
tannertan36
🪼
Today's Document
One Nice Bug Per Day
Lint Roller? I Barely Know Her
No title available
KIROKAZE
d e v o n
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available
Interview Vampire Daily
macklin celebrini has autism

ellievsbear
Cosimo Galluzzi

No title available
Color Me Curious
Game of Thrones Daily
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
I'd rather be in outer space 🛸
Sweet Seals For You, Always
seen from Canada
seen from Netherlands
seen from Mexico

seen from Russia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Bosnia & Herzegovina
seen from Venezuela
seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Japan
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Bangladesh
@akumanusiafana
満月より美しいものがあるのなら、それはきっと、あなたの優しい笑顔に宿る三日月。 Jika ada sesuatu yang lebih indah daripada bulan purnama, itu pasti bulan sabit yang bersemayam di senyummu yang lembut.
Gara gara liat orang pada nyepil undangan pernikhan Kadam Sidik ada kutipan syair dari Al Mutanabbi bisa jadi opsi buat undangan pernikahan selain surat Ar Rum ayat 21, bagus banget kutipannya
وَعَذْلتُ أَهْلَ العِشْقِ حَتَّى ذُقْتُهُ … فَعَجِبْتُ كَيْفَ يَمُوتُ مَنْ لَا يَعْشَقُ Dulu aku sering mencela para pencinta sampai akhirnya aku merasakannya sendiri. Kini aku heran, bagaimana bisa ada orang yang hidup tanpa jatuh cinta
ternyata salah satu bentuk selflove juga ialah dengan tidak membiarkan diri sendiri berada dalam kegelisahan dan ketidakjelasan terlalu lama hanya karena kita terlalu takut untuk kehilangan dan melepaskan seseorang.
seperti yang dibilang mas @kurniawangunadi
"jangan biarkan keputusan hidup kita disetir oleh seseorang yang posisinya bahkan masih (atau hanya) orang lain dalam hidup."
إِذَا أَرَدْتَّ شَيْئًا تُحِبُّهُ ، فَلَا تَعْصِ اللَّهَ فِي الوُصُوْلِ إِلَيْهِ ، حَتَّىٰ لَا يَكُوْنَ سَبَبًا فِي حِرْمَانِكَ مِنْهُ ، فَإِنَّ مَا عِنْدَ اللهِ لَا يُدْرَكُ بِمَعْصِيَتِهِ .
Jika engkau menginginkan sesuatu yang kau cintai, maka janganlah engkau memaksiati Allah untuk mendapatkannya, agar (kemaksiatan itu) tidak menjadi penyebab terhalangnya engkau dari sesuatu tersebut. Karena sesungguhnya, apa yang ada di sisi Allah tidak akan pernah bisa diraih dengan cara memaksiati-Nya.
Repost @ilhamfadillansyah
Tadi sempet baca kata-kata bagus,
"ngeliat dia ngelanjutin hidupnya tanpa menoleh ke arahku sedikit saja, rasanya malu kalo masi kangen sama kenangannya."
Dan jujur aja, kalimat itu agak ngena.
Kayak tiba-tiba ada bagian lama di kepala yang kepanggil lagi.
Bukan karena aku pengen balik ke masa lalu, tapi karena rasanya masih ada sisa yang belum sepenuhnya selesai di dalam diri sendiri.
Dia udah jalan jauh banget sekarang, udah bisa ketawa lepas sama hidup barunya, sementara aku masih kadang berhenti di momen kecil yang dulu pernah berarti.
Hal-hal sepele yang mungkin buat dia udah nggak penting lagi.
Kadang aku ngerasa aneh sendiri, kenapa masih inget hal-hal kecil begitu. Padahal buat dia mungkin semua itu udah jadi bagian yang selesai.
Dan aku masih aja kadang nyari jawab darisesuatu yang nggak lagi nyari aku.
Kadang aku mikir, ini sebenernya rindu atau cuma kebiasaan yang kebetulan belum berhasil aku lepasin sepenuhnya. Soalnya kalau dibilang masih berharap, aku juga nggak tau. Tapi kalau dibilang udah bener-bener lepas, juga belum sepenuhnya. Ada hari di mana aku ngerasa udah baik-baik aja, tapi ada juga malam di mana semuanya tiba-tiba balik lagi. Dan aku cuma bisa diem sambil mikir, kok masih kebawa ya.
Di satu sisi aku pengen bener-bener lupa, biar bisa jalan tanpa ngerasa ada yang masih ketinggalan.
Tapi di sisi lain, bagian dari diriku masih nyimpen hal-hal kecil itu.
Entah karena masih berarti, atau karena belumsanggup ngelepasin sepenuhnya. Lucunya, yang aku simpen mungkin udah lama dia tinggalin.
Dan sadar hal itu kadang bikin malu sendiri.
Bukan karena masih kangen, tapi karena belum sepenuhnya berhenti.
Mungkin yang paling nyakitin bukan dia yang udah berubah, tapi sadar kalau yang aku tunggu sebenernya udah lama pergi.
Dan yang aku harapin buat balik, ternyata nggak pernah niat balik.
Kadang rasanya kayak nunggu kereta di stasiun yang udah tutup. Tetap berdiri, padahal tau nggak ada lagi yang dateng. Dan yang tersisa cuma diri sendiri yang belum bisa bener-bener pergi. Padahal semua tanda sebenernya udah jelas dari dulu.
Jadi sekarang aku coba jalan pelan-pelan aja. Nggak maksa diri buat lupa semuanya, tapi juga nggak terus-terusan balik ke hal yang sama.
Belajar nerima kalau ada hal yang emang cuma boleh jadi kenangan. Nggak semua yang pernah berarti harus dibawa terus. Dan mungkin nggak apa-apa kalau belum sepenuhnya sembuh. Yang penting nggak berhenti buat jalan ke depan.
Batu bara, 11 Juni 2026
kalian sama gak sih, kalau pagi kayak ga butuh siapa siapa. tapi kalau mau tidur seperti butuh someone to talk
Kau tahu kebohongan terbesar dari manusia itu apa? Adalah soal ikhlas, mulut pandai berbicara, tapi hati tidak pandai menerima luka secara utuh.
Manis sekali kalimat ini, "disanggupkan karena diridhai oleh-Nya".
Bawa semua cita, asa, harap, dan ingin ke dalam do'a, dekap semuanya ke dalam pelukan do'a. Biarlah do'a-do'a itu mengudara, berterbangan mengetuk pintu-pintu pengabulan-Nya.
- repost tumblr erhunsaa
Dunia tidak pernah menjanjikan keabadian.
Namun anehnya, di tempat yang sementara ini kita menaruh harapan yang terlalu besar.
Kita menangis ketika kehilangan, seolah yang pergi memang ditakdirkan untuk selamanya bersama kita.
Kita kecewa ketika keadaan berubah, seolah dunia pernah berjanji akan selalu sesuai keinginan kita.
Padahal sejak awal, Dunia hanya persinggahan.
Tidak ada yang benar-benar menetap.
Maka jangan terlalu dalam mencintai dunia yang bahkan tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri.
Cintailah secukupnya, genggamlah seperlunya.
Karena setiap yang ada di dunia sedang berjalan menuju perpisahannya masing-masing.
Dan pada akhirnya, yang akan tersisa bukan apa yang kita miliki, melainkan apa yang kita bawa menghadap Allah.
Sebab dunia bukan tempat tinggal, Ia hanya ruang tunggu sebelum pulang.
Aku adalah danau yang tenang. Lalu kau datang seperti batu yang jatuh tanpa aba-aba. Permukaanku bergetar, menciptakan riak yang tak mampu kuhentikan. Awalnya tenang, lalu namamu mengendap di dasar pikiranku. Dan sejak hari itu, aku tak pernah benar-benar kembali seperti semula.
saat-saat kamu sudah
saat-saat kamu sudah menyerahkan semua urusan kepada Yang Maha Mengurus Segalanya, tidak ada lagi yang membebani dirimu, tidak ada lagi yang menakutimu.
kamu sudah tidak marah karena sudah memaafkan. sudah tidak kecewa karena sudah melepaskan harapan. sudah tidak sedih karena sudah menerima takdir. sudah tidak khawatir karena sudah berikhtiar dan bertawakkal.
kamu tidak lagi takut kehilangan. kamu sadar kamu tidak benar-benar memiliki apa-apa.
kamu tidak lagi takut tergantikan. kamu mengerti tak semua orang harus tinggal selamanya.
kamu tidak lagi takut dilupakan. biar sedikit saja yang mengenangmu, yang penting itu dalam kebaikan.
kamu tidak takut lagi ditertawakan atau dijadikan bulan-bulanan. kamu yang tahu nilai dirimu. biarkan semua kata-kata itu berlalu.
kamu tidak lagi takut sendirian, kamu cukup bersama dirimu sendiri. kamu utuh meskipun retak. kamu tidak bisa patah.
kamu tidak lagi takut terluka. maksudnya, kamu siap menanggung konsekuensi pilihanmu. kalau ternyata ada apa-apa, qadarullah, been there done that, ya kan?
ini hanya dunia. hanya sesuatu yang sementara, yang penuh senda gurau sekaligus tipu daya.
lalu pada akhirnya yang kamu ingat: seumur hidup itu terlalu lama, tetapi selama-lamanya hanya seumur hidup. alam barzah lebih lama, sedang akhirat itu kekal, selamanya.
Heran Awalnya
Ga ada satupun riwayat dalam quran/sunnah bahwa ketika Allah mencintai hambaNya ia akan dilimpahi dunia. Tapi banyak orang mengejarnya seolah disanalah letak kemuliaannya.
Sementara itu begitu banyak riwayat dalam quran/sunnah mengabarkan bahwa letak kemuliaan itu ada pada takwa. Tapi tak banyak orang berlomba menempuhnya.
Lalu taulah kabarnya bahwa surga itu mahal, dan yang memasukinya amat sedikit, sekalipun Allah murahkan jalan menujunya seperti urusan semudah dzikrullah yang lebih bernilai dari sedekah emas/perak segunung uhud, atau bacaan sehuruf Al-quran bernilai 10 kebaikan namun tak banyak yang mengupayakannya.
Ternyata selama ini bukan karena kehedak dan kemampuan kita bisa bertaqwa. Tapi karena kehendak Allah yang mencintai dan menginginkan surga bagi hambanya maka dijadikannya ia bertaqwa.
Perkara shalat, sedekah, membaca quran itu amat berat bagi sebagian orang yang tidak Allah kehendaki kebaikan padanya sekalipun ia sehat, cerdas dan kaya.
Tapi ringan bagi sebagian lagi sekalipun ia sakit, hartanya sedikit dan buta.
Sebagaimana firman Allah yang mengetahui kecenderungan hati orang munafik sehingga dijadikan terasa berat untuk berjihad :
"Dan sekiranya mereka benar-benar ingin berangkat (berperang), tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk itu. Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka..."(At Taubah: 46)
Contoh lainnya dalam surat Al-Waqiah 77-79 Allah berkata "Alquran itu adalah kitab yang mulia dan terpelihara di Lauh Mahfudz dan tak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan"
Tidak sembarang orang mampu menyentuhnya, dan senantiasa berinteraksi dengannya.Hanya orang - orang pilihan.
Tapi Allah Maha adil sekalipun
"Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki."(An - Nahl: 93)
Itu dengan keadilanNya, karena Allah lebih tau kecendeeungan hamba - hambanya, mana yang sepantasnya menjadi sesat dan menjadi selamat.
Romantis sekali...
Ternyata Allah lebih dulu mencintai hambanya ketimbang hamba yang mencintaiNya. Ternyata Allah lebih tau tentang hamba - hambanya yang layak mendapat cintaNya. Maka beruntunglah yang terpilih, beruntunglah yang dimudahkan untuk melakukan kebaikan.
上を見続ける… それが生きるコツさ…
Keep looking up.. That’s the secret of life..
Charles M. Schulz チャールズ・M・シュルツ
上を見続ける… それが生きるコツさ…
Keep looking up.. That’s the secret of life..
Charles M. Schulz チャールズ・M・シュルツ
本当の愛は、もはや何一つ見返りを望まないところに始まるのだ。
True love begins when nothing is looked for in return.
Antoine de Saint-Exupéry アントワーヌ・ド・サン=テグジュペリ
もし何かをちゃんとやりたいんなら、自分でやるべきだよ!
If you want something done right, you should do it yourself!
Charles M. Schulz チャールズ・M・シュルツ