Revisi lagi, Lagi-lagi direvisi
Revisi lagi, ya dijalani saja, dikerjakan dengan serius.
Lagi-lagi direvisi sama diri sendiri, wajar kan, memang ga sempurna kerjaannya.
Dua kalimat di atas, anggap saja sebagai penghibur hati saya, wkwkwk. Walau setelah selesai revisinya, ya plong, beres begitu. Kalau belum selesai, ga mungkin bisa iseng banget buka tumblr lalu curcol. Wkwkwk.
Dari mulai menjalankan tugas sebagai kaprodi dengan segala tugas tambahan yang ajaib, hehe karena bisa bisa auto nambah tiap hari #autoincrement. Sekarang saya lebih sering merangkap jadi CS segala WA mahasiswa yang tanya atau ngeluh atau curcol dengan topik yang beragam. Oke, kali ini saya mau menuliskan terkait persiapan sidang kolokium mahasiswa yang dilaksanakan secara luring.
Mendekati akhir semester genap, pastinya makin hectic dong, targetan lulusan tepat waktu minimal 50% masih menjadi prioritas untuk dapat ditulis di dokumen LED dan LKPS LAM INFOKOM yang harus submit awal September 2022 ini. Pada bulan lalu, yang maju seminar hasil hanya 18 orang, lalu ada 1 orang yang masih MSIB di malang sehingga ditunda sidangnya. Jadi mempersiapkannya lebih mudah, bisa saya selesaikan plot menguji dalam waktu sehari. Beres. Walau pas hari H nya jadwal yang sudah saya siapkan, gagal juga, para dosen pembimbing dan penguji yang mungkin sibuknya melebihi saya (wajib khusnuldzon) ada yang tidak datang sesuai jadwal. Jadinya kacau, rebutan ruang sidang yang cuma 3 biji ini. Wkwkwk, lalu hari itu sidang selesai sampai jam 5 sore. Alhamdulillah selesai pokoknya.
Nah, bulan Juli ini, sidang kolokium gelombang 6 tahun ini ada 33 orang mahasiswa yang maju. Batasan jumlah ruang sidang hanya 3, sehingga terpaksa bagi ploting menjadi 2 hari, senin dan selasa besok nih. Entah harus gimana algoritmanya, saya sendiri kok ga bisa otomatis, jadi saya wa beberapa dosen yang rumahnya di luar kota untuk tanya kesanggupannya. Jujur saya sekarang menyesal, kenapa tidak bertanya ke semua dosen, walau berharap tugas model gini bisa dilimpahkan ke TU ya seharusnya. Hahaha, cuma daripada lama dan banyak proses yang membuat saya harus lebih sabar, jadinya ditangani sendiri. Oke lanjut. Sejak kamis kemarin, saya udah buat konsep, lalu sampai malam masih nunggu konfirmasi kesanggupan. Jumat pagi, saya kirim draft ploting sidang ke grup dosen. Anteng, masih pagi, saya tunggu sampai jam jumatan, cuma 2 dosen yang minta diralat. Oke gampang, saya langsung revisi. Hm, eh jam 2 ada lagi yang komplain di grup dosen terkait ga bisa datang di jam itu karena ada rapat. Oke ganti lagi, ganti aja dosen lain, biar cepet pikir saya.
Revisi beres, kirim lagi draft jadwal sidang. Nah, sabtu pagi saya kirim lagi yang versi fix lah ya. Aman, ga ada huru hara. Pastinya kalau begitu, aman dong ya. Eh, minggu sore, ada yang WA, bilang kalau senat kan datang pas wisuda selasa. Ya Allah, sungguh, saya khilaf. Cuma kok sebel ya, ga ada yang ingetin saya pas hari jumat atau sabtu kemarin. Oke, kita tambah hari sesuai requestnya, yaitu Rabu siang. Fix, beres, kirim lagi jadwalnya.
Tak lama kemudian, dosen yang kemarin saya ganti itu wa ke saya, tanya kenapa kok bisa ganti rabu. Ya oke, saya jawab aja, karena saya yang salah plot, senat ga bisa selasa sidangnya. Happy ending, makasih ya pak atas pengertiannya.
Hahaha, dari sini saya belajar bahwa revisi manual itu ya begini. Wkwkwk, coba ada AI kan autoplotting ya. Yuk, dibuat, biar kaprodi ga baperan dan ga emosian. Biar kaprodi tetep bisa sabar dan baik hati dalam bekerja. ^_^