Surely, kehilangan sahabat itu jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan kekasih.
Apabila sahabatmu mulai berubah sikapnya, lalu perlahan menjauh darimu semenjak ia dipertemukan oleh lelaki yang (katanya) ia cintai, jangan jauhi dia, jangan cibir dia. Tetaplah berprasangka baik, kamu cukup doakan saja, bahwa sebaik-baik cinta dua manusia adalah yang diikat dengan ikatan pernikahan.
Tak ada seorangpun yang bisa terhindar dari perasaan semu sekalipun ia adalah seseorang yang baik perangai dan agamanya. Sebab, cinta tak pernah salah, yang seringkali salah ialah bagaimana pelakunya menyikapi perasaan tersebut.
Itulah pentingnya ilmu agama. Kadangkala, kita menilai benar tidaknya sesuatu, dilihat dari apa yang sudah dilakukan oleh ‘kebanyakan orang’, padahal Allah telah memperingatkan kita lewat ayatNya,
“Dan apabila kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” (QS. Al-An’am: 116)
Semoga ayat ini selalu penjadi pengingat bagi kita, menguatkan langkah kita di dunia. Ohhh, i’m on tears~~