Taqabballahu minna wa minkum Kullu Aamin wa antum bikhairin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H https://www.instagram.com/p/CAjSHeVJeWr/?igshid=1gjr6mlc7ndle
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost
art blog(derogatory)
Misplaced Lens Cap

Origami Around

JBB: An Artblog!

No title available
Xuebing Du
Sade Olutola
Peter Solarz

tannertan36
No title available
TVSTRANGERTHINGS
todays bird
taylor price
trying on a metaphor
YOU ARE THE REASON

@theartofmadeline

Love Begins

Andulka

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Finland
seen from United States

seen from Spain

seen from United States

seen from T1
seen from Brazil
seen from United States
seen from Mexico

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Norway

seen from Italy

seen from United Kingdom

seen from United States
@azwanufi
Taqabballahu minna wa minkum Kullu Aamin wa antum bikhairin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H https://www.instagram.com/p/CAjSHeVJeWr/?igshid=1gjr6mlc7ndle
Teman-teman Kalau aku buat video pendidikan berseri, kira-kira seberapa pentingkah untuk kita ? Aku dengan teman-teman rencana membuat islamic education series dan salah satu temanya adalah #qawwamahseries Boleh minta sarannya dan masukannya ya.... Terimakasih https://www.instagram.com/p/CAhYxFzp6Ew/?igshid=uklbgix5f5ne
Besok bersama bang sandi, ustadz farel, fadly padi dan beberapa pembicara lain akan berdiskusi dan berbincang terkait riba Bukan hanya sekedar hukum saja, pun nanti kita akan berdiskusi bagaimana cara Rasulullah head to head dengan sistim Riba Yahudi ini In syaa Allah hari Jumat 15 Mei 2020 jam 4 sore Link join di https://bit.ly/OKOCEKAJIAN3 (di Jl. H. Asmawi Beji - Depok) https://www.instagram.com/p/CAKGBgDp5-v/?igshid=8drr5nop2mrx
Apa kabar para ayah yang sekarang lebih banyak berinteraksi dengan anak di rumah ? Sudah hampir 2 bulan masa pandemi memaksa kita untuk tetap #dirumahaja mematuhi kebijakan untuk menekan penyebaran virus ini Apa kabar jalinan interaksi kita dengan buah hati ? Bertambah erat kah atau justru sama saat seperti kita tidak sesering ini dirumah Apa kabar pendidikan anak kita ? Apakah ada waktu lebih banyak untuk berdiskusi ?tentang hikmah Maha Kuasa Allah saat makhluk tak kasat mata ini memporak porandakan lapisan global Ayah, apa kabar peran kita dirumah ? Sudahkah kita bisa mulai membedakan tanggung jawab keimanan saat menjadi suami maupun ayah ? Mari intropeksi bersama, ada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan yang penuh cahaya dari Allah Kita sia-sia kan kesempatan ini, sama seperti kesempatan sebelumnya Atau akankah kita perbaiki ? Tanggung jawab keimanan itu ada pada pundakmu, ayah..... (di Jl. H. Asmawi Beji - Depok) https://www.instagram.com/p/CAFrQ7Zp_mw/?igshid=f0eenzf1uy03
Silaturahmi dengan bang sandi dan rekan-rekan di ok oce Bismillah belajar hal baru dan berbagi kebermanfaatan lebih puas (di Jakarta, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B4n07v7JUIR/?igshid=187hgcuzcg1s3
Bencana yang kini melanda riau sudah semakin parah Banyak orang dewasa bahkan anak-anak terkena penyakit pernafasan akut (ispa) TDA PEDULI mengajak seluruh teman-teman di daerah melalui koordinator tiap-tiap daerah untuk bersama meringankan beban ini Untuk konfirmasi donasi dan pertanyaan terkait seputar bencama terbaru bisa menghubungi nomor yang tertera di flyer Sudah cukup kita habiskan tenaga untuk berdebat siapa yang salah, saatnya kita sisihkan tenaga untuk membantu saudara kita disana Terimakasih TDA PEDULI PUSAT (di Masjid Al-Muhajirin, Rawabadak Selatan) https://www.instagram.com/p/B2h3vgApIGv/?igshid=1fgs0z1aaobgx
"ANAK CERMINAN ORANG TUA" Hari ini adalah hari pertama aku menjalani salah satu peran kebaikan dalam memimpin Madsarah Ibtidaiyah, pun juga hari ini bertepatan dengan hari pertama aku mengantar anakku belajar dengan gurunya di sekolah Suasana haru meliputi hati ini, saat anak yang dulu kita lihat masih kecil, kini Allah takdirkan tumbuh besar dan sehat. Satu kenikmatan dari Allah yang amat jarang kita sadari . . . Pada hari pertama pembukaan sekolah, aku mencoba berbagi wawasan serta keprihatinan mendalam akan peribahasa "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" Bahwa anak kita, adalah cerminan dari pribadi kita Buruknya, adalah hasil olahan alam bawah sadar mereka yang mereka terima dari tindakan dan perilaku kita di rumah. Anak yang kerap kali sulit menerima nasihat serta peringatan dari orang tua, merupakan hasil rekam jejak ingatan anak yang terimplementasi dalam kehidupan mereka Seringkali kita tidak sadar, akan perilaku negatif (yang terkadang kita anggap biasa) akan mempengaruhi perkembangan anak Dan ternyata berubah menjadi habit dan attitude ke anak kita . . . Anak yang mulai kelewat batas dan mulai menjauh dari kebaikan, berarti terdapat virus maupun terkena hack Karena sejatinya, "default factory settings" dari manusia yang terlahir di muka bumi ini adalah keimanan Para generasi hebat luar biasa terdahulu,menjadikan tolak ukur keimanan sebagai navigator dalam menjalani setiap peran kehidupan Karena (selalu) konversi dari keimanan adalah adab serta akhlak. Ada akhlak profesional, akhlak personal, akhlak sosial dan berbagai macam konversi lainnya Semua bermuara pada satu sumber bernama "fitrah keimanan" . . . Lalu, bagaimana cara mengembalikan generasi yang mulai terpapar radiasi keburukan yang disebabkan oleh kesalahan kita ??? Tentunya kembali ke fitrah masing-masing, dan selain fitrah, aku coba sharing 2 hal yang "mudah" dilakukan oleh sesiapapun yang merasa kesulitan mendidik anaknya Mengutip Alquran surat annisa ayat 9 (silahkan dibaca sendiri ya, teksnya ga muat) Ada dua hal yang menjadi perintah Allah jikalau kita khawatir pada anak keturunan kita yang lemah (lemah iman, moral, akhlak, harta, tahta, cinta, kuota 😅) Continue... https://www.instagram.com/p/Bz8SypopSKw/?igshid=1izovzjx1llmn
"IN SYAA ALLAH ANTUM KHOIR" Dalam setiap kesempatan pulang ke Solo, aku selalu menyempatkan silaturahmi ke tempat aku menghabiskan waktu muda saat di pondok pesantren 6 tahun perjalanan menjadi santri tidaklah mudah, hingga akhirnya Allah takdirkan untuk lulus * * * Satu do'a serta pesan yang masih selalu aku ingat meskipun sudah berlalu lebih dari 10 tahun adalah "in syaa Allah kamu selalu dalam kebaikan" Doa sederhana, namun memberikan reaksi yang luar biasa Doa sederhana yang keluar dari lisan mereka yang ikhlas mendidik generasi Doa sederhana dari mereka yang sederhana dalam bergaul, namun luar biasa dalam bertindak dan bersikap Sampai-sampai aku berhusnudzon, selain doa kedua orang tua, in syaa Allah doa dari guru yang ikhlas lah yang telah menjaga kehidupan kita dari kerusakan Dari lisan dan akhlak yang ikhlas lah generasi penuh kebaikan akhlak akan terbentuk, guru yang ikhlas akan menjadi benteng terakhir pembentukan peradaban bagi generasi selanjutnya * * * Dan hari ini aku dengar, kalau pondok sedang bersuka cita bersama, berkumpul lintas generasi dengan keharmonisan ikatan sesama alumni Saling menguatkan, saling mengingatkan, saling menghangatkan tanpa memandang apa dan siapa peran kita di luaran sana Semoga Allah menjaga semua guruku di pondok, yang sudah sabar mendidikku, memperjuangkan dan percaya padaku Terimakasih juga untuk semua guru kehidupan yang telah mengajarkan ku arti kehidupan In syaa Allah kita berkumpul kembali dalam kebaikan (di Koja, Tanjung Priuk. Jakarta Utara) https://www.instagram.com/p/BzST5h-J0B_/?igshid=o91d8xkycp6s
Serah terima simbolis kolaborasi malarosa dengan brand hijab "Lya Faiza" untuk salah satu seri hijab "abata series" (di Kuningan Timur) https://www.instagram.com/p/BxXVm-np9Uq/?igshid=1sw15jjltdjss
Silaturahmi dulu dengan sesepuh TDA Jakut Pindah kewarganegaraan (di Kantor Walikota Jakarta Pusat suku Dinas Pendidikan Jp2) https://www.instagram.com/p/BxMFBQspLRz/?igshid=1tmyfyw7pxsob
30 HARI PENUH CINTA, MENDIDIK KELUARGA DI BULAN RAMADHAN Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Seperti yang kemarin sudah aku janjikan, in syaa Allah aku mau share terkait pendidikan keluarga (khususnya anak) di bulan suci yang beberapa hari lagi akan datang Tulisan ini agak sedikit panjang, jadi in syaa Allah akan aku bagi menjadi beberapa bagian. Tolong ingatkan aku jika tidak menyelesaikan tulisan untuk pendidikan di bulan Ramadhan 🙏🙏 Postingan kali ini adalah prolognya --------------------------------------- Tidaklah Rasulullah diutus kepada seluruh manusia di bumi ini, kecuali sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan Banyak kisah dalam sejarah, Rasulullah mendahulukan kabar gembira, baik kepada umatnya maupun kepada yang belum mendapatkan hidayah. Itulah kenapa terdapat hadits yang redaksinya berbunyi "amalan apa yang paling dicintai / utama di sisi Allah ?" Dalam proses pendidikan anak, banyak dari kita melewatkan konsep tingkatan pendidikan "mengikat sebelum mengenal, mengenal sebelum memberikan perintah" konsep ini diajarkan oleh Guru kita syaikhul Islam Ibnu Taimiyah In syaa Allah akan kita bahas dilain kesempatan ---------------------------------------- Andaikan para orang tua mulai belajar dan memahami "RUH" (essential) dari sebuah hukum fiqh, tentu tidak akan hanya berputar pada sekitar halal dan haram fiqh, ada nilai yang terbangun seiring dijalankanya sebuah syariat Ada value yang tercipta dari keta'atan pada perintah TuhanNya, dan memaknai konsekuensi dari syari'at yang secara khilaf ternodai Bulan Ramadhan tidaklah sekedar bulan diwajibkanya puasa dari setelah subuh sampai maghrib, tidak boleh berkata kasar dan bohong. Karena ini jelas secara hukum fiqh Bulan Ramadhan bagi keluarga, adalah bulan mengasah pendidikan Akhlak, akhlak yang bersifat personal, sosial, maupun professional. Seperti membangun komitmen, menunda kesenangan, menyantuni yang tidak mampu, dan masih banyak contohnya Bulan Ramadhan bagi pendidikan keluarga, adalah bulan "bonding" yang paling sangat mungkin tercipta dengan sunnah yang terjalankan bersama-sama. Momen yang paling tepat, untuk membayar "hutang kasih sayang" ataupun "hutang kepengasuhan" (di Bekasi Timur) https://www.instagram.com/p/Bw5zrW4p6rD/?igshid=15ldpn47w6slc
Jika selesai dari satu masalah Maka hadapilah masalah yang lain Jangan lupakan, sekelilingmu yang telah mensupport kamu (di Walikota Jakpus) https://www.instagram.com/p/Bw20thuJkCK/?igshid=xu7fjckfc6na
Tuntas sudah sertifikasi bnsp https://www.instagram.com/p/Bwx1PaFpF8V/?igshid=q5tea70e4q4f
Tuntas sudah pelatihan bnsp (di Bekasi) https://www.instagram.com/p/Bwx1LdjpYwY/?igshid=5int1nfqzj3v
Doa yang sering terlupakan Dalam sosialisasi sekolah yang aku pimpin beberapa hari lalu Banyak orang tua yang kaget, dengan beberapa fakta terkait keberhasilan dan kegagalan anak saat kelak nanti dewasa Banyaknya keluhan kecurangan, pemimpin tidak amanah, namun juga di sisi lain masih ada harapan, berupa pemimpin yang amanah, tindakan jujur tidak lepas dari proses panjang tumbuh kembang anak dalam masa-masa keemasan mereka Dengan tema "PENDIDIKAN ANAK = KOLABORASI SEKOLAH & ORANG TUA" saat sosialisasi kemarin, ada beberapa orang tua sempat menangis. Mungkin para orang tua merasa, bahwa kerusakan dan kegagalan anak, penyebab utamanya adalah orang tuanya, orang tua yang harusnya taubat terlebih dahulu, taubat nangis minta ampun karena tidak pernah belajar bersikap sesuai fitrahnya dan tidak mendidik anaknya sesuai dengan fitrahnya Hal yang paling sering terlupakan adalah, saat berdoa kepada Allah untuk anak kita. Kita pasti berdoa "Ya Allah, jadikanlah anak hamba sholeh/ah, penghafal Alqur'an, mendirikan sholat dan lain sebagainya". Namun justru sering lupa, saat berdoa untuk diri sendiri kita seringnya meminta "Ya Allah, lancarkanlah rezeki kami, berikanlah kami harta yang berkecupan, jabatan yang bla bla bla, rumah yang bla bla bla", namun lupa untuk meminta kebaikan di dunia akhirat untuk diri kita sendiri Sedangkan, dalam banyak doa di Alqur'an, Allah banyak sebutkan redaksi "Ya Allah jadikanlah aku, baru nanti anak keturunan" atau doa dengan menggunakan subjek "kita" Ayah, ibu Dampingilah pendidikan anakmu, bersikaplah sesuai dengan fitrahmu wahai ayah dan ibu Karena untuk mendidik anak sesuai dengan fitrahnya, akan mustahil dilakukan jika kita para orang tua enggan kembali ke fitrah masing-masing Lalu, apa sebetulnya fitrah itu ? Lain kali kita bahas, jika ada kesempatan in syaa Allah Aku tutup dengan doa "Ya Allah jadikanlah AKU dan ANAK KETURUNANKU mendirikan shalat" Foto hanya pemanis Taken by @viaardiani (di Masjid Al-Muhajirin, Rawabadak Selatan) https://www.instagram.com/p/Bwln2MDppoi/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1luv866ez5osk
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Semoga Rahmat Allah selalu tercurahkan bagi para ayah dan ibu di Indonesia yang berjuang untuk pendidikan terbaik bagi buah hatinya Perkenalkan, saya Abba Zubair Al awwam, salah satu anak bangsa yang mendapatkan amanah untuk berkontribusi dalam pendidikan anak muslim/ah di Indonesia sebagai Kepala Sekolah untuk tingkatan MI (SD) Saat ini saya sedang mengadakan survey terkait minat orang tua dalam memilih sekolah yang terbaik bagi buah hatinya Kami meyakini, bahwa pendidikan anak adalah tentang "kolaborasi" antara kegiatan belajar mengajar sekolah serta pendekatan pendidikan orang tua Mengingat masa SD memiliki momentum sangat spesial untuk membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tua untuk mempersiapkan masa puberitas di kemudian hari Kami mengharapkan dapat menyamakan pandangan terkait pendidikan paling efektif dan paling dibutuhkan orang tua serta anak Semoga ikhtiyar yang kami lakukan, dapat memberikan sedikit perbaikan ke arah kebaikan dalam dunia pendidikan islam di Indonesia Semoga Allah berikan kemudahan bagi para orang tua beserta para pendidik untuk pendidikan Anak muslim Indonesia yang lebih baik Link survey - - - - >>>> http://bit.ly/SURVEYMINATORANGTUA (di Perumnaslll Bekasi Timur) https://www.instagram.com/p/BwZNSkIpmXO/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1u8vw5szlz15l
Sudah sukses dan nyaman berkarir, malah resign demi menjalani bisnis sendiri? NEKAT…! Tapi hidup adalah pilihan. Itu pula yang dipilih oleh pasangan Teguh Atmajaya dan Agustina Udayasari. Pasangan muda ini memilih untuk keluar dari zona nyaman, setelah berkarir sekian tahun dari perusahaan-perusahaan besar dan ternama. Salah satu pertimbangan mereka untuk menjalani usaha sendiri adalah ingin bisa mengasuh anak lebih intensif. Ternyata pilihan mereka tidak salah. Bermula dari usaha sang istri Agustina Udayasari atau yang akrab disapa Tina, berdagang produk selimut, batik dan bantal yang dipasarkan ke beberapa teman yang ada di perkantoran. Mereka kemudian beralih ke produk jilbab dengan menjadi distributor dari produsen jilbab Lamara. Bermodal keyakinan dan ketekunan, bisnis Teguh dan Tina tumbuh makin besar hingga merambah pasar MANCA NEGARA, seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Australia, juga seluruh Indonesia. Suami istri ini kemudian bergabung menjadi mitra Elzatta dan Dauky hingga berhasil memiliki dua buah toko di ITC Cempaka Mas dan sebuah ruko di Rawamangun, Jakarta hanya dalam tempo SETAHUN saja! Selain itu, mereka juga memiliki beberapa toko online yang berfokus pada bisnis hijab. Keseriusan mereka menjalani pilihan bisnis tak bisa dibilang main-main. Terbukti dengan OMZET MILYARAN PER TAHUN yang berhasil mereka raih sampai mendapat REWARD JALAN-JALAN KE LUAR NEGERI dari partner brand fashion yang mereka kelola. Wow… DAHSYAT ya… Rugi kalau nggak datang PESTA WIRAUSAHA 2019 karena Teguh Atmajaya dana Agustina Udayasari akan hadir dan berbagi kisah suksesnya di sana! https://www.instagram.com/p/BrU4Cb5hg3g/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1xuadf6f6pmi3