Foto ini di ambil dengan zooming 7 atau 8x kmrn. Iseng. Dan tergelitik dg tulisan di blkg kaos anak tsb. Tulisan di blkg kaos tsb adl: kowe nggragas banget ngopeni bojoku (mungkin cuplikan dr lagu nya NDX aka familia itu) gatel arep ra komen wkw (semoga ada yg baca) Nganu, buat sik suka lagu NDX, mungkin mereka bakal merasa sah2 saja. Tp menurut saya, tulisan begitu -dan tulisan lain yang sejenis, buruk bagi anak2. Kenapa? Tulisan tsb secara tidak langsung akan mempromosikan kata 'bojo' kepada anak. Anak yg masih polos, tentu akan cenderung lebih baik menghapalkan kata tsb. Apa efeknya? Mereka akan mengetahui seluk beluk ttg 'bojo' tersebut, seperti lagu yg lain berjudul 'bojo galak', secara tidak langsung, mereka akan mengetahui oh ternyata ada bojo yg galak (judgment kepada wanita tanpa research😁) Selain itu, tulisan tersebut juga membuat si anak akan merasa lebih familiar dg kata2 seperti 'bojo' tadi yang notabenenya adalah 'konsumsi orang dewasa'. Saya pribadi kok merasa kata 'bojo' sekarang ini sudah mengalami peyorasi. Jika anda setuju dg pendapat saya ini, boleh jadi, kata tsb mengandung lebih banyak unsur negative drpd positive nya.. Dalam teori psikoanalisa Freud, kita mengerti konsep id, ego, dan super ego. Tulisan di kaos si anak tsb bs di masukan dalam kategori super ego yang pada nanti nya akan mempengaruhi keadaan psikologi anak. Liat aja deh, anak sik dekat dengan tulisan tsb dan anak yg tidak lebih 'sesuai' mana dg keadaan realita mereka yg anak2? Efek lebih besar dr kata 'provokatif' ttg 'dunia dewasa' di kalangan anak adl pernikahan dini. Ketika mereka familiar dg kata2 'bojo' dll sampai konflik rumah tangga dewasa yg di promosikan lewat tulisan -dan lagu, maka akan ada kecenderungan untuk mencoba dan penasaran. Pernikahan dini tentu tidak masalah selagi menurut koridor yg benar. Tetapi jika terpaksa menikah -karena hal yg sudah kadung, masalah itu. Bisa hancur.. PS Ada tambahan di komentar. :)














