Aku tak ingin menyerah tanpa meluruskan semuanya. Aku tak ingin menjalani kehidupan yang menyedihkan dengan berpura-pura semua baik-baik saja.
almost home
occasionally subtle
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
Monterey Bay Aquarium
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

ellievsbear
YOU ARE THE REASON

Product Placement
Peter Solarz

if i look back, i am lost
NASA

#extradirty
I'd rather be in outer space 🛸

Janaina Medeiros
DEAR READER
Keni

pixel skylines
trying on a metaphor
i don't do bad sauce passes

seen from Bulgaria

seen from Denmark

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Denmark
seen from United States

seen from United States

seen from Denmark
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Denmark
seen from United States

seen from Germany
@ansopiy
Aku tak ingin menyerah tanpa meluruskan semuanya. Aku tak ingin menjalani kehidupan yang menyedihkan dengan berpura-pura semua baik-baik saja.
38 tahun
Banyak advertiser, affiliator, seller A, seller B, menampilkan penghasilan yang tinggi pada iklannya, mengajak kita untuk ikut pada sistem mereka. Aku mau kasih nasehat yang menenangkan kamu ketika melihat, entah pencapaian mereka itu benar atau cuma kamuflase.
Fenomena itu memang “mengganggu batin” kalau tidak disikapi dengan benar. Bukan karena mereka salah—tapi karena kita jadi tanpa sadar membandingkan perjalanan kita dengan panggung orang lain.
Coba lihat dengan lebih jernih.
Pertama, tidak semua yang ditampilkan itu utuh. Yang kamu lihat biasanya adalah highlight, bukan keseluruhan cerita. Ada biaya yang tidak disebutkan, kegagalan yang disembunyikan, bahkan kadang angka yang dibingkai sedemikian rupa agar terlihat “wah”. Jadi kalau pun itu benar, tetap saja itu versi terbaik yang dipilih untuk ditampilkan.
Kedua, kalaupun itu benar, itu bukan ukuran hidupmu. Rezeki itu bukan lomba lari dengan garis finish yang sama. Ada yang memang jalurnya cepat di bisnis digital, ada yang bertumbuh pelan tapi kokoh. Memaksakan diri mengikuti ritme orang lain justru sering membuat kita kehilangan arah.
Ketiga, yang dijual seringkali bukan sistem—tapi harapan. Dan harapan itu mahal. Orang rela bayar bukan karena sistemnya sudah pasti berhasil, tapi karena ingin “punya kesempatan” seperti yang ditampilkan. Ini bukan berarti semuanya buruk, tapi kamu perlu sadar: kamu sedang ditawari mimpi, bukan jaminan.
Keempat, tenangkan diri sebelum memutuskan. Kalau setiap lihat angka orang lain kamu jadi gelisah, itu tanda bukan kamu yang mengendalikan pikiran—tapi kamu sedang dikendalikan emosi. Dalam kondisi seperti itu, keputusan hampir pasti tidak jernih.
Nasehat sederhananya begini:
Tidak semua yang terlihat besar itu nyata, dan tidak semua yang terlihat biasa itu gagal.
Kamu tidak perlu ikut semua sistem. Kamu hanya perlu menemukan satu jalan yang kamu pahami, kamu jalani dengan sadar, dan kamu sabar di dalamnya.
Kalau mau lebih aman dalam bersikap, pegang ini:
Jangan iri pada angka yang kamu tidak tahu prosesnya
Jangan tergoda oleh hasil yang kamu belum pahami risikonya
Jangan meninggalkan jalanmu hanya karena melihat jalan orang lain terlihat lebih cepat
Pada akhirnya, yang membuat hidup tenang bukan “ikut yang paling cepat kaya”, tapi tahu kenapa kamu berjalan, dan ke mana kamu menuju.
Kebanyakan sharing menandakan jauh di lubuk hatimu kamu kehausan validasi orang lain. Tapi ego cuma selayaknya cangkir tak berdasar, sebanyak apa pun kamu isi egomu dengan validasi orang lain, cangkir egomu tak pernah benar-benar penuh.
Dulu kita diajarkan: kalau mau sukses, harus ambisius. Harus kelihatan lapar. Harus ngejar. Harus nunjukin. Semakin terlihat ambisius, semakin dianggap serius.
Tapi makin ke sini, kok rasanya beda. Yang benar-benar melangkah jauh, justru sering kelihatan… biasa aja.
Nggak banyak ngomong. Nggak sibuk pamer target. Nggak terlalu ingin dilihat. Dan ternyata, mereka bukan nggak punya ambisi. Mereka cuma nggak butuh menunjukkannya.
Karena ambisi yang berisik, seringkali cuma ingin dilihat. Sedangkan ambisi yang matang, sibuk bekerja.
Dulu kita fokus: “Gimana caranya orang lihat saya sukses?”
Sekarang mulai sadar: “Gimana caranya saya benar-benar bertumbuh, walaupun nggak ada yang lihat?”
Ambisi itu nggak hilang. Dia cuma berubah bentuk.
Dari yang keras jadi tenang.
Dari yang butuh validasi jadi cukup tahu diri.
Dari yang ingin cepat terlihat jadi tahan lama.
Dan mungkin… ini fase yang lebih jujur.
Karena pada akhirnya, yang paling jauh melangkah bukan yang paling berisik, tapi yang paling konsisten berjalan.
Diam-diam, tapi dalam.
Jalannya mulai tampak,
Ketika kamu mulai berjalan.
Berjalanlah…
Mimpi tidak akan mati, selama pemiliknya juga tidak mati.
Kadang kita mikir hidup ini soal keberuntungan. Padahal seringnya… cuma soal kebiasaan.
Dompetmu hari ini bukan hasil satu keputusan besar, tapi hasil dari ratusan keputusan kecil: beli atau nggak, nabung atau nanti saja, disiplin atau “ah, sekali ini aja”.
Berat badan juga begitu. Bukan karena satu kali makan banyak, tapi karena pola yang pelan-pelan jadi rutinitas.
Pengetahuan? Bukan karena kamu pernah ikut satu seminar keren, tapi karena kamu mau duduk diam dan belajar, walau cuma sebentar, tapi rutin.
Rumah rapi? Itu bukan bakat. Itu kebiasaan kecil yang nggak ditunda.
Hidup ini jujur banget.
Ia nggak peduli kamu ingin jadi apa.
Ia cuma mengikuti apa yang kamu ulang setiap hari.
Kita sering berharap hasil besar, tapi masih setia pada kebiasaan lama.
Dan hidup cuma bilang, “Oke, kalau itu yang kamu ulangi, itu juga yang akan kamu dapat.”
Jadi mungkin pertanyaannya bukan, “Kenapa hasilku begini?”
Tapi, “Apa yang sebenarnya tiap hari aku biasakan?”
Perbaikan kecil memberi kesan kalau kita bisa mengendalikan hidup. Nantinya kamu akan lebih percaya diri lagi, dan kalau saya sih biasa mulai dengan membaca buku.
Rasa sakit menandai kita masih hidup. Merasakan sakit orang lain menandai kita masih manusia.
Ketika ada masa di mana kita berhenti untuk saling bicara dan setiap dari kita sulit untuk kembali, kirimkan saja aku sebuah lagu; Aku akan mendengarnya.
Tidak semua pertemuan jadi perkenalan. Tidak semua perkenalan jadi pertemuan. Kita kenal tapi tak pernah bertemu dan ketika bertemu pun kita tidak pernah saling mengenali. Ribet!
Taman yang indah membutuhkan penjaga (taman) yang baik.
Apa yang kamu cari, mencarimu juga.
Untuk tertidur, kamu harus pura-pura tidur lebih dahulu.
Dan, ya, ini bukan soal “tidur”.
Kamu tidak akan menang dengan reaksimu—kamu menang ketika kamu menaikkan levelmu.
Kita dilahirkan untuk berguna, bukan ‘sempurna’.