Watch "HONNE - by my side" on YouTube
Where were you when I needed hope?

Andulka
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
occasionally subtle
DEAR READER

#extradirty

pixel skylines

tannertan36
No title available

Product Placement

shark vs the universe
Jules of Nature
h
Three Goblin Art
Misplaced Lens Cap
will byers stan first human second

Kiana Khansmith

No title available

⁂
Lint Roller? I Barely Know Her
Keni

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Algeria
seen from Malaysia

seen from Russia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
@bizzare9
Watch "HONNE - by my side" on YouTube
Where were you when I needed hope?
12 Maret 2021 aku skip makan siang. Karna makan paginya ke siangan, jam 10.39. soalnya aku baru bangun tidur jam 9.34, hehe maaf soalnya baru tidur jam 6.30😁
Jurnal makanku 💛
Makan siang dimakan bersama 💛
11 Maret 2021
Kimbab ayam sambal matah dan kimbab tuna spicy😍 yummy!!!
Jurnal makanku💛
Makan siang 10 Maret 2021
Fettuccini shrimp spinach with carbonara sauce + ebi furai 😍
Jurnal makanku💛
Makan siang 9 Maret 2021
Nasi, rebusan labu Siam, telor ceplok, dan ikan mukus dimasak pedas. Alhamdulillah enak😍
Mungkin kita sering kehilangan kabar, tp kuharap tidak dengan sabar dan hatimu. Semoga senang, tenang bersamamu.
Desember 29, 2020
Day 16: Someone I Miss
It's not the moon that excites me
That thrills and delights me, oh no
It's just the nearness of you
Suara piano lembut mengalun dari ruangan kecil itu, diikuti suara lirih yang berusaha bernyanyi dengan volume lebih kecil. Tenggorokan pemain piano itu sepertinya sedang terlalu sering dipakai, sehingga tidak bisa membantu memproduksi suara lebih keras lagi.
It isn't your sweet conversation
That brings this sensation
Oh no, it's just the nearness of you
Suara lain terdengar dari ruangan di sebelahnya. Lebih keras. Lebih lantang. Jadi tidak harmoni dengan alunan piano yang mengiringinya. Suara piano itu berhenti. Kaget, mungkin.
"Hey, don't stop", pemilik suara keras itu protes. Dia kemudian berjalan menuju piano untuk menyampaikan langsung protesnya, dan terkejut menemukan pemain pianonya sedang duduk dengan mata yang bengkak.
"Wow. That's a sad eyes", katanya.
Pemain piano itu beranjak dari kursi dan mengambil gelas kecil di depannya. Dia berjalan menuju teko air dan mengisi ulang gelasnya. Pemilik suara keras itu mengikutinya.
"A very sad eyes", dia mengulanginya lagi.
"So what?", pemain piano itu membalas dengan ketus. Dia kembali berjalan ke kursi di depan pianonya tadi. Lalu duduk membelakangi piano. Pemilik suara keras itu duduk di sebelahnya, menghadap piano, dan menekan beberapa tuts sambil bernyanyi. Kali ini dengan suara lebih kecil. Tidak sekeras tadi.
When you're in my arms
And I feel you so close to me
All my wildest dreams came true
"I never know that missing somebody will be this frikin hurt", pemain piano itu menyela di tengah-tengah lagu.
Pemilik suara itu berhenti bermain. Tanpa menengok ke sebelahnya, dia menyahuti;
"I know. And it will not getting easier, though you hope it will"
Pemain piano itu menatap lurus ke depan sambil menarik napas.
"It's weird. It's like you're not living in the present. Not in the future. But you're not in the past either. You're in a void, full of stuffs that keep you coming back to the moment you were together"
Pemilik suara itu menengok ke sebelahnya.
"Well, that's intense"
"Yeah, right? The hardest part is, you're not only missing the person. You miss yourself when you're waiting for the moment you two were going to share, you miss that excitements, all the focus you have like the other sounds from this world is muted and you've got nothing to do but spending it entirely with that person, and even you miss that clingy version of you who whinned when your time was almost up and you have to wait for another week. You miss every single thing in details, of that very person. And to know that you might never be in the same way again, it sucks"
"I know"
"I mean, this is not that kind of longing you can casually talk about or telling to the the person how you miss them"
"Because it's embarrasing?"
"No, because it's too intense. Too thick. Too heavy. You can't put it in words. You just know, your body's aching"
"But you have so much words for it. Well, you've said it"
Keduanya diam. Tidak ada suara piano kali ini. Hanya suara deru pendingin ruangan dan suara pewangi ruangan yang otomatis menyemprot beberapa menit sekali.
"Why should this feel ache? I already accept everything. Does it suppose to make me at peace while reminiscing?", pemain piano itu gantian menengok, menatap pemilik suara yang mulai terlihat melamun.
"Maybe, because your heart consider a 'peace' feeling is a foreign body, when it deals with you two are no longer together. So its self defense mechanism fights it hard. And it hurts. Like an infected wound"
"Then I will never be at peace, at all?"
"Not until you embrace it. Embrace the wound, and let it heal"
"I'm not scarred. I'm fine. We're fine. We're still talking. But this longing grows even bigger"
"It's okay to miss somebody, okay? Once in a while, you're going to wish for being in certain episode of your life, doing exactly the same thing with exactly the same person. You're going to feel the pain, knowing that it passed you already but you're going to be thankful since you're glad you were there once. That's okay. That's so human"
Hening kembali. Pemain piano itu menatap ke langit-langit. Menahan matanya yang mulai rembes kembali.
"It hurts to miss yourself, because you dont know where to find it. But it hurts more when the version of yourself that you miss, is yourself in another human being", ujarnya, di sela-sela napas yang mulai pendek. "And the version of you when you're with that specific human being", lanjutnya.
I need no soft lights to enchant me
If you will only grant me
The right to hold you ever so tight
Pemilik suara keras itu bersenandung melanjutkan lagu yang tadi dimainkan. Suaranya kembali mengeras, untuk mengalihkan diri dari matanya yang mulai perih.
And to feel in the night
The nearness of you
Pemain piano itu melanjutkan liriknya sambil menyeka ujung matanya. Ia kemudian membalik badannya menghadap piano.
"I know we might never be in the same time and space anymore. But heck yeah, I'm gonna wish we will be. Maybe in another life"
Suara piano itu kembali mengalun. Keduanya menarik napas.
It's not the pale moon that excites me
That thrills and delights me
Oh no, it's just the nearness of you
Aku baca ini sampe nangis, aku rindu juga ya kayaknya..
Terlalu banyak "gapapa" skg diantara kita :)
Sedang hujan, tapi tidak deras.
Kipas angin tidak menyala, tp aku kedinginan.
Jantungku berdebar kencang, padahal tidak ada apa apa.
Aku takut, tapi tidak ada yang mengejar.
Aku benci orang orang.
Sal, kali ini Ditimur mu ga match sama hujan. Ga match sama rinduku juga. Ditimurmu kali ini, menghadirkan hujan yg lain.
Sal, seperti kataku beberapa waktu sebelumnya. Aku akan sangat menikmati lagumu Ditimur, kapanpun dan dimanapun, setidaknya sampai aku patah hati lagi.
Dan sal, sepertinya aku sedang patah hati.
Malam ini, mood ku yang dengan tidak tau diri, sangat senang berlompatan ke mood yg satu dan ke yg lainnya. Membuat sunyi sejenak diantara kita. Maaf ya, sudah egois. Tapi, benar tidak bisa ditutupi.
Terimakasih banyak loh, sudah sangat baik mau mengajakku lihat bulan ditempat yg jauh, walaupun anginnya kencang, tapi aku jd punya satu dua foto bulan yang sangat indah malam ini. Demi ngebuat mood ku kembali lagi.
Kamu beneran suka aku ya? Hehe
Cerpen : Siang yang Penat dan Malam yang Sendirian
Masalah-masalah yang kita hadapi, sejatinya hanya kita hadapi sendiri. Semua orang yang ada disekitar kita, mereka tidak benar-benar bisa merasakan apa yang kita rasakan. Meski, harus kita akui. Kehadirannya setidaknya membuat kita merasa tenang karena bisa bercerita.
Setelah kita berpisah dengan mereka, pulang ke rumah, menemukan kembali masalah-masalah yang berisik, berteriak di setiap sisi dinding, dari setiap sudut lantai. Aku segera berlari ke kamar, membanting pintu, menutup telingaku dengan bantal. Bahkan, saat malam yang harusnya aku bisa tidur dengan tenang. Pintu kamarku tak mampu menghalangi kebisingan itu, menembus pikiranku yang hendak tidur. Membuat mimpiku menjadi buruk, tidur yang gelisah.
“Kamu kapan nikah, udah mau 30 tahun lho, keburu ketuaan!” “Ngapain sih kerja mulu, ga kasihan apa sama anakmu?” “Kamu keasyikan kerja sih, kecapekan, makanya ga hamil-hamil.” “Ku kasih tahu nih gaya-gaya yang bisa dipakai, biar cepet hamil kayak aku.” “Kenapa ga nyicil rumah aja, daripada ngontrak mulu.” “Ga usah sekolah tinggi-tinggi, nanti juga didapur, nanti pada jiper tu cowok-cowok.” “Eh, jadi perempuan itu harus pinter biar bisa jadi madrasah buat anak-anak.” Lah tadi katanya ga boleh sekolah tinggi-tinggi?
* * * * * Aku ingin tidur nyenyak sekali saja, boleh? ©kurniawangunadi | yogyakarta, 24 juli 2020
Sangat sering terjadi :)
Are we too young to talk about forever?
Td baca tweet org di twitter. Katanya gini:
Semakin dewasa, semakin sadar kalau yg penting itu bukan kemananya, tapi sama siapanya.
Setuju ga? Setuju.
Karna bener rasanya beda.
Makan pasta cantik di resto aestetik yang lampunya syahdu untuk dinner emang sweet, tapi makan nasi goreng/kwetiau abang abang ditenda ga kalah sweet karna bisa dengar kamu komentar ttg makanan dan ngasih tau tempat lain yang sudah pernah kamu coba sambil dengar suara kendaraan yang lewat.
Aku ga masalah mau ngopi di coffeshop yang per gelasnya bisa sampe 30ribu ataupun cuma minum jahe hangat di angkringan, yg penting aku bisa ketemu kamu walaupun kamu capek seharian kerja dan tetap sempatin untuk ketemu.
Terserah mau naik mobil atau motor, emang asik sih bisa nyanyi bareng playlist lagu favorit sambil liat liatan sediikit, tapi percaya deh "Haa? Haa? Haa?" Diatas motor saat lagi dijalan itu lebih seru, nanti kalo salah satu udah kesel bakal diakhirin sama ketawa bareng yang lepas bgt.
Aku gpp kalo kita ga lihat johnny deep di layar lebar, karna bareng kamu lihat pantai sambil ngebekal es tebu dan somay lebih menyenangkan. Apa lagi keliling2nya untuk sekedar nyari es tebu terbaik.
Aku lebih suka.
Aku juga gpp ga malam mingguan keliling kota ataupun kencan romantis tapi cuma ketemu sebentar diteras rumah, yang akunya cuma pake mukena nungguin kamu yg dtg cuma sekedar balikin pulpen. Walaupun kamu capek bgt, m kamu tetep usahain ketemu terus senyum sambil cerita hal hal bodoh yang udah kamu lakuin hari itu.
Memang yang terpenting sama siapanya, bukan kemananya. Karna kalau sama org yg kita inginkan dan nyaman itu lebih baik mau dimanapun kemanapun dan apapun itu 🥰
Kepada rinai yang hadir
Telah kutitip setumpuk rindu untukmu
Katanya,
Hujan paling pandai menemani sepi
paling pandai menyampaikan rindu
Disini, aku menatap rinai sembari berharap
Rindu yg kutitipkan bisa memelukmu hangat
Kuharap
Kau menikmatinya
Rinduku malam ini yang dtg bersama hujan.
17 juni 2020 | 21.42
Hari ini ada yang manis sekali.
Kamu dtg kerumah, Hanya untuk mampir sebentar mengantarkan sesuatu yang sebenarnya masih bisa ditunda dan tidak harus bertemu.
Wajah mu lelah tapi bahagia.
Ah, rasanya ingin ku tawari untuk istirahat sejenak diteras dan ku buatkan minuman hangat berwarna.
Tp katamu tidak usah, mau bergegas kembali ke barber lagi soalnya.
Wah, aku tersipu melihat kamu yang tersipu saat menceritakan hal hal bodo lucu yang sudah kamu lakukan hari ini.
Terimakasih ya sudah berusaha, sudah bersemangat, sudah berbagi, sudah bertemu, sudah menyempatkan, sudah berlelah lelah.
Malam ini, langit indah sekali.
Jangan lupa makan malammu💛
Sebuah Pengingat : Catatan Sebelum Nikah
Bahwa, menikah adalah dalam rangka meraih ridha Allah jadi lakukan apa-apa yang bikin Allah ridha.
Bahwa, ada ruang privasi yang bertambah luas dan harus dijaga sedemikian rupa. Jadi partner yang baik, yang menjadi ‘pakaian’ bagi pasangannya.
Bahwa, ada perasaan orang lain yang harus dijaga. Teman-teman yang sedang berjuang di posisi yang sama. Jadi, alangkah lebih bijak, apabila selektif dalam memilih foto-foto romantis ke akun media sosial. Orang sekarang sangat visual. Selama bisa jadi obat hati, kenapa malah pengen jadi penyakitnya?
Bahwa menikah bukan sekedar pacaran yang halal. Faktanya values dari pernikahan jauh dari itu. Soal kolaborasi dalam kebermanfaatan. Soal menjaga ketahanan keluarga. Soal saling belajar dan mengingatkan.
Bahwa dalam kehidupan berumahtangga, sabar dan syukur harus senantiasa ditumbuhkan, sebagai perisai atas ego, amarah, dan prasangka yang bisa menggoyahkan kebaikan-kebaikan yang sebelumnya ada.
“Barang siapa yang sabar atas budi pekerti isterinya yang buruk, maka Allah memberinya pahala sama dengan pahala yang diberikan kepada Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-Nya. Dan seorang isteri yang sabar atas budi pekerti suaminya yang buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dengan pahala Asiyah isteri Firaun” Rasulullah.
Bahwa pernikahan tidaklah mudah. Pasti akan datang yang susah-susah, maka selalu genggamlah dengan iman dan prasangka baik, yang susah-susah akan menjadi indah dan penuh hikmah. Ciee. haha. Bukan mudah yang utama dicari, tetapi berkah. Sakinnah, mawaddah, dan rahmah.
Bahwa ketika kita sendiri saja sudah produktif dan bermanfaat, ketika menikah harus dua kali produktifnya, dua kali bermanfaatnya, dua kali kebaikannya, dua kali melawan yang buruk-buruknya, dua kali hebatnya, dua kali tangguhnya.
Bahwa ketika kita hendak menikah, banyak sekali yang mensupport dan membantu kita dalam bentuk yang beragam. Dan setelah menikah, justru kurang etis rasanya kalau tiba tiba asik sendiri sama dunianya.
Bahwa yang lebih berhak atas anak laki-laki adalah ibunya, dan yang lebih berhak atas anak perempuan adalah suaminya. Jadi saat status berubah menjadi istri, jangan halangi suami untuk tetap berbakti kepada orangtuanya–malah harus disupport sebagaimana mestinya. Dan, menjadi istri bagaimanapun, ridha suamilah yang dicari (dan itu istiqamahnya berat, tapi bisa, semangat). Sebaliknya, saat menjadi suami, jadilah imam yang baik dan juga jadilah suami yang memudahkan ibadah istri.
Bahwa, perempuan bisa masuk surga lewat pintu manapun asal melakukan empat perkara : sholat lima waktu, puasa ramadhan, menjaga kehormatan, dan menaati suaminya (HR Ahmad&Thabrani). Bahwa jihadnya perempuan di rumahnya; menjaga kehormatannya, menjaga kesetiaannya, mentaati Tuhannya, dan patuh pada suaminya.
Bahwa, kita menikah berarti harus bisa menerima segala keburukan dan konsekuensi-konsekuensi di dalamnya. Pasangan juga manusia, banyak khilafnya. Tinggal bagaimana kita meluaskan samudera maafnya. Bahwa saat kita sedang mencicipi ‘pahit’, jangan lupa–bahagia itu kita yang ciptakan, inget yang manis-manis. Inget berjuangnya menuju pernikahan. Inget perjuangan-perjuangan unyu yang lain. Yang lovable jangan sampai lolos.
Bahwa, saat berumah tangga kita sedang belajar maksimal dalam menjalankan peran. Menjadi suami teladan, istri teladan, anak teladan, orang tua teladan. Sehingga jadi sebaik-baik keluarga. Jangan terlebih dahulu menuntut hak, ketika kewajiban masing-masing terhadap pasanganya masih belum terpenuhi.
Bahwa komunikasi tangguh diperlukan. Perbedaan pola komunikasi perempuan dan laki-laki memang benar adanya. Satunya Mars, satunya Venus. Nanti, seiring berjalannya waktu akan beradaptasi, Mari mengusaha dan bahu-membahu untuk menciptakan komunikasi yang baik dan tangguh. Bersama.
Bahwa…..sudah bisa masak berapa resep? :”“” wkwkwk sabar-sabarin yaaaa XD