Assalamualaikum mbak apik :") Selamat hari rayaaa, semoga segalanya semakin membaik :')) mbak saya mau tanya, bagaimana bentuk pemantasan diri yang dapat dilakukn siswi SMA? :') Bentuk pemantasan yang juga dapat menjadi benteng untuk dirinya dari ujian perasaan sebelum waktunya? Makasiii mbak,
Wa'alaikumussalam. Aamin Ya Raaabbb. Semoga kita semakin takwa ya!
Saya juga pernah diuji dengan hal yang sama sewaktu SMA. Dan saya rasa hampir semua juga diuji dengan suka-sukaan jaman SMA, serempak, kaya try out nasional wkwk. Karena pas SMA itu masa puber-pubernya, masa lucu-lucunya. Aha, malah curhat XD
Karena saya sudah melewati masa itu, ada sedikit curhatan serta tips dan tricks supaya kamu melewati ujian dengan nilai yang lebih baik daripada saya :“”“)
Jadi pada jaman dahulu kala….saya punya banyak sticky notes di kamar saya. Buat pengingat. Saya tulis begini, salah satunya, besar-besar:
"Boleh pacaran/berdua-duaan asal Allah nggak lihat. Nggak malu kamu sama Allah?”
haha, alhamdulillah saya belum pernah mojok dan menempuh cara untuk mencapai relationship goals ala anak SMA jaman sekarang, semoga kamu juga. Jadi kalau mau aneh-aneh saya inget lagi sticky notes saya tadi. Biarinlah cupu nggak punya pacar. Buktikan kekerenanmu dengan prestasi dan karya yang lain, okeee? Termasuk prestasi menjaga hati yang akan kamu petik hasilnya nanti, beeeertahun tahun kemudian.
Kalau keluarga kamu support dan nggak setuju pacaran-pacaran, malah lebih baik lagi dan harus banyak bersyukur. Alhamdulillah ayah saya selalu berpesan sama saya; “kalau kamu ketahuan pacaran, ayah nikahkan hari itu juga! Tapi sebelumnya, ayah kerek dulu di tiang bendera!”. Galak kan ayah saya? Memang.
1. Buatlah komitmen yang kamu sepakati sendiri, jadikan prinsip, pegang erat-erat meski balon hijau meletus. Kalau perlu umumkan, biar ada yang mengingatkan.
2. Cari dan ciptakan lingkungan pertemanan yang kondusif. Kalau temen-temen kamu banyak yang nggak lolos ujian perasaan, berguru sama yang strong. Cukup dengerin curhatan mereka aja, jangan ikut-ikutan. Percayalah, drama SMA itu kebanyakan nggak berakhir di pelaminan. Drama di SMA sebagian besar terlihat manis sebabnya negara api belum menyerang. Banyak mudharatnya, jadi jangan berlarut. kalau sudah terlanjur, langsung balik arah dan lakukan poin ketiga.
3. Karena suka sama seseorang menghasilkan energi yang besar, alihkan energi itu ke hal-hal yang bermanfaat: pengembangan diri, ikut ekskul, banyak baca buku, banyak baca-baca tulisan motivasi dari orang yang berprinsip serupa, berkarya, belajar yang rajin meski banyak remidi wkwkwk, dan masih banyak aktivitas seru yang lain ketimbang kita suka-sukaan. Jangan biarkan kita nggak punya kesibukan positif. Jangan yaaaa, nanti disibukkan sama yang nggak baik soalnya. Kata guru agama saya dulu, kalau lagi suka sama orang tulis aja. Jangan dilampiaskan ke perbuatan. Saya ikutinlah saran beliau, ternyata…menulis adalah bentuk healing.
4. Unfollow akun-akun yang jadi kompor. Ndak baik nak. wkwkwk. Baik yang berkiblat ke relationship goalsnya geng awkarin atau seleb-seleb yang aku nggak tau siapa aja namanya karena nggak punya TV #curhatlagi maupun akun-akun yang mengatasnamakan akun dakwah tapi ya gitu deh, jadi kompor. Melenakan, mengekspose enak-enaknya doang nikah (utamanya muda). Untung jaman saya nggak ada tuh instagram, ada ding cuma nggak hits, lebih hits nonton pertandingan futsal antarangkatan atau jadi anak OSIS/MPK haha. Follow akun-akun yang punya positive vibes aja yaaa.
5. Dekatkan diri sama Allah. Perbanyak amalan sunnah. Doain aja kalau suka sama seseorang, doain yang baik-baik untuk dia. Jangan buru-buru berdoa supaya dijodohkan yaaaa :“) Karena perjalanan masih panjang. Yang utama, berdoa dan mintalah sama Allah supaya dibantu menguatkan hati.
Sebaik-baiknya upaya memantaskan diri, adalah upaya memantaskan diri untuk Allah. Bukan untuk makhluk. Niatkan menjadi perempuan sholehah karena mencari ridha Allah, bukan untuk mendapatkan laki-laki sholeh.
Ingat pesan tante-tante ini ya. Meski banyak curhatnya, tante doakan kamu bisa lolos ujian perasaan.