
#extradirty
will byers stan first human second
styofa doing anything

★

shark vs the universe

⁂
Misplaced Lens Cap
🪼
wallacepolsom
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
ojovivo
todays bird
dirt enthusiast
d e v o n

tannertan36

Origami Around
Keni
Claire Keane
macklin celebrini has autism
Jules of Nature

seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from Chile
seen from Chile
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Honduras
seen from Chile
seen from Ecuador

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@andyns
Tiga Puluh
Sudah cukup lama ternyata aku hidup di bumi ini, waktu yang cukup untuk aku menyadari kalau ternyata bentuk cinta betul banyak macamnya. Selama ini yang ku tahu rasa cinta hanya datang dari orang tua kepada anaknya atau dari sebuah hubungan romantis khas adam dan hawa, tapi ternyata bentuk cinta lebih dari itu. Di hari ulang tahunku yang ke-30 ini akhirnya aku memahaminya.
Cinta hadir dalam bentuk perjalanan menempuh ratus-puluh-belasan kilo meter, pelukan hangat dari sepupu jauh, seikat bunga yang dikirimkan dari benua berbeda, doa tulus dari hati yang terasa hangatnya, tetes air mata bahagia, tumpukan kado yang dipikirkan secara matang, keribetan saat siap-siap untuk memenuhi tema acara yang kupilih, tawa lepas bebas seakan tak pernah pedih, serta alunan irama teduh dari hati.
Tak ku pungkiri kalau hari-hari menuju usia tiga puluhku terasa amat berat. Hati yang patah dan tetesan air mata yang kerap mengalir tanpa diundang jadi sahabatku setiap harinya. Seharusnya hari ini ada hal penting yang terjadi di hidupku, tapi Tuhan gantikan dengan bahagia dalam bentuk lain yang tak sangka akan pernah aku rasakan. Bahagianya seperti disayang satu bumi. Hari ini semuanya berkumpul untuk merayakan hati yang selalu mencari makna.
Seperti yang sudah ku katakan sebelum-sebelumnya, hari ulang tahun selalu jadi hari yang paling aku tunggu sepanjang tahun. Merayakannya bersama adalah kado terindah buatku. Terima kasih sudah jadi bagian di hari bahagiaku ini. Semoga rasa senang yang kita rasakan bisa bertahan lama. I love you all, dan untuk diriku selamat datang di tiga puluh!
28.11.2025 - Tiwi
Ada satu masa dalam sujudku aku menangis dengan perasaan marah yang memuncak minta Tuhan kasih balasan rasa sakit yang lebih parah untuk orang-orang yang buat hatiku hancur. Sedetik kemudian aku minta ampun ke Tuhan karena aku tahu aku tak boleh begitu.
1 November 2025
Rasanya hari ini aku perlu melakukan pembaruan pada kolom kemampuan di CV-ku, akan ku tulis “mampu berteman dengan rasa sedih ketika ditinggalkan, baik ditinggal mati maupun ditinggal yang hidup di depan mata”. Untuk tiap rasa bahagia yang belum sempat aku rasakan, sampai jumpa sebentar lagi ✨
Meratap
Mungkin sebelumnya aku pernah berada didalam-mu, namun bukan berarti kamu tau segalanya tentangku.
Selalu merasa menjadi yang paling benar, tak terbantahkan.
Dengan mudah memberi label manusia lemah dan juga membuat dugaan-dugaan yang membentuk sebuah kepastian dan hidup pada realita yang kau buat sendiri.
Kalau kau pikir selama ini aku marah karena kehidupanku yang berubah, kamu salah. Aku marah karena aku ditinggal sendirian untuk menghadapimu.
Kalau kau bilang kau punya Tuhan, mengapa tidak kau gunakan lisanmu itu untuk panjatkan doa sampai berbusa saja dibanding mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati si pendengarnya.
Kadang kupikir aku perlu pergi yang jauh agar kamu mengerti kalau aku juga manusia yang punya hati. Atau kalau boleh aku akan minta garisku dihilangkan saja oleh Tuhan.
Pintaku sederhana, aku hanya ingin berbahagia. Ingin memiliki ruang yang hangat walau jumlahnya sudah tak genap. Untuk yang satu ini rasanya sulit untuk terjadi.
“I hope you fall in love with someone who never lets you fall asleep thinking you’re unwanted.”
— Unknown
An Apology..
Permintaan maaf ini aku tujukan untuk sesorang yang sedang ada dalam penantiannya. Yang di setiap pikirannya nggak berhenti muncul kata tanya "kapan, kapan, dan kapan". Harap-harap cemas menanti jawaban yang belum aku miliki.
Aku nggak punya cukup kata untuk kamu memahami isi kepalaku, tapi mungkin suat saat nanti kamu akan mengerti..
Lagi-lagi ini berkaitan dengan perihal ditinggal mati. Aku merasa takut kalau-kalau aku akan ditinggal lagi. Untuk yang ini aku paham betul kok kalau semua manusia pada akhirnya memang akan berpulang. Karenanya kemarin di hadapan Tuhan aku berdoa dengan lantang supaya aku yang dipulangkan lebih cepat dibanding orang-orang di sekitarku. Aku tidak mau mengalaminya lagi.
Aku merasa belum memiliki banyak daya untuk mengarungi samudera yang baru, melaju dengan kapal yang baru. Manusia yang terlalu banyak berpikir ini sepertinya takut kalau-kalau persiapannya yang belum matang membuatnya tak dapat membantu sang nahkoda kapal menghadapi ombak besar.
Masih banyak hal yang ingin kulalui sendirian. Aku tidak mau menyesali dan mengungkit hal-hal yang belum aku capai saat ini di kemudian hari. Aku tahu betul rasanya jadi pesakitan yang disalahkan untuk sesuatu yang bahkan bukan salahnya. Aku ingin menjadi utuh sebelum akhirnya melebur kembali.
Maaf kalau aku belum memiliki jawaban yang kamu tunggu. Mungkin kamu bisa minta terlebih dahulu dengan Sang Pencipta untuk menyentuh hatiku.
This!!!
Dear You, Somewhere
Belum lama ini aku menyadari satu hal, yaitu dalam mimpiku aku tahu kalau aku sedang bermimpi. Dan itu terjadi ketika kamu yang bahkan namanya tak ku ingat lagi tiba-tiba muncul di dalam mimpiku.
Bahkan dalam mimpi, pertanyaan pertama yang kuajukan untukmu adalah "apa kabar?". Rasanya lucu sekali, itu adalah pertanyaan yang akan kuajukan kepadamu nanti apabila kita bertemu di dunia nyata. Aku se-nggak tahu itu kabarmu, apakah kamu masih hidup atau sudah terkubur di dalam tanah. Aku nggak tahu, karena di dunia mimpi ku orang yang sudah meninggal dan masih hidup bebas datang dan pergi.
Kalau kamu masih hidup, aku berdoa semoga Tuhan kasih banyak hal menyenangkan yang buat kamu terus tersenyum. Kita senasib sekarang, sama-sama nggak lagi punya Ayah. Yaa walaupun kamu duluan yang mengalaminya, tapi nggak ada salahnya kan untuk aku ajak kamu toss kalau kita bertemu nanti?
Aku masih seperti aku yang kamu kenal dulu. Seriang itu, walau sekarang ketika merasa sangat lepas ada sebuah beban yang menahanku untuk kembali ke daratan. Kadang aku merasa nggak pantas untuk bersenang-senang ketika ingat hal-hal menyedihkan yang terjadi waktu itu. Waktu aku ditinggal mati orang-orang tersayangku. Semoga kamu nggak seperti aku.
Kalau kamu sekarang bagaimana? Apakah kamu tetap jadi manusia paling ramah yang ngga berhenti tersenyum sama semua orang? Di mimpiku kemarin sih kamu masih seperti itu yaa. Oh iya, aku masih ingat tanggal ulang tahun kamu bahkan setelah bertahun-tahun kita nggak pernah berinteraksi. Disetiap hari itu datang aku berbisik dalam hati "hey! selamat ulang tahun!".
Sepertinya kisah kita nggak berakhir seperti di film Thailand yang pernah aku tonton waktu SMA dulu. Segala barter pembelian kaos angkatan, penggalangan dana, topi upacara, wawancara tentang Ujian Nasional, nonton pertandingan, jam istirahat kedua, dan semua hal norak yang pernah ada aku dan kamu didalamnya biar saja aku yang simpan.
Dimanapun kamu berada aku berharap kamu tetap jadi manusia baik itu, janji ya?
Cewek Gila
Ditengah anak-anak perempuan yang berlomba-lomba menamakan dirinya Cegil atau Cewek Gila, aku merasa tidak masuk kedalam golongan yang satu itu.
Rasanya aku lebih masuk kedalam golongan Manusia Bodoh seperti Ada Band. Terlalu bodoh untuk masuk kedalam jurang yang sama berkali-kali. Hidup dalam dunia fantasi. Termakan ekspektasi walau diri sudah menahan mati-matian untuk tidak berekspektasi.
Bertambahnya umur ternyata tidak sepenuhnya membuatku menjadi manusia yang lebih pintar. Atau bodoh memang sudah mengalir didalam diriku? Mungkin lain kali aku perlu mengikuti tesnya.
Sore . . [Difoto oleh : @amandanadia] (at RUMAH LUWIH) https://www.instagram.com/p/CqP9QJRO9Mi/?igshid=NGJjMDIxMWI=
VW Kodok dan Anak Kodok https://www.instagram.com/p/CocopufPaXq/?igshid=NGJjMDIxMWI=
19°C (at Kebun Raya Cibodas, Cipanas - Puncak Cianjur) https://www.instagram.com/p/CoAI6GTvcmk/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Menjadi Bunga
Percayalah, aku sungguh serius minta Tuhan agar dilahirkan kembali sebagai bunga pada kehidupan selanjutnya.
Walau aku dipetik dan berujung layu, setidaknya aku pernah hadir untuk melihatmu tersenyum.
Mungkin kita akan bertemu di pekarangan rumahmu, pada hadiah yang kamu terima dari orang terkasih, atau bahkan pada dekorasi acara terpentingmu.
Aku tau pasti ini terdengar aneh bagimu atau malah kamu tertawa dibuatnya namun seperti lagu yang akhir-akhir ini sering aku dengar, “Sedikit banyak boleh saja berharap, semoga kelak menjadi nyata walau menggeser logika. Seperti layaknya yang sedang jatuh cinta, seperti aku dia.”
Perihal Menjadi Nomor 2
Sewaktu kecil Mama memperdengarkanku sebuah lagu anak-anak yang bunyinya seperti ini:
“Satu.. Satu aku sayang ibu, Dua.. dua juga sayang ayah, Tiga.. tiga sayang adik kakak, Satu Dua Tiga sayang semuanya..”
Aku tumbuh besar bersama lagu itu beserta dua pertanyaan yang mengganggu benakku. Pertanyaan itu dimulai dengan kata “Kenapa” dan “Dimana”. Kenapa hanya disebutkan 3 orang anggota keluarga saja dan dimana harus aku letakkan nama Eyang beserta anggota keluarga lain seperti Ua, Om, dan Tante pada ranking tersebut.
Ya, aku berpikir keras mencari jawaban tersebut karena.. keluargaku berbeda. Pada 5 tahun pertama di hidupku Aku, Mama, Ayah, dan Adikku tinggal di Timur Pulau Jawa, jauh dari anggota keluarga lainnya di Ibukota. Membuatku banyak merasakan rindu. Tetapi ada dua hal yang selalu membuatku senang, sebuah kunjungan dan sebuah panggilan pesawat telefon. Ketika rindu itu kembali menyerang biasanya aku akan lari ke kamar tamu dan memeluk bantal yang mereka gunakan saat berkunjung sambil berusaha mencari wangi tubuh khasnya. Untuk yang terakhir, terkadang terasa sia-sia apabila sarung bantal dan spreinya sudah dicuci. Tetapi ketika beruntung, aku bisa merasakannya.
Pada permulaan abad ke-20 kami sekeluarga pindah, pulang kembali ke Selatan Ibukota. Ayah dipindahtugaskan. Kali ini aku tidak akan menceritakan betapa sedihnya aku meninggalkan teman-temanku disana, mungkin lain kali. Selang beberapa waktu, Ayah ditugaskan ke Semarang. Kami sempat bingung, apakah kami akan ikut atau tetap tinggal karena saat itu aku baru saja masuk TK. Akhirnya Mama memutuskan untuk tetap tinggal dan kami pun menjalani sebuah hubungan jarak jauh dengan Ayah. Siapa yang menyangka, kami tidak hanya berpisah 1 atau 2 tahun, tetapi 13 tahun. Dan tidak hanya Semarang, Ayah berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia dalam rentang waktu tersebut. Walau pada akhir minggu Ayah selalu pulang ke rumah, rasanya tetap berbeda. Seperti mengisi kekosongan, lagi-lagi melalui sebuah kunjugan dan panggilan pesawat telefon, Eyang tidak pernah absen untuk bertanya mengenai bagaimana hariku, ada kegiatan apa esok hari di sekolah, dan lain sebagainya.
Semakin besar aku semakin bertanya..
“Apakah aku boleh menempatkan Eyang pada urutan ke-2 lagu itu?”
“Apakah Ayah baik-baik saja jika tau pada urutan ke-2 versi-ku itu ditempatinya bersama Eyang?”
“Apakah boleh aku menggeser Ayahku ke urutan nomor 3?”
Bukanlah salah Ayah untuk bekerja jauh dari rumah. Hasil yang Ayah dapatkan dari bekerja itu toh akhirnya untuk memberikanku fasilitas tumbuh dan kembang yang terbaik, jadi? Bagaimana? Rasanya sangat tidak sopan menggeser Ayah ke nomor 3.
Tak henti pertanyaan itu berkecamuk di kepalaku. Sampai hari itu akhirnya tiba, hari tersedih yang selalu aku bayangkan akan terjadi selama hidupku, Eyang pergi untuk selamanya. Tidak usah ditanyakan betapa sedih dan hancurnya aku pada hari itu. Rasanya hampir setengah gila. Disaat itu aku menguatkan diriku dengan berkata “Tidak usah bersedih, kamu masih punya Ayah. Inilah waktunya untuk benar-benar menempatkan Ayah di nomor 2 tanpa bandingan lagi...”. Namun, hanya berselang 2 minggu Ayah menyusul Eyang pergi. Seperti terlindas truk tronton bolak-balik, aku kembali hancur. Dalam benakku terpikir, mungkin Ayah marah padaku dan tidak sudi menjadi nomor-2 dari yang ke-2 sehingga ia juga pergi meninggalkan aku..
Aku pun tersadar, sepertinya aku telah salah selama ini, tidak seharusnya ada ranking 1, 2, dan 3 untuk rasa sayangku. Rasa sayang dapat diberikan setara, tanpa ada perbedaan antara individu satu dan yang lainnya. Karena tidak akan ada yang mau menjadi nomor 2.
Semoga ceritaku kali ini dapat menjadi pembelajaran bagi kamu yang sama sepertiku. Terlepas dari semua ini sepertinya aku tidak akan memperdengarkan lagu anak-anak itu pada anakku kelak..