Ibu adalah kasih sayang.
Memberi tanpa harap kembali.
h
One Nice Bug Per Day
sheepfilms
KIROKAZE
$LAYYYTER
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
wallacepolsom

No title available
d e v o n
Sade Olutola
he wasn't even looking at me and he found me
No title available
Monterey Bay Aquarium
Lint Roller? I Barely Know Her

Kiana Khansmith

PR's Tumblrdome
Not today Justin
No title available

oozey mess
Today's Document

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from Australia

seen from Argentina
seen from Australia
seen from United States
seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Argentina

seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from India

seen from United States
@anisanjala
Ibu adalah kasih sayang.
Memberi tanpa harap kembali.
Menikah itu adalah miliknya orang dewasa. Sedangkan menjadi dewasa bukanlah sebuah proses, namun sebuah PILIHAN.
Adaptasi terbesarku yaitu menjadi seorang IBU
"Bicara Baik atau Diam"
Kalimat ini muncul saat aku menyetel lagu nusa dan rara untuk anakku. Kalimat dan hal yang cukup menohokku karena sebagai orang dewasa seringkali aku terlupa untuk lebih memilih diam jika tidak bisa berkata baik.
Sungguh nikmatnya proses mendidik anak ini, karna secara tidak langsung kita juga sedang me-reparenting diri kita
Setelah beberapa hari kamu pulang ke sini dan akhirnya kamu kembali ke tempat yang jauh di sana, aku selalu masih bisa merasakan kehadiran dan bayangmu yang tertinggal sejenak di sini. Bayangmu masih ada hingga detik ini. -Bekasi, 14 September 2020 13:10
Tiga tahun sudah kumenjalani LDM. Menyesakkan dan sampai sekarang aku pun terkadang masih bertanya tanya apakah hubungan ini cukup sehat, dan beberapa kali ku terjebak dan terjerembap (lagi dan lagi) dengan kebingungan dan kesedihan. Rasanya selalu bertanya-tanya bagaimana yaa rasanya hidup bersama, apakah menyenangkan atau justru lebih baik seperti ini?
Aku pun semakin terbiasa untuk melakukan segalanya sendirian, mengatur dan mencoba meng-handle beberapa masalah, seperti listrik, pompa, dan mengurus urusan yang lainnya sendiri. Sedih, sudah pasti. Rasanya ingin sekali memiliki seseorang yang selalu ada dan bersedia membantu di saat kita kesulitan dan benar-benar membutuhkan bantuan.
Terkadang ku merenungkan, apakah aku terlalu egois karna bekerja, apakah sudah cukup sampai di sini saja aku mengejar mimpiku. Padahal tinggal beberapa langkah lagi, apakah aku harus mundur sekarang, apakah aku terlalu egois. Pikiran-pikiran itu seringkali terbesit di kepala.
Aku yang kurang baik, kurang berusaha, kurang bersabar, dan kurang mengerti kah? Haruskah aku berhenti sekarang? Pikiran itu selalu saja menghantuiku 3 tahun ini, tak pernah berhasil ku mengusirnya.
Semoga semoga jika memang ini yang terbaik, kuatkanlah selalu jiwa ini Tuhan. Jangan sampai aku menjadi pasangan yang durhaka. Cukup kuatkanlah fisik, hati dan jiwa ini untuk menjalani beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun lagi kesendirian ini.
Ketika kamu harus menjadi dua versi dalam tubuhmu. Yang pertama, versi kuat, yang akan menenangkan versi lemah dirimu. Dan yang kedua, versi lemah, yang akan selalu jujur dengan dirimu sendiri dan menuangkan semua isi jiwamu yang sudah terlalu penuh dan harus dibuang.
Malam ini adalah puncaknya. Saat kedua versi itu benar benar bertemu dan saling berkomunikasi.
Worry is a conversation you have with yourself about things you cannot change. Prayer is a conversation you have with Allah about things He can change. Remember Allah is on your side, arranging things in your favour and making a way even when you don’t see a way. Trust Him!
— ﷽ (@IslamicThinking) July 23, 2020
Hal inilah yang harus benar-benar kita ingat dan resapi
Tahun ini banyak sekali kabar sedih dan duka yang menghampiri. Banyak kondisi-kondisi yang mengharuskan kita untuk belajar bersabar. Terkadang diri ini juga suka lupa bahwa semua yang terjadi sesungguhnya adalah ujian bagi kita semua. Dengan ujian ini, Allah hendak mengetes keimanan hambaNya, apakah ia bisa bersabar atau tidak.
Seharusnya di balik ini semua pun menjadi self-reflect bagi diri ini, apakah aku juga sudah cukup dan banyak bersyukur kepadaNya. Bersyukur bahwa aku, janinku, dan semua keluargaku hingga saat ini masih diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran rezeki. Terima kasih Tuhan, terkadang hal-hal sederhana yang sesungguhnya luar biasa ini seringkali luput dari rasa syukur yang harusnya kuhantarkan kepadamu setiap harinya. Maafkan diri ini yang seringkali khilaf dan kurang bersyukur padamu. Semoga siapapun yang sedang menjalani ujian hidup di luar sana juga selalu diberikan kesabaran, kekuatan dan menjadi semakin dekat pada-Nya.
Dear myself and my mom, We know that you want to do your very best in every aspect of your life and every role that you have. But, don’t too hard to yourself. It's ok when you can't reach your goal and plans in a day. It's okay when you need to take a breath for a while and have some rest due to your condition. Don’t be hard to yourself. We want the best for you too, for your health and for your happiness.
So, we hope you can enjoy your life this day and be happy. Don't put too much pressure in your life. Just do your best and don't forget to have fun..
Sincerely, Your body and your baby :)
Berkreasi seperti membuat video youtube dan menulis itu memang membutuhkan effort. Tapi inilah yang namanya kreasi, bukan sesuatu yang instan, namun harus diusahakan dan dipikirkan. Dengan berkreasi melalui media atau cara apa saja, kita belajar untuk menjadi produsen dan bukan sekedar menjadi konsumen. Kita dipaksa untuk berpikir, mencari ide, dan mengeluarkan usaha lebih.
Kemampuan berkreasi, menghasilkan, dan berkontribusi ini menurutku penting. Sehingga kita tidak hanya menjadi penikmat saja tapi bisa turut andil untuk memberikan sesuatu dan berbagi dengan yang lain. Dengan harapan semoga apa yang kita bagi pun bisa memberikan manfaat meskipun sekedar semangat atau motivasi kepada orang lain :)
Baca Baca Baca..
Kata itu juga yang menjadi wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui malaikat Jibril.
Baru baru ini aku menyadari ada doa yang selama ini terlewat dan belum kupanjatkan kepada Allah untuk sang buah hati. Aku lupa mendoakan agar Anakku nanti diberikan karunia untuk selalu senang membaca dan senang belajar. Hal sederhana yang sering terlupa tapi menurutku sangat penting.
Hingga umur 28 tahun ini, aku begitu sadar betapa pentingnya rasa senang membaca. Dengan membaca, kita jadi bisa banyak tahu dan wawasan kita pun akan semakin luas dan bertambah. Membaca benar-benar tidak merugikan sama sekali.
Aku pun menyadari bahwa rasa senang membacaku hingga saat ini tumbuh karna kebiasaan dan didikan sederhana di kala kecil. Dulu di zaman kecilku, tidak ada handphone, komputer, atau laptop secanggih sekarang, hiburan kami (anak-anak di kala itu) berputar di antara bermain di luar rumah, lari-lari, nonton kartun di TV (yang waktu itu sangat berlimpah dan begitu menarik bagi kami) dan juga membaca buku.
Tantangan untuk mendidik dan membiasakan anak untuk membaca buku di era saat ini mungkin lebih menantang, karna ada banyak hal lain seperti Handphone, Youtube, dan Game yang begitu lebih menarik jika anak sudah mengenal hal-hal tersebut.
Jadi mulai sekarang aku mulai menambahkan doa baru untuk anakku kelak. "Semoga dia menjadi anak yang selalu senang membaca dan senang belajar".
Aaamiin..
Kenapa akhir-akhir ini aku jadi senang dan kembali mulai menulis lagi? Ternyata buatku menulis itu adalah sarana bagi diriku untuk berekspresi, menuangkan segala perasaan-perasaan baik itu senang; semangat; termotivasi; dan lain sebagainya, aku ingin perasaan terutama rasa yang baik ini bisa terkenang dan bisa membawa ke-positif-an di kemudian hari. Selain itu, menulis menjadi salah satu sarana bagiku untuk berbincang dengan diriku sendiri, menyelami diri sendiri, beromantis ria dengan diri sendiri dan lebih mengenal serta menyayangi diri sendiri.
Rasanya banyak sekali pikiran-pikiran yang terlintas di otak, benak dan hati. Setelah dipikirkan kembali, kenapa tidak kutuliskan saja perasaan ini, sehingga bisa menjadi sarana bernostalgia dengan diriku di masa lalu. Dan benar menulis menjadi suatu hal yang kutemukan kembali sebagai suatu hiburan yang amat sangat menyenangkan..
Ada perasaan yang menyenangkan sekali di momen-momen tertentu, seperti: saat menemukan dan bisa berada dalam lingkungan orang yang begitu hebat dan positif, begitupun saat menyelami dan belajar suatu hal lantas banyak pengetahuan dan hikmah baru yang bisa kita dapatkan dan petik
Memang kalau bekerja dengan niat ingin menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, berupaya semaksimal dan optimal mungkin serta ada keinginan kuat untuk terus belajar; begitu pekerjaan telah selesai dilakukan rasanya PUAS sekali hati dan diri ini. Rasa puas ini benar-benar menyenangkan yaaa..
Akhir-akhir ini entah kenapa aku merasa excited dan happy terkait pekerjaan, dan tulisan ini dibuat untuk menyalurkan perasaan yang ada di diri ini supaya suatu saat bisa kubaca lagi atau mungkin bisa jadi bahan pembelajaran buat diriku sendiri.
Jadi saat ini aku dalam kondisi hamil dan diberikan kelonggaran untuk dapat bekerja work from home karna sedang mewabahnya pandemi Covid-19. Aku pribadi merasa justru dengan work from home ini aku bisa bekerja secara efektif dan efisien. Walaupun kadang memang rapat dan diskusi harus dilakukan melalui aplikasi dan secara online, tapi selama tidak ada gangguan jaringan, rasanya semua tetap bisa berjalan dengan lancar.
Di masa work from home ini aku sedang dilibatkan pada suatu proyek tertentu. Awal-awal ketika ditunjuk dalam tim, rasanya sungguh minder, bahkan hingga saat ini minder itu masih ada. Jadi, proyek ini diisi oleh orang-orang yang punya pemahaman, kapasitas dan pengalaman yang menurutku sudah sangat luas di bidang tersebut. Sedangkan aku hanyalah pemain baru dalam topik ini dan masih harus banyak sekali belajar.
Tapi ada banyak hal yang menyenangkan dari proyek dan tim ini. Karna diisi oleh orang-orang yang begitu hebat di mataku, aku yang minim pengetahuan dan pengalaman ini jadi bisa belajar mengamati bagaimana tim yang baik ini bekerja dan bagaimana cara berpikir orang-orang tersebut. Walaupun aku tak banyak bicara dan memberikan masukan, hanya sekedar mengoreksi masalah format penulisan dan hal-hal non substantif, namun sekedar diam dan memperhatikan dalam tim ini sungguh membawa banyak sekali pengalaman dan pengetahuan bagiku. Terlebih lagi tim ini juga di-supervisor-i oleh salah satu orang hebat dan bisa dikatakan terbaik di bidang ini, sehingga cukup diam memperhatikan saja sudah banyak memberikanku banyak hal.
Rasanya bersyukur sekali memang jika kita bisa berada di lingkungan yang positif dan diisi dengan orang-orang yang luar biasa. Akupun belajar bahwa ternyata orang-orang hebat ini juga termasuk orang yang low profile, tidak neko-neko dan mereka dikenal bukan karna banyak komentar atau eksistensinya di dunia maya tapi justru dikenal karna prestasi-prestasi dan dedikasi yang mereka torehkan.
I dont want to regret this moment because there is thing that we only can do this time either for ourself, our family, or our future