Tumbuhkan rasa sayang ku pada seseorang yang saat ini bersama ku, Ya Rabb
Tingkatkan pula keimanan ku terhadap-Mu
Jangan biarkan aku jauh dari-Mu
Misplaced Lens Cap
No title available

★

oozey mess
One Nice Bug Per Day

Kiana Khansmith
Stranger Things

Origami Around
AnasAbdin

ellievsbear
YOU ARE THE REASON
trying on a metaphor
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Andulka
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
almost home

Janaina Medeiros
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Nepal

seen from Argentina

seen from Ukraine
seen from Iraq
seen from Oman

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Brazil
seen from Peru

seen from Germany
seen from Costa Rica

seen from Canada

seen from Malaysia
@anisetyo
Tumbuhkan rasa sayang ku pada seseorang yang saat ini bersama ku, Ya Rabb
Tingkatkan pula keimanan ku terhadap-Mu
Jangan biarkan aku jauh dari-Mu
Teruntuk Ibuk,
Ibuk, ini anakmu. Aku sangat merindukanmu. Saat ini jarak kita jauh. Ibuk semoga ibu sehat selalu di kampung ya.
Buk, maaf aku akan jarang pulang. Buk maaf, aku minta maaf sedalam dalamnya. Maaf belum bisa membahagiakanmu ...maaf buk
Bolehkah aku merasakan bahagia?
Kenapa ada orang yang tak menginginkan aku bahagia?
Bolehkah aku tetap mengutarakan yang kurasakan disini.. tak apa Tak ada yang membacanya
Aku hanya ingin mencurahkankannya
Rasanya sudah sesak sekali memendam kesedihan. Sendirian
Rasanya pengertian, perhatian yang aku tunjukkan tak pernah ada artinya
Kita sama sama terlahir dari sebuah luka.
Apa kita bisa menjadi saling menyembuhkan ?
Apa kita bisa saling bahagia?
Kita yang pegang kendali atas diri kita sendiri.
Apapun pilihan yang kita ambil, semua ada risiko.
TERIMA KASIH
Rasanya seperti kemarin aku merantau di Jakarta dan Bekasi. Ternyata sudah 5 tahun berlalu.
Hari demi hari begitu cepat berlalu. Begitu mengalir sampai aku merasa semua kenangan nampak begitu indah dalam lamunan.
Aku merindukan orang-orang yang aku temui pertama kali saat aku ke Jakarta. Aku merindukan sosok yang begitu menginspirasi dan berhasil membantu ku untuk keluar dari zona nyaman.
Terima kasih.
Bersyukur kepada Allah yang sudah memberikan aku kesempatan hidup. Sudah mengizinkan aku berada di dunia ini dalam keadaan sehat. Alhamdulillah.
Terima Kasih.
Terima kasih kepada guru sekolahku (Bu Fitri) yang memgenalkan aku dengan temannya (Bu Riris dan Alm
Pak Aris) yang mau mengajakku untuk bergabung di Yayasan Anak Bangsa Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang baik.
Aku sangat merasakan betapa berbedanya aku setelah merantau. Aku merasa mempunyai mental yang lemah. Tapi semenjak merantau alhamdulillab perlahan lahan aku bisa membuka pemikiran-pemikiran aku tentang kerasnya dunia ini.
Terima kasih kepada orang-orang yang berada disekitarku. Rasanya seperti mendapatkan keluarga kedua yang penuh support.
Tahun 2015 aku bekerja disebuah daycare di Metland Cibitung. Daycare adalah tempat penitipan Anak. Setiap pagi sampai sore aku bekerja menjaga anak-anak yang dititipkan oleh orang tuanya karena mereka harus bekerja. Di usia 17 tahun pada saat itu aku merasa perasanku masih sedikit labil dan masih belum bisa mengelola perasaan yang kadang masih kesal secara tiba-tiba.
Namun di daycare ini aku belajar bagaimana kita harus sabar. Alhamdulillah teman-teman di daycare sangat positif dan baik-baik. Mereka mengajariku tentang agama dan yang lainnya. Menjaga anak-anak disana membuatku melatih kesabaran. Membuatku melatih cara bersikap dengan anak-anak. Melatihkan untuk mengucapkan dan mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak-anak. Karena sikap anak-anak bisa dibentuk dari dini.
Terkadang sedih banget melihat anak-anak ini. Karena setiap hari senin sampai dengan jumat mereka harus menghabiskan waktu bermainnya bersama orang lain, bukan bersama orang tuanya. Ya hanya sabtu dan ahad saja mereka bisa main bersama orang tuanya.
Sekarang aku benar-benar merindukan mereka. Merindukan orang anak -anak daycare dan bunda-bunda yang membantu menjaga mereka. Semoga semunnya sehat dan selalj dalam lindungan Allah. Aamiin
Terima kasih.
Bekasi Timur, 16 Oktober 2020
“How beautiful to find a heart that loves you, without asking you for anything, but to be okay.”
— Khalil Gibran (via quotemadness)
“Tidak, aku tidak menyesal pernah mencintaimu. Aku hanya sedikit kesal karena pernah percaya bahwa kau juga merasakan hal yang sama.”
— (via mbeeer)
Ayah... Dalam hening sepi aku rindu
“Kunci produktif itu sederhana. Kamu punya tujuan dan kamu punya target untuk mencapai tujuan itu. Satu lagi, enggak membuat-buat alasan untuk menunda-nunda.”
— Robi Afrizan Saputra
Kalau kamu menjadi orang baik, kamu akan disukai banyak orang. Tapi jika kamu menjadi orang yang mengajak kebaikan, kamu akan mulai dibenci sebagian orang.
Choqi Isyraqi (via choqi-isyraqi)
Biasakan untuk biasa saja.
Yang terberat itu bukan bagaimana mendapatkan sesuatu, tapi yang terberat itu melepas sesuatu yang bukan milik kita tapi kita merasa memiliki seutuhnya, seperti barang, jabatan, pekerjaan dan apapun yang sekarang sedang ada padamu. Gampang kok bagi Allah buat bikin semua tadi hilang. Gunain buat kebaikan, mumpung masih Allah titipi.
Jangan mencintai terlalu dalam, karena saat ia hilang kamu pasti akan sangat sakit hati. Tanamkan dalam jiwa bahwa semuanya ini akan ada masa pisahnya, tanpa pemberitahuan atau permisi. Mereka yang berat melepas, adalah mereka yang terlalu menggenggam cintanya, padahal soal hati itu tidak ada yang pasti, yang pasti hati itu selalu bergejolak dan berubah-ubah rasanya. Dan semua yang berlebihan, sudah pasti tidak baik.
Biasakan untuk biasa saja, biasakan merasa bahwa semuanya titipan, biasakan untuk menerima.
@jndmmsyhd
Ditenangkan lagi takbirnya, dipanjangkan lagi rukuknya, dilemaskan lagi sujudnya, dan diresapi lagi hatinya. Sholat itu soal meminta dan mengharap, bukan lomba. Karena ada orang yang raganya sholat tapi hati dan pikirannya tidak, sibuk pada urusan dunia dan gelisahnya. Seperti orang meminta tapi tidak beradab. Apa iya kaya gitu caranya sholat ? Wajar jika pinta dan doa masih jauh dari kata ijabah.
Ikhtiarmu
Sulitnya menerima sebuah keputusan berawal darimu yang terlalu mengandalkan usaha dan mengedepankan tangan manusia, benar jika sesuatu itu haruslah diusahakan, untuk mendapatkan sebutir nasi saja harus ada usahanya. Tapi jangan sampai kamu terlalu sombong sampai-sampai berdoa saja sering kamu lupa, untuk urusan makan sehari-hari saja orang sholih terdahulu pasti berdoa sebelum mendapatkannya. Jangan sombong, hingga doa saja kamu jarang.
Hari ini aku mendapat pelajaran yang terlupa, seorang temanku berusaha untuk mendapatkan dan melamar seorang perempuan, ia menunggu sampai selesai kuliah dan mengumpulkan perbekalan untuk membelikannya mahar dan rangkaian peralatan untuk calon istrinya. Aku salut dengan perjuangannya, tanpa ada kontakan, hanya ada usaha dan doa.
Tapi semuanya terasa hancur saat ternyata ia gagal mendapatkan perempuan yang ia idamkan, tersebab sudah ada yang melamar. Hancur baginya tapi lebih hancur lagi hatiku saat ia berkata bahwa usahanya telah maksimal, tidak mungkin ia gagal dengan semua usahanya dan perjuangannya. Seakan temanku lupa tentang arti sebuah ketentuan, ia terlalu larut dalam impiannya tanpa menyerahkan semua keputusan pada Allah. Seorang yang belajar agama hampir 4 tahun, terkadang lupa arti ikhtiar itu kewajiban, dan sebuah kewajiban pula baginya untuk menerima hasil dari tuhannya.
Apa yang menjadikan manusia terlalu berharap pada angan-angannya ketimbang hasil dari-Nya ? Entah karena ia kurang menyerahkan semua urusan pada Allah, atau terlalu besar ambisi untuk mendapatkan sesuatu lalu lupa berdoa untuk meminta hasil yang terbaik dari-Nya.
“Ya Allah, ingatkanlah aku dengan kelembutan saat aku mulai berharap pada dunia dan tangan manusia, sesungguhnya semua urusanku ada pada-Mu, permudahlah urusanku, condongkanlah hatiku pada-Mu. Cukuplah Allah bagiku”
Hidup bukan hanya masalah mendapatkan jodoh. Kasihan, pada mereka yang mati-matian berjuang untuk mendapatkan jodohnya tapi ditengah jalan Allah panggil dia, sementara perbekalannya hanya seputar jodoh. Kesibukanmu adalah bagian dari cara matimu.
Sia-sia hidupmu jika hanya kamu habiskan untuk seputar menunggu jawaban, terperangkap dalam 1 hati manusia, berharap ia menerima dan mencintaimu. Terlalu dangkal pikiranmu jika hanya seputar bagaimana memenangkan hati manusia, berharap matanya hanya tertuju padamu. Hidup terlalu sempit jika hanya berisikan ini, terlalu mubazir usia jika dihabiskan hanya seputar ini. Sementara kamu tau bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja.
@jndmmsyhd
Seharusnya memang tidak perlu ada apa kabar, karena tentu saja akan kamu jawab dengan baik-baik saja. Menyesal telah menanyakan pertanyaan yang sangat amat klise itu pun tidak akan membantu apa-apa. Pesan singkat yang berisi aku baik-baik saja pun masih menjadi pesan terakhir di layar ini. Jadi, apa kabar pun tak dapat mengubah apa-apa. Aku dan kamu masih sama. Asing.