Dosa adalah penghalang kebaikan. Maka ketika kamu menemukan dirimu sudah jarang baca Al-Qur'an, jarang bangun malam, jarang puasa sunnah, dan terlambat shalat subuh, jangan-jangan ada dosa yang menghalangimu.
— Taufik Aulia
Sade Olutola

Andulka

No title available

shark vs the universe
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

izzy's playlists!

Origami Around
h

JVL
dirt enthusiast
occasionally subtle
Three Goblin Art
Claire Keane
Keni
cherry valley forever
Sweet Seals For You, Always
Lint Roller? I Barely Know Her
Not today Justin
art blog(derogatory)

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Singapore

seen from New Zealand
seen from Nepal

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
@biiaja
Dosa adalah penghalang kebaikan. Maka ketika kamu menemukan dirimu sudah jarang baca Al-Qur'an, jarang bangun malam, jarang puasa sunnah, dan terlambat shalat subuh, jangan-jangan ada dosa yang menghalangimu.
— Taufik Aulia
Naluri wanita yang tak bisa aku hilangkan dariku adalah mudah nyaman. Tapi, tak mudah untuk jatuh cinta.
-BII
Orang yang dulu pernah kau sayang, bisa saja menjadi kenangan.
But, orang yang benar-benar kau sayangi dulu, bisa jadi sampai saat ini kau masih merasakan rasa itu.
- Bii
Aku berjanji untuk tak memaksa. Semua tentang rasa dan kenangan. 'kita'
Doaku untuk kehidupanmu yang baru.
- Bii
Ini yang paling ku takutkan. Jatuh cinta denganmu, hingga membuat kita memiliki jarak.
- BII
I call you 'bebeb'
Aku tak tau tentang setiap bait yang ku tulis tentangmu. Aku tak mengerti kenapa ku selalu menuliskan setiap kata hatiku tentangmu disini. Jelas sekali kau tak akan membacanya, menbaca setiap jerit hati atau tangisku.
Kau bagai kupu" indah yang tak akan pernah bisa ku sentuh. Kau ingin sekali menggapai langit, sedangku hanya ingin menangkapmu dan menghabiskan waktu berdua. Tak kah kau lihat? Bahwa langit tak pernah mengharapmu, tapi kau tak pernah lelah untuk selalu mencoba menyentuhnya.
Dalam titik ini, mungkin aku telah menyerah. Akan membiarkan kupu" indahku pergi menjauh tanpa ingin menangkapnya. Sesekali kau selalu kembali hanya untuk memperlihatkan sayap indahmu. Sesekali kau pergi jauhh untuk mencoba menggapai langit lagi dan lagi.
Kamu, seseorang yang menurutku mampu mengertiku, mampu membuatku sedikit merasa tenang. Walaupun tak sedikit mata memandang kita berbeda.
Aku rela menjauh, dan tak mengganggumu yang kini kulihat kau tlah merasa risih denganku. Ku menyayangimu sungguh. Mungkin suatu hari saatku melihat tulisan ini. Kuharap, kau tak berpaling untuk terbang menghampiriku, karena kau lelah. Lelah menggapai langit yang selalu kau ingin gapai dan selalu kau anggap, bahwa langit begitu indah dibanding diriku.
Kupu-kupu indahku. Kau begitu indah dan akan selalu indah, hingga nanti. Saat rasa sayangku telah beehasil terganti, tertumpuk dengan kasih sayang baru yang mampu melihatku dan menganggapku ada.
-BII
Aku baru ingat, sudah lama kita tak saling memberi kabar.
Ada apa ini? Apakah hatiku sudah mulai terbiasa tanpamu?
Semoga saja kamu bahagia dengan pilihanmu untuk diam.
Tapi aku tak bahagia, kamu harus tau itu :))
Entah, malam ini ada yang sedikit berbeda. Tubuh ini ingin selalu memeluk mama dan manja pada ayah, tak seperti hari biasanya. Apakah karena umurku yg bertambah dan aku merindukan semua hal tentang mereka?
Sempat terbesit angan untuk tak kembali pulang sebelum studyku selesai. Tapi entah tarikkan apa yang mampu membuatku rindu pada beberapa suasana.
Setiap kali kulangkahkan kaki ini menuju beberapa titik tertentu, disitulah aku tiba" terpaku saat nama mama dan ayah kembali muncul di ponselku. Tak pernah sedikitpun kata rindu mereka ucapkan. Akan tetapi aku tau mereka hanya malu untuk bilang rindu sebelum diriku mengatakannya terlebih dahulu.
Percayalah, sedetik saja kau melangkah bersalam mengatakan akan kembali meninggalkan mereka, rasa rindu yg mereka rasa telah datang. Walaupun mungkin kau akan merindukan mereka setelah beberapa hari ataupun beberapa bulan.
Siapa saja kamu yang menjauh dari kedua orangtuamu saat ini. Jangan pernah malu mengatakan rindu, karena mereka selalu ingin kau mengeluh seperti dulu saat dirimu bercerita tentang pertengkaran manis bersama teman kecilmu.
Sejauh mungkin buatlah mereka untuk tidak merasa kehilangan putri ataupun jagoan kecilnya.
-BII
Mungkin belum saatnya kamu merasakan rasa itu.
Semoga rasa itu tak datang saat rasaku tlah pudar, karenamu.
-BII
Aku benci mendaki,
Karena bayangmu akan selalu ada disetiap gunung itu.
Aku benci berdiam.
Karena diamku akan mengingatkan bagaimana kau abaikanku.
Tapi, entah kenapa ku tak bisa membencimu. Bukankah cinta bisa mengalahkan segalanya? Mungkin itu jawabannya.
#BII
Aku yang terlalu memaksakan cintamu. Hingga ku lupa bahwa sesungguhnya kau tak cinta aku. Tersayat dalam diam, saat jemarimu mulai menuliskan kata indah untuknya, yang selama ini ku tahu kau milikku satu.
- BII
Bukan maksudku buatmu tak nyaman. Aku hanya ingin kamu tau aku ada.
- BII
Kamu
Perasaan cinta pada dasarnya tak akan pernah kita tahu.
Kapan rasa itu datang, kapan rasa itu tumbuh.
Yang kita tahu adalah kapan rasa itu hilang.
Aku melalui semua itu, sampai akhirnya raga yang selama ini selalu menemani, raga yang selama ini bisa ku lihat, seluruh pemikiran, kesabaran dan pemahaman yang dia punya tentangku sudah tak bisa ku rasakan.
Dari sini aku baru memahami bahwa perasaan itu ada.
Perasaan sayang yang tubuh menjadi suatu hal yang kadang menyakitkan.
Menyesalkan.
Mungkin itu adalah ungkapan semua hal yang berusaha untuk membuatku sadar, akan tetapi tetap selalu ku kesampingkan.
Hingga aku tak lagi intens bersamamu, yang baru bisa buatku sadar bahwa kau tak seharusnya berlalu.
Sadarkah?
Mungkin kau tak kan percaya semua rasaku, karena kau tau kehidupanku dan semua hal. Mungkin hingga buatmu enggan untuk mengakui bahwa semua ini nyata.
Perasaan yang nyata itu ada di diriku.
Dan kamu tak pernah percaya itu.
Dan aku, hanya bisa menduga bahwa kau tak memiliki rasa yang sama.
Tapi, aku tetap disini. Hingga kau yakin dan percaya bahwa diriku ada untuk memberi rasa itu untukmu.
Bye kamu.
Kamu yang menambah rindu. Belum sempat ku menamatkan wajahmu.kau sudah berlalu.
Ku kira dengan bertemu semua rasa rindu akan sedikit hilang. Ternyata malah menambah peluang untuk lebih merindu.
Karena rindu tak butuh hanya bertemu. Melainkan ingin selalu bersatu. Bersatu untuk memberi hati yang selalu utuh.
Menjauh darimu adalah imajinasi yang tak mungkin ku bentuk. Bersamamu adalah mimpi yang selalu ingin ku ulangi.
BII
Kamu menyuruhku bersabar. Tapi kamu tak pernah memberiku kabar!