Aku tak membeli kalender tahun ini
semua tanggal hitam di mataku.
seingatku merah hanya hari Minggu, tapi itu dulu.
Aku tak membeli kalender tahun ini
hari lahirku lewat begitu saja.
Cepat sekali rasanya, capek sekali nyatanya.
Aku tak membeli kalender tahun ini
Beberapa malam aku mimpi, pulang kerumah lamaku dulu.
Temaram, lampu kuning, penuh penantian, juga kesunyian.
Katanya, mimpi seperti itu pertanda kemunduran.
Haha... setelah bersusah payah berdiri, berlatih berjalan lalu berlari, kenapa harus jatuh datang lagi?
Aku tak membeli kalender tahun ini
tak ada yang kukenang,
tak ada yang ingin tunggu,
tak ada yang kuperingati
Aku tak membeli kalender tahun ini
Sudah setengah tahun, rasanya percuma jika membelinya sekarang, apa masih ada yang tersisa?
Mana ada yang meyimpannya untuk tahun yang akan datang.
Aku tak membeli kalender tahun ini
Tak ada libur yang seperti dulu untuk menghabiskan waktu,
hari-hari sekarang juga berlalu tanpa ragu.
Aku tak membeli kalender tahun ini
Tahun lalu aku melingkari tanggal penuh luka
menandai hari-hari penuh duka.
Dengan tak punya kalender lagi,
mungkin sedih lupa ke arahku
Aku tak membeli kalender tahun ini
Dan bumi belum kiamat juga.
Di usia ketika orang lain sibuk menandai tanggal penting,
aku justru lupa angka hari ini.
Membiarkan hari-hari datang
tanpa nama, seperti tamu yang sudah tahu
tak akan lama.













