Kemarin ketika pekanan Ustadzah menjelaskan tentang hadits ke-27,
"Mintalah fatwa pada hatimu. Kebaikan adalah yang membuat jiwa dan hati tenang kepadanya..."
Tapi ada syaratnya ketika meminta fatwa kepada hati. Ia harus lahir dari hati yang bersih dan lurus. Ia hati yang dekat dengan Allah dan hati yang selalu menjaga ketaqwaannya. Jika sebaliknya, justru ia akan menyesatkan. Alih" dari hati yang paling murni, justru ja datang dari setan dan hawa nafsu.
Ini membuatku bermuhasabah, bahwa hati itu memang hidup. Dan kita yang harus berusaha menghidupkannya dengan fitrah Islam. Buktinya ia akan terus merasa gelisah ketika suatu dosa dan ketidakbaikan kita lakukan. Ada alarm alami di dalamnya.
Semoga Allah karuniakan kita hati yang bersih dan lurus ya.
Menuju hari Arafah...
Laa ilaha illallahu wahdahula syarikalaah. Lahul mulku walahulhamdu wahuwa 'ala kulli syai"in qadir...















