Aku memaafkan suamiku dengan hati yg bersih. Ayo sama2 sembuh kita.

titsay
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
we're not kids anymore.
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
trying on a metaphor
Sade Olutola

No title available

PR's Tumblrdome
untitled

JVL
Show & Tell
hello vonnie
almost home
sheepfilms
official daine visual archive
YOU ARE THE REASON

Discoholic 🪩

#extradirty
The Bowery Presents
Jules of Nature

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Singapore

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Indonesia
seen from United States
@butaarah
Aku memaafkan suamiku dengan hati yg bersih. Ayo sama2 sembuh kita.
Sedih, ketika aku gak bisa mendoakannya dengan setulus hati lagi. Sedalam itu lukanya. Ya Allah, ampuni aku.
Dia aja berantakan, pakek acara ngurusin jodoh orang lain. Berarti orang yang gagal gak boleh berbuat baik.
Sakit ketika dia bilang, dia cuma punya aku. Sakit ketika dia bilang dia gak punya siapa2 lagi di dunia. Padahal dia masih punya ayahnya. Apa sedalam itu lukamu??
ya Allah, sampaikan permohonan maafku kepada orang-orang yang pernah aku sakiti. bahagiakan mereka ya Allah. jadikan mereka lupa atas semua luka yang pernah aku tinggalkan di hatinya. bantu aku pula untuk memaafkan mereka. bersihkan hatiku, hilangkan segala penghalang antara doaku dan iya-Mu.
maafkan aku. maafkan aku. maafkan aku.
Kalau orang tanya kenapa aku masih memilih untuk jadi orang baik walaupun berkali-kali dunia mengecewakan aku… jawapannya bukan semata-mata sebab “Allah sayang orang baik.”
Tetapi sebab aku percaya, Allah akan hadir dalam hidup kita sebagaimana kita hadir dalam hidup orang lain.
Kalau kita memilih untuk lembut pada manusia, Allah akan menemukan kita dengan kelembutanNya pada waktu yang paling kita perlukan.
Kalau kita cuba memahami luka orang lain, Allah juga akan memahami hati kita saat tak ada siapa mampu faham apa yang kita tanggung.
Dan mungkin sebab itu, aku takut untuk menjadi manusia yang sengaja menyakiti. Sebab aku tahu macam mana rasanya bila dunia terlalu kasar terhadap hati sendiri.
Jadi selagi aku masih mampu, aku mahu hadir dalam hidup orang lain dengan belas kasihan,
dengan empati, dengan kebaikan yang tak bersyarat.
Kerana jauh dalam hati aku, aku percaya satu benda… cara kita memperlakukan manusia lain sedikit sebanyak mencerminkan bagaimana kita berharap Allah memperlakukan kita juga.
Kalau waktu bisa diulang, bertemulah dengan orang yg tidak akan pernah membuat kamu kecewa, yg setara dalam segala hal. Jangan seperti aku yg banyak kurang sehingga kamu melakukan hal2 yg membuat trauma seumur hidup.
Semoga Allah hujani keluarga ini dengan rahmat juga lindunganNya, Allah kekalkan ikatan cinta ini sampai surgaNya, Allah tanamkan sabar juga syukur dalam setiap episodenya.
Sejatinya menikah seperti titik tolak mengarungi sebagian kehidupan yang belum pernah terbayangkan. Maka dengan berpegang pada tali Allah, akan selalu ada jalan disetiap sudut kepayahan kita sebagai manusia. Hiasi yang katanya "ibadah seumur hidup" ini dengan sebaik dan sebenar ibadah kepadaNya. Karena pesona ruhiy dalam diri takkan pernah mengelabuhi.
Selamat menanam, menuai juga menjaga ladang kebaikan iniđź’“đź’ž
Ternyata aku masih sangat mencintaimu.
Aku akan menuntutmu di dunia dan akhirat.
Aku bahkan tidak bisa lagi mengatakan betapa aku mencintai suamiku. Aku takut, seseorang menertawakan aku dan beekata " kalau suamimu mencintaimu, dia gak akan berselingkuh denganku" aku takut wanita itu dengan bangganya mengatakan itu meskipun dalam hati.
“Love isn’t only love, sweetheart. It’s hard work, and trust, and tears, with even a few glimpses of devastation. But at the end of each day, if you can still look at the person at your side and can’t imagine anyone else you’d rather have there, the pain, the heartache and the ups and downs of love are worth it.”
— Nicole Williams
Aku akan menemanimu, sampai kamu benar-benar meninggalkan aku. Baik itu pergi bersama cintamu atau dijemput oleh-Nya.
be busy. busy not checking messages. busy reading those books you never started or finished. busy having a good night of sleep. busy taking care of yourself and your skin. busy moving your body. busy helping your community. busy reflecting on your life and what you can improve. busy doing things aside from the capitalistic viewpoint of “productivity.” busy slowing down.
"Aku mencintaimu dengan amat sangat, oleh sebab itu aku melepaskanmu."
Dulu saya pikir kalimat itu adalah hal paling rancu yang saya pernah dengar. Kenisbian yang mendekati keniscayaan. Namun ketika saya dihadapkan pada situai yang entah bagaimana ceritanya, saya harus melepaskan seseorang yang saya sangat cintai, kata-kata itu menjadi panembrama paling masuk akal di kepala saya.
Ternyata benar,
Hanya karena sama-sama cinta, bukan berarti kalian akan berakhir bersama. Dan hanya karena sudah tidak bisa bersama, bukan berarti rasanya sudah tidak ada. Pada akhirnya, kalimat itu mengejawantah menjadi sesuatu yang sampai sekarang saya percaya.
Semakin kamu sayang sama seseorang, semakin kamu harus sanggup melepaskannya.
Madrasah Ketabahan
Ada ruang² di dunia ini yang tidak kupilih untuk kudatangi, namun di sanalah Allah mengajarkanku arti tabah yang sebenarnya. Tempat di mana kebenaran diuji bukan dengan pujian, melainkan dengan tekanan.
Aku boleh dipaksa mengaku, tapi aku tak akan berbohong pada nurani. Martabatku berdiri pada kebenaran, bukan pada takut. Karena ketakutan bisa menundukkan kepala, tapi tidak akan pernah menenangkan hati.
Di balik itu, aku belajar melihat wajah² lelah,,, para manusia yang pernah dicap, dihakimi, dilupakan. Ketidakadilan bukan sekadar cerita; ia punya nama, lapar, dan keluarga yang menunggu. Empati mengajarkanku untuk melihat manusia, bukan label. Bahwa sebelum ia bersalah atau benar, ia adalah makhluk yang sama² ingin dipahami.
Sabar bukan pasrah yang putus asa; ia tali yang mengikatku pada Allah saat logika kehabisan pintu. Kadang, bukan jawaban yang kubutuhkan, tapi keheningan yang membuatku lebih dekat dengan-Nya.
Ketika dunia sibuk mencari kambing hitam, aku memilih mencari jalan pulang. Energi yang kuberi pada dendam takkan pernah mengantar pada keadilan. Karena balas dendam mungkin menenangkan sesaat, tapi hanya memindahkan luka dari satu hati ke hati lain.
Aku juga belajar bahwa kabar baik pun bisa celaka jika disebar tanpa hikmah. Satu kata yang tergesa bisa menjatuhkan nama, bisa mengubah kebenaran menjadi kebisingan. Maka aku menimbang kata sebelum melemparkannya ke dunia.
Dan harapan,,, aku tak lagi menganggapnya sekadar perasaan. Ia adalah keputusan untuk tetap menolong, hari ini juga. Meskipun kecil, meskipun tak dilihat siapa². Karena tabah bukan berarti diam, tapi tetap berbuat baik ketika dunia sedang tidak baik.
“Ketabahan adalah cara menjaga martabat,,, menolak dusta, merawat empati, dan memilih harapan yang bekerja.”
Madrasah ini tidak punya gedung, tidak pula ijazah. Tapi setiap luka yang kulewati, setiap sabar yang kupeluk, adalah pelajaran yang tak bisa dicetak di kertas. Inilah madrasah ketabahan,,, tempat di mana hati diuji, dan martabat diselamatkan.
Entah akan berakhir baik nantinya atau enggak. Yg penting aku harus memberikan yg terbaik untuk suamiku. Kalau akhirnya aku ditinggalkan setidaknya aku bisa lebih rela.