A tired little pup with relatable feelings. 🐶 If you like this little pup, you might enjoy this month’s pin club design that will be revealed this weekend! ✨
2020 Calendar | Loading Penguin Hugs | Webtoon

tannertan36

No title available
Cosimo Galluzzi

Janaina Medeiros
will byers stan first human second
hello vonnie
noise dept.
Not today Justin
occasionally subtle
NASA

No title available
No title available
No title available
Jules of Nature

No title available
TVSTRANGERTHINGS
todays bird
Claire Keane
art blog(derogatory)
AnasAbdin
seen from United States
seen from France
seen from T1

seen from Singapore
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from Japan

seen from United Kingdom

seen from Ireland

seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from France

seen from Japan
seen from Germany
seen from T1

seen from Netherlands
seen from Poland

seen from South Korea

seen from Brazil
@caintanp
A tired little pup with relatable feelings. 🐶 If you like this little pup, you might enjoy this month’s pin club design that will be revealed this weekend! ✨
2020 Calendar | Loading Penguin Hugs | Webtoon
Don’t give up! 💪 You ARE strong enough, even if it doesn’t seem like it.
Thank you to everyone who’s joined my Positive Pin Club already! Get in on the fun if you want a specially-designed enamel pin sent to you every month! (≧∇≦ )
Kau tahu, bagaimana rasanya tidak dicintai manusia ? sedangkan engkau begitu berharap akan cintanya. Menyakitkan bukan :) bahkan sering membuatmu lelah, hingga bertanya tanya apakah benar dirimu tidak pantas merasakan bahagianya dicintai.
Setelah berulang kali merasakan betapa pedihnya di abaikan, seolah kau adalah seseorang yang tidak penting untuk di dengarkan ceritanya, atau bahkan ceritamu hanya sesuatu yang lewat begitu saja. tidak penting, tidak memberikan arti apa-apa.
Atau barangkali kau telah begitu sering merasakan sesaknya tidak di anggap, ada atau tidaknya keberadaanmu bukanlah sesuatu yang harus di khawatirkan, seolah kau tak sedikitpun memberikan makna.
Sejenak, duduklah dengan tenang. dan berbahagialah. sungguh berbahagialah. Langkahmu yang saat ini begitu tertatih, ajaklah menuju kepada Allaah. Yang semula kau seperti kehilangan arah, kembali lah kepada Allaah. Dalam doa doamu untuk tak henti memohon pertolongan Allaah.
Melalui ini semua dengan hati yang tenang, hati yang lapang. Hati yang begitu bersyukur, sebab berprasangka baik bahwa setiap kesedihan tidak sia sia di sisi Allaah. Sebab engkau percaya pada janji-Nya, ada dosa yang hendak Allaah hapuskan dari setiap sedihmu.
Ikhlaslah, dan jujurlah bahwa engkau ingin melalui ini semua karena mengharapkan wajah Allaah.
Berbahagialah sayang. Sebab Allaah Maha Memelihara, Allaah tidak akan membiarkanmu melalui semuanya sendiri.
Yang kuat yaa, berharapnya sama Allaah aja :) tidak apa apa bila harus menangis, air mata yang membuatmu bersimpuh di hadapan Allaah, air mata yang membuatmu merasa begitu lemah di hadapan Allaah tidak akan sia sia sayang.
Allaah mencintaimu, bahkan melebihi yang engkau tahu. Allaah yang mengatur hidupmu sedemikian sempurna.
Sungguh, masih ada kesempatan untuk menata hati juga harapmu. kuatlah! mohonlah agar Allaah menguatkanmu juga melapangkan hatimu dengan rasa syukur melalui setiap fase perjalanan hidupmu.
Sampai nanti Allaah mengizinkanmu pulang dengan hati yang selamat.
Menuliskannya, @menyapamentari 🌻
Kehilangan Dirimu Sendiri.
Pernah tidak, sampai pada titik dimana seperti kehilangan dirimu sendiri ? seperti tidak mengenal dirimu sendiri. Hidupmu yang tetap berjalan sebagaimana mestinya, namun kau tidak tahu atau tidak mengerti bagaimana membuat hatimu merasakan ketenangan. Semua berjalan terasa begitu hampa, sebab kau pun tidak mengerti bagaimana mengartikan apa yang sedang terjadi.
Kau mungkin menangis, bahkan mungkin hanya mampu mengatakan bahwa dirimu pun tak mengerti atas apa yang terjadi. hanya mampu berucap bahwa kau pun tak tau harus bagaimana memperbaiki semuanya. hanya mampu berserah, pasrah sepasrah pasrahnya.
Hari berganti, Senyummu, kulihat tetap terpancar sebagaimana biasanya. Namun kutahu, ada luka yang kau sembunyikan begitu dalam. Adalah engkau yang mencoba mempertahankan dirimu agar tak jatuh terpuruk.
Ucapmu "aku tak apa, aku akan melalui ini dan aku akan baik baik saja". Aku menunduk, menerima jawabmu. Aku paham, bahwa setiap kita berhak terlihat baik baik saja di hadapan siapapun. Bahwa bukankah kita di ajarkan untuk cukup mengadukan segala kesusahan dan kesedihan hanyalah pada-Nya (sekalipun tidak mudah). Ada orang-orang seperti kita, yang menyembunyikan bahagia di balik kesunyian, menyembunyikan luka sedemikian rapatnya agar yang terlihat adalah kebaikan dan kebahagiaan saja yang tersampaikan.
dan aku bersyukur, mengenal engkau, yang tetap tegar dan berprasangka baik bahwa semua akan baik baik saja.
Sampai pada akhirnya yang kau perlukan adalah kembali pada-Nya. Mengadu, Mengaku dan Menyerah pada-Nya. Cukuplah engkau menyadarkan seluruhnya hanya pada-Nya, Rabb yang tak akan pernah membuatmu kecewa.
Kau boleh bercerita padaku, atau pada dirimu sendiri (sebagaimana ini menjadi kebiasaan). Tapi segala ketenangan hanyalah Dia yang mampu memberikan. Dan jawaban atas pertanyaanmu adalah Dia yang kuasa mengaturnya melalui hikmah di waktu yang tepat.
Barangkali jawaban lainnya adalah hatimu sedang jauh, demikian jauh dari cinta-Nya. Mendekatlah, Banyaklah mengingat-Nya. Sebab hanya dengan-Nya hidupmu dalam ketenangan.
Kembalilah pada Allaah, rengkuhlah kembali hatimu.
Menuliskannya, @menyapamentari 🌻
solusi = ikhtiar & doa maksimal + menyerah total
masalah datang bertubi-tubi. satu, dua, tiga, empat… sebelas, dua belas, tiga belas…
semakin kita berjuang keras & berdoa tanpa henti untuk selesaikan masalah, rasanya kok yang terjadi malah semakin kusut dan rumit?
sampai pada suatu titik, kita hanya bisa menyerah total kepada Allah. diam, mundur perlahan, dan mengakui bahwa kita lemah.
lalu Allah selesaikan semuanya. tiba-tiba.
satu demi satu semua terurai. menghilang.
–
ternyata Allah hanya ingin kita berdoa lebih banyak, beristighfar lebih banyak, bertaubat, berserah diri total, dan mendekat pada-Nya tanpa jarak.
istighfar-istighfar kita menghapus dosa, doa-doa kita menundukkan hati, masalah-masalah yang datang semakin mengokohkan kita.
dan tersadar, semua kepahitan yang datang dan sudah tertelan, ternyata untuk kebaikan diri kita sendiri. kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat.
“segala puji bagi Allah, Rabb (pencipta, pemelihara, penguasa, pemilik, pemberi nikmat, pengatur) semesta alam”
Depok, 18 Juli 2019 - 06.11am
Tidak Pernah Baik-baik Saja
Dunia ini rasanya tidak pernah baik-baik saja. Segala senyum yang kita saksikan di tiap pagi ternyata sedang sibuk membungkus kesedihan di dalamnya. Segala canda tawa yang kita dengar di tempat umum pun ternyata sedang kerepotan menyelimuti luka-luka hatinya yang hanya semakin lebam dan menghitam.
Setiap orang pasti pernah mengalami bagaimana riak tawanya menyamarkan kesedihan semalam, meski luka yang tersimpan sungguh teramat dalam. Hanya sekadar diam-diam merawat bekas luka.
Sayangnya, setiap orang yang kita temui selalu saja melemparkan pertanyaan tentang rantai hidup kita, apakah kita sudah lulus, memiliki pekerjaan, menikah, atau memiliki sebuah rumah. Seolah pondasi hidup kita selalu terpatri pada material yang itu-itu saja. Rasanya jarang sekali ada yang pernah bertanya apakah kita bahagia, malah mungkin tidak pernah.
Sudah terlampau sering kita meremehkan kekuatan dari sebuah sentuhan, senyuman, mendengarkan, nasihat baik, pendapat jujur, atau segala hal-hal kebaikan sekecil apapun, yang mana berpotensi besar membuat hidup kita berputar ke arah lebih baik.
Barangkali, hal ini yang membuat banyak dari kita membangun sebuah dinding tinggi, bukan untuk membuat orang lain tetap di luar kita, melainkan untuk melihat siapa yang cukup peduli hingga mampu meluruhkan seutuh tembok tersebut. Termasuk menghindari pertanyaan tidak penting, pertanyaan basa-basi tidak perlu, atau justru pertanyaan yang kerap kali semakin menyakiti perasaan kita pada kondisi tertentu.
Sebab, masing-masing kita tidak selalu terlahir dengan nasib yang sama, sebagian lagi justru sedang berjuang mencapai kebahagiaannya yang masih teramat jauh. Karenanya dunia ini memang tidak pernah baik-baik saja, mari kita coba buat lebih sederhana, dengan tidak memperkeruh apa-apa yang telah lebih dulu keruh akibat bekas luka perjuangan di masa lampau.
Bogor, 13 Juli 2019 | Seto Wibowo
A little chibird sprout helper to encourage you to take care! 🌱💕
Loading Penguin Hugs | Instagram | Patreon
Ingatlah wahai diriku, jaga kesehatanmu, biar bisa nolong orang lain bukan malah nyusahin. OK?!
“Walau kamu tau kalau perjuanganmu tidak berakhir seperti yang kamu harapkan, tapi setidaknya kamu sudah berjuang. Sudah memberikan upaya yang terbaik. Dalam hatimu tumbuh keyakinan kalau kamu akan dapat yang terbaik sesuai dengan ikhtiar yang sudah dijalani. Meski bukan yang kamu mau, tapi masih menjadi yang terbaik. Bukankah apa-apa yang terbaik untukmu, Allah jauh lebih tau?”
— Quranads
“Hanya karena hal itu baik untukmu, belum tentu menjadi hal baik juga buat orang lain. Bisa jadi justru kebalikannya. Jadi berhenti memaksakan pendapat hanya karena itu baik untukmu. Lebih baik coba berdiri di posisinya dan mendengarkan apa yang menurut orang itu baik baginya.”
—
seseorang yang menyayangimu
kalau seseorang yang kamu sayangi melakukan sesuatu yang tidak menyenangkanmu atau tidak melakukan sesuatu yang menyenangkanmu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. mungkin, caranya menyayangimu memang begitu.
kalau seseorang yang kamu sayangi tidak bisa menikmati karya-karyamu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. mungkin, karyamu memang bukan seleranya, tetapi dia tetap menyayangimu apa adanya.
kalau seseorang yang kamu sayangi mendahulukan membalas pesan tentang urusan-urusannya yang lain, alih-alih membalas pesanmu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. seseorang itu percaya bahwa kamu pasti mengerti. dan kamu tetap yang utama.
kalau seseorang yang kamu sayangi menyampaikan hal-hal tentangmu yang membuatnya tak nyaman, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. seseorang itu sedang merawat kamu dan dirinya.
kalau seseorang yang kamu sayangi seakan memintamu untuk menjadi ini itu, berbuat ini itu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu apa adanya. seseorang itu, mungkin ingin bertumbuh bersamamu.
ada banyak sekali cara menyayangi. ada banyak sekali pula cara menerima rasa sayang itu. merasalah disayang, sebab bagaimana kita menerima sebuah perasaan seringkali menjadi bagaimana perasaan itu sejatinya diberikan.
“Kita pada akhirnya hanya kenangan usang yang tak pernah asing. Mau tidak mau harus rela, mau tidak mau harus mengerti. Bahagia bersama sudah bukan tujuan kita lagi.Selamat jalan. Baik-baik di sana. Doaku selalu sama; semoga kau bahagia.”
—
“Ada alasan kenapa aku memilihmu. Karena ketika bersamamu, tak peduli seberat apa pun masalah yang menimpa, aku akan selalu bisa untuk merasa baik-baik saja.”
—
K U D A S A I
Kayaknya, lama kelamaan kalau kalau hidup begini terus umur gue bisa ngurangin 3 jam tiap harinya deh. Coba aja lo bayangin? Gimana rasanya dipaksa hidup satu atap sama mahluk yang gue rasa kalau dibandingin sama roh halus juga masih lebih indah roh halus.
Hadeeeeeeh…
Kadang gue pengen deh balik ke setahun kemarin, ketemu gue yang lama, terus gue ngomong di depan jidat gue sendiri,
“ELO ITU KALAU NGAMBIL KEPUTUSAN TUH DIPIKIR MATENG-MATENG DULU AELAH ITU KEPALA DI-USG COBA ISINYA OTAK APA ACAR?!?! LEMBEK BENER!”
So, gak perlu panjang-panjang lagi…
Inilah cerita bersambung perihal seorang tukang masak dan kehidupan lucunya di umur yang menjelang kepala tiga. Oh iya, seperti biasa, like dulu aja sebelum tenggelam.
KUDASAI: Tulisan Satu - From Me, The Moon.
KUDASAI: Tulisan Dua - Lover, Please Stay.
KUDASAI: Tulisan Tiga - Call You Mine
KUDASAI: Tulisan Empat - Lets Fall in Love For The Night
KUDASAI: Tulisan Lima - Please Never Fall in Love Again
KUDASAI: Tulisan Enam - Thats Why I Love The Moon
Setiap kejadian seperti cara Allaah ingin menyampaikan pembelajaran baik, bahwa ada hal-hal di luar kuasa kita untuk mengaturnya. Seberapa keraspun upaya kita. Selelah apapun ikhtiar yang sudah dilakukan. Saat-saat dimana kita hanya bisa menyerahkan segala sesuatunya kepada Allaah. Dengan terus melangitkan doa, diiringi prasangka baik kita. Bahwa Allaah akan memberikan yang terbaik, dengan cara yang barangkali tak pernah kita bayangkan bagaimana Allaah akan mengaturnya. Meminta agar Allaah memperbaiki dan mencukupi apa-apa yang masih menjadi kekurangan. Allaah Maha Kuasa, dan kita bersyukur dimampukan menyadari untuk memilih berserah kepada Allaah.
H-6 Menuju hari yang dinanti, Menyapa Mentari 🌻
“Tak usah memberi saran. Kau tau aku pasti bisa melewatinya. Aku hanya butuh pelukmu saat ini, dan sebuah kata-kata sederhana yang keluar dari mulutmu sendiri;“Semua akan baik-baik saja. Kau tenang saja, aku akan selalu ada.””
—
“Yang tidak ada interaksi bukan berarti tak saling dukung. Karena sebetulnya, tidak pernah ada kewajiban untuk menunjukkan bahwa cara mendukung harus selalu diumbar-umbar.”
— Hujan Mimpi
Biasanya berdua, sekarang sendiri. Walaupun gitu sempet ditemenin bentar sama bapak. Yg bikin terharu itu kata² yang terucap dari mulutnya, dikit sih tapi maknanya itu loh dalem bgt. Semoga aja ya Pak, Allah meridai aamiin.