..Cantik itu sederhana karna dia tidak terletak pada polesan wajah tapi jauh tentang hati dan hati itu letaknya iman..

Janaina Medeiros
Peter Solarz

❣ Chile in a Photography ❣
Today's Document
YOU ARE THE REASON

Product Placement
Cosimo Galluzzi

★

No title available
One Nice Bug Per Day

shark vs the universe
noise dept.
tumblr dot com
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
styofa doing anything
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available
Lint Roller? I Barely Know Her
occasionally subtle

roma★

seen from Brazil
seen from United States
seen from Spain
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Iraq
seen from Iraq
seen from Iraq
seen from United States

seen from Syria
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Argentina
@azzam2013
..Cantik itu sederhana karna dia tidak terletak pada polesan wajah tapi jauh tentang hati dan hati itu letaknya iman..
Perempuan dipilih karena akhlak baiknya... dinikahi karena kesiapannya dan layak utk disayangi... dicintai karena ketaatannya...
Back to the Basic
Ya Rabb,.. Janganlah Engkau ubah keadaan kami kecuali untuk menjadi lebih baik...
Menginginkan orang lain berubah adalah hal yang baik, tapi hanya bagai fatamorgana bila tak diawali kegigihan merubah diri
Tiada bencana yang paling berat bagi seorang hamba selain hati yang keras dan jauh dari Allah Rabbul 'Izzati..
"Sungguh, orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan.."
Selemah~lemah manusia adalah orang yg tak bisa mencari sahabat & orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia~nyiakan sahabat yang telah dia cari
Dari Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi SAW bersabda, " Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan bentuk fisikmu, tetapi Allah melihat hatimu." Beliau mengisyaratkan jarinya ke arah dada. Beliau jg bersabda, " Taqwa itu di sini." Beliau menunjuk ke arah dadanya tiga kali. Sungguh, ilmu itu bagai benih, dan amal bagai tanaman, sedang airnya adalah IKHLAS.
tetaplah optimis walaupun anda berada dalam amukan badai....
"Wahai yang bersemangat lemah, Sesungguhnya jalan ini (jalan Allah), Padanya Nuh menjadi tua, Yahya dibunuh, Zakaria digergaji, Ibrahim dilemparkan ke api yang membara, Dan Muhammad SAW disiksa, Dan ANDA, menginginkan Islam yang mudah, yang mendatangi kedua kakimu..."
(Ibn Qayyim Al-Jauziyyah)
Surat Cinta Untuk Calon Anakku
Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Assalamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatuh,
Alhamdulillaahirobbil ‘alamin, sholawat dan Salam kepada Rosululloh SAW sang Revolusioner, kepada para sahabat, dan para pengikutnya yang setia meneladaninya hingga akhir zaman.
Aku tuliskan surat cinta ini untuk engkau, calon anakku, calon Mujahidku, yang akan aku didik dengan tauhid, dengan tanganku sendiri dan bimbingan Ayahmu tentunya. Meskipun aku belum tahu, lelaki mana yang akan engkau panggil Ayah kelak. Aku tulis surat ini agar engkau tahu seperti apa perempuan yang akan engkau panggil ibu.
Nak, Apa yang baik yang engkau temui dariku, ambil dan teladanilah. Bila nanti engkau lebih ‘alim dari aku..maka ingatkan aku di jalan kebenaran yg kau tempuh. Engkau harus tahu, bahwa Ibumu ini besar dan hidup dalam lingkungan keluarga yang kurang dari segi materi. Namun, benar bahwa kondisi yg kurang nyaman, justru akan melahirkan generasi yg tangguh dan dewasa cara berpikirnya.
Bersyukur, kakek dan nenekmu telah memberikan bekal agama yg cukup untuk aku hidup dan bertahan memaknai kerasnya hidup. Bila ternyata nanti, engkau mengalami nasib yang sama seperti aku, maka bersabarlah dengan kesabaran yg indah. Jangan bersedih bila kau harus mengarungi hidup ini dengan bersusah payah, penuh dengan perjuangan, dan kemiskinan.
Tersindirlah oleh doa Rosululloh, panutan aku dan ayahmu serta kaum muslimin dan orang-orang beriman di seluruh dunia. “Allohumma Ahyiena miskienan, wa amitna miskienan. Ya Alloh, hidupkan aku dalam keadaan miskin dan matikan aku dalam keadaan miskin”.
Takutlah pada ayat Alloh:” Barang siapa menghendaki dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia dg sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan”.(QS. Hud :15-16)
Berbahagialah dengan kabar yang dibawa oleh Rosululloh, bahwa kaum fakir berdekatan dengan beliau kelak di akhirat seperti halnya jari manis dan kelingking, dekat sekali nak. Kaum fakir akan lebih dahulu memasuki Syurga Alloh dibanding kaum aghniya’, sejarak 500 tahun. Kau harus tahu bahwa cinta dunia adalah biang dari segala keburukan, ya..Hubbun dunya ro’si kulli Khoti’ah.
Mungkin ini berat bagimu, Namun, engkau tak perlu khawatir, kau harus percaya pada AyatNya: “Dan orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Alloh beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. ar Rum: 69).
Aku telah persiapkan bekal untuk kau mengarungi hidup yang hanya sebentar ini, yang nikmatnya tak lebih besar dari sebelah sayap nyamuk, aku pilihkan untuk engkau atas Izin Alloh seorang ayah yang akan membantuku mendidik kamu menjadi Singa Islam, yg tidak takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela, yang keras terhadap kafir dan berlemah lembut terhadap sesamanya.
Aku lakukan itu sebagai bentuk rasa sayang dan cintaku kepadamu, karena kaulah ladang pahalaku yang akan memudahkan jalanku untuk meraih cita-citaku, mendapatkan sebutan tertinggi sebagaimana dalam Al Qur’an: yaa Ayyatuhannafshul Muthmainnah, wahai jiwa yang tenang! kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam SyurgaKu. (al fajr: 27-30). Semoga engkau bisa memahaminya.
Nak, kamu harus tahu bahwa kita hidup di zaman yang penuh dengan fitnah. Hidup di Negara yang tak lagi memakai Syariah Alloh dan sunnah Rosululloh sebagai aturannya. Dan tugasmu adalah berjuang untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala, yakni mengembalikan Alqur’an dan Sunnah sebagai aturan kehidupan, sama seperti yang aku dan Ayahmu lakukan saat ini bersama para pejuang Islam lainnya.
Jangan kamu bersedih bila nanti di rumah tidak kau temui TV, karena memang aku tak mau menyediakannya untukmu. Jangan sedih pula bila waktu bermainmu lebih sedikit daripada teman-teman sebayamu, karena aku menginginkan kamu menjadi Al Fatih kecil yang cemerlang hafalan Alqur’an dan Hadistnya.
Nak, bergaullah dengan orang-orang sholeh, yang hatinya tertambat ke Syurga, yang mengingatkanmu bila salah, yang menasehatimu dengan Al Qur’an. Kelak, kamu yang akan memimpin teman-temanmu menemukan jalan Islam seperti yang kau tempuh.
Aku akan mendidik kamu bersama ayahmu, di sini..di rumah sederhana ini. Di rumah yang tak akan berhenti dilantunkan Al Qur’an di setiap bilangan harinya, di rumah tempat ramainya agenda dakwah diselenggarakan, di rumah tempat kamu dan teman-teman kamu serta anak-anak tetangga belajar bersama di perpustakaan kecil milik aku dan ayahmu.
Berdoalah agar rumah kita bisa menjadi ashbab hidayah bagi siapa saja yang mengunjunginya. Kamu akan aku buat betah di rumah ini nak, pasti. Aku akan memasakkan makanan kesukaanmu, bila kamu telah capai belajar atau bermain sejenak. Aku akan memberikan yang terbaik untukmu, Akulah orang pertama kali yang akan menghalangi masuknya pengaruh Thoghut dan anteknya dalam diri kamu, tak akan aku biarkan sedetik pun mereka memimpinmu. Aku akan melindungimu, selalu.
Aku ingin engkau menjadi bagian dari manusia yang dibanggakan oleh para penduduk langit, yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. Yang tidak pernah berkeluh kesah terhadap makhluk, yang menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama dalam beraktivitas.
Yang menjadikan akhirat sebagai orientasi hidup, Yang mengharapkan perjumpaan dengan Alloh dan RosulNya di jannah sebagai impian dan cita2 tertinggi.
Ini yang bisa aku tulis, selebihnya kau akan mendengar, melihat, dan merasakannya bersama aku dan ayahmu. Nak, aku pernah bermimpi bertemu Rosululloh, beliau memberikan seorang bayi kepadaku. Aku senang, Kau kah itu? Semoga Alloh tidak akan pernah tega menyengsarakanmu. sungguh..aku rindu kamu
Nb: untuk calon ibu dari anak-anakku di manapun berada, semoga Alloh senantiasa menjagamu dengan keta’atan dan meliputi hatimu dengan Iman..
AKU TULIS SEKARANG ATAU NYAWAKU TERBANG!
Oleh: Syaripudin Zuhri Jangan ditunda-tunda, siapa tahu besok hari kita sudah tiada...
Tulislah … tinggalkanlah ilmu yang bermanfaat.
Selagi umur masih ada
Selagi napas masih bisa berhembus
Selagi tangan masih bisa digerakkan
Selagi pikiran masih bisa bekerja.
Tulislah ilmu yang kita miliki, sekecil apapun yang kita ketahui, untuk kebaikan bersama.
Selagi mata masih bisa melihat
Selagi telinga masih mendengar
Selagi hayat masih di kandung badan
Selagi jari jemari masih bisa menyentuh keyboard computer.
Serana untuk berbagi di era digital ini begitu banyak tersedia, sehingga begitu banyak kemudahan yang dimiliki untuk berbagi cerita yang bermanfaat, ilmu yang berguna, informasi yang penuh insfirasi, tausyiah yang aktual ataupun menyebarkan fiqih konteporer.
Selagi bonus umur masih tetap diberikan Allah.
Ilmu yang yang dimilik dan hanya untuk diri sendiri terasa manfaatnya untuk orang perorang, tapi ketika ilmu itu dibagikan dan disebarkan, manfaatnya bukan hanya untuk diri sendiri saja, tapi juga buat orang lain, sekecil apapun ilmu yang dibagikan, sekecil apapun informasi yang diberikan atau sepotong pengetahuan yang disampaikan.
Bagikan pada orang lain, bagikan pada ummat, bagikan pada siapapun yang bisa membaca, bagikan pada siapapun, baik yang dikenal maupun tak dikenal, perkara yang dibagikan masih belum maksimal, bukan masalah. Bukan mengajari, tapi berbagi. Bukan menceramahi tapi sharing. Bukan sok tahu segala yang ada, tapi menyampaikan apa yang dimiliki, sekecil apapun hal tersebut.
Tak perlu ditunggu harus sempurna, karena hal tersebut mustahil, karena bagaimana selama itu manusia, tak ada yag sempurna, dalam hal apapun, baik dalam tulisan maupun dalam sikap dan perbuatan. Jika menunggu semuanya sempurna, tak ada satupun buku yang dihasilkan. Tak ada satu karya apapun yang namanya buatan manusia itu sempurna, seperti kata pepatah”Tak ada gading yang tak retak” Kesempurnaan manusia justru berada pada kekurangannya, agar terus menerus memperbaiki diri.
Jika menunggu semuanya ada dan tersedia, tak ada satupun keberhasilan yang diraih. Maka tulislah semampunya, tulislah sebisanya, tulislah dengan kemampuan yang ada, tak perlu menunggu mempunya berbagai macam gelar akademis.