Setiap apapun yang kamu lakukan dari hati, percayalah akan selalu ada ketenangan sejati di dalamnya.
_Agestina

roma★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Alisa U Zemlji Chuda

Kaledo Art
cherry valley forever
Show & Tell
YOU ARE THE REASON
todays bird
occasionally subtle
sheepfilms

祝日 / Permanent Vacation

Origami Around

Janaina Medeiros
🪼

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
Sweet Seals For You, Always
Monterey Bay Aquarium

Love Begins

PR's Tumblrdome

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil

seen from Bangladesh
seen from Philippines

seen from Ukraine

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Philippines

seen from Philippines
seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia
seen from Iraq
seen from Iraq

seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from Iraq
@aksararessy
Setiap apapun yang kamu lakukan dari hati, percayalah akan selalu ada ketenangan sejati di dalamnya.
_Agestina
Tulisan : Utang
Utang itu diwariskan, kalau orang tua kita berutang, sekalipun mereka sudah meninggal, utang tetap harus dibayarkan. Siapa yang membayarkan? Kita, sebagai ahli warisnya.
Bahkan, ayat terpanjang yang ada di dalam Al Quran, adalah tentang utang. Betapa besarnya masalah utang hinggal mendapat perhatian yang begitu besar dalam Islam.
Bagi kita, selalu ingat-ingat jika kita hendak berutang. Renungkan satu hal ini, apakah kita bisa menjamin bahwa masih ada umur untuk melunasinya?
©kurniawangunadi
M.Quraish Shihab
“Pemilihan pasangan adalah batu pertama fondasi bangunan rumah tangga, ia harus sangat kukuh, karena kalau tidak, bangunan tersebut akan roboh kendati hanya dengan sedikit goncangan. Apalagi jika beban yang ditampungnya semakin berat dengan kelahiran anak-anak. Fondasi kukuh tersebut bukan kecantikan atau ketampanan, karena keduanya bersifat relatif, sekaligus cepat pudar; bukan juga harta, karena harta mudah didapat sekaligus mudah lenyap; bukan pula status sosial atau kebangsawanan, karena yang ini pun sementara, bahkan dapat lenyap seketika. Fondasi yang kukuh adalah nilai-nilai spiritual yang dianut.”
—
Ini tentang apapun yang tiba-tiba muncul di pikiranmu begitu kamu membaca tulisan ini.
Waktu terbaik adalah waktu yang tepat. Bukan waktu yang terburu atau waktu yang terlambat.
Waktu yang tepat berarti kamu telah siap karena menyiapkan dan tidak menyesal karena gegabah dalam memutuskan.
Dan kamu tak akan pernah sampai pada waktu yang tepat mana kala kamu hanya menunggu tanpa bersiap apa-apa.
Karena waktu yang tepat adalah titik temu antara rencana yang terukur dan realitas yang mujur.
Apapun masalahmu dan apapun yang sedang kamu usahakan, semoga Allah memberkahimu. Semangat, ya!
© Taufik Aulia 2020
Aku baik-baik saja, bahkan jarak tak menjadi penghalang rinduku untuk menjadi jinak, jarak bukanlah sebuah alasan untuk merusak kepercayaan, tetapi jarak adalah sebuah kesempatan agar lebih bisa "mendekatkan"(RSA,2017). . . #Journal2K17
Hakikat bahagia yang sesungguhnya adalah ketika kamu mampu mensyukuri, menerima, dan mencintai apa yang kamu punya. Baik buruknya segala sesuatu dalam hidupmu, itu adalah anugerah dariNYA, tidak ada keraguan akan hal itu karena pada dasarnya segala sesuatu itu punya dua sisi yang berbeda dan selalu ada sisi baik yang ia bawa. Intinya introspeksi dan retrospeksi maka disana kamu akan menemukan sebuah titik yang akan membawamu pada "kebijakan" yang menuntunmu pada kedamaian. . . Bandung, 02 Juni 2017 _RSA #Journal2K17
Dongeng si BUNGA
Pada suatu masa di suatu negeri, ada seorang lelaki tua, ia sangat menyukai bunga, suatu hari dia melakukan persilangan 2 jenis bunga satu spesies hanya berbeda varietas, varietas yang pertama memiliki bunga berwarna ungu, hingga sejuk untuk di pandang. Sedangkan varietas yang kedua memiliki bunga berwarna kuning, dan hasilnya 75% bunga warna kuning, dan 25% bunga berwarna ungu. Si lelaki tua kecewa dengan hasil yg ia peroleh, karena bunga kuning terlihat kurang menarik, selain warnanya yang kurang cerah, daun bunga berwarna kuning sedikit kurang sempurna, selain itu bunga kuning pertumbuhannya sedikit lambat. Lain halnya dengan bunga ungu, warnanya segar, daunnya bagus, batangnya besar dan sangat indah. Si lelaki tua berpikir jika seandainya di jual maka bunga ungu akan lebih mahal daripada bunga kuning, namun karena jumlahnya sedikit keuntungan yg ia dapat pun akan sedikit. Karena kekecewannya itu setiap hari ketika dia menyiram bunga dia selalu memuji bunga berwarna ungu “bungaku cantik, tumbuhlah indah agar indahmu mampu menyejukkan mataku” katanya smbil bernyanyi dan bersiul, sedangkan untuk bunga kuning dia tidak pernah memujinya bahkan selalu mengatai perkataan yang buruk “heh bunga, kenapa warnamu tidak seindah bunga ungu? Kenapa begitu jelek, berwarna kuning pucat?” daun mu juga kecil dan kisut, seperti layu dan kurang nutrisi, padahal setiap hari aku menyiramimu, setiap minggu aku memupukmu, menyiangi gulma2 di sekitarmu, tak bisakah kau menghargai usahaku? Tumbuh cantiklah seperti bunga ungu, setidaknya meskipun warnamu kuning jelek daunmu harus terlihat segar, agar orang2 tertarik melihatmu. . . 3 bulan berlalu, bunga ungu tersisa sedikit lagi sedangkan bunga kuning belum terjual satu pun, si lelaki tua semakin kesal pada bunga kuning “heh bunga jelek, aku gagal merawatmu, kamu hasil yg gagal, kegagalan dalam percobaanku, gara2 kamu aku rugi besar” begitulah katanya.. Lelaki tua tidak menyadari, bahwa bunga pun mahluk hidup yang bisa mencerna setiap energi di sekelilingnya termasuk energi positif dan negatif dari orang yang merawatnya. Maka keesokan harinya si bunga kuning layu dengan serentak, semuanya mati tak bersisa. Si lelaki tua pun rugi besar bahkan lebih besar, tak ada lagi harapan dari bunga kuning, ia pun kini menyadari bahwa kesalahan dari percobaannya bukan pada hasil yg ia peroleh tapi pada tahapan yang ia lakukan, ia juga baru menyadari bahwa perkataan yang ia ucapkan pada bunga kuning seperti kutukan untuk bunga dan boomerang untuk dirinya. Ia pun pada akhirnya benar2 gagal menjadi seorang ahli tanaman hanya karena tidak bisa ikhlas menerima setiap kekurangan. . . Dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah bahwa berhati2lah dalam berucap, terlebih jika ucapan itu diucapkan kepada anak2, bisa dibayangkan jika bunga kuning itu adalah anak2, usia berapapun itu, jika setiap harinya selalu di banding2kan dan tidak pernah diberi masukan positif, selalu di cela bahkan seolah ia menjadi anak yg gagal, dalam perjalanannya ia akan merasa kecil, minder, tidak percaya diri dan sulit beradaptasi. Ia akan merasa tidak berguna dan tidak berarti. Seolah melakukan apapun serba salah . . . Anak-anak… mereka tetaplah sama seperti para orang tua, seorang manusia yg memiliki hati dan pikiran untuk mencerna, seorang yang tidak luput dari ketidaksempurnaan, namun meskipun demikian seperti kata Amir khan dalam Taare Zameen Par pahamilah bahwa “setiap anak itu spesial”. Bagaimanapun seorang anak tumbuh, semua kembali pada lingkungan yang mendidiknya.
Bandung, 28 Mei 2016 Ressy Sri Agesty . . Ditulis sebagai pengingat diri dan latihan untuk belajar menulis biar gak sakit kepala😬😂
Terkadang pada titik jenuh yang memuncak, aku ingin menyerah, tapi jika aku menyerah, itu berarti aku kalah dengan hidup, sedang perjalanan ini masih panjang, jika aku kalah di awal bagaimana nanti di masa depan, bisakah nanti aku bertahan? Beri aku sedikit ruang untuk bernafas, agar aku bisa melanjutkan kembali apa yang dirasa belum tuntas..
Teruntuk kamu.. Atas segala masalah yang datang, seberapa berat hal-hal itu, sesungguhnya itu akan menegaskan banyak hal padamu, terutama tentang sebuah makna dibalik aku tetap disini. Oleh karenanya jangan kamu merasa hina karena aku mencintaimu, atau aku bisa menjadi sedih dan menangis. Memang ada banyak yang lebih hebat darimu, tapi lebih hebat bila aku tetap mencintaimu. . . . Percayalah! Biarkan aku menangis untuk tersenyum. Inipun karena cinta. Aku yakin aku tidak menjadi bodoh karena itu. Tetaplah disini dan jangan menghukum dirimu karena kedukaanku! Aku tidak ingin bolos dari derita. Aku ingin benar-benar melewatinya dengan nilai yang memuaskan. . . Maka tidak akan kubiarkan siapapun mencuri kesedihanku dan menggantinya dengan kesia-siaan! Aku ingin memenangkanmu karena pernah meneteskan air mata. Seperti itu kesanggupanku. Demikian pula aku tidak akan menyudahi cinta hanya karena ketidakpuasan sesaat. Aku akan menyimak hidup sampai kita benar-benar tiba di hari senang. . . . Memang, ada banyak yang bertahta daripada kedudukanmu, pula berharta daripada isi sakumu. Tetapi itu semua adakah yang aku kenal sebagai aneka dari ujian. Melatih jiwaku untuk dapat mengangkat keberuntungan. . . Kekasih.. Mempertahankanmu adalah caraku membanggakan anugerah Tuhan. Kamu hanya begitu kecil di mata dunia, yang terlalu jelas dilihat Tuhan, walau kusimpan di dalam hati. . . . "KECIL" by Zarry Hendrik
Tidak penting dimana dan bagaimana kamu memulai pekerjaan, yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa belajar disana, jadi nikmatilah prosesnya. . . bukan so bijak, cuma ingin nasehatin diri yang suka ngeluh kalo lagi cape.. Kalo bukan diri sendiri yang nasehatin dan ngingetin siapa lagi? Ingat ci, telur tidak akan hidup jadi ayam kalo pecahnya "digedor" dari luar. Bandung, 16Mei2017 #Journal2K17
Allah punya berbagai macam cara untuk menegur hamba-Nya, barangkali aku yg suka bikin tulisan panjang buat nasehat diri yg tulisannya disemogakan mampu menginspirasi orang ini sering salah kata, atau salah nulis kata, atau mungkin membuat satu atau beberapa pihak merasa kurang berkenan, Astagfirullah.. dan Alhamdulillah, Allah masih menunjukan kasih sayangnya untukku bermuhasabah, karena suatu hari nanti di hari kemudian setiap apapun yang kita tulis, setiap apapun yang kita posting dalam media sosial apapun akan kita pertanggungjawabkan. Terima kasih kepada teman2 yg sering posting hal-hal positif, setidaknya itu sangat bermanfaat sebagai reminder untuk pribadi yang miskin akan pemahaman agama ini. . . Bandung, 11Mei2017 RSA_"Perjalanan Menemukan KEKASIH" #Selfreminder #Journal2K17
Pada setiap butiran hujan yang jatuh selalu saja ada sekelebat kenangan yang berlabuh. Entah itu manis atau pahit, yang pasti mereka datang bergantian. Rupanya pada ingatanku manis enggan berlama-lama, ia pergi begitu saja membiarkan pahit mendominasi isi kepala. Seperti halnya racun yang membunuh perlahan, ia memberiku efek yang berkelanjutan, dari mulai sesak yang tak karuan, hingga gangguan fungsi hati yang tak punya pendirian. Sepertinya memaafkanmu adalah proses yang panjang, dibutuhkan begitu banyak perjuangan untuk mengikhlaskan dan melakukan sebuah penerimaan terlebih penerimaan terhadap diri sendiri. . . . Pic by : Tia Setiawati Bandung, 26 April 2017 #MenghapusKenangan #maafalaykumat #kalohujanyagini #gagalauan #tapiaslinymahenggakok (di Jl Raya Cipadung)
Pada satu titik kamu akan tersadar bahwa cara terbaik melupakan masa lalu yang membatu dalam ingatan adalah dengan mensyukuri hidupmu hari ini, berkaca, tersenyum, lalu melangkahlah. Perlahan kamu akan mengerti bahwa obat untuk menghapus batu-batu kenangan yg menancap dalam ingatan yang membuatmu kesakitan adalah dirimu sendiri, prihal dukungan lingkungan dan orang-orang sekitarmu hanyalah faktor eksternal yang perannya hanya beberapa persen dalam kesembuhanmu, jadi percayalah pada kekuatanmu, berpijaklah pada kakimu, bukankah selama ini sakitmu itu adalah latihan agar kakimu berpijak lebih kokoh? Sekali lagi, percayalah pada dirimu sendiri, mendekatlah padaNYA, kekuatanNYA sungguh lebih besar daripada beban ingatan yang selama ini kau emban, DIA tak mungkin memberikan beban di luar kemampuan,bukankah kamu tahu bahwa pada "surat cintaNYA" sudah ditegaskan "sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (Al-Insyirah:6) Lantas kenapa kamu masih takut? Ingatan dan bayang-bayang itu tak perlu kamu takutkan, tetaplah pada jalanmu saat ini, perlahan ingatan yang membatu itu akan terkikis habis oleh gelombang-gelombang semangatmu untuk melangkah... #Semangatlah #Bersyukurlah #Lettertomyself
Kepada "Perempuan di dalam cermin" Berbahagia dan bersyukurlah untuk hari ini, jejak-jejak yang kita telusuri saat berkaca kemarin perlahan mulai pudar meski tak akan pernah bisa terhapuskan. Berterimakasihlah pada jejak-jejak itu.. karenanya kita sampai pada hari ini. Sekarang jangan menangis lagi, kita bersihkan noda-noda dan debu yang menempel pada kaca diri itu dan kita mulai lagi melukis warna di dalamnya, siapa tau saja suatu hari warna-warna itu akan dinikmati orang, siapa tau suatu hari warna-warna itu mampu memberi inspirasi kesadaran untuk yg lainnya dan bukan hanya sekedar jadi bahan pembicaraan. Kita tidak perlu memamerkan goresan warna kita di galeri seni, kita hanya perlu menyimpanya dalam keseharian kita saja. Kita juga tidak perlu tepuk tangan atau pujian atas maha karya kita nantinya, kita hanya perlu hati, para hati yg berkenan mengapresiasi warna yg kita lukis, yang bersedia membantu meniupinya dengan tulus hingga warna itu mengering dan menetap menjadi kenangan dan pelajaran untuk masa depan. Jadi, tersenyumlah ya.. Bandung, 19 April 2017 #Lettertomyself #Journal2K17 (di Jl Raya Cipadung)
Ibu adalah sumber kekuatan terbesar untuk anak-anaknya, sakitnya seorang ibu adalah luka terdalam bagi anaknya, air mata seorang ibu seperti pisau yang menyayat urat nadi anaknya, dan senyuman seorang ibu adalah energi baru untuk mendongkrak semangat anak-anaknya. Entah kenapa meski belum ngerasain bagaimana menjadi seorang ibu, menurut saya ibu itu lebih hebat dari profesor , dan memang pantas ketika islam lebih memuliakan seorang ibu ketimbang bapak, Nyatanya untuk menjadi sosok ibu butuh perjuangan ekstra, bahkan lebih keras ketimbang untuk mendapatkan IPK tinggi atau beasiswa. Nyatanya untuk menjadi seorang ibu, tidak cukup hanya dengan pandai memasak apa yg anak suka dan bersekolah saja, semua butuh persiapanya yg sepertinya tidak cukup hanya ketika mendekati pernikahan atau ketika memasuki masa kehamilan, jauh sebelum itu untuk menjadi ibu seorang perempuan harus banyak belajar dan bersiap diri sebelum dan sesudah menjadi ibu, setidaknya dengan begitu..suatu hari nanti kita tidak akan terlalu terkejut dengan anak-anak yg biasanya selalu memberi kejutan dalam setiap fase perkembangannya.. . Oh iya ..Hampir beberapa bulan terakhir menjadi ibu bagi anak-anak orang, beberapa ada yg sering curhat masalah rumah bahkan menangis dipelukan saya ketika belajar, kadang saat itu suka bingung, karena kurangnya pengalaman menghadapi anak-anak dan belum merasakan menjadi ibu, tp alhamdulillah dengan modal baca buku2 atau artikel parenting cukup bisa menenangkan mereka, meski belum bisa saya praktekan sama adik sendiri wkwkwk.. Allah mah maha segalanya ya, selalu ada hikmah dari setiap kejadian itu benar adanya, disini banyak pelajaran hidup yg saya terima yg mungkin nantinya akan sangat berguna untuk saya dan anak-anak saya kelak. . . Tulisan panjang ini terinspirasi dari ibu kucing yang sedang menyusui anaknya di pinggir jalan, juga dari pengalaman sekitar dan buku2 yg sy baca. Semoga tidak membosankan untuk dibaca, dan semoga menjadi pengingat untuk saya pribadi dan siapa saja, semangat belajar untuk menjadi ibu hai perempuan muda♥ Bandung, 17 April 2017 #Nulislagi #Journal2K17 (di Jl Neglasari 2 Ujung Berung)
Bandung, 16 April 2017 Maka nikmat Tuhan yg mana lagi yang kamu dustakan? Berulang kali Tuhan telah memberimu kesempatan, telah membuktikan cintaNya atas dirimu. Mempertemukanmu dengan mereka yang masih menghargai hidupmu tanpa melihat siapa kamu, mempertemukanmu dengan orang yang bersedia memelukmu ketika dunia dengan dinginnya memandangmu sebelah mata. Lantas apa lagi yg kau takutkan? Kuatkanlah tekadmu, teguhkan niatmu karena niat adalah akar dari perjalananmu.. tegapkanlah langkahmu karena langkahmu adalah batang untuk alur cerita perjalananmu, tersenyumlah sebab senyummu itu meneduhkan, dan terakhir berbahagialah sebab bahagiamu punya arti bagi ia yang wajahnya kamu lihat setiap pagi di dalam cermin.. #lettertomyself
Ikhlaskanlah .. lepaskanlah harapmu hanya pada NYA, insyaAllah DIA akan mmperkuat langkahmu dan menjauhkanmu dari rapuhnya rasa kecewa.. . . Berdo'alah, sebab do'a adalah penyampai rindu yang paling syahdu.. . . Selamat berjuang nona . . Selamat memaknai jarak..