Ada-ada aja
Long time no see, tumblr! Gue kepikiran satu hal, yang sebetulnya selalu mengganjal. Adalah keadaan di sekitar. Lebih-lebih banyak sms masuk nanya soal bahan skripsi, yang padahal gue sendiri pun belum skripsi. Jadi gini... Gue kurang paham kejadian-kejadian ini hanya ada di kampus freak gue doang atau di semua kampus, karena ini freak abis. Hahah! BTW, gue ga nyebutin kampusnya kampus apa, nama kampus, atau lokasi kampus. Pokoknya rahasia.
Di kampus gue, banyak kejadian aneh. Pertama, dosennya banyak yang aneh. Ngajar ilmu sulap alias ngawur. Teorinya sesukanya sendiri. Memang gak semua dosen begitu, ada beberapa yang top abis. Tapi ada juga yang freak abis. Misal, ketika orang yang ‘katanya’ merupakan orang tua kedua di kampus itu sedang menerangkan teori ilmu komputer, misalnya tentang sistem operasi, itu dari awal sampai akhir, ngawur. System call yang doi jelasin lah, ini itu, bahkan ketika ditanya soal perbedaan BASH (command line di linux sejenis; cp, rm, mkdir) dengan system call aja jawabannya ngawur. Bahkan ditanya kernel, dia gak tau apa itu kernel. Padahal gelarnya S 2 ilmu komputer. Bahkan sewaktu ngajar, doi bingung sendiri nyari button slideshow dalam power point.
Bahkan ada beberapa dosen, yang ‘katanya’ jadi pembimbing mahasiswanya dalam penyusunan skripsi sekaligus dalam pembangunan purwarupa, malah punya kelakuan aneh-aneh. Minta begini, begitu, gini, gitu. Padahal, doi sama sekali gak paham sedikitpun mengenai itu. Alias salah nyemplung kolam. Membimbing anak manusia untuk mengerjakan atau menciptakan sesuatu yang dia sendiri gak paham. Pokoknya harus sesuai apa maunya. Soal skripsi dibikinin orang atau apa, yang penting sesuai sama mau doi, pokoknya lulus!
Dan yang menyedihkan, adalah mahasiswa-mahasiswinya. Wah ini agak aneh. Tapi sekali lagi, ini mungkin hanya terjadi di kampus gue, dan semoga aja gak ada yang serupa di kampus lain. Ada berbagai macam mahasiswa di kampus gue. Ada yang peduli sama kesalahan negara, semua serba diomongin, dan dijadikan bahan protes pada saat demonstrasi. Fine. Gue hormat dan standing aplause untuk mereka yang rela membela kaum lemah. Bukan berarti gue gak peduli sama keadaan sekitar. Tentang situasi ekonomi, korupsi, dan lan-lain. Tapi menurut gue pribadi, kalau mau merubah negara, alias sesuatu yang besarnya bukan main, sesuatu yang menjadi tempat tinggal jutaan orang, sesuatu yang menjadi harga dan jati diri seseorang, sesuatu yang besar, bisa dimulai dari merubah sesuatu yang kecil. Misalnya, merubah diri sendiri.
Dan perubahan-perubahan yang akan kita tuntut itu, bisa kita realisasikan sendiri, melalui ilmu dan kecerdasan. Azek! Sok cerdas! Bukan gitu sih maksudnya, mungkin bahasanya ketinggian. Jadi menurut gue pribadi, kalau mau ngerubah negara, maka ubah dulu diri sendiri menjadi lebih baik. Belajar, yang hebat. Sampai bisa jadi cerdas, pintar, dan mulai masuk dunia politik, kemudian rintis karir di sana, dengan tetap memegang pendirian, yaitu menjadi pemimpin atau wakil rakyat yang membela kaum lemah (tentunya dengan ilmu dan bekal yang dipersiapkan sebelumnya).
Gue bukan orang pinter, ataupun cerdas, tapi gak ada salahnya gue beropini, kan?
Ada juga mahasiswa-mahasiswi yang gak peduli soal negara, ataupun kuliahan. Dateng ke kampus stylish abis, kuliah gagal paham, pulang, repeat. Ujung-ujungnya begitu udah semester akhir, pada sms dengan format “bikinin (spasi) gue (spasi) skripsi”. Nah ini yang bahaya. Buat lo yang masih kuliah, tolong jangan sia-siakan pengorbanan orang tua dalam tiap-tiap usahanya untuk memberikan lo pendidikan yang terbaik. Kuliah bertahun-tahun, untuk bikin skripsi aja gak bisa. Oke gue terlalu sombong. Tapi begini, lets be clear. Skripsi, kita bahas penulisan. Gue agak geli sama banyak mahasiswa yang terlalu caper. Nulis skripsi dijadiin bahan keluhan di sosmed semacam “Duh skripsi bab 1 ya Tuhan gimana ini”. Dear kamu mahasiswa yang begitu, buka mata. Penulisan skripsi, pasti ada panduannya. Pengaturan kertas, font, margin, line space, lo tinggal ikutin aja apa susahnya? Soal konten isi? Gue yakin selama lo kuliah, lo ngerjain tugas pasti banyak copas sana sini. Kenapa gak lo repeat? Jadi semacam ada sesuatu yang padahal mudah, dibuat seakan-akan jadi sesuatu yang sulit teramat sulit. Itu sama aja menunjukan lo super bodoh ke orang banyak.
Sebelumnya gue tekankan dulu, kenapa gue seakan-akan ngomong gampang bener. Karena gue udah sering bantu orang bikin banyak skripsian. Bantu bukan berarti membuatkan lho ya. Bahkan banyak orang yang nanya harga skripsi ke gue dan gue cuekin. Gue punya prinsip, kalau lo merasa gak tau, gue bisa bantu kasih tau. Soal uang, terserah lo. Pernah satu kali buatin skripsi dan kebetulan jurusannya teknik informatika, tapi gue nyeselnya minta ampun. Itu orang udah lulus gak paham apa-apa. Kuliah di kampus aneh, diajar dosen aneh, ga paham apa-apa, skripsi dibuatin, itu orang lulus paham apaan? Microsoft Word? Gak usah kuliah juga udah paham gituan doang mah! Bahkan cpanel atau yang mudah dikit deh, HTML, atau yang lebih mudah lagi, wordpress aja kagak paham! Pantes aja banyak sarjana nganggur, atau sekalipun dapet kerja, yang gak sesuai latar belakang pendidikan. Ini parah cuy! Kampus apa ini?! Eh tapi ga bisa nyalahin kampusnya juga sih. Mahasiswa harusnya bisa cari ilmu lebih. Karena dosen-dosen ane itu punya senjata basi yaitu “dosen kan cuma kasih 50%, sisanya mahasiswa cari sumber belajar sendiri”. Yang gue pengen jawab adalah “bapak ikhlas kalau dibayar 50% dan sisa kebutuhan bapak ya bapak cari lagi selain di sini”. Hahah!
Lucunya lagi, banyak mahasiswa/mahasiswi yang manggut-manggut. Diajarin ilmu yang ngawur iya-iya aja. Yang penting ngerjain tugas, lulus mata kuliah itu, soal paham ga paham, ga penting.
Balik lagi ke soal mahasiswa/mahasiswi yang freak tadi. Gue sempet ngobrol sama salah satu dosen, yang kebetulan akrab sama gue. Ngobrol soal keanehan para mahasiswa/mahasiswi yang pada skripsi atau KKP (istilah penelitian pra skipsi). Mereka itu (mahasiswa/mahasiswi yang freak tadi) punya kelakuan aneh. Kalau bimbingan (katanya bimbingan) pada rajin bawain Jco buat dospem, terus selfie bareng, sok sibuk, seakan-akan sedang benar-benar dibimbing. Kalau ngerjain kerjaan pasti sambil curhat di sosmed “duh pusing”, “duh dospem”, “duhileh”. Padahal kerjaannya gak sesulit kelihatannya. Apakah melebih-lebihkan proses mengerjakan skripsi udah jadi sesuatu yang mendarah daging? Oke gue paham untuk beberapa kampus lain dan jurusan lain. Mungkin kedokteran, atau fakultas hukum, atau fakultas IT yang beneran IT. Tapi please, di kampus gue bikin wordpress aja jadi bahan skripsian. Banyak anak SMA yang udah pada main wordpress untuk bikin blog pribadi, atau bahkan banyak anak SMA yang udah punya e-commerce sendiri. Ini apa-apaan? Dan yang lebih parah, yang pada sok sibuk itu banyak yang skripsinya ga buat sendiri. Kuliah gagal paham, skripsi dibuatin, dan well... tijel! Gue sama dosen tadi sepakat, kalau yang salah emang dua-duanya. Kampusnya, mahasiswanya juga.
Gue pengen garuk ujung tugu monas kalau bahas ini. Dan kenapa gue bahas ginian? Ini semacam kesombongan gue yang berisi himbauan juga sebetulnya. Bahwa belajar yang bener itu gak sulit. Yang gak sulit gak usah di sok sulit-sulit-in deh. Semakin rajin berkelakuan aneh, semakin keliatan bodohnya. Ketauan banget selama ini kuliah gak pernah serius. Dateng sih dateng ke kelas, ngerjain tugas sih iya, tapi ilmu yang diserapnya ga ada. So... Ketika skripsi, gak paham apa-apa.
Apalagi yang pada baru semester awal. Belajar deh yang bener, ujungnya bakal baik, dan Tuhan selalu menyertai di tiap usaha-usaha lo mencari ilmu kalau lo jalani dengan kesungguhan hati. Berenti nunjukin bodohnya diri sendiri.
Untuk orang yang kampusnya berbeda, bersyukurlah kalau memang dalam tiap kali kalian belajar, diajar dengan orang yang tepat. Dan kalian memahami ilmu yang diajarkan.
Untuk mahasiswa/mahasiswi freak di kampus gue, please stop make your self famous by showing your stupidness!

















