Sepucuk Surat Seorang Ayah
(Sebuah Nasehat kehidupan untuk sang pengendara Malam dan siang)
Hidupkanlah hatimu dengan menerima nasehat
Padamkan nasfsumu dengan zuhud dan kekuatan keyakinan
Terangi hatimu dengan hikmah,
dan tundukan dia dengan mengingat maut serta mantapkan ia dengan kesadaraan akan kepunahan segala sesuatu yang berada di alam alam raya
Tunjukan kepadanya yakni kepada hatimu, aneka petaka dadakan di dunia
Tunjukan peringatkan dia dengan pergolakan masa dan keburukan yang terjadi pada pergantian malam dan siang.
Paparkan ke benakmu sejarah generasi masa lalu,
dan ingatkan benakmu tentang apa yang menimpa orang-orang sebelummu, jelajahi pemukiman dan peninggalan mereka,
lalu renungkan apa yang telah mereka lakukan, darimana mereka datang, lalu kemana mereka berpindah, dan dimana mereka akan tinggal menetap
Engkau akan menemukan mereka meninggalkan kekasih dan bermukim di negeri yang asing bagi mereka,
Lalu engkau sekaan-akan tidak lama lagi akan menjadi seperti salah seorang dari mereka
Maka karena itu perbaikilah tempat tinggalmu, jangan menjual ahkiratmu dengan duniamu,
dan hindari berucap apa yang tidak engkau ketahui, atau berbicara menyangkut yang bukan urusanmu
Jangan ikuti satu jalan jika engaku takut tersesat dalam menelusurinya,
ikut jalan yang pasti kau yakini,
karena berhenti pada kebingungan tersesat lebih baik daripada mengarungi bahaya kesesatan
Bahwa yang paling kusukai untuk engaku amalkan dari wasiatku ini adalah betaqwa kepada Allah,
dan membatasi diri mengamalkan apa yang diwajibkan atasmu,
Serta meneladani leluhur mu dan orang yang saleh dari keluargamu,
mereka itu tidak mengabaikan renungan tentang diri mereka,
sebagaimana engkau berpotensi merenung, dan mereka berfikir sebagaimana engaku berpotensi untuk befikir, dan pada ahkirnya mereka mengamalkan apa yang mereka ketahui dan mengabaikan untuk memikirkan apa yang tidak dibebankan atas mereka
Seandainya jiwamu enggan menerima begitu saja apa yang mereka ketahui, sebelum engkau mengetahui melalu cara mereka tau,
maka hendaklah engkau mempelajari dengan tekun dan seksama dan bukan untuk tunjuan berbantah-bantahan
Jadikanlah dirimu neraca antara dirimu dengan selainmu
karena itu sukailah untuk orang lain apa yang engaku sukai untuk dirimu, dan bencilah untuknya apa yang engkau benci.
Jangan menganiaya orang lain sebagaimana engkau enggan dianiaya,dan berbuat baiklah sebagaimana engkau senang diperlakukan dengan baik.
Anggap buruklah apa yang terdapat pada dirimu, yang engaku anggap buruk disandang oleh orang lain
Puaslah dengan apa yang engkau terima dari Orang lain, sebagaimana kepuasanmu memberi untuk orang lain
Jangan mengucapkan apa yang tidak engakau ketahui, walau pengetahuan mu sedikit.
Jangan juga mengucapkan sesuatu, yang engkau tidak senang orang lain mengucapkannya pada mu
Ketahuilah bawah kebanggaan yang tidak berdaarar terhadap diri sendiri, merupakan lawan dari kebenaran serta penyakit yang menimpa pemikiran yang jernih.
Nafkahkanlah harta hasil usahamu, dan jangan menjadi penyimpan buat orang lain.
Kemudian jika engkau telah menerima hidayat menuju kebenaran, maka hendaklah engkau menjadi orang yang paling khusyuk dan patuh kepada tuhan.
ketahuilah bahwa dihadapanmu ada jalan yang berjarak sangat jauh,
dan kesulitan yang sangat berat sehingga engkau harus pandai menempuh jalan dengan benar dan pandai - pandai juga mengukur kadar bekalmu, agar engkau sampai ketujuan, jangan sampai bekal itu memberatkan mu sehingga menjadikan bencana atas dirimu
Bila engkau mendepati seorang butuh dan bersedia memikul dengan mu menuju hari kiamat, untuk kemudian dia menyerahkannya kepadamu, maka sambutlah keiinginannya
Gunakalah kesempatan mengutangi siapa yang meminta diberi hutang pada saat engkau mampu, agar dia dapat mengembalikan hutangnya saat krisis menimpamu,
Ketahuilah bahwa dihadapanmu terdapat jalan mendaki yang sulit, yang tidak terinagn bebannya
Ketahuilah bahwa penguasa Perbendaharaan langit dan bumi, mengizinkan mu untuk berdoa dan mengabulkannya
DIa tidak menjadikannya antara engaku dengan Dia Yang Maha Kuasa itu siapapun yang menghalangi mu, tidak juga menjadikan antara engkau dengan dia seseorang yang engkau mintai pertolongan untuk mendoakanmu
Dia tidak menghalangimu untuk bertaubat
Dia tidak mengejek dan mengecammu, jika engkau kembali padaNya
Dia juga tidak bergegas menjatuhkan siksa, sebagaima dia tidak mempermalukan disaat engkau berpotensi untuk dipermalukan
Ketahuilah wahai anakku, bahwa engkau diciptakan untuk berlanjut hidupmu hingga ahkirat.
Engkau diciptkan untuk punah di dunia ini bukan untuk kekal, untuk mati bukan untuk hidup langgeng disini, dan sungguh engkau bertempat tinggal disuatu tempat yang mengharuskan mu berpindah ke ahkirat
Engkau dikejar oleh maut yang tidak seorang pun yang luput dari kejarannya, sehingga pasti semua terkejar olehnya. Karena itu hati -hatilah
Jangan sampai engkau terkejar olehnya dalam keadaan buruk,
Sebentar lagi akan tersingkap kegelapan, para musafir pun akan tiba,
Barang siapa kendaraannya adalah malam dan siang, maka pasti malam dan siang itu akan membawanya walau ia menetap tanpa bergerak
Walaupun ia menetap tak bergerak, dan pasti juga jarak betapapun jauhnya akan ditempuh olehnya walaupun dia diam dengan tenang
Ketahuilah dengan penuh keyakinan, bahwa engkau tidak akan mencapai semua harapanmu
Temanilah orang-orang baik, engkau menjadi bagian dari mereka
Dan hindari serta berbedalah dengan orang-orang buruk, engkau berbeda dengan mereka
Seburuk-buruk makanan adalah yang haram, seburuk-buruk penganiayaan adalah menganiaya yang lemah
Pengunaan kelemah-lembutan jika bukan pada tempatnya menambah kekerasan.
sedang bersikap tegas pada tempatnya melahirkan kelemah lembutan
Bisa jadi yang dianggap obat adalah penyakit, dan dianggap penyakit adalah obat,
Bisa jadi yang memberi nasehat adalah orang yang tidak wajar memberinya dan, bisa jadi yang dimintai nasehat justur menjerumuskan
Jangan sekali-kali mengandalkan angan-angan kosong, karena ia adalah sikap si picik
Kecerdasaan adalah memelihara pengalaman dan sebaik-baik pengalaman adalah yang menasehatimu
Gunakan kesempatan sebelum terlambat,
Tidak semua yang mencari menemukan apa yang dicarinya
Tidak juga yang pergi akan kembali
Termasuk bagian dari keburukan adalah menyia-nyiakan bekal dan memperburuk masa depan
Segala sesuatu ada ahkirnya dan pasti akan datang menemuimi apa yang telah ditetapkan Allah atasmu
Pedagang itu berspekulasi, bisa jadi yang sedikit bisa berkembang dari pada yang banyak
Tidak ada baiknya seorang penolong yang hina atau menghina
Tidak juga teman yang kikir atau berburuk sangka
Ambil dari perjalan masa ini apa yang dipersembahkan kepadamu, jangan berlalu terlalu berani mengorbankan sesuatu denga mengaharapkan perolehan yang lebih banyak.
Jangan mengendarai perdebatan, karena ia dapat menjerumuskanmu
Pertahankanlah jalinan hubungan dengan saudara dan temanmu saat dia memutuskan hubungan denganmu
Dan teruslah berbuat baik kepadanya kendati dia menolakmu, mendekatlah kendati dia menjauh, berilah kendati dia kikir, berlemah-lembutlah kendati dia kasar, carilah alasan pembenaran kendati dia salah
Lakukan itu seakan-akan engkau hambanya
dan seakan-akan dia pemberi nikmat kepadamu
tapi hati-hati jangan letakan itu pada tempatnya, atau melakukan pada sosok yang wajar menerimanya
Jangan sekali-kali menjadikan musuh sahabatmu, sebagai sahabat
karena itu berati engkau memusuhi sahabatmu
Tuluslah menasehat saudara atau temanmu, baik itu bermanfaat untukmu maupun merugikanmu. Pendamlah Amarah
Bersikap lemah-lembutlah kepada yang kasar kepadamu, niscaya dia akan segera bersikap baik kepadamu
“aku tidak pernah melihat sesuatu yang dipendam lebih manis, tidak juga lebih baik dampaknya sebagaimana memendam amarah”
Perlakukanlah musuhmu dengan baik, karena itu adalah kemenangan terbaik dari dua kemenangan.
Apabila engkau bermaksud memutus hubungan dengan seseorang, maka simpan sedikit peluang didalam hatimu, siapa tau suatu ketika dia berniat memperbaiki diri.
Dan siapa yang menilaimu baik, maka benarkanlah penilaiannya.
Jangan sekali-kali mengabaikan hak temanmu dengan berandalkan hubungan baikmu dengannya
Jangan sampai keluarga menjadi orang yang paling sengsara karena ulahmu,
jangan juga mengharap dari siapa yang tidak menyenangi mu
Jangan sekali-kali temanmu lebih kuat tekadnya, untuk memutuskan hubungan daripada tekadmu untuk menjalin hubungan baik
Jangan juga dorongan untuk berbuat baik, lebih kuat dalam dirimu dari pada
dorongan berbuat baik untuk orang lain
dengan membalas kezaliman itu, sesungguhnya sikapnya itu merugikan dirinya dan menguntungkan untukmu
Jangan memperbesar dalam hatimu kezaliman orang lain terhadap dirimu,
Balasan orang yang berbuat baik, bukanlah dengan berbuat jahat padanya
Boleh jadi ada yang jauh, lebih dekat daripada yang dekat
dan boleh jadi ada yang dekat, lebih jauh dari pada yang jauh
Bisa jadi keputus-asaan untuk mencapai sesuatu, merupakan pencapaian.
Tanyakanlah tentang teman yang menemanimu dalam perjalanan sebelum bertanya akan pergi
Dan utamakanlah tetangga sebelum rumah kediaman
Hindari mengucapkan sesuatu yang menertawakan, walau itu bersumber dari orang lain
Hormatilah keluarga besarmu,karena mereka ada sayap yang membawa mu terbang. dan merekalah asal usul mu yang engkau berahkir pada mereka, dan mereka juga tangan yang engkau gunakan berjuang
Aku menitipkan agama dan duniamu kepada Allah
aku bermohon sebaik-baik ketetapan-Nya untukmu dimasa datang yang dekat, maupun dimasa datang yang jauh di dunia dan diahkirat
Sepucuk surat dari sang ayah Syaiddina Ali untuk sang anak hasan.(Terjemahan dikutipan Abi Quraisy sihab)