𓃗
🩵 avery cochrane 🩵
ojovivo

shark vs the universe
untitled
Cosimo Galluzzi
RMH
Cosmic Funnies

★

Kaledo Art
official daine visual archive
wallacepolsom
Sade Olutola
EXPECTATIONS
Misplaced Lens Cap
Mike Driver
Today's Document
tumblr dot com
hello vonnie
Monterey Bay Aquarium

seen from Canada

seen from Saudi Arabia

seen from T1
seen from United States

seen from India

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Saudi Arabia
seen from Canada

seen from United States

seen from Singapore

seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Argentina
@badriihya-blog
Ekor ombak yang selalu menari diantara kerasnya dirimu hingga kau tak beradaya dan terkikis seiring waktu. #beach #journey #exoloremalang #instabeach #natgeoru #adventure #holidays #pantai #malang #malanghits (di Pantai Batu Bengkung)
When my date, 07 May.
Rangkaian kata berawal dari biasan warna. Memadu rindu akan setiap suasana. Menari indah di antara pena. Mengalir deras melukis tinta. Mendayu tawa menabur canda. Mengunci senyap segala lara. Berpijak, menjadi susun tangga. Penuh sajak akan cinta. Hingga jarak tak kuasa memisahkan kita. #friendship #instame #instafriends #puisi #poem #natgeotravel #natgeoru #natgeomountains #dreamteam #green #pulang (di West Java)
Saya ada di Instagram sebagai @badriihya. Pasang aplikasi untuk mengikuti foto dan video saya.
Story like a laugh 😁😂😁
First time
Selamat datang! Masih merasa berat sebelah dengan salah satu sayap kalian ? Itu tanda kita masih ada di dunia. Kita tahu perubahan itu tidak datang begitu saja, banyak yang harus dipersiapkan untuk menciptakan perubahan. Mulai dari hal yang paling kecil sampai hal terbesar yang nantinya akan menjadi karang raksasa yang menahan laju ombak, bahkan di tengah badai. Dengerin musik dulu, santai saja. Kita hidup di zaman yang memaksa seluruh jantung berdetak dua kali lebih cepat, memaksa langkah dua kali lebih panjang, dan memaksa tubuh dua kali lebih lelah, letih, dan lesu. Hanyut dalam alunan kehidupan yang demikian rumitnya, membuat siapapun bosan. Tak jarang sampai ada korban bunuh diri, sungguh menyedihkan. Titik awal kita dilahirkan ditengah-tengah tawa bahagia keluarga yang menyambut bahagia kehadiran kita. Namun di samping itu kita juga dilahirkan didepan meja besar dengan tumpukan kertas, buku, dan laporan mengenai segala macam problema kehidupan yang masih setia berotasi di pelopak mata, di ubun-ubun, di daun telinga, di lubang hidung, di buah bibir, di pori-pori, dan bahkan dimanapun. Lalu kita menangis, kau pikir itu tanda bayi terlahir sehat ? Buktinya tak jarang dokter bidan atau suster dengan jailnya mencubit bokong bayi sesaat setelah keluar dari rahim bunda yang mulia, tujuannya agar bayi menangis. Mungkin bisa anda ulang kalimat terakhir ini. Sedikit berimajinasi, bayi yang bijak pasti akan berkata "tak perlu kau cubit bokongku, agar aku menangis. Jangankan bayi manusia, bayi semut pun akan menangis dengan kerasnya jika dihadapkan dengan meja bertumpuk problema itu." Anda bisa sedikit tersenyum. Kita lanjut ke titik yang kedua. titik dimana kita mulai mengerti, whats happend ? Whats going on ? Whats wrong ? Whats!!! Sedikit demi sedikit semuanya akan membuka pemikiran kita tentang betapa lemahnya, betapa indahnya, betapa lambatnya, betapa besarnya, betapa kotornya, betapa cantiknya, betapa macetnya, betapa sejarahnya, betapa bodohnya, betapa hebatnya, betapa payahnya, betapa pengorbanannya, betapa betahnya, betapa gilanya, betapa lucunya, dan 1001 betapa selanjutnya. Titik ini menjadi penentu arah, kemana kita akan membawa meja bertumpuk kertas itu ? Menjadikan pembuktian lebih berat dari pelarian karena laripun hanya akan mematahkan sendi dan pergelangan. Sulit kita harus terima namun lebih sulit lagi jika kita terus tinggal dan lari terbirit sambil mencincing sandal penuh lumpur. Karena ini sudah menjadi tugas kita, BERSAMA. Jelas bukan ? Itu bukab nada tinggi, hanya 'capslock'. Mari tertawa sejenak. Titik terakhir, ketiga. Ini yang akan menjadi goals, walau kita namun tidak bersama. Ingat kita di zaman memaksa, sangat amat menyedihkan karena kita merupakan objek yang bingung pada sub predikat keterangan, lebih tepatnya masa depan kita. Bukan kiat hanya meja dengan seonggok kertas gila itu, sekali lagi kita bukanlah karyawan swasta yang pergi pagi pulang sore. Kita adalah apa yang kita lakukan untuk perubahan yang sudah kita rencanakan mulai dari awal. Jika sebelumnya kita akan menjadi karang raksasa yang akan menahan segala serangan ombak. Namun kini kita harus memobilisasi ke seluruh penjuru mata angin, roda darat, dayung laut, dan sayap udara. Maju melesat secepat roket, siap siaga bertahan sekuat baja. Selamat mencerna! Salam gerakan GO BLOG!!!