Setelah urusan perlengkapan selesai. Aku bersiap untuk keberangkatan ke Kitakyushu, Jepang. Pesawatku berangkat dari Lampung tanggal 27 September 2016 malam. Sampai di Jakarta, aku memilih bermalam di bandara, karena pesawat ke Fukuoka harus check in pukul 04.30 WIB. Wa ha ha, pengalaman pertama bermalam di bandara ternyata banyak yang seperti aku. Memilih menghabiskan malam di ruang tunggu atau di mushola mengingat pagi-pagi harus check in.
Heu… badan rasanya yaaa, pegel! Well, perjuangan. Sekitar pukul 03.30 aku sudah bergerak untuk check in, karena baru pertama kali menjajal penerbangan luar negeri, aku nggak mau ada apa-apa. Nah, baru sampai gerbang penjaga paling luar, aku sudah ditanya passport ho ho.. rasanya ke luar negeri. Check in berjalan dengan wajar, bedanya dengan penerbangan domestik ya tanda pengenalnya. Kalau penerbangan domestik KTP; kalau penerbangan internasional Passport dan visa.
Pesawatku tepat waktu, nggak lama setelah aku masuk pesawat ada sedikit pengarahan melalui video yang ditayangkan pada layer dimasing-masing kursi, udah deh pesawat take off. Rute penerbanganku Jakarta – Fukuoka ini, transit 2 kali di Hong Kong dan Taipe. Kebayang gimana capeknya ._.
Pukul 10.00 waktu Hong Kong, pesawat landing di Bandara Internasional Hong Kong. Aku roaming bahasaaaaa…… Cina semua, tulisan kanji semua… :O :O
Ini wajah bumil super capek 0.0
Di Bandara Hong Kong puyeng nyari tempat transit ._. Cuma berbekal layar informasi yang ditempel di tiap dinding bandara yang isinya jadwal penerbangan berbagai maskapai dan berganti-ganti tiap 30 detik. Saking bingungnya, mual muntahnya kambuh. Duh, dedek bayi ikutan pusing kali yah. Aku juga terkesima dengan toilet di Hong Kong, nggak ada yang buat ngebersihin uretra setelah buang air kecil. @.@
Setelah bertanya-tanya dengan para petugas bandara, akhirnya aku paham apa yang harus kulakukan. Lihat jadwal pesawat, langsung ke petugas pemeriksaan aja. Nanti di layar informasi kita bisa tahu, di gate berapakah pesawat kita akan take off. Kita harus sudah di gate itu pada saat boarding pass.
Anyway, Bandara Internasional Hong Kong, luas sekali euy. Lelah hayati jalan kaki padahal belum tawaf bandara itu. Selain itu, masing-masing gate sudah terhubung via jalur kereta, jadi efisien gitu. Bandara di Indonesia masih pake bus untuk antar jemput penumpang, di Hong Kong sudah terintegrasi dengan kereta.
Jadwal pesawatku berangkat ke Fukuoka yaitu pukul 14.50, pada kenyataannya ada delay hingga pukul 17.00 waktu Hong Kong, karena di Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan sedang super sibuk. Heu….. Perkiraanku sepertinya akan bermalan di Taoyuan. Pada pukul 19.00 waktu Taipe, pesawat mendarat dengan selamat. Dan benar, ternyata di Fukuoka ada typhoon memang sedang musim katanya. Akhirnya penerbangan kami ke Fukuoka ditunda sampai besok pagi. O.o
Senyum lelah bersama Yoshi-san. Kami sama-sama mau ke Fukuoka dan kena delay.
Ada untung ada rugi, untungnya maskapai kami sangat bertanggung jawab terhadap delay ini. Kami diinapkan di hotel mewah, bintang 5 @.@ di Kota Taoyuan, dipesankan tiket pesawat ke Fukuoka, dan aku mendapatkan pengalaman menginjakan kaki ke Taiwaaaaan! Ruginya, hmm…. Badan capek walaupun udah istirahat di hotel mewah pun tetep capek, karena belum nyampe ke tempat tujuan. Cuma istirahat kurang dari semalam, jadi belum berasa fresh. Pagi-paginya kami harus berangkat pukul 04.30 waktu Taipe, ngejer pesawat pagi biar nyampe di Fukuoka-nya nggak terlalu sore. No problem, ini servis yang luar biasa menurutku.
Bersama Ibu Nisya dari IPB -beliau udah doctor lho- masih dengan senyum lelah
Next, penerbangan ke Fukuoka sekitar pukul 06.00 waktu Taipe. Fiuh… akhirnya terbang juga. Diperjalanan aku nggak lepas dari mual dan muntah, dikasih breakfast sih dari hotel. Cuma breakfast-nya adalah sandwich, yang mana aku g terlalu suka ._. Asam lambungku lumayan tinggi, karena nggak diganjel sama sarapan berat. Di pesawat, aku minta teh anget dan gula. Mbak-mbak pramugarinya bingung,
P : This is green tea, not black tea. You don’t need sugar to drink it.
M: But I need sugar to drink it. Please….
Langsung aku dikasih gula, he he aku jarang minum teh nggak pake gula.
Sekitar pukul 10.00 JST, kami mendarat di Fukuokaaaaaaa. Alhamdulillah, kami disambut rintikan hujan, berkah berkah. Aku agak roaming lagi, tapi akrab dengan bahasa yang kudengar. Kore wa Nihongo da yo ne! ha ha sayangnya aku masih sangat patah-patah dalam menggunakan bahasa unyu ini. Hanya sedikit sekali yang bisa kugunakan untuk komunikasi. I feel like home, here. Saking pengennya ke Jepang kali yah!
Ternyata proses imigrasi ngantri luar biasa. Hampir 1 jam sepertinya untuk bisa lolos masuk ke Fukuoka, karena banyak warga negara non Jepang yang mengunjungi Fukuoka. Setelah proses imigrasi selesai, mulailah mencari how to get Kitakyushu? Ada 2 pilihan.
1. Menggunakan Highway Bus durasi 2 jam, langsung naik dan langsung turun di Kokura-eki. Itu tempat registrasi peserta konferensi. Harga tiket hanya ¥ 1230 --- Ini murah!
2. Menggunakan Shinkansen. Musti ke Hakata Station dulu (10 menit), terus ganti kereta Shinkansen ambil rute Kokura Station (15 menit). Harga tiketnya mencapai ¥ 2110. --- wow! Tapi Shinkansen nggak mengecewakan. Karena super cepat. Durasi perjalanan 2 jam, bisa ditempuh dengan waktu kurang dari 15 menit. O.O
Karena pada saat itu saya sudah lelah, males jalan-jalan kemana-mana lagi. Saya bersama rekan-rekan memutuskan untuk menggunakan bus. Tinggal naik, duduk, nyampe. Nggak apa-apa lama, bisa tidur di bus.
Bapak Supir Highway Bus Fukuoka yang selalu rapi, ramah, dan berseragam lengkap.
Kami sampai di Kokura Station sekitar pukul 15.00 JST, Alhamdulillah. Langsung ke tempat registrasi, dikasih welcome pack, dikasih dana award dan subsidi (bagi yang mendapatkan) dan bisa istirahat di hotel masing-masing. Fiuuuuh…….!