unfinished business
kemarin saya menonton sebuah video pendek yang mengatakan bahwa guru spiritual terbaik kita adalah pasangan kita sendiri.
saya manggut-manggut sembari berpikir dan meresapi.
selama ini tuh, kita sering mendengar bahwa pernikahan adalah proses menyatukan dua jiwa. namun menurut video tersebut, menikah justru tentang bertemu dengan seseorang yang “berkebalikan” dari kita. pasangan yang tepat seringnya adalah cerminan terbalik yang membantu kita melihat sisi-sisi diri yang tidak pernah kita sadari.
ketika seseorang belum memiliki pasangan, kerap ia akan kesulitan memahami dirinya sendiri. sebab banyak "unfinished business" alias luka-luka lama dan emosi-emosi dalam diri yang baru akan muncul ketika ia menjalin hubungan dekat. dan pasanganlah yang secara tidak sadar “menekan tombol” itu semua. ia membeberkan semua secara gamblang untuk menyadarkan kita.
"kamu tuh selama ini kayak gini, loh. sadar nggak sih?"
"tahu nggak, sayang, sebenernya kamu orangnya blablabla nanana? do you notice that?"
saat saya merasa sakit hati kepada seseorang atau bahkan kepada pasangan sendiri, lukanya seperti baru terjadi, padahal enggak. lukanya sudah lama dan hanya tersentuh kembali. dan kamu baru menyadarinya lagi lewat pasanganmu, toh?
pasangan itu sumber konflik, tetapi pada saat yang sama dialah yang membantu kita menjadi lebih dewasa secara emosional.
karena itulah, pasangan sering menjadi "guru spiritual terbaik" dalam hidup kita.



















