Ridho Allah
Aku mau berbagi cerita pengalaman. Aku buka dengan surat Muhammad ayat 7 ya
Bismillahirrahmanirrahim
Yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Referensi: https://tafsirweb.com/9643-quran-surat-muhammad-ayat-7.html
Dari surat muhammad ayat 7 jelas kan kalo kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Kepercayaan dan pemahaman ini sudah mendarah daging diantara teman-teman yang mengaku sebagai aktivis dakwah di kampus (wih wow banget ya).
"Amanah tak salah memilih pundak". Gilaa kalimat ini berat banget. Seolah kita tu udah panteslah ya pegang amanah. Dulu aku dapat kalimat ini rasanya kaya "apaan deh mba, aku loh gasuka disuruh pegang amanah sebagai X. Aku lebih suka jadi jundi aja, jadi pasukan biasa aja, gamau disuruh pegang amanah. Males". Kemudian ada juga mba-mba bilang "dek, amanah itu taruh di hati jangan di pundak kalo di pundak suatu saat bisa jatuh tapi kalo di hati akan selalu dibawa kemanapun". Speechless dengernya tapi tetep aja rasanya kok ngga enak aja dapat amanah di lembaga wkwk, aku takut di akhir jaman nanti LPJku belum tuntas😭
Suatu ketika, tiba-tiba namaku masuk bursa (kaya saham aja) buat ditaruh mengisi jabatan tertinggi di suatu organisasi. Sebenarnya sebelum ini terjadi aku udah ngerasa aja dan aku mencoba melobi orang-orang bahwa "jangan sampai namaku masuk". Gila apa udah umur berapa, mau lulus kapan aku (ceritanya aku ngamuk si haha). "Tenang Rin tenang, namamu masuk cuma buat ngeramaikan aja". Halah pret (kok jadi kasar ya aku🤣)
Hari itu tiba, pukul 22.00 ada WA masuk "Rin selamat ya, jadi xxxx". Itu aku buka WA dengan kondisi mata mengantuk berat karena ketiduran habis isya😅. Detik itu juga aku langsung melek, jantungku berdetak kencang tapi bukan jatuh cinta (plak) melainkan nahan amarah. Detik itu juga aku langsung WA orang-orang dengan bahasa kasar-marah-kecewa karena merasa pendapatku sebelum ini semua terjadi ngga di dengar. Halo mohon maap, katanya kalian udah bilang "ngga ngga, namamu hanya untuk meramaikan saja". Seketika aku kecewa dengan mereka semua wakaka sampe sekarang ini kalo inget rasa kecewa dan kesal itu datang lagi. Duh maap bukan mau dendam tapi bagiku ini termasuk dzolim ke aku. Aku merasa seperti penjahat. Nanti kuceritakan setelah ini kenapa aku merasa seperti penjahat.
Oke 1 bulan awal aku dengan terpaksa datang syuro' dimana syuro' tersebut menurutku ngga ada hasilnya deh. Kosongan. Bodoamat aku nulis gini yang baca ngamuk silahkan toh ini semua dari sudut pandangku haha. Lama-lama aku berpikir ngga bisa aku seperti ini. Aku harus menolak amanah ini. Udah bukan waktunya aku disini, aku harusnya berkembang di tempat lain. Sekali lagi bukan karena pilih-pilih amanah tapi aku yakin, posisi ini harusnya diisi adik-adik bukan aku yang bentar lagi mau lulus. Balik lagi ke awal mula kuliah, tujuan kuliah adalah amanah dari orangtua. Itu yang kuutamakan.
Singkatnya aku dan 3 orang ketemu. Intinya aku gamau megang jabatan ini. Gamau ngurus-ngurus lagi. Aku hanya mau fokus 1 hal yaitu lulus tepat waktu dan segera kerja. Nah disaat itu juga entah kenapa aku mendapat ancaman halus seolah-olah kalo aku ngga megang jabatan ini artinya aku menolak panggilan, artinya aku menolak menolong agama Allah, artinya ketika namaku yang keluar dari hasil syuro' itu aku menolak amanah dari Allah. Lha gimana dah aku balik nanya sekarang kalian nentukan namaku karena emang ngga ada orang lagi, kedua aku ngga yakin ini hasil syuro' yang diberkahi Allah. Kenapa? Karena aku ngga yakin kalian tilawah dulu, tahajud dulu dan ruhiyah lainnya samaan bagaimana kalian memenuhi hak-hak sodara kalian yang secara ngga langsung merasa terdzolimi. Asli, aku baru tau kebusukan ini dan aku benar-benar2 kecewa. Afwan jiddan ye, sejak itu aku ngga bisa percaya lagi dengan kalian semua hahaha.
"Mba arin menolak ini berati mba arin paham kan bahwa kalo kita menolong agama Allah nanti Allah akan menolong urusan-urusan mba arin. Tapi kalo mba arin hanya pura-pura semoga Allah ngga menimpakan sesuatu hal ke mba arin"
Astaghfirullahaladzim jahat banget aku digituin😢. Padahal aku beneran mau lulus, coba kalo hari itu aku ngga mengundurkan diri bisa jadi sekarang aku masih pengangguran. Naudzubillah
Mohon maap banget buat yang masih aktif di kampus, jangan bawa-bawa ayat Allah buat mengancam orang lain. Boleh mengingatkan sodaranya kalo sedang luput tapi caranya ngga seperti ini. Aku sampe kaget bener aku digituin. Seolah-olah satu-satunya jalan untuk menolong agama Allah adalah menduduki posisi jabatan tersebut. Padahal masih banyak cara kokk😭 kamu ngajak temen ke masjid, kamu ngajak infaq bersama, kamu ngajak puasa itu juga bagian dari menolong agama Allah. Dan lagi tujuan utamaku melepas itu semua karena aku emang mau memenuhi hak ku sebagai anak buat lulus tepat waktu, hak ku sebagai kakak tingkat untuk memberikan kesempatan ke adik-adik untuk belajar berorganisasi.
Waktu pun berlalu. Alhamdulillah aku lulus tepat waktu dan setelah wisuda aku diterima kerja yang insyaAllah diridhoi Allah. Soalnya pas do'a dulu minta kerja yang gajinya ngga riba, terus berkah alhamdulillah dijawab Allah ya disini tempatnya (di sebuah instansi pemerintah hehe). Terus ku lihat 3 orang yang pernah bincang-bincang denganku dulu, ada yang tersendat di skripsinya, ada yang sudah bekerja juga. Intinya bukan mau ngatain kalo kelamaan di kampus terus masih aktif di organisasi, kuliahnya jadi tersendat. Bukan itu tapi "Allah itu melihat hati hambaNya. Manusia hanya bisa prasangka dan seringnya prasangka buruk". Allah tau mana yang bener-bener jujur dan mana yang ngga jujur. Allah itu ngerti banget kondisi kita seperti apa tapi namanya manusia malah suudzon. Gitu si
Dan kita yang sedang berada di kondisi di-suudzonin orang-orang harus ngebuktikan kalo kita itu serius. Buktikan juga kalo kalian ngga omdo aja. Buktikan kalo melepas amanah untuk tujuan yang lebih utama (bahagiakan orangtua) ya lakuin jangan jadikan alasan karena emang udah males ngurus organisasi terus skripsi ya ngga disentuh. Sama aja bohong (karena banyak kasus seperti ini makanya aku dikatain gitu😅)
Singkatnya begini, ketika kamu menolak amanah karena memang ada suatu hal lain yang lebih diutamakan dan itu sifatnya lebih utama (contoh: membahagiakan orangtua karena kita bisa lulus tepat waktu, nilai memuaskan, ngga bayar UKT lagi, bisa eksplor kemana-kemana buat apply beasiswa atau kerja) ya lakukan itu. Inget lagi hadits yang berbunyi ridho Allah tergantung pada ridho orangtua. Murka Allah tergantung pada murka orangtua (HR. Tirmidzi)
(Lanjut di part 2 yakk. Masi kerja ini wkwk nulis malam-malam dilanjut pagi tadi sebelum olahraga kantor di mulai haha terus langsung kerja deh)










