Sebab sangat sulit untuk dicintai sebanyak kamu mencintai
Lara selalu menjadi kawan setia rindu ketika dia lebih memprioritaskan yang lain daripada kamu (via kertas-rahasia)
The Bowery Presents
Sweet Seals For You, Always
hello vonnie
No title available
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
No title available
One Nice Bug Per Day
almost home
noise dept.

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
Fai_Ryy

izzy's playlists!
The Stonewall Inn

Love Begins
d e v o n
Cosimo Galluzzi
occasionally subtle
todays bird

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Chile
seen from Türkiye
seen from Peru
seen from United States

seen from Chile
seen from Chile
seen from Chile
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@aksarataksa
Sebab sangat sulit untuk dicintai sebanyak kamu mencintai
Lara selalu menjadi kawan setia rindu ketika dia lebih memprioritaskan yang lain daripada kamu (via kertas-rahasia)
Pergilah.. Aku takkan mencari Biarkan kau hidup dalam ingatan tersembunyi
Kiki (2017)
Hati memiliki hukumnya sendiri, agar kau belajar memahami akankah kau memilih bertahan atau berjalan sendiri
Kiki(2017)
Meskipun hati telah berulang kali kau torehkan luka yang mengundang resah, aku masih mencintaimu dengan tabah
(via kertas-rahasia)
Beda bermakna sama
Kau hadir setelah dia membuatku pergi Dia kembali saat kau membuatku menanti Kau dan dia adalah dua berbeda Berlaku serupa dan kumaknai sama Kupikir tak perlu ada kata untuk menenangkan rasa Karena pada akhir masanya waktu akan membawa semua atas izin penciptaNya Kikifaradilah
Ketidaktahuan dapat menjadi kebutaan dalam melihat pun menilai sesuatu
Itulah mengapa kita butuh ilmu, agar esok lusa saat dihadapkan dalam situasi apapun kita tidak mengambil keputusan tanpa dasar ilmu
Kikifaradilah
Mencintai hanya di miliki oleh mereka dengan keyakinan. Bahkan sekalipun yang mereka cintai tak seperti yang di harapkan. Terkadang kita hanya perlu mencintai saja. Hanya cinta.
Karena beberapa orang hanya memiliki cinta untuk dibagi
Kikifaradilah
(via kertas-rahasia)
Mencintai hanya di miliki oleh mereka dengan keyakinan. Bahkan sekalipun yang mereka cintai tak seperti yang di harapkan. Terkadang kita hanya perlu mencintai saja. Hanya cinta.
Karena beberapa orang hanya memiliki cinta untuk dibagi
Kikifaradilah
Saya terluka karena seseorang. Tapi mengetahui bahwa ia baik-baik saja tanpa saya merupakan sebuah kekuatan yang membahagiakan. Saya sedih dan saya pikir itu sesuatu yang wajar, tapi rasa bahagia karena melihat orang lain bahagia merupakan sebuah bentuk kerelaan terhadap ketentuan yang telah Tuhan gariskan. Bukan berarti saya kecewa, namun lebih berbicara kepada diri sendiri ; ahh, saya akan bahagia lebih besar dari rasa sakit saya, saya hanya perlu melaluinya, berpura-pura ataupun tidak, semua yang buruk akan terlewati. Itu cukup untuk menjalani hidup yang penuh kekecewaan ini. Dan jangan lupa untuk lebih banyak berusaha.
(via bebek-buruk-rupa)
Melelahkan. Adalah kata terakhir yang ku simpulkan dari menjadikan kau kecintaan. Aku telah berjuang, membaca hatimu yang terbuka separuh, selayaknya rumah yang ku amati dari luar jendela. Mengapa tak kunjung kau buka pintu hatimu itu? Aku lelah berteman detak jam, juga jari jemariku hanyalah sepuluh, dua puluh jika ditambah dengan jari kaki, tapi asal kau tahu, mereka tak akan mampu menghitung waktu berapa lama aku telah menunggu. Sudahlah. Bukan aku menyerah, aku hanya mencoba mengalah. Semua lelah, aku telah rela. Bahagialah dengan bahagia yang sebenarnya. Dengan perempuan yang telah kau percayakan hatimu padanya. Aku berhenti, menjadikanmu sebagai kecintaan, agar aku bebas juga dari rasa kasihan. Aku lelah, jika nanti harus mencintai seseorang lagi, semoga ia yang berjuang, membagi kekuatan, agar aku juga mampu untuk menjadikannya kecintaan.
25 September 2015 (via bebek-buruk-rupa)
Perempuan Ini: Aku
Perempuan ini… –Pernah kautaklukkan dengan sekali sapa. –Pernah kaubiarkan merindu dan jatuh kepadamu. –Pernah tak tahu caranya pergi dan hanya bisa menunggu. –Pernah diam-diam memendam amarah, karena terkadang cinta adalah cemburu. –Pernah kaumanjakan kesedihannya karena kau tak lagi berusaha untuk ada. –Pernah mengaku bahagia, walau sebenarnya ia bahagia karena kau bahagia.
Tapi, itu dulu.
Perempuan ini, kini… –Telah mengerti bahwa kasih tak hanya datang darimu saja. –Telah menemukan pelanginya sendiri. –Telah mendapati seseorang lain yang bersedia mengembalikan senyumnya. –Telah dijinakkan oleh puisi baru dan dicandu oleh kalimat-kalimat cerdas seseorang itu. –Telah merestuimu berpindah tempat yang lebih layak untuk dihuni, karena bukan di sini tempatmu. –Telah menyusulmu (benar-benar) bahagia.
Terima kasih, pernah ada di hari itu. Seperti kata seseorang itu; rasanya tidak adil jika mengingat seseorang dengan tidak baik, karena bagaimanapun juga kita pernah bahagia. Atau kata bung Fiersa, tidak perlu melupakan, tapi ingatlah segalanya dengan persepsi yang tidak menyakitkan.
Sekali lagi, terima kasih 😊
Aku menganut kepercayaan: mencintaimu sendirian itu adalah suatu kebodohan, tetapi harus tetap dilakukan.
(via biashujan)
Aku berpegang teguh pada satu keyakinan; semakin baik kurahasiakan hatiku dari kefanaanmu, semakin lekat Tuhan merestui doa-doa dan keabadian perasaanku.
(via elsasyefira)
Some people care too much. I think it’s called love.
A.A. Milne, Winnie-the-Pooh (via wordsnquotes)
Masih Kamu
Kamu tahu? Aku masih membenci diriku yang tidak bisa biasa saja ketika mendengar namamu disebut olehnya. Aku masih tidak bisa biasa saja ketika tahu kamu sedang dekat dengan siapa.
Aku masih mengusahakanmu pada Tuhan.
Setengah hatiku memupuk harapan, semesta akan menyatukan. Setengah hati lagi mencoba merelakan, menerima yang ingin masuk walaupun tak ku sambut dengan baik.
Aku tak pandai membohongi hati.
Tidak susah mencintaimu, yang susah adalah aku tidak bisa membaca hatimu. Tidak susah mencintaimu, yang susah adalah menerka-nerka apakah ada aku di sana.
Aku hanya punya doa.
Di cintaimu kembali atau tidak. Bagiku tidak masalah. Karena aku cukup mandiri untuk mengatasi bagaimana rasanya jatuh cinta seorang diri
(via segiempatpatahsisi)
Ruang Untukmu
Kau boleh datang dan pergi sesukamu. Tetapi kenanganmu dalam ingatanku, sudah bukan hakmu lagi. Pergilah, silakan temukan orang-orang yang kau anggap bisa lebih mencintaimu, lebih dari apa pun yang bisa kuberikan. Untukmu, telah kusediakan ruang tamu. Kelak jika nanti kau lelah, kembalilah, aku bersedia mendengarkan keluh kesahmu.
Benar katamu, bahwa aku adalah sebuah rumah. Kala itu, sempat ada ruang istimewa bersinggasana megah. Kunamakan ia hati. Tempatmu bertahta, tanpa perlu kata seleksi. Di sana kau menjadi ratu, dengan segala kewenangan merawat setiap detailnya. Menjelma cinta menjadi ornamen di setiap sudutnya. Siapa kira, ternyata kau jua yang mampu membuatnya hancur, serupa remah berserakan tanpa teratur.
Nyatanya segala apa yang istimewa nan megah tak lantas mengamini kau untuk menjadi penghuni tetap, masih ada rasa tak puas; itu yang kucoba simpulkan akan lakumu selama ini. Haruskah aku menuntut? Akan apa yang tak kau balas dengan semestinya? Kau membuat benakku dipenuhi dengan tanda tanya yang menyesakkan.
Aku mulai muak sekarang. Pergilah, bawa semua kenangan kita tanpa tersisa, bagiku mengenangmu sungguh menyakitkan serta mengundang kepedihan, biarkan aku terpuruk tanpamu.
Namun tak usah khawatir, perihal mencintaimu ada yang sudah kusiapkan sedari dulu. Sebuah ruangan tak terjamah masa dimana hanya ada kau disana. Jadi tak masalah jika ingin menetap atau sekedar singgah. Aku baik-baik saja, bahkan ketika kau pergi tanpa aba-aba.
Rumpun Aksara, Juni 2017
@ibnufir @duatigadesember @hujankopisenja @gelangkaret @ahmedfauzyhawi @biashujan @kotak-nasi @arian @risnasanbe @rayuanhujan @ariqyraihan @sitimasruroh @wangsadiredja @putrawhillyam @rizadwi @tigapuluhnovember @naskahsenja
Satu pesanku, kepada sibukmu, seringlah minta waktu darinya untuk istirahat sebentar. Mesin saja akan ngadat jika dioperasikan terus terusan. Sedang kamu manusia. Kepada sibukmu, mintalah waktu darinya barang sebentar untuk sendiri. Kamu butuh waku untuk merenungi kalau sibuk duniamu tak akan berimbas baik jika perihal akhirat tak kau ingat. Kepada sibukmu, mintalah waktu darinya lima sampai sepuluh menit untuk bermunajat barang sesaat. Kepada sibukmu, mintalah darinya waktu untuk peduli akan sehatmu. Selamat sibuk partner perjuangan!
(via ikaendaryani)