Pemesanan
untuk pemesanan, sila kontak kami di [email protected] atau telepon 02124007675 (jam dan hari kerja). Pembayaran bisa dilakukan melalui BCA dan Bank Mandiri.
Kontak ke HP juga boleh: 081311523356 (Sigit) atau 082124566066 (Risdianto)

#extradirty
noise dept.
DEAR READER

titsay
Show & Tell
Cosmic Funnies

if i look back, i am lost

No title available
KIROKAZE
Mike Driver
cherry valley forever

@theartofmadeline

No title available
styofa doing anything

izzy's playlists!

JVL

roma★
Jules of Nature
art blog(derogatory)
dirt enthusiast
seen from United States

seen from United States

seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@bukubanana
Pemesanan
untuk pemesanan, sila kontak kami di [email protected] atau telepon 02124007675 (jam dan hari kerja). Pembayaran bisa dilakukan melalui BCA dan Bank Mandiri.
Kontak ke HP juga boleh: 081311523356 (Sigit) atau 082124566066 (Risdianto)
Penulis: Sherman Alexie
ISBN: 9791079056
Harga: Rp. 49,500.00
Dalam kumpulan cerita pendek kocak muram ini, Sherman Alexie, seorang Indian Spokane/Coeur d’Alene, dengan cemerlang menjalin memori, fantasi, dan realisme lugas untuk melukiskan sepotong potret ruwet, suram dan ironis kehidupan di Reservasi Indian Spokane dan sekitarnya.
Dua puluh dua kisah yang berjalinan ini dituturkan oleh karakter-karakter yang dibesarkan dalam kehinaan dan keju murahan, namun penuh gairah dan rasa kasih, mitos dan mimpi. Ada Victor, bocah sembilan tahun, yang merayap di antara kedua orang tuanya yang semaput dan berharap alkohol yang merembes lewat kulit mereka bisa membuatnya lekas tidur, Thomas Builds-the-Fire, yang tetap mendongeng walau orang sudah lama tak sudi mendengar lagi, dan Jimmy Many Horses, sekarat karena kanker, yang menulis huruf-huruf di atas secarik kertas yang berbunyi “Dari Ranjang Kematian James Many Horses III,” walaupun sebetulnya dia menulis di meja dapurnya.
Dengan latar belakang alkohol, kecelakaan mobil, tawa, basket, Alexie menggambarkan jarak antara Indian dan kulit putih, Indian reservasi dan Indian urban, laki-laki dan perempuan, dan yang paling puitis, antara Indian modern dan tradisi masa lalu.
Penulis: Richard Dawkins
Penerjemah: Zaim Rofiqi
Halaman: 526 halaman
Harga: Rp. 95,000.00
The God Delusion adalah sebuah buku yang sangat terkenal dan kontroversial yang membahas tema-tema seputar ketuhanan dari kacamata sains (biologi). Buku yang ditulis oleh ahli biologi Inggris ini hingga kini masih menjadi rujukan penting dalam persoalan hubungan agama dan sains.
Dalam buku ini Dawkins menyatakan bahwa suatu pencipta supernatural hampir bisa dipastikan tidak ada, dan bahwa kepercayaan pada suatu tuhan personal sebagai sebuah delusi (igauan/khayalan)—suatu kepercayaan yang salah yang terus-menerus bertahan di hadapan berbagai bukti kuat yang menentangnya.
Selain itu, dalam karya ini, Dawkins juga mengemukakan berbagai argumen yang menentang penjelasan-penjelasan kreasionis atas kehidupan. Dawkins mengulas secara langsung serangkaian argumen yang mendukung dan menentang keyakinan pada eksistensi Tuhan (atau dewa-dewa). Dalam buku ini Dawkins berulangkali menyatakan dirinya sebagai atheis, meskipun ia juga berulangkali menyatakan bahwa dalam pengertian tertentu ia adalah seorang agnostik.
Secara umum buku ini berisi empat pesan “pembangkit-kesadaran”:
1. Kaum atheis bisa bahagia, bermoral, hidup seimbang, dan puas secara intelektual.
2. Seleksi alamiah dan teori-teori ilmiah yang serupa lebih superior dibanding “hipotesa tentang Tuhan”—suatu ilusi tentang desain cerdas—dalam menjelaskan dunia kehidupan dan alam semesta.
3. Anak-anak hendaknya tidak dicekoki, atau dilabeli dengan, agama orang tua mereka. Istilah-istilah seperti “anak Katolik” atau “anak Muslim” akan membuat orang canggung.
4. Kaum atheis harus bangga, tidak apologetik, karena atheisme adalah bukti pikiran yang sehat dan independen.
Penulis: Milan Kundera, Gabriel Garcia Marquez dkk
ISBN: 9799998611
Halaman: 201
Harga: Rp. 28,000.
Edward mendekati Alice dengan tujuan tunggal, menikmati tubuh ranum gadis itu. Tetapi inilah yang justru ditanyakan Alice: “Percayakah kau pada Tuhan?” Celakanya, Tuhan yang abstrak di mata Alice menjadi sosok yang konkret, Tuhan yang melarang perzinahan. Siasat akal bulus Edward bekerja, dan kota kecil di Chekoslowakia pada masa rezim komunis jadi heboh karenanya.
Penulis: Yusi Avianto Pareanom
Halaman: 172
Harga: Rp 40,000.00
Apa yang akan kaulakukan jika tahu kapan dan bagaimana kematianmu datang, dosa lama menggetok kepala anak buta memanggilmu, novelmu segera diluncurkan sementara bentuk tubuhmu memalukan, tetanggamu selalu mengantar makanan yang tak pernah enak, orang yang kaubenci dimutilasi, kau terbelit Hukum Murphy, dan kau juga terkena penyakit yang mengundang tawa? Mungkin kau akan terjebak kabut, mengidap ombrophobia atau takut rintik hujan, pergi bersama seekor anjing buruk rupa ke sebuah desa yang melarang penyebutan warna sehingga kau harus bilang yang mana anak haram janda ujung desa setelah kedatangan perampok dari Utara untuk biru kehijauan, atau membeli kulit sida-sida.
Mungkin kau akan tertawa, menangis, lalu tergoda ikut bersama Yusi Avianto Pareanom mengopyok berbagai khazanah kebudayaan dunia dan menjadikannya kegilaan baru.
Jurus Kencan dengan Gadis Coklat, Hitam, Putih, atau Blasteran
Cerpen oleh Junot Díaz.
Penerjemah: Yusi Avianto Pareanom
Tunggulah sampai adik lelaki dan ibumu meninggalkan flat. Kau sudah bilang bahwa kau agak sakit sehingga tak bisa ikut ke Union City mengunjungi tía—tante—yang suka meremas bijimu. (Dia tambah besar, begitu dia akan bilang). Dan walaupun ibumu tahu kau tidak sakit kau mengukuhi cerita itu sampai akhirnya ia bilang, Ya sudah kamu di sini saja,malcriado—bocah tengik.
Bersihkanlah kulkas dari keju murahan. Jika gadis itu dari kawasan Terrace, taruhlah karton-karton keju itu di belakang kardus susu. Kalau dia dari kawasan Park atau Society Hill, sembunyikanlah keju di lemari di atas oven, sejauh mungkin agar dia tak bisa melihatnya. Namun, ingatlah selalu untuk mengeluarkannya sebelum besok pagi atau ibumu bakal menghajarmu habis-habisan. Singkirkan foto-foto keluarga yang memalukan saat bertamasya, terutama foto anak-anak setengah telanjang yang sedang menyeret kambing dengan tali. Anak-anak itu adalah sepupumu dan sekarang mereka sudah cukup besar untuk mengerti alasanmu melakukan apa yang kaulakukan sekarang. Sembunyikan fotomu ketika berambut kribo. Pastikan kamar mandi layak pakai. Taruh keranjang dengan segala tisu jambannya di bawah wastafel. Semprot dudukan jamban dengan Lysol, lalu tutup lemari kamar mandi.
Mandi, bersisir, dan berpakaianlah. Duduklah di sofa lalu menonton TV. Jika ia berasal dari luar kota ayahnya akan datang mengantar, mungkin ibunya. Tak ada di antara mereka yang ingin putrinya menemui pemuda mana pun dari Terrace—sering terjadi penusukan di Terrace—tetapi gadis ini keras kepala dan kali ini ingin kemauannya dituruti. Jika ia gadis putih kautahu bahwa setidaknya kau bakal dapat handjob.
Tulislah sebaik mungkin petunjuk jalan ke tempatmu sehingga orang tuanya tak akan berpikir bahwa kau ini idiot. Bangunlah dari sofa dan periksalah tempat parkir. Nihil. Jika ia gadis setempat, tak usah repot. Ia akan datang begitu ia siap dan cantik. Terkadang ia akan mengunjungi temannya terlebih dahulu sehingga kemudian satu gerombolan penuh akan datang memenuhi flatmu dan walaupun itu berarti kau tidak bakal mendapatkan apa yang kaumaui, situasi itu tetap saja menyenangkan sampai kau berharap orang-orang itu akan lebih sering datang lagi. Terkadang ia tidak datang sama sekali dan keesokan hari di sekolah ia akan meminta maaf, tersenyum, dan kau dengan tolol memercayai dan mengajaknya berkencan lagi.
Tunggulah, dan setelah satu jam pergilah ke tikungan dekat rumahmu. Lingkungan perumahanmu sangat padat dan macet. Sapalah salah seorang kawan laki-lakimu dengan keras dan bila ia berteriak, Kamu masih menunggu pelacur itu? katakan, anjing, tentu saja, Bung.
Kembalilah ke dalam. Hubungi rumah si gadis dan ketika ayahnya mengangkat telepon tanyakan sekiranya ia ada di rumah. Si ayah akan bertanya, Siapa ini? Taruh teleponnya. Ayahnya terdengar seperti kepala sekolah atau kepala polisi, jenis laki-laki dengan leher besar, yang tidak perlu khawatir bakal dibokong orang. Duduk dan tunggu. Ketika perutmu mulai terasa mual, sebuah Honda atau mungkin Jeep datang dan gadis itu keluar.
Hei, katamu.
Dengar, katanya. Ibuku ingin ketemu denganmu. Dia khawatir sekali.
Jangan panik. Katakan, Hei, tak masalah. Sisir rambutmu dengan jari seperti yang sering dilakukan bocah laki-laki kulit putih walaupun satu-satunya gaya rambutmu adalah kribo cepak. Ia akan tampak cantik. Gadis-gadis putih adalah yang paling kauinginkan, pastinya, namun biasanya yang berasal dari luar kota adalah gadis hitam, yang tumbuh dengan balet dan kepanduan, dan punya tiga mobil di garasinya. Jika ia seorang gadis blasteran jangan heran bila ibunya berkulit putih. Sapalah, Hai. Ibunya akan balas menyapa dan kau akan tahu bahwa kau tidak membuatnya takut, yah tidak terlalulah. Ibu si gadis akan berdalih bahwa ia membutuhkan petunjuk jalan yang lebih mudah untuk keluar dari lingkungan perumahanmu, dan sekalipun ia sudah mempunyai petunjuk paling sempurna di pangkuannya, beri saja yang ia inginkan. Buatlah ibunya senang.
Kau punya banyak pilihan. Jika ia berasal dari daerah sekitar, ajaklah ke El Cibao untuk makan malam. Pesan semuanya dalam bahasa Spanyolmu yang patah-patah. Biarkan gadis itu mengoreksimu jika ia seorang Latina dan buat dia tercengang jika ia kulit hitam. Jika ia bukan berasal dari daerah sekitar, ke Wendy’s sudah cukup. Selagi berjalan menuju restoran ajaklah ngobrol tentang sekolah. Gadis lokal tidak membutuhkan cerita-cerita tentang lingkungan sekitar tetapi cerita yang lain dari itu. Berilah cerita tentang si gila yang menimbun kaleng gas air mata di lantai bawah tanahnya selama bertahun-tahun hingga suatu hari kaleng-kaleng itu retak dan seluruh lingkungan perumahan lantas penuh dengan bau senjata militer. Jangan katakan kepadanya bahwa ibumu bakal segera mengenali cerita tersebut, bahwa ia mengenali baunya dari tahun ketika Amerika Serikat menduduki pulaumu.
Berharap saja kau tidak berjumpa dengan musuh bebuyutanmu, Howie, bocah Puerto Rico dengan dua anjing ganasnya. Howie membawa mereka jalan-jalan seputar perumahan dan dari waktu ke waktu anjing-anjing itu memojokkan seekor kucing dan mengganyangnya habis-habisan, Howie tertawa-tawa melihat si kucing terlompat ke udara dengan leher memutar seperti burung hantu, daging merah terlihat di antara bulu-bulu halus. Jika anjing-anjingnya belum memojokkan seekor kucing, Howie akan berjalan di belakangmu dan berkata, Hey, Junior, ini teman begituan yang baru, ya?
Biarkanlah ia bicara. Howie mempunyai berat badan sampai seratus kilogram dan bisa memakanmu jika ia mau. Di lapangan ia akan berbelok menjauh. Howie punya sepatu kets baru, dan tidak mau sepatunya kena lumpur. Jika si gadis berasal dari luar kota ia akan berdesis dan mengumpat, Dasar bajingan tengik! Gadis lokal akan balas meneriaki Howie saat itu juga, kecuali ia pemalu. Apa pun, jangan merasa tak enak jika kau diam saja. Jangan pernah kalah berkelahi pada kencan pertama atau semuanya akan berakhir saat itu juga.
Makan malam akan menjadi saat yang sangat tegang. Kau tidak terlalu lihai untuk berbicara dengan orang yang belum kauakrabi. Si gadis blasteran akan bercerita kepadamu bahwa orang tuanya bertemu di Pergerakan, dia akan bilang, Waktu itu orang-orang berpikir itu tindakan yang sangat radikal. Cerita itu bakal terdengar seperti hapalan yang ditanamkan oleh orang tuanya. Kakak lelakimu pernah mendengarnya sekali dan bilang, Ampun, seperti dengar cerita Paman Tom saja. Jangan ulangi kata-kata ini.
Taruhlah hamburgermu dan katakan, Pasti berat sekali, ya.
Gadis itu akan menghargai perhatianmu. Ia akan bercerita lebih banyak lagi. Orang-orang hitam, lanjutnya, memperlakukanku sangat buruk. Itu sebabnya aku nggak suka mereka. Kau mungkin penasaran apa yang dia pikirkan tentang orang-orang Dominika. Jangan bertanya. Biarkan ia bicara dan ketika kalian berdua selesai makan berjalanlah kembali ke perumahan. Langit akan tampak sangat mengesankan. Polusi telah menjadikan matahari terbenam Jersey salah satu keajaiban di dunia. Tunjuklah. Sentuh bahunya dan bisikkan, Cantik, ya?
Saatnya serius. Tontonlah TV tetapi tetap siaga. Tenggak sedikit Bermúdez yang ditinggalkan Ayah di lemari, yang tidak disentuh siapa pun. Gadis lokal mungkin memiliki paha dan pantat yang aduhai namun ia tak akan secepat itu mengizinkanmu menyentuhnya. Ia masih tinggal di lingkungan perumahan yang sama denganmu, mesti berurusan denganmu dalam banyak hal lain. Ia mungkin sedang bersantai saja denganmu lalu pulang. Ia mungkin menciummu lalu pergi, atau mungkin, jika ia cukup sembrono, akan rela begituan, tapi ini jarang terjadi. Berciuman saja sudah cukup. Gadis putih sangat mungkin langsung mau. Jangan hentikan dia. Ia akan mengeluarkan permen karet dari mulutnya, menempelkannya ke plastik pembungkus sofa dan akan bergeser mendekatimu. Mata kamu bagus ya, mungkin begitu rayunya.
Bisikkan kalau kau menyukai rambutnya, menyukai kulitnya, bibirnya, karena, jujur saja, kau menyukai semuanya lebih daripada milikmu sendiri.
Ia akan berkata, Aku suka cowok Spanyol, dan walaupun kau tak pernah ke Spanyol, bilang saja, Aku menyukaimu. Kau akan terdengar keren.
Kau akan bersamanya sampai sekitar pukul setengah sembilan lantas ia ingin membersihkan muka. Di kamar mandi ia akan menyenandungkan sepotong lagu dari radio seraya pinggulnya bergoyang mengikuti irama dan dipepetkan ke bibir wastafel. Bayangkan ibunya datang menjemputnya, apa yang akan dikatakannya jika ia mengetahui putrinya baru saja berbaring di bawahmu dan meneriakkan namamu, yang diucapkannya dengan bahasa Spanyol patah-patah ke telingamu. Ketika ia berada di kamar mandi hubungi satu dari teman lelakimu dan katakan, Lo hice, loco—jadi, Bung. Atau duduk saja di sofa sambil tersenyum.
Namun, biasanya tidak akan berjalan seperti itu. Bersiaplah. Ia tak akan mau memberimu ciuman. Santai saja, sergahnya. Gadis blasteran mungkin akan bersandar, menjauh darimu. Ia akan menyilangkan tangannya, lalu bilang, Aku nggak suka dadaku. Kau membelai rambutnya tetapi ia malah menjauh. Aku nggak suka orang lain menyentuh rambutku, katanya. Si gadis akan bertingkah seperti seseorang yang tidak kaukenal. Di sekolah ia dikenal dengan tawa renyahnya yang menarik perhatian, yang terbang tinggi tak tergapai seperti camar, tapi di sini ia membuatmu khawatir. Kau tak tahu lagi kata-kata apa yang harus kauucapkan.
Kamu sama saja dengan cowok lain yang ngajak aku kencan, katanya. Para tetanggamu bakal memulai seruan-seruan hyena itu, apa lagi mereka sudah minum alkohol. Kamu dan cowok-cowok hitam itu.
Jangan bicara. Biarkan ia mengancingkan bajunya, menyisir rambutnya, bunyinya panjang seperti rentetan tembakan di antara kalian. Ketika ayahnya datang dan menekan klakson, biarkan ia pergi tanpa banyak salam perpisahan. Ia tak akan menghendakinya. Satu jam berikutnya telepon akan berdering. Kau akan tergoda untuk mengangkatnya. Jangan. Tonton saja tayangan yang ingin kautonton, tanpa ada anggota keluarga yang bakal mendebatmu. Jangan turun ke lantai bawah. Jangan pula jatuh tertidur. Tidak akan membantu. Taruhlah kembali keju murahan di tempatnya sebelum ibumu membunuhmu.
Junot Díaz, kelahiran Santo Domingo, Republik Dominika, adalah peraih Hadiah Pulitzer 2007 untuk novelnya The Brief Wondrous Life of Oscar Wao. Saat ini ia tinggal di Kota New York dan mengajar penulisan di MIT. Cerpen di atas diambil dari buku pertamanya, Drown, yang edisi bahasa Indonesianya akan diterbitkan oleh Banana.
Million Dollar Baby
Penulis: F.X. Toole
ISBN: 9799998662
Halaman: 360
Harga: Rp. 48,500
Kisah seorang Cut Man di dunia tinju. Anda tidak perlu menyukai tinju untuk menikmati buku ini. Cerita tentang tinju terbaik yang pernah ditulis.
Penulis : Che Guevara
ISBN: 9799998638
Halaman: 220
Harga: Rp. 32,000.00
Argentina Desember 1951, dua mahasiswa kedokteran Che Guevara dan Alberto Granado memulai perjalanan keliling Amerika Selatan. Perjalanan yang semula hanya untuk gagah-gagahan ternyata mengubah jalan hidup dua sahabat ini dan juga dunia. Ditulis sendiri oleh Che Guevara sebelum usianya 24 tahun. Narasinya memukau. Revolusioner sejak muda, tetapi ia juga bisa melankolis, mengharukan, dan secara tak terduga kocak luar biasa.
Penulis: Gay Talesse
ISBN : 979999862x
Halaman : 128
Harga : Rp. 18,000.00
Frank Sinatra punya segalanya: karir hebat, wanita-wanita cantik, serta keluarga dan kawan-kawan yang mencintainya. Ia adalah Il Padrone, sang bos besar. Frank Sinatra Kena Selesma bercerita tentang problem kekuasaan yang dialami salah satu bintang terkondang di dunia. Kisah ini adalah pelopor Jurnalisme Baru; narasi nonfiksi, yang setia menghadirkan fakta, tetapi hidup karena gaya bercerita sastrawi.
Penulis: Ricard Preston
ISBN: 9799998646
Halaman: 178
Harga: Rp. 25,000.00
Balapan mendapatkan jumlah desimal pi terbanyak amat gila-gilaan. Gregory dan David Chudnovsky sedang membidik rekor dua milyar digit pi. Mereka mengejar jumlah itu dengan mesin superkomputer rakitan sendiri, hal ini dilakukan karena mereka tak punya uang untuk menggunakan ‘superkomputer’ sebenarnya. Tapi mengapa beberapa matematikawan terhormat menganggap perjuangan Gregory dan David sia-sia?
Penulis: Chun Sue
Penerjemah: Ferina Permatasari
Penyunting: Yusi Avianto Pareanom
ISBN: 9799998670
Halaman: 245
Harga: Rp. 34,500.00
Dilarang di Cina karena pemaparannya yang jujur tentang perilaku seks seorang gadis muda. Novel pertama yang bercerita tentang “kepedihan masa remaja” di Cina secara apa adanya.(Beijing Today).
BEIJING DOLL secara berani menyusuri budaya musik rock-and-roll di Cina. Novel tajam yang diangkat dari buku harian sang penulis ketika berusia remaja ini membawa pembaca berkelana ke jalan-jalan kota Beijing, dimana anak-anak yang tak mendapat cinta menolak tradisi lama dan hidup dengan mengekspresikan diri, hasrat, dan musiknya. Sensualitas Chun Sue yang eksplisit, sikapnya yang blak-blakan terhadap seks, dan gaya bertuturnya menghadirkan gaya baru dalam sastra kontemporer Cina.
Penulis: Andina Dwifatma, Apendi (Casey Airysh) Dini Afiandri, Fanny Fajarianti, Laire Siwi Mentari, Miftah Rahman, Nia Nurdiansyah, R. Mailindra, Regina Kalosa, Reno Puti Bulan, Rizki Amalia, Sitta Taqwim, Sulung Siti Hanum, Utami Diah Kusumawati, Wahyu Heriyadi, Wiwin Erikawati, Yuki Anggia Putri Ritonga
Penyunting: A.S. Laksana dan Yusi Avianto Pareanom
Halaman: 262
Harga: Rp 45,000.00
"Pada sebuah acara penggalangan dana, seorang perempuan muda bergaun biru wisnu jatuh dari lantai lima. Namanya Magdalena, biasa dipanggil Lenka mengikuti kebiasaan orang Eropa Timur (neneknya orang Magyar, Hungaria), mahasiswa dan model. Bunuh diri, kecelakaan, atau sengaja didorong oleh seseorang?”
LENKA lahir dari gagasan di atas, yang dilempar ke tengah kerumunan anggota milis Bengkel Penulisan Novel DKJ 2009. Setiap dari mereka dengan ganas mengembangkan cerita dari situasi tersebut. Dan mereka kemudian bertarung sepanjang proses penulisan—dalam pengertian benar-benar saling membantai.
Setelah pertarungan lahirlah Lenka, novel karya bersama Sarekat Penulis Kuping Hitam. Dengan alur cerita yang menjadi liar dengan sendirinya, dan sudut pandang yang berganti-ganti, pembaca akan diajak mengunjungi hidup Lenka mulai sebelum ia lahir sampai sesudah kematiannya, dan juga kisah orang-orang sekitarnya: Tiung Sukmajati, ayah Lenka, komposer ternama; Luisa Báthory-Sukmajati, ibu Lenka yang berasal dari Hungaria; Pandan Salas, kakak Lenka, pecatur jenius yang menjadi harapan besar Indonesia meraih gelar juara dunia; Meimei Pikatan, tunangan Pandan Salas; Helong Lembata, teman kuliah dan fotografer penganut aliran fotografi pembebasan; dan Danny Amsterdam, pemilik agensi model Asia Jewel.
Sarekat Penulis Kuping Hitam adalah peserta Bengkel Penulisan Novel Dewan Kesenian Jakarta 2008 dan 2009. Profesi anggota barisan beraneka ragam, mulai wartawan, pegawai negeri sipil, arsitek, mahasiswa, musisi, programmer, karyawan swasta, pelancong, fotografer, penyunting, peramal, sampai hipnotis.
Penulis: Danarto
ISBN: 9791299021
Harga: Rp. 27,900.00
"Danarto adalah sastrawan pelopor realisme magis di Indonesia." —Goenawan Mohamad
Tiba-tiba Izrail lenyap digantikan oleh sekuntum malaikat lain yang berbeda. Tubuh malaikat yang muncul tiba-tiba itu berubah-ubah bentuknya, dari mawar, lalu melati, kemudian kenanga, lantas bunga matahari, lalu berubah lagi menjadi anggrek putih dengan sejumlah noktah berwarna violet, hijau, dan oranye. Kembang-kembang itu ukurannya lebih besar ketimbang manusia. Kadang mekar besar sekali memenuhi angkasa.
...Ternyata kematian itu membahagiakan. Sungguh di luar dugaan. Kematian itu tak berbatas, luas bagai cakrawala. Mengapa harus ditangisi?
...Seorang laki-laki mendadak mati karena mengejar teroris dan kemudian mendapati kematian tidak semengerikan yang ia bayangkan. Seorang suami kehilangan istri yang memilih menggaib. Seorang penulis obituari sering dihindari orang karena takut si penulis bakal membawa kabar buruk sampai suatu hari ratusan ribu orang mendatanginya. Sementara hujan ikan turun dari langit dan ikan raksasa dari Laut Merah minta dipersembahkan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, serta kiai-kiai luhur muncul dari arah tak terduga dan memetik duit dari udara.
Kacapiring adalah karya terbaru Danarto dalam tujuh tahun terakhir.Cerpen-cerpen dalam buku ini membuktikan bahwa Danarto masih menjadi salah seorang yang terdepan dalam penulisan fiksi Indonesia.
Penulis: Kees van Dijk
Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari, Ninus D. Andarnuswari, dan Noor Cholis.
Penyunting: Yusi Avianto Pareanom
ISBN: 978-979-1079-34-1
Halaman: xii + 724
Perang Dunia I baru saja pecah, tapi pemerintah kolonial di Hindia Belanda justru bernapas lega. Sektor ekspor kolonial tidak ambruk dan perang menawarkan prospek ekonomi baru; perwakilan gerakan nasionalis Islam memanjatkan doa untuk keselamatan Belanda dan tidak memanfaatkan kesempatan menyulut kerusuhan. Lebih lanjut, pemerintah kolonial, yang terkesan akan pameran kesetiaan semacam itu mulai menjalankan langkah pembentukan ‘milisi Bumiputra’, balatentara Jawa untuk membantu menghadang kemungkinan invasi Jepang.
Namun ada sejumlah masalah lain: para jemaah haji terlantar di Mekah, kecenderungan pro-Jerman oleh sebagian besar orang Islam Indonesia karena keterlibatan Turki dalam perang, dan di atas segalanya status Hindia Belanda sebagai stasiun penyelundupan yang dipakai kaum revolusioner India dan agen Jerman untuk menyingkirkan kekuasaan Inggris di Asia.
Pada 1917 optimisme tahun-tahun pertama perang menghilang. Pembatasan dagang, perang laut, kurangnya tonase di seluruh dunia menyebabkan peluang ekspor menyusut. Propaganda Komunis telah meradikalkan gerakan nasionalis. Pada 1918 terlihat bahwa koloni sepertinya akan menyerah. Ekspor berhenti. Kelaparan adalah bahaya di depan mata. Makin banyak keresahan di kalangan penduduk kolonial, angkatan darat, dan angkatan laut. Penguasa kolonial meminta bantuan gerakan kebangsaan, menawarkan konsesi politik yang sangat besar, yang kemudian segera terlupakan begitu perang berakhir. Kemerdekaan politik dan ekonomi, yang didapatkan Hindia Belanda yang muncul karena buruknya saluran komunikasi dengan negara induk, juga menghilang.
Kees van Dijk mengkaji bagaimana pada 1917 atmosfer optimisme di Hindia Belanda berubah menjadi keresahan dan ketidakpuasan, dan bagaimana setelah Perang Dunia I situasi kembali stabil seperti suasana politik dan ekonomi sebelum perang.
Kees van Dijk (1946) sudah bekerja sebagai peneliti di KITLV/Insititut Kerajaan Belanda untuk Studi Asia Tenggara dan Karibia sejak 1968 dan menjadi guru besar sejarah Islam di Indonesia di Universitas Leiden sejak 1985. Buku-buku yang pernah diterbitkannya antara lain adalah Rebellion under the banner of Islam; The Darul Islam in Indonesia (Leiden, KITLV Press 1981) dan A Country in despair: Indonesia between 1997 and 2000 (Leiden, KITLV Press 2001).
Penulis: Elisaabeth Loncher
ISBN: 9789791079150
Harga: 69,500.00
Imperialisme Belanda di Indonesia sudah dikaji dari banyak sudut pandang. Meski demikian, salah satu pendekatan yang sebelumnya kurang adalah studi kasus hubungan pemerintah kolonial Hindia Timur dan sebuah kesultanan lokal selama sebuah periode yang panjang. Studi semacam ini bisa melukiskan praktek kolonial dalam beberapa lapisan. Buku ini berupaya mengisi kekosongan dengan mengeksplorasi hubungan antara Batavia dan Kesultanan Jambi dalam kurun 1830-1907, dengan epilog pada 1907-1949.
Mengapa Jambi yang tidak begitu dikenal dan bukan Kesultanan Sumatra yang lebih besar seperti Siak atau Aceh? Sekalipun para sejarawan kolonial generasi pertama memberi kesan bahwa nyaris kebetulan belaka Belanda membangun kehadiran administratif di Jambi pada awal 1830-an, peristiwa-peristiwa yang terjadi di pinggiran koloni itu ternyata sangat membuka wawasan. Sejarah hubungan Batavia dan Kesultanan Jambi adalah bidang bersegi banyak yang mencakupi teori-teori imperialisme modern, campur tangan asing, eksploitasi perompakan ala petualang Amerika Walter Murray Gibson, akal-akalan konyol utusan palsu Sultan Turki, sikap menghindar yang dipertahankan Sultan Taha selama beberapa dekade, peran yang dimainkan minyak, perang, aktivitas gerilya, dan akhirnya, antara 1945 dan 1949, perkembangan separatisme pro-Belanda dan anti-Republik. Pokok bahasan ini, yang terus-menerus membalikkan asumsi awal yang sudah mapan, menawarkan contoh bagus kolonialisme Belanda selama satu abad lebih di daerah tersebut.
Penulis: Yusi A. Pareanom, Bondan Winarno, Dhian Prasetya
ISBN: 9799998689
Halaman: 50
Harga: Rp. 63,900.00
Jalur Kayu Manis, nama yang mistis romantis. Pelayaran internasional ini disebut-sebut sudah ada sejak masa prasejarah. Bukti paling tua, sumber tertulis India dari abad ke-3 SM, berulang kali menyebut “Jawa” sebagai asal rempah-rempah. Bukti lain adalah kitab Petunjuk Pelaut ke Lautan Erythrea (nama kuno Yunani untuk Samudra India) yang menyebut kapal rempah-rempah dari arah timur. Perahu yang digunakan untuk pelayaran lintas samudra ini sangat sederhana. Tak mengherankan bila pada Abad ke-1 M, sejarawan Romawi Pliny, yang tergugah oleh keberanian pelaut Nusantara, menuliskan bahwa perahu mereka bukan digerakkan oleh layar melainkan oleh “semangat dan keberanian.”
Tahun 2003-2004, sekelompok awak kapal dari berbagai bangsa mencoba mengulang pelayaran legendaris ini melalui Ekspedisi Kapal Borobudur. Mereka menggunakan replika kapal yang modelnya terpahat di Candi Borobudur. Ikuti petualangan mereka yang seru, berani, menegangkan, namun tak jarang pula mengundang gelak tawa.
Penulis: Susan Orlean
ISBN: 9791079005
Halaman: 368
Harga: Rp. 54,900.00
Perkenalan Orlean dengan Laroche membawanya ke dunia penggila anggrek di Florida. Tak perlu waktu lama bagi Orlean untuk menyadari bahwa Laroche ternyata hanyalah satu dari sekian kegilaan dunia anggrek.
Cerita di balik keindahan anggrek ternyata begitu rumit. Ada darah, kerakusan, kecemburuan, dan sekian kisah gelap lainnya. Penyelundupan dan pencurian anggrek senilai ratusan ribu dolar tergolong kejahatan kecil dan biasa. Sejak ratusan tahun lalu para pemburu anggrek tak segan menghabisi nyawa pesaingnya di hutan demi mendapatkan spesies langka.
Bagi kolektor, spesies langka bukan cuma mengatrol gengsi, namun juga pundi-pundi. Soalnya, ia bisa memonopoli jenis baru itu selama tujuh tahun karena anggrek membutuhkan waktu selama itu untuk bisa dibiakkan ulang. Makanya, sesama kolektor nyaris tak ada yang rukun.
Penulisan Orlean yang kaya membuat buku ini susah dilepas. Risetnya kuat, detailnya pun memikat. Simak penggambaran keindahan Florida: Dalam cahaya matahadi rumput prairi terlihat seperti beryar-yar sutra kasar…indah seperti indahnya permadani Persia—tebal, terpintal rapat, rimbun, dan hampir monoton dalam kemegahannya. Pemikat lain adalah banyaknya imaji seksual menggoda yang tersaji dalam buku ini. Barangkali ini tak terhindarkan mengingat nama latin anggrek adalah orchis yang berarti testikel.