| 30.04.2016/12:39 |
Perhatikan setiap langkah kaki yang sedang di jalani pada diri, betapa berharga nya kebahagiaan meski hanya dalam hal melangkahkan kaki. Bersama jari jemari, beriringan bersama. Sebut saja sang kaki, itu adalah "mati" Memperhatikannya haruslah dalam sunyi, Mati itu pergi, pergi itu tak kan kembali, tak kan kembali itu membawa kita pada kata sendiri. Apakah perlu kita menyadari tentang mati yang pergi, tak kan kembali dan akhirnya menyendiri? Usangnya kehidupan membawa kita pada titik dimana perjalanan panjang ini harus membawa sebuah makna. Sebelum kita menuju pada mati, hidupkan diri kepada mencari sesuatu yang hakiki.







