
pixel skylines

Jimmy Eat World
Interview Vampire Daily
Sweet Seals For You, Always
macklin celebrini has autism
The Bright Sessions
🪼

No title available
taylor price
No title available
Show & Tell
tumblr dot com
sheepfilms

@theartofmadeline

Discoholic 🪩

roma★
cherry valley forever
ojovivo
EXPECTATIONS
Today's Document

seen from Taiwan
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from Kazakhstan
seen from United States
seen from United States
seen from Belgium
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Brazil

seen from Canada
seen from Italy

seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Laos
seen from United States
@catatanautumn
Tentang sepi
Aroma tubuh yang mengingatkan akan laut...
Apakah kamu sedang kehilangan tujuan hidup?
Pertanyaan yang selalu berulang di kepala:
"Bagaimana cara kerja kehidupan dan dunia?"
Kita semua adalah pengembara
Menjadi pemeran utama...
Bertahan...
Apa kabar?
Tentang Diriku
Aku tidak perlu menjelaskan diriku kepada orang lain, karena seperti yang sudah biasa terjadi, tatapan aneh akan diberikan, lontaran norma akan dijelaskan, dan tetap tak ada yang bisa memberikan pengertian.
Aku bahkan sudah tahu hal ini, dan bodohnya tetap mencoba lagi, siapa tahu ada satu manusia di bumi yang mengerti.
Tahukah kamu?
Aku masih mencari.
Karena bahkan aku masih belum mengerti diri sendiri, sulit rasanya ketika ingin menjelaskan.
Kepala ini seperti pecah dan terbagi menjadi banyak bagian.
Ada satu bagian berisi pertanyaan, bagian lain berisi jawaban, bagian lain lagi berisi segala kemungkinan lain, bagian lainnya berisi banyak kontradiksi. Rasanya seperti hidup dengan beberapa orang lain yang berbeda kepribadian.
Kamu pikir, aku ingin hidup seperti ini?
Tidak sama sekali.
Aku berharap dapat menjalani hidup dengan kepribadian normal, aku tidak pernah berharap menjadi unik, aku cuma berharap bisa hidup dengan kepribadian yang diterima dengan mudah oleh semua orang tanpa aku harus menjelaskan segala yang abstrak dalam diriku.
Aku bisa berdiam diri seharian, di sisi lain aku juga bisa berbicara banyak.
Ada waktu tertentu dimana aku bisa mendengarkan berjam-jam cerita seseorang tentang teko kesayangan mereka untuk membuat teh. Ada waktu lain dimana aku hanya ingin mendengarkan kesunyian.
Denganmu, aku ingin cinta yang tanpa perlu banyak kata.
Aku bahkan bermimpi suatu saat bisa menggenggam tanganmu, menyandarkan kepala di pundakmu, dan membiarkan kesunyian mengurung kita, tapi kita juga sama-sama tahu bahwa cinta selalu ada.
Aku berharap kamu mengerti, diamku adalah untuk menenangkan kebisingan dalam kepalaku sendiri.
Aku cuma ingin mendengar suaramu, mengetahui bahwa kamu baik-baik saja dan bahagia.
Aku tahu kamu membencinya, tapi berikan aku waktu, ya?
Aku akan kembali padamu, dengan banyak cerita dan ocehan manja.
Akan ada waktu untuk itu, aku janji, takkan lebih dari 24 jam dan aku bisa kembali menjadi orang yang kamu inginkan.
Banyak kata pun, takkan bisa menjelaskan diriku dengan baik, dan aku tahu betul bahwa kamu pasti berpikir aneh sekali melihat seseorang yang begitu cepat dapat berubah dari senang, sendu, marah, lalu kembali tertawa. Begitu banyak yang dapat disembunyikan oleh satu topeng wajah.
Dan aku cuma ingin kesunyian untuk meredam ombak dalam diri ini.
Ketika kamu mau bersendiri denganku, aku akan semakin mencintaimu, aku bisa jamin itu.
Asal kamu tak mempermasalahkan keinginanku untuk mengunci diri.
Kamu juga tahu pasti, bahwa denganmu, aku telah melepaskan segalanya.
Kamu telah melihatku rapuh, kita melalui banyak waktu bersama meskipun lebih banyak jauhnya.
Kini, ketika kamu mempermasalahkan satu hal yang bahkan aku tak punya kemampuan untuk mencegah itu agar tak kejadian, aku cuma bisa menangis.
Entah kecewa atau merasa terkhianati, karena aku selalu berpikir kamu bisa mengerti.
Kini setelah kamu mempermasalahkannya, takkan cukup kata-kata untuk menggambarkan betapa aku terluka.
Karena aku merasa menyesal telah dilahirkan ke dunia dengan kepribadian aneh ini yang menyertai.
Kamu kembali membuatku merasakan hal yang sama ketika aku dulu berteman dengan orang-orang yang salah, kamu membuatku merasa aku tak layak mendapatkan cinta, dan lebih baik hidup sendiri saja daripada membuat orang lain merasa tak nyaman ketika aku ada.
Maafkan aku, disini aku sangat menyalahkanmu.
Tapi sebenarnya, ini adalah kesalahanku.
Kamu tidak perlu meminta maaf, karena kamu benar.
My heart is a thousand years old. I am not like other people.
Charles Bukowski (via quotemadness)
Hal yang Benar tentang Kebenaran
Manusia sejatinya selalu haus pembenaran.
Pernahkah kamu berpikir siapa gerangan yang pertama kali menciptakan peraturan?
Mengapa peraturan dibuat?
Mengapa sebagai manusia kita harus melakukan sesuatu yang dianggap benar?
Tidakkah ada yang berpikir bahwa pemikiran setiap manusia seperti labirin?
Dan apapun yang dilakukan dalam hidupnya, setiap individu selalu merasa dirinya benar. Entah itu berdasarkan moral, etika, keyakinan, atau sekedar menurut pembenaran dirinya sendiri.
Seringkali kita bertengkar dengan manusia lain hanya untuk membuktikan kebenaran, tidak jarang banyak massa berdemo menuntut kebenaran, dan hanya segelintir orang yang melakukan sesuatu hal yang “jahat” atas nama kebenaran.
Mungkin saja kebenaran itu relatif.
Mungkin tidak.
Tetapi sebagai manusia, kita selalu menganggap diri kita paling benar.
Bukankah itu merupakan sebuah hal yang benar tentang kebenaran?
Tentang Langit
Kamu memang langit, aku selalu berkeyakinan itu.
Aku pertama kali mengenalmu dan sudah menyimpulkan bahwa kamu sulit terjangkau, kamu jauh, kamu memukau.
Aku selalu menatapmu dari kejauhan, melihat kamu hari demi hari berganti warna, kadang ditemani awan, bahkan pelangi yang melengkapi keindahanmu.
Suatu masa, aku berhasil menemukan sayap untuk terbang lebih dekat ke arahmu. Pada saat itu aku memiliki kesempatan untuk bercengkrama bersamamu, aku bisa menyentuhmu dengan jemariku, dan kamu mulai menampakkan berbagai rupa…
Aku telah tahu bahwa kamu langit yang bisa saja tiba-tiba berubah kelabu, dihardik oleh angin dan hujan, menyajikan petir, mengubah cuaca, dan di saat bersamaan harus kuat melindungi bumi dari segala ancaman, kamu merasa paling bertanggungjawab atas kehidupan.
Aku tahu segalanya tentangmu.
Tapi seberapa kuat aku mencoba mendekat dan masuk ke dalam dirimu, kamu tetaplah langit. Sudah seyogyanya kamu tetap berjarak dariku.
Apakah aku mempermasalahkan itu?
Tidak.
Dan apakah kamu tahu?
Seberapa banyak kamu menyajikan warna dirimu yang berbeda-beda, entah biru atau jingga, aku akan tetap terpana.
Aku akan tetap terbius pesona dan berharap suatu saat sanggup merengkuhmu seutuhnya, kita akan bertemu di batas cakrawala.
Manusia: Makhluk Sosial
Sebagai makhluk sosial, apakah kita berhak merasa takut ketika sendirian?
Akhir-akhir ini, kondisi orang-orang dalam lingkaranku sedang rumit.
Kami berjarak, memilih menjadi invidual di tengah kebersamaan.
Tak ada lagi tawa, hanya percakapan seperlunya untuk sekedar membahas makan malam atau sarapan.
Aku tidak tahu kami sedang berada di fase mana, entah hidup memang sedang dalam fase tenang tanpa gelombang, entahlah.
Manusia begitu takut akan perubahan yang buruk, tetapi bosan dengan hidup yang konstan.
Hal Terbodoh yang Dilakukan Saat Mencintai
Apa hal terbodoh yang pernah kamu lakukan saat mencintai?
Ini kisahku.
Nekat jatuh cinta pada seorang laki-laki yang kubenci karakternya, menjalin hubungan tanpa dasar kepercayaan karena aku bosan sendirian, merajut drama demi drama sampai akhirnya karma menemukan mangsa.
Kini yang kuingat hanyalah hangat genggaman tangannya, menolak untuk melepaskan, tidak ingin kami memilih jalan perbedaan.
Dan aku, jatuh cinta terlalu dalam.
Hari demi hari kami saling mengupas sisi diri, mengerti kenapa satu dan lain hal terjadi, berpisah raga karena pandemi, merencanakan temu meski yang diucapkan hanya janji tanpa esensi.
Lalu aku merindunya sekali lagi.