Aku baru nak move on. Tiba2 nampak dia pulak hari ni. Macam mana ni, nak kena move backwards ke 😂😂
Tapi reaction dia sama, nothing positive.
Cmon. Move on! Move on!

❣ Chile in a Photography ❣
trying on a metaphor

#extradirty
Misplaced Lens Cap
Lint Roller? I Barely Know Her
Monterey Bay Aquarium
Sweet Seals For You, Always
Fai_Ryy
almost home
official daine visual archive
Show & Tell
hello vonnie
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Peter Solarz
cherry valley forever
Jules of Nature

JVL
Not today Justin
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
YOU ARE THE REASON

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Italy

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Austria
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia
@bringme-to-themoon
Aku baru nak move on. Tiba2 nampak dia pulak hari ni. Macam mana ni, nak kena move backwards ke 😂😂
Tapi reaction dia sama, nothing positive.
Cmon. Move on! Move on!
Sebagai stalker berpengalaman, aku kecewa la tak dapat cari details pasal mamat tu. Aku perlu sedikit info lagi untuk tindakan selanjutnya 😂
Lemah la macam ni.
Jeda.
Ada yang harus meratapi perihnya kehilangan lebih dahulu, baru bisa menghargai setiap peristiwa dan pertemuan.
Ada yang harus melewati badai dahsyat lebih dahulu, baru kemudian menghargai setiap proses dan mengerti arti ketangguhan.
Ada yang harus melewati banyak kesakitan hidup lebih dahulu, baru kemudian mensyukuri setiap aliran nikmat di dalam dirinya yang selama ini terlupakan.
Ada yang dihadapkan pada banyak kegagalan beruntun lebih dahulu, baru kemudian memahami pentingnya niat yang lurus, keikhlasan dalam setiap amal kebaikan serta pentingnya keberserahan saat mengukir jejak perjuangan.
Nafas berhembus, jantung berdetak, darah mengalir...
Wajah kian lama kian menua, tubuh kian hari kian merenta dan.....jam dinding terus memutar waktu sebagai penanda juga pengingat diri tentang hakikat hidup yang sementara.
Siang dan malam, terasa begitu sekejap. Poros kehidupan berputar dalam ketetapan takdir yang tertuang dalam lembaran rahasia yang tintanya telah mengering... menuntun setiap pejalan kehidupan pada sebuah kepastian tujuan, ialah untuk kembali pulang...
Di tengah lajunya perubahan pikiran yang terjadi, gejolak rasa yang sering bekerja diluar kendali dan kecemasan yang datang tanpa permisi. Adakah kiranya kau menelisik jauh ke dalam diri sendiri, sudahkah kau basuh debu-debu yang melekat itu dengan sebenar-benarnya pengakuan dosa? Sudahkah kau bersihkan mata hatimu sebelum kau berjalan lebih jauh lagi? Agar jelas apa yang kau tuju dan selamat perjalananmu.
Di tengah pusara hidup yang terus berlalu, Adakah kiranya kau merenungi dimanakah kini kau berdiri pada jalur kepulanganmu? Sudahkah kau berada pada jalan yang lurus? Ataukah tanpa kau sadari kau sedang tersesat duhai jiwa?
Jika kini terasa lelah, riuh dan ingin merebah jiwamu. Maka ambilah jeda dari kesibukan yang terus menghampiri. Lalu ihatlah ke dalam dirimu sendiri melalui teropong kesunyian, agar kau perbaiki apa yang rusak, agar kau basuh apa yang kotor dan agar kau luruskan apa yang mungkin bengkok dalam dirimu. Selamat menyelam, selamat mencicipi tenang.
Jejak baru, 1 Oktober 2022 20.03 wita
Menemukan.
Teruntuk Sahabatku, Er
Akan ada hari-hari yang terasa panjang saat kita menunggu kedatangan seseorang yang akan melengkapi separuh diri. Menebak-nebak siapa dirinya? Apakah dia orang asing atau sebaliknya?Bagaimana perangai sosoknya? Bagaimanakah nanti kesan pertama saat bertemu dengannya?
Akan ada hari-hari yang terasa mengecewakan, saat hati ini keliru memaknai arti pertemuan dengan seseorang. Firasat menduga sosoknya adalah yang kini berdiri di depan mata, namun isyarat menyatakan bahwa belum waktunya dan belum tepat orangnya.
Akan ada hari-hari yang menyedihkan, saat kita merasa lebih dari sekedar kesepian yaitu hadirnya perasaan membutuhkan. Lalu tersadar bahwa di tengah hamparan kehidupan ini, kita memerlukan seseorang sebagai teman mengarungi waktu— bukan hanya sebuah keinginan belaka namun fitrah diri yang tak bisa diingkari.
Kebutuhan, untuk menemukan rasa tentram dalam diri seseorang. Kebutuhan, untuk saling berbagi cerita, warna dan rasa kehidupan. Kebutuhan, untuk saling mengasihi, saling menguatkan dalam perjalanan, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menopang kelemahan diri, saling melesatkan kelebihan-kelebihan, saling menutupi kekurangan-kekurangan dan juga saling merawat dalam segala perubahan keadaan.
Banyak-banyaklah bersyukur jika kelak kau menemukan seseorang yang pertama kali jatuh cinta karena keindahan hatimu. Bukan karena apa yang terlihat dari luar dirimu. Karena fisik pasti akan menua, namun keindahan hati tak bisa didustai dan tak akan lekang oleh waktu.
Mencari yang menarik, tak akan pernah selesai. Mencari yang sempurna, tak akan pernah menemukan ujungnya. Mencari yang cukup dan menerima, itulah penemuan yang teramat berharga.
Sudut Kota, 21 Oktober 2022 20.03 wita
Lama tak tulis sini. Maksudnya aku menikmati hari2 indah dalam hidupku. Wah giituu. Maksudnya aku takde la berada dlm situasi yang aku tak dapat kawal perasaan. Aku dah lama tak nangis.
Tapi cerita dia, benda yg buat aku nangis hari ni bukan aku tak biasa lalu. Ikotkan kebal dah. Aku ignore je. Dah kenapa hr ni aku nak ambil hati sangat aku pon tak tahu.
Yg aku tahu, tadi aku penat, sakit kepala, mengantuk dan lapar.
Sampai umah, aku duk dalam kete. Reply text related to my part time job. Scroll shopee food, nak order makan. Sedikit info, keje part time minggu ni memerlukan aku deal dgn ramai org yg aku tak kenal (ini bukan kebiasaan aku).
Tiba2 ade unknown number call. Aku ingat that person related to my part time job la. Aku jawab la call tu, sekali ejen insurans. Dia punye intro tu bijak la, aku tak leh terus decline. Pastu dia kemain bnyk tnye aku. Akunye tengah fokus shopee food, dlm masa yg sama fikir masalah yg bertalu2 tentang keje part time. Then dia insist nak ajak jumpe.
Aku dah la tengah serabut, kau memang sangat salah timing la sister. Ajak jumpe nak sharing. Memula aku tolak elok la. Pastu insist nk dtg time lunch area tmpt keje la. Nak jumpe weekend la.
Sampai la aku jawab. 'Sorry kak, sy tengah banyak hal ni. Sy tak rase nak nak tambah pape dlm kepala sy ni.' baru la dia slow down.
Tp dia call je dah tambah serabut aku. Lepas tu ade lagi yg menyebabkan aku menyirap jee.
Ini semua berlaku dr jam 6.45 sampai 7.15 sepanjang aku dlm kereta.
Tp tula, aku pon tak expect aku boleh nangis dalam kete tadi. Aku macam 'eh ape ni? Kau dah kenape?' ha begitula
Habis situ la cerita aku. Dan sampai skang 10 malam aku tak makan. Baring lebih menggembirakan. Aku nak cakap hari ni aku breakdown je. Kat sini jela aku boleh share. Sebab aku rase aku unknown. Tak tau la kalau known. Haha. Kalau kenal buat xtau jela ye.
Sekian catatan stress aku. Aku harap esok pagi mata aku tak bengkak 😅
“The wise do sooner what fools do later. Both do the same; all that differs is the when.”
— Baltasar Gracián, The Art of Worldly Wisdom
Yes. Wake up!
everyday i wake up and plan on doing Things but then i just
Hurmmmm.. Red alert to my heart. Tenang..tenang.
Rindu perasaan tu. Perasaan yang dah lama takde dalam hati ni. Rindu nak rasa macam dulu.
Ya Allah, replace all my sorrow with something beautiful 🥺
Susah betul nak cari kawan yang sekepala yang kita tak penah rasa nak avoid.
Tapi jujurnya aku la yang payah tu. Yang tak chill.
Klo ade bende yang aku tak suka, aku susah nak watlek watpis. Cara aku selalunya menjauh. Aku malas nak deal. Sorang lagi happy. Tapi aku mahu peneman dalam hidup aku. Peneman yang memahami. Yang menenangkan.
Aku tak suka pon sendirian, tapi buat masa sekarang, sendirian aku paling bahagia.
Jadi, persoalannya, dengan attitude begini sampai bilakah aku akan berkeseorangan begini?
Huhuhu. Sambung nangis.
Paranoia. I wish people will stop asking that question. But it wasnt their fault. It was a normal question that just happen to be very toxic to me.
I cannot ask them to not ask. Telling them not to ask need explaination. The explaination that i dont know how to explain.
I'm paranoid and stuck at the same time.
12.55 : Memburu Ketepatan Waktu
Lama rasanya tidak menulis di sini, ketika hampir sebagian besar tulisan saya berada di ruang lain untuk kemudian dilahirkan sebagai lembaran-lembaran kertas. Di sela-sela menulis, berakitivitas sehar-hari, bekerja, dan semau hal lainnya.
Kemudian, sesekali melihat pesan masuk. Pesan yang isinya penuh dengan kekhwatiran. Usia yang beranjak tapi tak kunjung menikah. Pekerjaan yang tak kunjung membaik secara pendapatan, suasana, dan lainnya padahal sudah bertahun-tahun menjalaninya. Atau hal-hal lain, yang seolah, timeline hidup ini diatur oleh satuan waktu yang sama.
Menikah harus sebelum 25. Mapan harus sebelum 30. Beli rumah harus sebelum 35. Usia 30 harusnya sudah punya ini dan itu. Satuan waktu yang seolah menjadi kesepakatan bersama dan semua orang berlarian untuk mengejarnya.
Melelahkan sekali.
Ketika sudah diujung waktu, ternyata apa yang dikejar tidak berhasil didapat, seolah menjadi manusia yang tak bernilai. Karir mau sebagus apapun, ketika belum menikah, seolah tak bernilai. Ketika sudah menikah, kemudian fokus terhadap keluarga tanpa bekerja padahal lulusan S3, seolah menjadi manusia yang tak bernilai. Semua hal diukur pada satu waktu dan satuan pencapaian masyarakat.
Sampai kapan?
Sampai kapan, hidup ini harus kamu jalani dengan jalan yang dibuatkan oleh orang lain? Padahal, itu bukanlah jalan yang ingin kamu lalui. ©kurniawangunadi
Kekecewaan yang bertimpa-timpa. Sungguh aku lemah.
Your life is about to blossom. Believe that.