Tulisan 59 : Pengen Ngeluh
Hei, apa kesibukanmu di bulan Ramadhan ini? Tidur-tidur goler goler pake kipas angin trus bangun-bangun tiba-tiba udah adzan maghrib? Aih, nikmat sekali 😂 tapi rasanya fiktif ya.
Di bulan yang begitu luar biasa ini, pasti banyak orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Salah satunya dengan mengikuti tausiyah dari salah seorang ustadz/ah a.k.a mengaji.
Hal itu pula yang sedang saya ikhtiarkan di bulan yang penuh berkah ini. Terlebih karena posisi saya yang masih menjadi seorang santri di salah satu pondok pesantren di Yogyakarta. Sehingga, jadwal mengaji memang wajib hukumnya.
Tau ngga sih, rasanya pengen ngeluuuh aja gitu awalnya. Bagaimana tidak, jadwal mengaji kami udah kayak jadwal minum obat. 😂 Bahkan lebih. Karena dalam sehari, kami memiliki 4 kali jadwal mengaji.
Pagi hari seusai sholat shubuh, saat lagi ngantuk-ngantuknya karena efek makan sahur, kami harus mengkaji kitab Bidayatul Hidayah, sebuah kitab tasawuf. Siang harinya, sekitar pukul 1 siang, kami akan mengkaji kitab Targhib wa Tarhib. Sore harinya, di saat teman-teman lain keluar ngabuburit nungguin waktu buka puasa, kami diharuskan mengkaji kitab Nashaihul Ibad. Malamnya seusai sholat tarawih, kami akan mengkaji kitab Tafsir Ayat Ahkam.
Beuh, buat saya rasanya tuh 😂 tapi tapi, langsung tersadar dan semangat aja waktu liat ayat ini :
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
Yang tadinya pengen males-malesan, pengen ngeluh, pengen goler-goler aja, kesel, maunya jadi manusia minimal aja, batal semuanya! Karena ternyata sebagai seorang muslim(ah), kita memang dilarang buat jadi lemah dan bersedih hati pada usaha-usaha dunia. Harus quad dan happyyy yeyeay 😁 Ah, Allah emang paling bisa ya bikin hamba-Nya jadi semangat lagi, so sweet ❤
Lagian, bukankah itu yang sedang kita cari-cari selama ini? Menjadi salah satu penghuni surga. Kalo bisa, surga firdaus, biar bisa berkumpul dengan para Nabi dan Rasul, silaturrahim ke rumah para sahabat dan ummul mukminin yang jaraknya cuma 5 langkah dari rumah (aih, jadi mirip lagu 😂).
Iya, itu kan yang kita cari?
Dan hari-hari ini, saat jalan menuju ke sana Allah bentangkan dengan teramat luas, itu berarti Allah sedang mendekatkan kita dengan tujuan kita. Allah sedang teramat menyayangi kita.
Tentu saja, perjuangan yang dilakukan untuk bisa mencapai surga memang harus lebih keras dari biasanya. Seperti perjuangan untuk membagi waktu dengan lebih baik lagi, perjuangan menahan kantuk yang luar biasa menggelayuti, hingga perjuangan menahan emosi pada diri sendiri wkwk. Kesemuanya memang tidak mudah untuk dilakukan. Tapi, balasannya juga ngga receh, Bos! Surga dooong balesannya. Surgaaa! Bukan sekedar kompor gas atau kulkas dua pintu yang pajaknya ditanggung pemenang.
Jadi, aku dan kamu harus semangat terus ya! Jangan kasih kendor.