalanku untuk menyinari sekitar karena-Nya. #loveyourself (at Kenjeran Park)
“Begitulah kehidupan, ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.” - Tere Liye
"Fashbir shabran jamiila". #shabr #hamasah #beraniberhijrah
[ Happy Ending ] Helios telah pergi, namun kepergiannya membawa senyuman. Senyuman puji syukur atas kebermanfaatan. "Kita tak pernah sengaja datang, tapi kita sengaja dipertemukan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran". Ps : terima kasih telah menemaniku berproses. #kesma #helios #purnatugas #hamasah (at Himpunan Mahasiswa Teknik Industri ITS)
Siapa yang tak percaya Allah maha membolak-balikkan hati
Percayalah Allah memang Maha membolak-balikkan hati. Maka kesabaran serta keimanan mungkin adalah suatu cara, agar dalam urusan hati, ada konsekuensi.
Bu, berapa pun banyaknya dosaku, tak pernah sebanyak do'amu, berapa pun banyaknya salahku, tak sebanyak pintu maafmu
Berani berhijrah
Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi, tapi ia mengerti mendekat pada sang kekasih justru membinasakan.
Salim A. Fillah
Take everyday as a chance to become a better muslimah . . Kontribusi oleh @khoirunnisaart
#duniajilbab #notetoself #selfreminder
Pembelajaran terhadap pendewasaan diri dapat menjadi hikmah dari peristiwa yang dihadapi. Belajar berjiwa besar, belajar untuk menjadi lebih kuat. Karena rasa sakit itu mendewasakan. Karena rasa sakit mendorong kita untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jangan berhenti bergerak untuk menjadi lebih baik. Karena pergerakan itu mengubah. Dan, bergerak maju atau mundur adalah pilihan.
anonim
Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yg seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun? Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja
Rindu, Tere Liye
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا ؕ اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. [QS. Al-Isra': Ayat 23] #baper #kapanpulang #selfreminder #hamasah #beraniberhijrah (at Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Karena Manusia Memang Tempatnya Salah dan Lupa
Kita hidup di dunia ini tentunya tak lepas dari hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Karena memang fitrahnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Dan terjadilah sebuah kerjasama antara manusia satu dengan yang lainnya. Dalam sebuah kerjasama pasti terdapat lika-liku yang terjadi. Sebuah team-work pun pasti akan menghadapi sebuah masalah misalnya yang menguji tentang bagaimana komitmen dari para anggotanya.
Terkadang kita pernah merasa bahwa semua kerja keras yang telah kita lakukan tak dihargai oleh orang lain. Mungkin saat itu kita ingin marah atau berkata kasar kepada orang yang mencaci kita, karena merasa tidak adil dan dalam kondisi terpojok. Namun ketahuilah bahwa Allah lah yang mengetahui segalanya. Kita tak pernah tahu isi hati orang lain. Hanya Allah yang tahu semua kebenaran dari masalah-masalah yang kita hadapi.
“Manusia tidak luput dari salah, tidak ada manusia yang sempurna”, atau “manusia tempat salah dan khilaf”,
Itulah kiranya dua ungkapan atau istilah yang sering terucap dalam menggambarkan betapa sosok manusia adalah sosok yang lemah, punya kecenderungan yang besar untuk berbuat salah dan khilaf. Namun terkadang kelemahan manusia itu sendiri sering dijadikan sebuah pembenaran, sehingga tak jarang jika seorang manusia seakan tidak mau belajar dari kesalahannya sendiri, tak mau introspeksi. “Tidak ada manusia yang sempurna”, dalam kalimat itulah terkadang manusia berlindung dari kesalahan-kesalahannya.
Dalam kehidupan manusia kita dihadapkan pada dua jalan, yakni jalan kebenaran atau jalan kesesatan. Setan akan terus membisikkan kepada manusia ke arah jalan kesesatan. Setan tak akan pernah lelah dan terus mencari titik kelemahan manusia yang mudah ditaklukan. Salah satu titik lemah manusia ada dalam hati, karena hati merupakan pondasi jiwa dan raga, pengendali dari semua tindakan manusia. Untuk itulah dalam hati manusia selalu ada dua kekuatan yang saling berperang, kekuatan yang menyeru pada kebaikan dan kekuatan yang menyeru kepada keburukan dan kesesatan. Seruan kebaikan bersumber dari perintah dan larangan yang digariskan oleh Allah SWT lewat ajaran agama, dan seruan keburukan/kesesatan bersumber dari bisikan setan yang terkutuk.
Dalam prosesnya, ada manusia yang bisa memerangi seruan setan dan ada pula manusia yang tidak bisa memeranginya. Artinya manusia yang kalah dan menyerah pada seruan setan sehingga hatinya selalu condong pada keburukan, kesesatan, dan itu semua dimanifestasikan lewat tindakan yang sifatnya mengingkari apa-apa yang diperintahkan dan melakukan apa-apa yang dilarang oleh Allah SWT lewat ajaran agama. Setan akan selalu menaungi hati manusia, menyeru pada pemuasan hawa nafsu dan kebatilan. Inilah sumber dan alasan mengapa manusia punya kecenderungan untuk berbuat salah.
Di samping sosok manusia yang diciptakan sesuai dengan ketentuan Allah SWT adalah sosok yang lemah dengan segala kekurangannya, ditambah pula dengan bujuk rayu setan yang selalu bersemayam dalam hati manusia dalam menyeru kepada jalan yang sesat. Untuk itulah kenapa manusia dianjurkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Rabb-nya, Allah SWT, meminta kekuatan dan petunjuk dari-Nya guna menangkal godaan-godaan iblis dan setan dalam hati manusia.
Niscaya, orang yang tidak mau mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, memohon kekuatan dan petunjuk dari-Nya, dia adalah orang yang menjadi sasaran empuk iblis, setan dan bala tentaranya sehingga dengan mudah hatinya dapat ditaklukan oleh seruan-seruan yang menyesatkan. Berbeda dengan orang yang selalu mendekatkan dirinya kepada Rabb-nya, meminta pertolongan, kekuatan dan petunjuk dari sang Khalik, maka hatinya akan memiliki perisai yang kuat dalam menahan seruan kesesatan dari iblis dan setan.
Untuk itulah kenapa Nabi Muhammad SAW bersabda,
“ sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumbal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik pula tubuh manusia itu, tapi bila segumpal daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia itu, segumpal daging itu adalah Qalbu (hati)” (HR. Bukhari Muslim).
Inilah hati manusia. Jika diibaratkan hati merupakan benteng pertahanan manusia. Bila benteng itu roboh oleh musuh maka musuh dapat dengan mudah menguasai isinya, tapi bila benteng itu kokoh maka musuh akan sulit menguasai isinya, yakni imannya manusia.
Senyuman Pertama Oktober
Teruntuk kamu-ku yang tertulis di Lauhul-Mahfudz, Hari ini tanggal satu di bulan kelahiranku. Hati ini masih sama. Perasaan ini masih tetap sama. Aku tak tahu siapa dirimu, di belahan bumi mana saat ini kau berada, dan kesibukan apa yang tengah kau lakukan. Yang kutahu hanyalah kita sama-sama menunggu. Menunggu Allah untuk mempertemukan kita di waktu yang tepat. Terkadang mata ini iri kepada hati. Kau tetap ada di hatiku, namun kau tak tampak di mataku. Mungkin saat ini kita tengah memandang langit yang sama, tersenyum menatap rembulan yang sama. Di sanalah tatapanku dan tatapanmu bertemu. Kamu-ku yang telah ditakdirkan untukku, Aku hanya bisa berdo'a agar kelak pertemuan kita diridhoi olehNya. Agar surga yang kita rindukan dapat kita raih bersama. Hingga semesta mempertemukan marilah kita saling memantaskan.