Orang Rumit
Di kehidupan dewasa ini, kita mungkin sekali bertemu dengan banyak sekali jenis manusia. Ada yang membuat kita bahagia, ada yang membuat kita terluka.
Ternyata ada orang yang terus menerus menjadikan luka dan traumanya untuk mengambil pemakluman orang lain. Tapi ia menepis fakta bahwa selama ini, ia telah melukai banyak sekali orang lain.
Ternyata ada, orang yang menjadi alasan bagi orang lain untuk berhenti dari pekerjaannya. Karena tindakan dan kebijakannya yang nirempati. Merasa benar dibalik jargon, "jangan meludah di sumur tempatmu minum." Ia tidak bisa membedakan mana kritik, dan mana cercaan. Orang lain berhenti bukan karena tidak suka dengan pekerjaannya, bukan karena tidak mencintai pekerjaannya. Tapi karena dia.
Ternyata ada, orang yang mudah sekali memutus silaturahmi. Tapi, bukan hanya untuk dirinya. Tapi ia juga meminta orang disekitarnya untuk memutus silaturahmi dengan orang yang sama. Sebab baginya, perasaannya adalah yang paling penting.
Ternyata ada apalagi? Mungkin kamu pernah menemukannya dalam hidup.
Kenyataannya memang begitu, kehidupan semakin dewasa mengantarkan kita pada banyak sekali dinamika. Hanya dengan satu tujuan penting, membuat kita belajar banyak hal.
Salah satunya, janganlah menjadi orang yang seperti itu. Jika kita mengetahui bahwa kita seperti itu, segera perbaiki, belajarlah untuk meminta maaf, dan sembuhkan diri. Jangan menjadi sebab luka bagi orang lain. Jangan menjadi sebab, orang lain pergi dari pekerjaan yang dicintainya. Jangan menjadi orang yang terus menerus meminta pemakluman, sembuhkanlah diri. Karena orang yang disakiti hidupnya olehmu, tidak akan sama lagi.
















